
"Tentu saja, aku tinggal di sini sejak kecil. Jika kalian menyelidiki kasus itu. Sebaiknya jangan sampai ke dalam hutan yang bahkan cahaya matahari tidak dapat menyinarinya." Pria tua itu memperingati Ryder dan Nazira.
"Kenapa?" tanya Nazira.
"Di dalam hutan tersebut, terdapat kastil yang dihuni oleh makhluk dingin." Pria itu menatap Nazira dengan nyalang, membuat Nazira bergidik.
"Apa maksudmu dengan makhluk dingin?" Ryder bertanya, seolah-olah dia tidak tahu tentang keberadaan makhluk tersebut.
"Vampir!" bisik si pria tua, seakan-akan ucapannya takut didengar oleh makhluk abadi itu.
"Vampir!" beo Ryder setengah mengejek.
"Pelankan suaramu, mereka dapat mendengarnya." Pria tua menutup mulut Ryder.
"Apa anda percaya bahwa makhluk itu ada?" ejek Ryder, dia menyingkirkan tangan pria tua dari bibirnya.
Pria tersebut merasakan keanehan dengan sentuhan Ryder. Dia mencoba menatap Ryder dengan curiga. Tubuh Ryder terasa sedikit dingin, bukan suhu tubuh manusia pada umumnya.
"Apa yang anda ketahui tentang makhluk itu, Sir?" Nazira mengambil alih pertanyaan. Berharap dia mendapatkan informasi tentang kastil tersebut dan siapa tahu kastil tersebut adalah milik raja Edden Collins. Itu akan membuat Nazira semakin dekat dengan putra Edden, karena pasti anak Edden berada dekat dengannya. Sebab, yang memberikan sample darah Ryder Collins adalah seorang Vampir.
"Mereka tinggal bersembunyi di dalam hutan terlarang di sebuah kastil, menurut kakek saya, pemilik kastil tersebut adalah keluarga bangsawan Collins," terang pria tua itu.
Nazira senang mendapatkan informasi tersebut.
"Dan dimanakah keberadaan kastil tersebut?" Nazira bertanya dengan antusias
"Oh, please, kau tidak benar-benar mempercayai kisah ini bukan?" ejek Ryder, dia menatap mata Nazira dengan tajam.
"Kita harus mengumpulkan setiap bukti dan kemungkinan." Nazira mencoba mencari alibi agar Ryder tidak mencurigainya.
Ryder sendiri merasa frustasi karena tidak dapat membaca pikiran Nazira. Wanita ini sedikit aneh menurutnya, belum lagi wanita ini membuat Ryder tertarik.
Sebenarnya siapa dia?
"Katakan dimana tempatnya?" ulang Nazira.
__ADS_1
"Jauh ke dalam hutan gelap itu, cerita kakek saya paling ujung hutan, tapi, tidak ada yang benar-benar berani ke sana." Si pria menunjuk ke dalam hutan.
"Apakah mobil atau kendaraan apa yang bisa ke sana?"
"Entahlah," jawab pria tua.
Sesuatu bergerak di dalam hutan. Ryder dan Nazira saling berpandangan. Ryder mengeluarkan senjata dari pinggangnya.
Si pria tua terlihat cemas.
"Sebaiknya aku segera pergi dari sini." Setelah mengatakannya, dia langsung lari terbirit-birit menuju rumahnya.
Ryder berjalan secara perlahan dan hati-hati menuju sesuatu yang bergerak terssebut. Nazira mengikuti Ryder dari belakang. Matahari perlahan tenggelam, hanya menyisakan warna jingga di langit. Sekeliling lembah mulai gelap, udara dingin semakin menusuk tulang. Nazira bergidik karena dingin, dia lupa untuk membawa mantel.
Nazira memperhatikan Ryder, yang masih fokus memandang ke depan. Pria itu hanya mengenakan kemeja abu-abu tipis. Nazira heran mengapa pria itu tidak merasakan kedinginan?
Ryder terus berjalan memasuki hutan, di sana sudah sangat gelap. Nazira mengeluarkan senter dan pisau kecil yang terbuat dari perak. Berjaga-jaga jika gerakan tersebut berasal dari Vampir.
Nazira menyalakan senter agar mereka bisa melihat, apa yang membuat mereka penasaran. Nazira memutar senter ke segala arah, mencoba melihat apa itu. Ryder masih dalam posisi waspada.
Senter Nazira sempat menyinari sekelebat bayangan. Namun, bayangan itu secepatnya menghilang dan meninggalkan jejak terbakar. Ya, senter Nazira terbuat dari bahan yang setara dengan sinar ultra violet yang dapat membakar para Vampir.
Wanita masa depan tersebut semakin yakin, bahwa sosok yang berada di sana adalah Vampir. Nazira akan mencoba mulai menyisiri hutan terlarang nanti. Dia harus cepat, karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan setelah kepergiaannya?
"Apa kau lihat?" tanya Nazira.
"Maksudmu bayangan tadi?" timpal Ryder.
"Bukan hanya itu, sosok itu sedikit seperti terbakar," bisik Nazira. Dia tahu bahwa Vampir memiliki kemampuan, entah itu telinga yang tajam atau bisa membaca pikiran. Bersyukur para keturunan Vampir hunter memiliki kemampuan pikiran yang tidak bisa dibaca oleh kaum dingin itu. Meskipun, tidak semuanya.
Ryder juga melihat hal itu. Namun, dia tidak ingin membuat Nazira cemas. Apalagi gadis itu tertarik dengan kisah Vampir.
"Apa ada asap?" Ryder menghentikan gerakannya. Dia melirik ke belakang di mana Nazira berada.
"Ya, dan apa kau tahu bahwa Vampir akan terbakar karena sinar matahari?" Nazira mencoba meyakinkan Ryder. Berharap pria itu juga percaya dengan keberadaan Vampir seperti yang dikatakan pria tua tadi.
__ADS_1
"Jika makhluk tadi adalah Vampir, jangan katakan bahwa sentermu mengandung sinar ultra violet?" Ryder tertawa seperti mengejek Nazira.
Nazira menyadari, jangan sampai Ryder justru mencurigai dan banyak bertanya tentang kedatangannya.
"Tentu saja tidak," elak Nazira.
"Sebaiknya kita kembali ke jalan, di dalam sudah sangat gelap dan sepertinya mendung, sebentar lagi hujan turun," ajak Ryder. Dia tidak ingin membahayakan nyawa rekan barunya ini.
Nazira tidak ingin pergi, dia harus bisa menyelidikinya sekarang. Apa sebaiknya dia menyuruh Ryder pergi saja?
"Kau pergi saja dulu, aku masih ingin mencaritahu," tolak Nazira.
"Apa? Kau yakin?" Ryder tentu tidak mungkin meninggalkan Nazira sendiri.
"Tenang saja, aku juga seorang detektif dan aku juga telah menjalankan pelatihan seperti dirimu." Wanita cantik itu meyakinkan Ryder. Meskipun pelatihan yang dilakukan Nazira berbeda, dia dilatih untuk membunuh Vampir. Sedangkan Ryder dilatih untuk menangani kasus yang berhubungan dengan manusia.
"Tapi, aku tidak mungkin meninggalkanmu di sini sendirian." Nada kesal terlontar dari bibir Ryder. Dia ingin menarik Nazira untuk segera pergi dari sana.
Saat tangan Ryder menyentuh pergelangan tangan Nazira. Sesuatu kembali bergerak di ujung depan mereka. Fokus Ryder dan Nazira kembali teralihkan kepada sesuatu yang terus bergerak. Gerakan makhluk itu juga sangat cepat.
"Apa itu?" tanya Nazira waspada.
Ryder kembali memasang posisi siaga dengan pistol di tangannya mengarah pada pergerakan tersebut. Nazira pun mengarahkan cahaya senter ke sana. Mereka berjalan kembali menembus hutan semakin ke dalam. Sesuatu itu terus bergerak melewati semak belukar. Ryder dan Nazira berlari mengejar makhluk tersebut.
Mereka berhenti di gundukan semak di belakang pohon besar. Ryder mengarahkan senjata ke sosok yang bersembunyi di dalam semak. Nazira pun mengarahkan senter ke sana. Namun, sosok tersebut telah menghilang.
Sesuatu bergerak kembali di belakang mereka, secepat kilat Ryder memutar tubuh dan menyampirkan tubuh Nazira ke belakangnya. Membuat Nazira terkejut, bagaimana Ryder melakukannya? Nazira seperti melayang dan berpindah hanya dalam sepersekian detik.
"Bagaiman kau melakukannya?"
🍒🍒🍒
Sambil nunggu silahkan mampir ke karya temanku ya beaties!
__ADS_1