
"Apa Anthony Morgan? Bukan Edden Collins?" Nazira masih penasaran dan entah mengapa kata-kata itu meluncur dari bibir sexynya.
Malam semakin larut, hujan turun dengan deras menimbulkan bunyi yang mengganggu. Detak jantung Nazira juha berdetak dengan kencang. Apalagi Ryder menatapnya dengan penuh intimidasi. Nazira menundukan pandangannya.
Ryder dan Blaire semakin heran, malahan mereka menjadi curiga? Bagaimana Nazira tahu nama lengkap Edden? Seingat Ryder pria tua itu hanya mengatakan tentang kastil keluarga Collins? Bukan nama lengkap pemiliknya.
Siapa sebenarnya Nazira? Dia sangat tertarik dengan Vampir. Apa yang diinginkan gadis ini dengan ketertarikannya terhadap vampir?
Sementara Blaire berpikir jika Nazira adalah utusan para vampir. Mungkin saja salah satu kaum vampir mengetahui bahwa Ryder adalah hibrid? Apa Nazira adalah seorang mata-mata?
"Siapa kau sebenarnya, girl?" Ryder mengangkat dagu Nazira dengan jarinya. Wajah mereka saling berpandangan.
Nazira sendiri, baru sadar kenapa dia sangat berharap bahwa Ryder adalah hibrid. Padahal telah diberitahu oleh Blaire bahwa ayah Ryder adalah Anthony Morgan. Namun, Nazira merasa Blaire berbohong.
"Aku seorang pemburu vampir," akhirnya Nazira memberitahu Blaire dan Ryder.
"Apa?" serentak Blaire dan Ryder.
Jika Nazira adalah benar seperti apa yang dikatakannya, itu artinya jika Ryder jujur bahwa dia adalah hibrid, apakah Nazira akan memburu dan membunuhnya juga?
"Apa itu benar?" Blaire memastikan bahwa yang didengarnya tidak salah.
__ADS_1
"Ya itu benar, apakah kalian akan percaya jika aku katakan bahwa aku--," Nazira melihat reaksi yang tidak terbaca dari dua orang yang ada di depannya itu.
"Aku apa?" tanya Blaire penasaran. Dia melirik Ryder yang masih berada di dekat Nazira.
Blaire sebenarnya ingin bertanya kepada Ryder karena Blaire tahu bahwa Ryder bisa membaca pikiran baik manusia maupun vampir.
Tapi, mengapa Ryder seperti sama penasaran juga?
"Aku datang dari masa depan!" Nazira mencoba menyingkirkan tangan Ryder dari samping bahunya. Namun, Ryder masih saja kembali ke posisi semula.
Blaire tertawa karena itu tidak mungkin, mana ada manusia yang bisa kembali ke masa lalu?
"Gadis manis, kau masih bisa melucu disituasi saat ini?" Blaire memegang perutnya.
Dia ingin Ryder membantunya, meskipun Nazira tidak tahu Ryder apa? Setidaknya Ryder memiliki kekuatan yang dapat membantunya melawan vampir.
Jika bisa Nazira ingin Ryder menemaninya ke kastil Collins dan membantu memberitahu Edden bahwa salah satu kaumnya mengkhianatinya.
"Lalu, apa tujuanmu kembali ke sini?" Ryder mencoba mencaritahu, apakah Nazira hanya mengerjai mereka atau jujur.
Ryder semakin kesal mengapa dia tidak bisa membaca pikiran Nazira. Ryder tidak tahu apakah pemburu vampir ada atau tidak. Karena dia tidak pernah bertemu mereka.
__ADS_1
"Aku datang ke sini untuk mencegah kehancuran umat manusia di masa depan." Nazira membalas tatapan Ryder.
Blaire kembali tertawa.
"Apa kau kebanyakan nonton film? Semua yang kau katakan seperti di film-film. Oh aku ingat kisah X-Men yang Days of future past, apa kau terinspirasi dari cerita itu? Tentang menyelamatkan dunia dan kembali ke masa lalu?" ejek Blaire.
Dia tidak mengerti, bisa-bisanya Nazira memberi alasan seperti itu. Padahal dengan dia mengatakan bahwa dia seorang pemburu vampir saja sudah membuat Blaire khawatir Nazira akan membunuh putranya.
"Percayalah!" mohon Nazira.
"Ryder katakan apa yang dia pikirkan?" tanya Blaire.
Nazira menjadi heran.
"Apa kau bisa membaca pikiran?" Makhluk apa kau sebenarnya?"
🍒🍒🍒
Hi sambil nunggu aku up, yuks mampir ke karya trman ku dulu!
...SYAKIR DAN SYAKIRA...
__ADS_1