The Queen

The Queen
Bab 9


__ADS_3

Setelah menelisik ruangan kerja dia merasa puas dengan ruangannya dan menuju meja kebesarannya


Queen menelfon


*Queen " Bawa semua berkas penting yang perlu saya tanda tangani sekarang juga, saya tunggu" perintahnya tegas


Sekretaris Queen " Baik Lady* "


Tak lama tok tok tok ketokan pintu terdengar, " Masuk " tegas Queen. Terlihat sekretarisnya masuk sambil membawa tumpukan berkas dan menaruh dimeja depannya.


Sekretaris Queen " Ini berkas yang perlu ditanda tangani Lady "



Sekretaris Queen " Dan yang ini berkas perjanjian kerja sama selama 3 bulan terakhir ini" ucapnya tegas


Queen " Hmmm baiklah Melani, apa jadwalku hari ini?" dingin dan tegas


Melani " Hari ini anda jam 09.00 ada meeting bulanan bersama divisi masing" Lady. Dan seterusnya kosong " katanya


Queen " Baiklah kau siapkan saja semuanya, kita kesana 5 menit lagi" perintahnya


Queen " Bang Rion kemana? " tanyanya lagi kepada Melani selaku sekretarisnya


Melani " Tuan Rion sedang diruangannya Lady"


Queen " Baiklah jangan lupa beritahu dia untuk ikut meeting sebentar lagi" katanya


Melani " Baik Lady" dan pergi dari sana


Queen dengan cekatan memeriksa berkas" nya dibacanya dengan pelan dan teliti, karena memang Queen memiliki daya ingatan tajam apa yang dibacanya langsung terserap diingatannya.


Dilanjut dengan menanda tangani berkas kerja sama disana ada berkas dari Miller Corp dan kawan"nya, termasuk juga dari perusahaan sahabatnya, dibacanya dengan cermat karena tidak ada kendala langsung saja ditanda tanganinya.


Tok tok tok ketokan pintu terdengar lagi


" Masuk" dan siapa kali ini yang mau menemuinya, ketika dia melihat seorang laki - laki berjalan menghampiri mejanya, iyaa itu kakak angkat Queen dan juga merangkap sebagai Asisten Pribadinya


Rion " Dek sudah beres berkasnya? " tanyanya


Queen " Sudah bang" dingin


Rion " Kalau sudah ayo kita menuju ruang meeting " ujarnya, Queen hanya mengangguk dan mengambil topengnya sebagai menutupi identitasnya.


Setelah itu Rion dan Queen berjalan melangkah kearah ruang meeting, sesampainya masuk ruangan sudah ditunggu Melani dan semua kepala divisi


Queen masuk dengan aura kuat dinginnya, terlihat berwibawa dan elegant, sehingga mampu membuat mereka yang ada diruangan meeting ini begidik ngeri.


Semua kepala divisi disana berdiri menyambut kedatangannya dengan tegas berani dan tidak menye - menye, " Silahkan duduk kembali, Bapak Ibu sekalian"


Queen " Selamat pagi Bapak dan Ibu semua, meeting kali ini saya yang memimpin, jadi sudah bisa dimulai sekarang" perintahnya dingin kejam namun sopan.


Selama meeting Queen mendengar ide" apa yang disampaikan mereka dengan teliti juga cermat, meeting berjalan 1 jam itu dengan lancar


Queen " Baiklah saya sudah mendengar ide - ide dari Bapak Ibu sekalian, kalian bisa melanjutkan ide kalian ini, jika itu bisa menguntungkan dan tidak mlenceng dari motto perusahaan ini" ucapnya tegas


Queen " Oiya 1 lagi, untuk divisi keuangan saya minta laporan keuangan selama 2 bulan ini nanti serahkan ke sekretaris saya Melani. Dan Melani nanti kau ambil laporannya dari divisi keuangan setelah ini"


Queen " Sudah itu dulu saja meeting hari ini, saya akhiri terimakasih semua" ucapnya dingin sambil berdiri dari duduknya dan keluar lalu lanjut berjalan menuju ruangannya lagi


Rion " Gimana kabar loe dek, loe sudah lama tidak ke markas, kapan loe akan ke markas yang lain merindukan loe"


Queen " Hmm mungkin nanti malam" acuhnya


Rion " Hmm baiklah kalau gitu abang keruangan dulu, abang mau menyiapkan berkas dulu soalnya masih ada meeting diluar habis ini


Queen " Hmm baiklah" berlalu ke ruangannya


...****************...


Dilain tempat


... " Apa yang terjadi, kenapa bisa hancur seperti ini " teriakan menggelar


..." Itunya tadi ada segerombol orang membuat kacau disalon ini, dan mengambil sebagian penghasilan kita" katanya


Nyonya Baker atau sebut saja Mama Monica dari tadi dia di hubungi oleh karyawannya jika ada kekacauan disalon miliknya, dihubungi tidak ada respon.


Jelas tidak ada respon karena dia sedang berhubungan badan dengan pria lain bukan Ayah Monica tapi pria hidung belang yang haus akan belaian,


Ya selama ini tidak ada yang tahu dari mana asal usul Nyonya Baker ini. Dulu Ayahnya Monica menemukan dirinya yang tergeletak dipinggir jalan dan membawanya pergi ke RS.


3 hari Mama Monica dirawat di RS dan membawanya ke rumah, dirumahnya sudah ada Queen kecil Ayah Monica beralasan kalau dia menemukannya disekitar taman dan diadopsi oleh orangtuanya Ayah Monica.


Tiba - tiba Ayah Monica ingin melamar Mamanya Monica ini dia sudah jatuh cinta padanya tapi orang tuanya tidak merestuinya karena sudah tahu dimana asalnya kenapa bisa tergeletak dijalanan,


Dan Ayah Monica yang merasakan itu sudah tidak perduli pada orang tuanya berkali" memberontak jika sudah dinasihati dikasih tahu soal Mama Monica juga tidak akan percaya namanya juga jatuh cinta ya jadi blo'on,


Mereka nekat menikah sembunyi - sembunyi, orang tuanya yang tahu itu murka. Karena Ayah Monica juga sudah tidak suka akan kehadiran Queen kecil dirumahnya langsung saja menjadi pelampiasan amarahnya,


Dia selalu kasar padanya sejak kecil, hingga orang tuanya mengetahui itu terkejut atas tingkah Ayah Monica, Ayahnya langsung jantungnya kolep dan meninggal,


Ibunya depresi berat hingga meninggal karena ada yang menukar obatnya tanpa sepengetahuan Ayah Monica.


Karena bagi Ayah Monica Queen anak dari musuh besar bisnisnya sejak bayi sudah direbut paksa olehnya dengan menyuruh anak buahnya,


Dia merasa Queen pantas menderita karena dia berpikir suatu saat Queen bisa jadi batu sandungannya menuju kesuksesan,


Dan yang dianggap musuhnya ini beliau selalu memenangkan tender besar dan dia menjadi iri dengki dengan lawan bisnisnya ini, dia ingin merebut segalanya darinya.


Hingga sekarang Ayah Monica tidak tahu tingkah laku istrinya itu

__ADS_1


...****************...


Kembali ke Perusahaan


Queen sudah memeriksa semua laporan keuangan 2 bulan yang lalu dan tidak ada yang janggal menurutnya.


Semua beres akhirnya Queen memutuskan pergi jalan - jalab dan mengganti jaket hoodie warna putih serta menggunakan celana jeanz warna hitam alas kaki menggunakan sneakers putih


Dia memanggil Melani untuk menemuinya dulu sebelum pergi meninggalkan perusahaannya


Queen " Mel, masuk dulu keruanganku!! " perintahnya dingin


Melani " Baik Lady" , tak lama Melani mengetuk pintu ruangan Queen dan masuk karena sudah diperintahkan untuk masuk


Melani " Ada apa dek" katanya, Queen sudah dianggap adik olehnya karena Queen yang minta


Queen " Kak gue cabut pulang dulu ya" katanya


Melani " Oh baiklah, disini juga sudah tidak ada yang penting lagi, semua masih bisa gue tangani bersama abang loe "


Queen " Hmm baiklah" acuhnya dan pergi lewat jalan pintas nanti tembus pintu belakang, karena dia tidak memakai topengnya lagi otomatis lebih menghindar dari karyawan lain.


Setelah keluar dari perusahaan dia berjalan ke swalayan untuk beli minuman dan bersantai sejenak, setelah sampai swalayan dia mengambil air minum karena haus dan membayar dikasir.


Habis bayar dia duduk dikursi luar swalayan dan meminumnya, bengong sejenak setelah sadar dia melihat ponselnya untuk mengecek ada pesan atau telfon misalnya.


Tiba - tiba ponselnya bergetar ada pesan masuk


Dunia Chat


Izzana " Queen loe lagi dimana? " katanya


Queen " Gue diluar beli minum diswalayan dekat kantor K.L.H Security


Izzana " Gue mau ngajakin loe cari makan diluar, kebetulan Endro tadi menghubungi gue buat ketemu"


Queen " Kelihatannya kalian semakin dekat ya? " ejeknya


Izzana " Apaansih loe, kagak ya cuman temen"


Queen " Hmm baiklah, direstoran mana? "


Izzana " Direstoran milik gue"


Queen " Duluan aja, gue nyusul nanti"


Izzana " Oke... oke gue tunggu, awas loe nggak dateng"


Hanya dibaca saja sama Queen, dia sedang menghubungi anak buahnya


Dunia telfon


AB " Baik bos"


Queen " Saya tunggu 10 menit" tut tut diputus sambungan telfonnya*


Tak lama motor Queen tiba


AB " Bos ini kunci motor, dan helmnya ada di atas motor"


Queen " Iya terimakasih, kau bisa pergi" suruhnya


Ini motor Queen yang biasanya dipakai buat berangkat sekolah



Dan Queen melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju restoran Izzana.


20 menit Queen sampai di restoran dan melihat ada motor milik Xiro dan kawan - kawannya ditempat parkiran sana.


Langsung saja Queen masuk restoran dan mencari kawan - kawannya. Terdengar teriakan Izzana memanggil dirinya


" Queen, disini" katanya sambil melambaikan tangannya. Queen langsung berjalan menghampiri meja kawannya.


Queen " Sudah dari tadi disini? "


Izzana " Setengah jam gue dan lainnya nungguin loe Queen " dengusnya


Queen " Ya sorry jalanannya macet, gue aja sudah ngebut kesininya" pasrahnya


Xiro " Apa kabar Queen? "tanyanya santai


Queen " Baik - baik saja ro, loe sendiri gimana? " agak dingin


Xiro " Gue baik Queen


Tiba - tiba Dito menyahut " Wah wah wah ada apa nihhh kalian berdua"


Xiro " Apaan gak ada apa" koq" sewotnya


Dito " Yee loe sudah gak dingin lagi ya ro, biasanya loe dingin jika bersama wanita? "keponya


Xiro " Heh gue juga manusia kali, gue bisa gak dingin juga" gerutunya


Dito " Gak mungkin loe kalau tiba - tiba bicaranya lembut gini, jangan" loe suka Queen ya? " tanyanya heboh


Xiro " Ck.. kalau iya emangnya kenapa? " ketus


Queen yang mendengar itu mendengus saja padahal dalam hatinya berdegub kencang tapi tidak lama


" Jantung gue kenapa sih ini, aneh banget apa gue sakit jantung kali" batinnya polos

__ADS_1


Dito " Wohoho asikk nih kutub utara dan kutub selatan bersatu, dunia akan beku kalau begini" katanya lebay


Xiro " Lebay amat, diem loe" ketusnya


Dito " Iya iya ampunn, iya ini gue diem" katanya ngegas


Endro " Mampus loe rasain dimarahin bos, hahahaha" ketawanya


Dito " Loe mah gitu amat sama gue


Endro " Bodo amat


Dito " Loe juga ndro, tiba - tiba aja deket sama Izzana, wahhh ada hubungan apa loe sama izzana? " keponya


Izzana ngeblush " Woy loe ngomong apaan sihh, gue gaada hubungan apa" ya sama dia" katanya sambil nunjuk kearah Endro


Dito " Lah itu kenapa pipi loe memerah" ejeknya


Izzana " Ya emang kenapa disini panas cuacanya" sambil ngipasin mukanya dengan tangan


Queen yang tahu bahwa Izzana menyukai Endro diam saja sambil menggelengkan kepalanya


Tiba - tiba terdengar suara teriakan dari pelanggan restoran itu membuat Queen dan kawan - kawannya langsung menoleh kaerah teriakan tersebut yang sudah dikelilingi sama pelanggan lainnya


Queen yang merasa aneh langsung saja berjalan menghampiri kerumunan disana langkah jalannya dipercepat, dan kawannya juga menyusul dibelakang Queen


Queen " Ini ada apa? " Tanyanya


Dan dijawab oleh wanita paruh baya itu


Wanita paruh baya" Ini mbk cucu saya mengerang kesakitan dan dia terus memegang perutnya, katanya sakit banget dan batuknya keluar darah"


Queen " Boleh saya melihatnya" dingin namun sopan. Wanita itu menganggukan kepalanya.


Queen memegang perut anak kecil itu sambil menekannya sedikit, seperti sedang memeriksa saja. Kawannya yang melihat Queen seperti itu bertanya - tanya mau ngapain.


Xiro " Queen loe mau apa?" tanyanya heran


Queen " Gue mau ngecek ini anak kecil sakit apa ro, tolong loe panggil ambulance kemari


Pelanggan lain " Nona ada ngapain, kita tunggu ambulance datang saja, kalau terjadi apa" sama ini anak, nanti nona yang bermasalah


Izzana menyahut " Benar Queen kita tunggu saja mobil ambulance sebentar lagi datang


Queen " Kelamaan kalau kita menunggu itu bisa berbahaya untuk anak ini, anak ini bisa meninggal jika tidak segera ditangani dulu. Kalian tolong percayalah padaku jika terjadi apa - apa sama anak ini bisa menuntutku" katanya cepat


Queen " Ibu, Anak ibu ini mengidap gagal ginjal, ini perlu segera dioperasi, tapi jika petugas ambulance ini kelamaan cucu ibu bisa tidak selamat jika tidak diberi tindakan, dan ini Ibu minumkan obat ini pada cucu ibu sekarang 1 sendok teh saja itu cukup untuk mengurangi rasa sakitnya" katanya.


Terlihat ramuan obat berwarna merah rasa buah strowberri ini kasiatnya lama untuk masa penyebuhannya


Queen hanya berani memberikan itu, kalau memberi obat yang kasiatnya langsung ampuh sembuh nanti menimbulkan kecurigaan dokter.


Setelah itu Ibu tadi meminumkan obat untuk cucuknya, tak lama cucunya meringis kesakitan matanya terbuka pelan


Tiba - tiba petugas ambulance datang anak kecil itu diangkat masuk ke mobil ambulance tadi


Wanita paruh baya" Terimakasih nona sudah membuat cucu saya tersadar" katanya tangis haru


Queen " Semoga cucu Ibu bisa segera sembuh, ini ada nomor telfon saya. Jika ada apa" sama cucu Ibu bisa langsung menghubungi saya


Wanita paruh baya " Baik nona terimakasih banyak"


Pelanggan lain yang melihat itu langsung saja terkagum - kagum melihat Queen tadi cara menyadarkan anak kecil, begitupun Xiro beserta kawannya dan Izzana terbengong"


Izzana " Sejak kapan loe tahu megobati orang sakit? " tanyanya


Queen " Apaan tadi kebetulan aja gue punya obatnya, gue tahu sedikit soal pengobatan" ujarnya. Izzana hanya mengangguk saja percaya apa yang dikatankan Queen.


Xiro " Hah sungguh gue dibuat terkejut oleh tingkahnya " batinnya sambil menatap kagum,


Apalagi rahasia yang kau sembunyikan, sayang" batinnya


Dan mereka kembali kemeja tadi lalu duduk ditempatnya masing".


Tak lama bunyi dering ponsel milik Queen


*Queen " Hallo, dengan siapa ini? " tanyanya dingin


..." Ini saya dokter ahli bedah dari RS K. L. H hospital"


Queen " Iya ada apa ya dok" tanyanya datar


Dr Ahli Bedah " Apa anda yang tadi melakukan pertolongan pertama? " tanyanya


Queen " Eemm iya itu saya, kenapa memangnya dok"


Dr Ahli Bedah " Tidak apa" nona, ini anaknya sudah segar kembali berkat anda nona, karena anak ini juga sudah membaik maka kita segera melakukan tindakan selanjutnya"


Queen " Emm saya hanya membantunya sedikit"


Dr Ahli Bedah " Terimakasih nona, saya besok ingin bertemu dengan anda di RS ini"


Queen " Iya kita lihat saja besok" lanjutnya*, setelah sambungan telfon terputus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2