
Tidak lama Xiro telah menyelesaikan acara mandinya, setelah ini dia akan menjemput kekasihnya itu. Merasa sudah tampan, Xiro bergegas berangkat menuju rumah Queen
Saat mau menuruni tangga dia berpapasan dengan Daddynya, lansung saja dia menyapanya
"Dad " sapa Xiro
"Iyaa, koq sudah rapih mau kemana?? " tanya Daddy Miller sambil menelisiki penampilan anaknya itu
"Emm aku mau jemput Queen Dad" ucapnya
"Ohh yasudah, bawakan calon menantu Daddy kemari" becandanya
"Siap Dad " semangatnya
"Berhati - hatilah dijalan" pinta Daddy
"Iya Dad " teriaknya sambil melanjutkan langkahnya menuruni tangga
Ketika melewati ruang keluarga, Xiro melihat Mommynya sedang duduk santai disana sambil menonton tv
"Mom, Xiro pergi dulu" pamitnya yang terus berjalan
Mommy Rima menoleh kearah anaknya itu
"Hey mau kemana?? " teriak Mommy
"Jemput Queen " teriaknya juga
Sampai digarasi mobil, matanya menelisik beberapa mobil berjejer disana. Sampai matanya jatuh ke mobil lamborghini berwarna hitam
Mobil pilihan Xiro

Xiro masuk kedalam mobil dan mulai memanaskan mesin mobilnya. Dirasa sudah panas Xiro mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, entah kenapa jantungnya berdegub kencang
Untuk menghilangkan kesunyian di dalam mobil itu Xiro memilih menyalakan musik, sepanjang perjalanan Xiro sangat menikmati itu
35 Menit kemudian Xiro sampai didepan rumah Queen. Karena komplek perumahan daerah Queen ini sepi, jarak rumah tetangga juga agak jauh jadi ya tidak ada yang heboh kalau ada mobil mewah melintas
Xiro turun dari mobilnya, lalu mengunci pintu mobil. Kakinya melangkah menuju rumah Queen
Tok tok tok, cklek pintu terbuka dari dalam
"Hay cantik " godanya
"Ck mulai deh " sewotnya lalu meninggalkan kekasihnya itu
"Sudah siap pindah sayang?? " tanya Xiro
"Hmmm iya sudah " jawabnya santai
"Apa kamu sudah makan?? " tanya Queen sambil menatap Xiro sekilas
"Sudah tadi " jawabnya
"Duduklah dulu, aku bikinin minum" perintahnya
Xiro menurut saja, Xiro heran kenapa kekasihnya ini agak dingin kepadanya. Biarin sajalah mungkin menyangkut privasinya, pikir Xiro
Queen menghampiri Xiro diruang tengah sambil membawa 2 gelas minuman, tidak lupa juga cemilannya
"Minumlah" suruh Queen
"Aku ambil koper dulu dikamar" tambahnya, lalu pergi gitu aja
Xiro hanya bengong melihatnya, nanti sajalah aku bertanya pikirnya. Lalu Xiro menikmati cemilan dan minuman itu
Tidak lama Queen kembali dengan menyeret kopernya, tanpa menunggu ditanya Queen langsung duduk disebelah kekasihnya itu, lalu meminum minumannya
"Kamu kenapa?? " tanya Xiro tanpa basa basi
Queen menatapnya sejenak, lalu kembali mengalihkan padangannya
"Tidak apa - apa bang, nanti abang akan tahu sendiri" jawabnya
Xiro diam, dia tidak ingin memaksa Queen untuk bercerita
"Kita berangkat?? " tanya Xiro
"Hmm iya" jawabnya
Xiro melangkahkan kakinya menuju keluar rumah sambil menyeret koper Queen, sedangkan Queen membereskan bekas gelas kotor dan wadah cemilan tadi. Setelah beres Queen menyusul Xiro keluar rumah, tidak lupa dia mengunci pintu dan jendela rumah
Xiro membukakkan pintu untuk Queen, setelah memastikan kekasihnya sudah duduk nyaman, Xiro langsung menutup pintu mobilnya. Lari memutar arah, Xiro juga masuk kedalam mobil tepat dikemudinya
Xiro mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan suasana didalam mobil sangat hening. Xiro jadi merasa canggung dibuatnya
45 Menit mereka sampai diapartement milik Xiro, memakirnya dibasment parkiran yang sudah tersedia. Setelah memarkir mobilnya dengan benar, Xiro dan Queen turun secara bersamaan, tidak lupa Xiro mengunci mobilnya biar tidak ada yang mencuri hehe
Xiro mendekati Queen dan meraih salah satu tangan Queen, dia gandeng ketika masuk ke loby apartement. Memasuki lift dan memencet lantai 40, lantai paling atas itu milik Xiro seorang
Ting tidak lama mereka berdua sampai dilantai 40, berjalan menelusuri lorong - lorong. Sampai tepat didepan sebuah pintu kamar. Queen melihat itu ternyata dilantai 40 ini hanya ada 2 unit apartemen saja, dan itu milik Xiro sendiri. Hah sekaya apa dia ini pikirnya
Setelah pintu terbuka terpampanglah suasana apartement itu desainnya bagus
"Disini ada 2 kamar dilantai 2" ucap Xiro
Queen mendengar itu mengangguk saja
"Ayok aku antar ke kamarmu" ajaknya
Sampai dilantai 2 bisa dilihat disana ada 2 pintu bersebrangan
"Nah ini kamarmu" tunjuknya
"Gimana suka?? " tanya Xiro
Queen menatap desain kamar itu bagus sekali
"Hmm aku suka" jawabnya
__ADS_1
"Kamu masuklah, bebereslah dulu. Habis itu kita akan kerumah" ucap Xiro sambil menatapnya dengan sayang
Xiro pergi masuk kedalam kamarnya sendiri
Queen menurut saja, dia masuk kedalam kamarnya
Desain Apartemen

Kamar Queen

Kamar Xiro

Queen mulai menata semua baju - bajunya dilemari, lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan badannya. Ya masak mau ketemu camer nggak mandi
25 Menit Queen menyelesaikan acara mandinya, ganti baju. Tidak lupa dimemoles wajahnya tipis - tipis
Ketika merasa sudah cantik, dia mengambil tas selempangnya berisi ponsel dan dompet. Lalu keluar kamar, ketika menuruni tangga dia bertemu dengan Xiro yang memang mau turun juga
"Hey cantik" godanya lagi
"Bangg" kesalnya
Baju Queen

Jam Tangan

Sepatu

"Mau berangkat sekarang?? " tanya Xiro
"Bolehlah" jawabnya sambil terus melangkah
Xiro dan Queen memutuskan untuk berangkat menuju mensionnya. Memasuki lift lagi kali ini menuju basment parkiran mobil
Ting pintu lift terbuka, Queen dan Xiro keluar dari lift. Lalu melangkahkan kakinya menuju tempat mobil Xiro berada. Setelah masuk kedalam mobil Xiro mulai menyalakan mesin mobil, dan mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang
35 Menit sampai dimension, mobilnya dia berhentikan dipelataran depan pintu mensionnya. Bodyguard melihat tuan mudanya itu membawa seorang wanita itu berinisiatif membukakkan pintu mobil untuk wanita itu
Secara bersamaan juga Xiro keluar dari mobilnya
"Terimakasih " ucap Queen dingin tapi sopan
"Sama sama nona" ucap bodyguard itu, dingin tapi sopan pikirnya
Xiro menggandeng Queen ketika masuk kedalam mensionnya, terlihat agak sepi didalam. Sampai diruang keluarga disana bisa dilihat ada kedua orang tuanya
Kedua orang tua Xiro itu mendengar suara anaknya itu langsung menoleh menatapnya, lalu pandangannya beralih kepada seorang gadis dibelakang anaknya itu
"Nak Queen " sapa Mommy Rima
"Iya Mom"ucap Queen sambil melangkah mendekati orang tua Xiro
Queen menyalami kedua tangan orang tua kekasihnya itu, Daddy Miller tampak mengelus kepala Queen dengan sayang
"Kamu tampak sehat nak" ucap Daddy Miller
"Queen bersyukur jika memang sehat sehat saja" jawab Queen ramah
"Keataslah mungkin Miko sudah menantimu" perintah Daddy Miller dengan nada lembut
"Iya Dad, Mom Queen keatas dulu" ucap Queen
"Iya sayang" ucap Mommy Rima lembut
Xiro dan Queen pergi keatas dimana kamar Miko berada, sampai didepan kamar Miko. Tiba - tiba
Pyarr... terdengar gelas pecah
Queen mendengar itu dengan tenang tanpa basa basi langsung masuk kekamar Miko, diikuti oleh Xiro dibelakangnya
Melihat Miko tengah batuk - batuk dan terlihat merintih kesakitan itu, langsung saja tanpa menunggu lama Queen memeriksanya. Tiba - tiba orang tuanya Xiro datang juga
"Ada yang sakit??" tanya Queen
"Ka ka kakak ca cantik, perut Miko sakit" ucap Miko terbata - bata
"Sebentar ya kakak akan memeriksanya, kamu bisakan menahannya sebentar?? " tanya Queen
"Bi bisa kak" ucapnya
Queen meraih ponselnya yang berada didalam tas itu, setelah menemukan ponselnya dia langsung menghubungi seseorang
Tut tut tut bunyi telfon terhubung
Dunia Telfon
"Hallo tolong bawakan peralatan dokterku diruangku sekarang juga, saya tunggu 10 menit dimulai dari sekarang" perintahnya dingin tegas
"Baik Lady" ucap seseorang disebrang sana
Tut bunyi telfon terputus
"Bang ada air kelapa muda nggak?? " tanya Queen
"Aku nggak ada, tapi aku akan mencarikannya dulu" ucap Xiro
"Tolong kamu perintahkan anak buahmu untuk mencarikan air kelapa muda sekarang juga, tapi harus kelapa warna hijau" ucap Queen
"Baiklah" ucap Xiro
__ADS_1
Xiro menghubungi anak buahnya
Tut tut telfon tersambung
Dunia Telfon
"Don tolong carikan saya air kelapa muda tapi kelapa hijau sekarang juga, saya tunggu secepatnya" perintahnya dingin
"Baik bos" jawabnya, tut sambungan telfon terputus
Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamar, Queen yang tahu pasti anak buahnya datang itu tanpa menunggu lama langsung dibukakkan pintunya
"Ini Queen peralatannya" ucap AB Queen sambil menyerahkan sebuah kotak medis
"Terimakasih, kau boleh kembali" perintahnya
AB Queen menundukkan kepalanya lalu pergi dari sana
"Ehh kau tunggu sebentar" ucap Queen
"Iya Lady " kata AB sambil kembali berbalik menghadapnya
"Kau cari tahu siapa pelaku yang sudah berani meracuni cucu satu - satunya keluarga Miller" perintahnya
"Kalau dapat sesuatu langsung beritahu saya" tambahnya
" Baik Lady" ucap AB lalu pergi dari sana
Queen kembali masuk kekamar sambil menentes tas yang berisi peralatan medisnya
Alat medis Queen
"Bentar kakak periksa dulu ya" ucapnya ramah
Queen memasang stetoskop lalu memeriksanya, dari dadanya hingga turun ke perut. Kita Queen memeriksa bagian perut Miko, dia langsung meringis kesakitan
Queen tahu itu, dia sedikit menekan perut Miko pelan dengan menggunakan tangan saja
"Ternyata benar ini anak keracunan" batinnya. Queen melepas stetoskop itu lalu dikalungkan kelehernya
"Tadi Miko habis makan apa ya?? " tanya Queen ke Xiro.
Orang tua Xiro sedari tadi memperhatikan tindakan Queen yang sedang sibuk memeriksa Miko itu, tampak terbengong
"Aku tadi memberinya makan siang bubur ayam saja terus minumnya air mineral dan susu. Tapi nggak tahu setelah aku pergi tadi" ucap Xiro sambil mengingat tadi
"Emmm kalau seingat Mommy tadi, kepala pelayan membawa cemilan kue untuk Miko" ucap Mommy Rima
Huusssttt Queen mendengar itu menghela nafas saja, kenapa semudah itu percaya dengan pelayan pikirnya
"Ada apa yang?? " tanya Xiro panik setelah kekasihnya itu menghela nafas
Dirinya sangat hafal dengan tingkahnya itu, pasti ada yang tidak beres
"Miko keracunan" jawabnya santai
"Apaaaa!!! " teriaknya, orang tua Xiro terkejut marah mendengar itu
"Lebih memastikan lagi kalau kita perlu tes darah dulu, benar atau tidak dia keracunan. Itu hanya prediksiku saja" ucap Queen
"Sementara aku menginfusnya dulu" ucap Queen
Sebelum itu Queen menyiapkan alat yang digunakan untuk memasang infus. Dimulai dari catheter, wings needle, abotcah, plester, tourniquet, sarung tangan, gunting, kassa steril, alcohol swab, dan masih banyak lagi
Queen pergi kekamar mandi untuk cuci tangan, Xiro dan orang tuanya duduk disofa dekat kasur Miko itu tampak serius memperhatikan Queen
Queen mencuci tangannya hingga bersih, dirasa sudah sangat bersih Queen keluar dari kamar mandi dan mendekati Miko. Dia mulai mengisi selang infus, dan lain sebagainya
Dia memakai sarung tangan terlebih dahulu, agar lebih steril lagi. Dia mulai mengampil posisi yang tepat ketika memasang infus, melatkkan perlak dan pengalas dibawah tangan Miko
"Miko tangannya mengepal ya tapi jangan kuat - kuat, saat jarum ini nanti mau kakak tusuk. Jika kakak bilang tarik nafas ya ikutin ya" ucap Queen
Miko mengangguk takut
Queen mulai mencari venanya, setelah menemukan dia langsung memasang tourniquetnya. Dia basahi dulu tepat divena tadi dengan menggunakan alcohol swab dari atas kebawah dengan sekali usap
Dibuka tutup abocath memastikan rusak atau tidak. Sebelum menusuk abocath Queen memberi arahan kepada Miko
"Miko tarik nafas ya, kalau takut jangan dilihat" pintanya. Miko mengangguk lagi
Ditusukkan abocath tadi divena Miko, memperhatikan adanya darah keluar dari dalam kompartemen darah dalam abocath. Tourniquet yang masih dipasang tadi langsung dilepas oleh Queen. Disambungkan dengan ujung selang dan dikeluarkan cairannya sedikit, membiarkan menetes sedikit
Menempelkan plester pada ujung abocath, dan dibalut dengan kassa betadinsteril dan menutupnya dengan kassa steril kering. Dan diplester lagi dengan benar agar tidak tercabut. Queen mengatur cairan infus itu tetes demi tetes sesuai kebutuhan
Setelah beres dia membereskan semua alat - alatnya
"Bagaimana Miko, apa ada yang sakit?? " tanya Queen
"Tidak kak hanya seperti dicubit semut saja" jawab Miko
"Hehe baiklah, kakak cuci tangan dulu" ucap Queen
Queen berjalan menuju kamar mandi lagi untuk mencuci tangannya kembali hingga bersih. Setelah cuci tangan dia keluar dan kembali menghampiri Miko. Dia memperhatikan kelencaran infus itu, lalu kembali duduk
"Miko habis ini minum air kelapa mudanya ya, harus habis" pintanya
"Bang air kepala mudanya sudah datang?? " tanya Queen
"O o oh sudah sayang" jawab Xiro terkagum - kagum
Xiro menyerahkan air kelapa muda itu digelas mug. Queen menerimanya, lalu menyerahkan ke Miko
"Semoga saja air kelapa mudanya membantu menetralisir racun dibadan Miko" gumamnya
Mereka mengangguk setuju
Hay semoga sehat selalu dimanapun teman - teman semua berada. Sekarang sudah musim hujan dan angin, tetap jaga kesetabilan tubuh okeeeee
__ADS_1
Semoga korban bencana Turki Suriah, diberi ketabahan dan keikhlasan hati. Begitupun korban yang meninggal semoga ditempatkan disisi Yang Maha Kuasa, Amiin