
"Mom, kau jangan cemas, aku akan mencoba mencari daddy, katakan dimana kastilnya berada?" Ryder bertanya kepada Blaire berharap ibunya tahu dimana ayahnya tinggal.
"Maaf, aku hanya tahu kastilnya berada dalam hutan terlarang." Blaire tidak pernah ke sana karena Edden khawatir para Vampir tergoda untuk meminum darah Blaire dan tahu bahwa Edden memiliki istri seorang manusia.
"Kalau begitu aku akan mencarinya sendiri," putus Ryder.
Diluar tiba-tiba petir menyambar, cahaya kilat dari langit bahkan masuk ke dalam rumah. Secepat datangnya petir, secepat itu pula hujan turun membasahi bumi. Transylvania memang sering dilanda hujan, bahkan meski bukan di bulan Desember.
"Jangan! Mom, tidak akan membiarkan kau ke sana karena jika mereka tahu siapa kau itu akan sangat berbahaya bagimu. Mommy tidak akan mengambil resiko kehilanganmu." Blaire memegang tangan putranya, membujuk Ryder agar jangan ke sana.
Tidak dapat Blaire bayangkan jika Ryder ke sana dan para Vampir mengetahui bahwa Ryder adalah hibrid. Tentu mereka akan memburu Ryder untuk mendapatkan darahnya.
"Mom, kita tidak bisa membiarkan daddy di khianati kaumnya sendiri," bujuk Ryder.
"Mommy tahu, tapi--mommy tidak ingin kau tertangkap oleh mereka. Dengar Ryder, jika mereka tahu tentangmu maka darahmu akan mereka incar." Blaire mengintip dari dalam melihat apakah ada pelanggan yang datang.
__ADS_1
Blaire memperkerjakan satu orang untuk membantunya mengurus toko. Hanya saja hari ini jadwal off karyawannya itu.
"Mommy, jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Aku akan berhati-hati." Ryder mencoba memberi pengertian kepada Blaire.
"Sayang, kau tidak tahu apa yang nantinya akan kau hadapi? Mereka makhluk dingin dan mereka memiliki kekuatan yang luar biasa." Blaire masih mencoba membujuk Ryder agar tidak ke kastil ayahnya.
Hujan turun semakin deras membasahi bumi. Air di jalanan menjadi tergenang, bau tanah lembab menguar. Udara menjadi lebih dingin. Jam di dinding berdetak mengeluarkan suara bergema yang kuat. Waktu menunjukan hampir pukul sebelas malam.
"Aku tahu, Mom, tapi percayalah. Aku bisa menjaga diri," bujuk Ryder. Dia kembali menggenggam tangan Blaire dan menepuk-nepuknya perlahan.
Hanya Emmet yang bisa membantu mereka saat ini. Namun, kemana Vampir itu? Sudah hampir tiga bulan. Pria Vampir itu tidak kelihatan. Apakah dia sangat sibuk? Sehingga mengabaikan Blaire dan Ryder?
Atau terjadi sesuatu padanya? Edden juga heran dengan keabsenan Emmet. Biasanya pria itu akan melaporkan apapun kepada rajanya. Tidak pernah sekalipun Emmet tidak disisplin seperti saat ini.
"Jika Emmet ada, kita tidak akan serepot ini," sahut Ryder.
__ADS_1
"Jadi, Mom, hanya aku harapan daddy untuk menyelamatkannya. Dan kita tidak mungkin berdiam diri saja dan membiarkan pengkhiat itu menang serta mendapatkan apa yang diinginkannya?" Ryder memang tidak terlalu akrab dengan ayahnya. Namun, setidaknya saat sebelum dia berusia 12 tahun. Edden sering bermain dengannya.
Mereka melakukan kegiatan di malam hari karena Edden tidak bisa terkena sinar matahari, berbeda dengan putranya. Ryder bisa beraktivitas baik siang maupun malam hari. Kebersaamaan itu selalu disimpan Ryder dalam ingatannya. Sekarang dia bahkan hampir 20 tahun tidak bertemu dengan ayahnya.
"Jadi, kau akan tetap kesana? Dengan siapa?" Blaire masih sangat khawatir.
"Aku akan ke kastil itu sendirian dan memperingati daddy," putus Ryder.
"Kastil! Daddy? Siapa daddymu?"
🍒🍒🍒
Hi sambil nunggu up, silahkan mampir ke karya temanku ya!
...SUAMIKU (CALON) ADIK IPARKU...
__ADS_1