
Pembelajaran dimulai para siswa siswi terlihat sangat fokus memperhatikan sang guru yang sedang menjelaskan materinya, termasuk dikelas Queen
Kelasnya sangat kompak tidak ada jejak iri dengki disana. Tidak ada yang saling menghina, mencemooh siswa lain, tidak ada bau - bau penindasan disana. Kelasnya dipenuhi siswa cerdas - cerdas
Pernah dulu ada salah satu siswa dikelasnya Queen, dia merasa sok berkuasa dan sok paling pintar apalagi sok kecantikan, malah dipakai bahan gunjingan oleh 1 kelas berakhir malu sendiri .Dan siswa itu tadi langsung pindah dari sekolah Q. L. H School
" Anak - anak yang saya cintai, sebentar lagi kalian akan melaksanakan ujian kelulusan yang akan dilaksanakan 2 bulan lagi. Jadi Bpk harap kalian mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin" sang guru memberi petuah
" Baik pakkk" ucapnya serempak
Kring kring kring bell tanda istirahat berbunyi. Menandakan pembelajaran selama 3 jam berakhir, membuat para siswa siswi bersemangat untuk segera pergi ke kantin guna mengisi perut mereka
" Baik anak - anak kita akhiri pembelajaran hari ini, selamat siang " ucap guru itu sambil berlalu pergi dari ruang kelas
Siswa siswi disana buru - buru keluar kelas untuk segera pergi mengisi perut mereka, termasuk Queen dan Izzana yang terakhir keluar kelas karena tidak mau berdesak - desakan
" Queen sebentar lagi kan mau ujian kelulusan, loe mau ngelanjutin kuliah dimana?? " tanya Izzana sambil berjalan beriringan
"Mungkin di Q. L. H University entahlah lihat aja nanti"
" Mau ambil jurusan apa? tanya Izzana lagi
" Rahasia hehe " jawabnya cengengesan
" Yahh loe mah gitu" gerutu izzana
Tidak terasa mereka berdua sampai dikantin, tampak pandangan mereka mencari meja kosong tapi tidak menemukannya, karena sudah penuh
Tiba - tiba
" Queen!!!! " panggil seserorang, yang dipanggil namanya itu sontak langsung mencari dimana orang yang memanggilnya itu
" Queen!!!" panggilanya lebih kencang lagi sambil melambaikan tangannya, Queen kali ini berhasil melihatnya
" Queen kemarilah " panggilnya lagi
Pandangan Queen menangkap seseorang yang dikenalnya, yang memanggilnya adalah Endro. Queen melihat Endro bersama yang lainnya itu tanpa sungkan langsung melangkah ke arah meja mereka, diikuti Izzana dibelakangnya
Siwi lain yang mengidolakan geng famous itu dibuat iri oleh Queen, termasuk Monica yang mendengar itu tanganya mengepal erat karena berhasil menarik perhatian geng famous itu
" Ada apa??" tanya Queen dingin setelah sampai dimeja mereka
" Sini gabunglah dengan kami" tawar Edward
Queen melihat masih ada tempat yang masih kosong disebelah Xiro dan Endro, entah sengaja atau gimana
" Hmmm" gumamnya sambil mengangguk
Queen duduk disebelah Xiro dan Izzana duduk disebelah Endro. Queen mencium bau wangi Xiro itu membuat hatinya tenang, Xiro melihat Queen yang terlihat nyaman itu ingin menggodanya
Tanganya melingkar dipinggang Queen seakan - akan sedang dipeluk dari samping, Queen kaget dengan ulah Xiro yang tiba - tiba itu seketika melototkan matanya. Tidak tahu kah dia kalau perbuatannya itu membuat hatinya dag dig dug serr
Perbuatan Xiro itu terlihat oleh mata Monica yang duduknya agak jauh dari meja mereka itu dibuat panas hatinya, dia iri karena Queen berhasil membuat ketua geng motor itu kepincut olehnya
"Lepas " bisik pelan sambil meraih tangan Xiro
"No " jawabnya
"Siapa yang mesan?? tanya Izzana dan Endro
__ADS_1
" Yang nanyak" jawab santai Queen
" Ckk gue lagi gue lagi " gerutunya kompak
"Yaudah deh kalian mau pesan apa?? " tanyanya
" Gue soto ayam saja, minumnya es jeruk" jawab Queen
" Oke yang lain?? " tanyanya lagi
"Samain aja " jawab Xiro dingin
" Baiklah " ucap Izzana sambil pergi dari mejanya dengan disusul Endro dibelakangnya
Dimeja Monica
Monrica melihat sejak kedatangan Queen ke sekolah tadi pagi sungguh dibuat iri oleh kecantikannya, kepintarannya, selalu diidolakan siswa siswi disini. Apalagi dia melihatnya saat masuk ke kantin dan dipanggil oleh salah satu geng famous
Hatinya panas melihat itu kenapa Queen selalu beruntung, sedangkan dirinya tidak. Kali ini dirinya tidak akan kalah lagi dengan Queen
"Mon Ayah loe apa sudah sadar?? " tanya temannya Monica
" Hmmm belum dia masih koma" jawab Monica yang dibuat ramah
" Ehhh lihat lah Queen dan Izzana bergabung dengan geng famous tahu" salah 1 teman Monica yang melihat sedari tadi juga ikut iri melihatnya
"Entahlah pria - pria itu gimana melihatnya, Queen itu bodoh kenapa bisa masuk dicirclenya Xiro dan kawan - kawannya yang terkenal akan kecerdasannya itu. Bahkan soal nilai masih bagusan nilainya Monica" kata temannya lain yang juga merasa iri
"Hanya wajahnya saja yang cantik, tapi otak kosong " katanya lagi sewot
" Jangan gitu dong, gitu - gitu dia masih saudara gue" jawab Monica sedih
" Itu salahku yang sudah mengganggunya. Aku juga sudah minta maaf dengannya, tapi dia tidak mau memaafkanku sampai Ayahku di rumah sakit pun dia juga tidak mau ikut menjenguknya" Monica sedih
"Gila sudah dipungut pun tidak tahu diri" ucap temannya marah
"Sudah - sudah aku gapapa kok, aku sudah memaafkannya, sekarang aku hanya fokus sama ujian kelulusan saja, aku nggak mau berurusan dengan Queen " ucap Monica
" Jadi jangan nyalahin Queen lagi" seolah - olah Monica membelanya
"Lo jangan membela gadis liar itu terus - terusan dong" kata temannya keras
"Ya gimana lagi aku masih menganggapnya saudaraku meskipun dia sudah tidak tinggal dirumah lagi" ucap Monica
Dimeja Xiro
Queen mendengar semua pembicaraan Monica dan teman semejanya itu diam saja, dia tidak perduli lagi dengan keluarga Monica. Dia sudah bebas dari jeratan keluarga Monica
Tidak tahu saja teman - temannya Monica itu kalau keluarga Monica itu biadab dan tidak tahu malu. Xiro juga ikut mendengar pembicaraan Monica itu ikut tersulut emosi tapi dia tahan
Queen yang tahu kalau Xiro menahan emosinya itu menggenggam tangannya dan mengelusnya agar dia tenang kembali. Bisa dibuktikan kalau Xiro kembali tenang
Xiro menoleh kearah Queen, Queen menatap matanya seolah olah mengatakan tenanglah aku tidak apa - apa
" Nih makanannya " ucap Izzana yang sudah datang kembali sambil membawa nampan pesanan mereka
"Gilaa antriannya panjang" gerutu Endro yang juga membawa nampan berisi minuman
" Ya mau gimana lagi siswanya banyak" ucap santai Dito
__ADS_1
Mereka berenam mengambil makanannya masing - masing, disantap dengan keadaan hening . Queen yang memang sudah kelaparan itu fokus memakannya dengan lahap. Xiro yang melihat itu tertawa kecil
" Pelan - pelan saja makannya sayang tidak ada yang mengambil kok " godanya sambil berbisik
Queen yang mendengar itu jadi malu sendiri
" Bodo amat " sewotnya kembali menyendokkan makananan kedalam mulutnya
Xiro yang melihat itu terkekeh geli karena berhasil membuatnya kesal, teman - temannya masih tidak mengetahui tingkah bosnya itu
Setelah menghabiskan makanannya mereka duduk santai sambil berbincang - bincang, Queen beranjak menuju Ibu kantin
"Mau kemana??" tanya Xiro
"Ke Bu kantin sebentar mau beli air mineral" ucapnya sambil pergi dari sana
Monica yang melihat Queen melangkah pergi dari meja mereka itu bergegas menghampiri Queen, dia ingin berbuat sesuatu
"Hai Queen " sapa Monica mencoba ramah
" Hmmm " cuek Queen
" Apa kau tidak menjenguk ayah yang sedang sekarat di rumah sakit ??" tanya Monica sambil meninggikan suaranya
Benar saja perkataannya membuat para siswa disana menoleh ke arahnya
"Ngapain emang??" tanya Queen yang masih cuek
"Apa loe tidak kasihan dengan ayah ??" tanya Monica dibuat heran
" Buat apa saya kasihan kepada orang yang sudah berani menyiksaku bahkan sudah mengusirku" jawabnya santai
" Bukankah kalurgamu bilang kalau saya diusir dari rumahmu itu berarti saya bukan lagi anggota keluarga Baker, otomatis juga bukan urusan saya lagi " katanya lagi
"Ya tapi setidaknya biayailah rumah sakitnya meskipun tidak seberapa" kata Monica yang tidak tahu malu
"Soal ayahmu itu jangan lupa itu juga karena ulahnya sendiri yang mengikuti sekte gila itu. Dan saya juga sudah membiayai rumah sakit selama dirinya berobat, apakah masih kurang juga?? Kalau tidak percaya tanyalah pada pihak rumah sakit " ucap Queen yang tidak memberikan celah untuk Monica
"Dan kau bayarlah selanjutnya soal biaya rumah sakit" acuhnya
" Bu air mineralnya 1, sama bayar semua makanan soto ayam tadi sama minumannya" kata Queen dengan Ibu kantin itu
Monica merasa tidak bisa membalas ucapan Queen lagi itu segera pergi dari sana, dia malu sudah
"Monica itu tidak tahu malu kali yaa" ucap siswa yang mendengar pembicaraan mereka
Queen segera pergi dari sana dan kembali ke teman - temannya
"Ayo ke kelas " ajak Queen setelah sampai ke mejannya tadi
" Ayokk " jawab Izzana
Mereka berenam segera pergi dari kantin menuju kelasnya masing - masing karena sebentar lagi bell masuk berbunyi
"Duluan " pamit Queen masuk ke kelasnya, diikuti Izzana dibelakangnya
Xiro lanjut berjalan menuju kelasnya yang memang bersebelahan dengan kelas Queen. Benar saja tidak lama bell masuk berbunyi, tanda pelajaran selanjutnya akan dimulai
Terimakasih sudah mampir baca
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan subscribenya!!!!