
Setelah memberi petuah kepada para karyawan yang berada diruang meeting ini, Queen berlalu pergi dari sana
" Kita akhiri meeting pada hari ini, sampai jumpa dilain hari" kata Queen sebelum pergi dari sana
" Kalian boleh pergi sekarang " suruh Paman Xio
Queen kembali menuju ke ruangannya dan menduduki kursi kebesarannya ,dibuka kembali topeng miliknya tiba - tiba ponselnya berbunyi
Tut tut tut, dilihat nama si penelepon tertera disana nama Izzana
Dunia Telfon
" Ya ada apa?? " dinginya
" Apa kau lupa hari ini kita akan menemui Endro dan teman - temannya?? " tanya Izzana
" Gue tidak lupa, emang jam berapa janjiannya??Kan loe tidak bilang jam berapa dan dimananya" sambil mengernyitkan alisnya
"Oh iya hehe gue lupa Queen " ucapnya cengengesan
" Siang ini sambil makan siang, kira - kira mau direstoran mana?? " tanyanya
" di Jin Xuan juga bagus" memberi saran
"Restoran yang terkenal akan makan khas Beijing itu kan?? tempatnya agak jauh dari kota ini" tanya memastikan
" Iya gapapa sekalian resfresing kan bisa. Lagian besok kita juga sudah harus masuk sekolah lagi" kata Queen
" Loe koq bisa tahu tempat itu??" tanya Izzana
"Gue juga mendengarnya kali, siapa yang tidak tahu tentang restoran itu" acuhnya
" O o oh benar sih, baiklah aku akan kasih tau lokasinya dimana ke Endro!! Tapi kita berangkat bareng ya?? " minta persetujuan
" Baik nanti jemput gue di perusahaan milik kakek" setuju Queen
" Oke nanti gue akan mengabarimu lagi kalau mau nyusul loe" Izzana lagi, sungguh cerewet sekali
" Iya iya elah" tut sambil mematikan sambungan telfonnya
Di lain tempat
" Selalu saja begitu" gerutu Izzana
" Gue chat Endro dulu deh kalau begitu" tambahnya lagi
Dunia Chat
" P "
" Endro "
"Ya gimana? " balas Endro
" Siang ini bisa katanya. Untuk tempatnya Queen menyarankan direstoran Jin Xuan" balasnya
" Restoran Jin Xuan yang terkenal akan masakannya yang enak itu kan, makanan khas Beijing" sahutnya
" Iya benar " balas Izzana
"Tidak masalah sih kalau gue dan Edward dimananya" balasnya
" Yasudah berarti fikss kita kesana saja" balas Izzana semangat
" Baiklah " balasnya
"Gue mau jemput Queen dulu, dia lagi di perusahaan kakeknya"
" Baiklah kalian duluan aja berangkatnya, nanti gue nyusul dibelakang mobil loe" sarannya
" Oke kalau gitu" balasnya
Kembali ke Queen
Queen yang sedang fokus untuk menata ulang laporan keuangan yang sudah diacak - acak sama pegawai korupsi tadi
Tiba - tiba ting bunyi ponsel Queen. Melihat itu dari kekasihnya
" Sayang " katanya
" Iya bang kenapa?? "
"Teman - teman tadi bilang kalau kamu yang menyarankan untuk ketemuan di restoran Jin Xuan ya?? " tanya memastikan
" Iya aku hanya sedikit menyarankan saja" balasnya
" Abang jangan dikasih tau dahulu ya soal hubungan kita ini?? " pintanya
" Lah kenapa?? " tanyanya
"Belum waktunya saja untuk kasih tahu, aku masih malu" balasnya 😕
" Oh haha baiklah sayang 😗"
" Aku mungkin berangkat bersama Izzana bang" katanya
" Iya nanti kita ketemu disana ya?? 😊" balasnya
" Iya bang, yaudah bang aku mau menyelesaikan pekerjaanku dulu ini"
" Baiklah sayang sampai ketemu nanti 😘" balasnya
Setelah saling membalas chat Queen melanjutkan kembali pekerjaannya, 45 menit Queen menyelesaikan pekerjaannya dirasa tidak ada yang tertinggal, dirinya memutuskan berganti baju diruang pribadinya sambil menunggu Izzana datang
Tidak lama Queen berganti baju tiba - tiba Izzana menelfon
Drettt drett
"Iya gimana? " tanya Queen
" Guee sudah ada dibasment tempat parkiran" jawabnya
" Baiklah tunggu gue sebentar" katanya
" Oke aku menunggumu" tut bunyi telfon mati
Tidak lama Queen kembali menghubungi seseorang
" Paman Xio Queen keluar dulu ya ini pekerjaannya sudah selesai semua, Kalau ada perlu penting langsung hubungi saya atau kalau ada file penting yang harus Queen tangani kirim saja melalui email" katanya panjang lebar tapi tegas
" Baik nona Queen, apa ada lagi yang mau disampaikan?? " tanya Paman Xio
" Sudah itu aja, kalau gitu saya tutup telfonnya"
" Iya nona" tut sudah dimatikan
Queen berlalu keluar dari ruangan lewat pintu rahasia menuju basment tempat parkiran mobil, sampai dibasment dia celingak celinguk mencari sahabatnya berada
" Queen " teriaknya yang sudah tidak asing lagi
__ADS_1
Yang merasa namanya dipanggil itu menoleh ke arah suara berada, tidak lama dia melihat Izzana yang sedang melambaikan tangannya dan berjalan menghampirinya
Style Queen
" Gila cantik banget loe, jadi insecure gue" gumamnya
" Ee loe juga cantik kali " sinisnya
Style Izzana
" Yasudah buruan berangkat sudah mau masuk makan siang ini" dinginnya
" Iyaiya ayok" balas Izzana
Mereka memutuskan untuk berangkat terlebih dahulu, untuk para pria bisa menyusul nantinya
" Loe sudah kasih tahu kalau kita udah berangkat?" tanya Queen dingin
" Sudah gue kasih tahu Endro tadi " jawabnya
Queen manggut - manggut saja
" Kelihatanya kalian makin deket aja ya?? " jahilnya kumat
"A a apaan sih kagak" sewotnya
" Alah ngaku aja loe, gue udah tahu kali apa yang terjadi pada kalian berdua" isengnya padahal tidak tahu hanya ngancem saja
" A a apa yang kau tahu tentang kami?? " gugupnya
" Gue tahu ya kalau loe sering kencan sama si kak Endro" katanya
" Iya memang kita kencan kenapa emang?? " sewotnya
" Haha gitu kek dari tadi ditanya koq ribet amat pakek drama dulu baru jawab" sinisnya
" Hehehe " cengengesanya
Berhenti dilampu merah Queen tanpa sengaja melihat mobil yang ada tepat dibelakangnya itu, dengan mata tajamnya dia tahu kalau itu mobil Xiro dan teman - temannya
" Ini jalannya jauh ya menuju restoran yang dituju?? " tanya Izzana
"Ya kurang lebih 1 jam lah sampai" jawabnya santai
Tidak terasa perjalanan memakan 1 jam mereka sampai disebuah bangunan gaya kuno khasnya Beijing. Queen dan Izzana keluar dari mobil bersamaan dengan kedatangan mobil yang dikendarai Xiro
Mobil itu berhenti disebelah mobil milik Izzana, dan terlihat Edward turun duluan dengan disusul Xiro dan yang lainnya
"Baru sampai?? " tanya Edward kepada para gadis cantik didepannya ini
" Hmmm " balas Queen sambil mengangguk
" Ayo kita masuk ke dalam " ajak Edward
Mereka berjalan duluan Queen dan Xiro berada dibelakangnya mereka
" Kamu cantik " bisik Xiro ditelinga Queen kemudian meraih tangan Queen untuk dia gandeng
" Tetimakasih, abang juga ganteng " balasnya salting
" Ayo kita menyusul mereka" cuppp jawabnya sambil mencium keningnya
Akhirnya pasangan bucin ini menyusul para teman - temannya, hingga kepala pelayan melihat Queen terlihat senang, tapi Queen menatapnya dengan datar
" Loh bukannya reservasi tempat duduk dulu ya?? " tanya Dito heran
" Tempat terbaik sudah kami siapkan untuk anda - anda ini tuan nona" balasnya ramah
" Loh tapi kita baru saja kemari belum memesan tempat duduk juga" Endro ikut bingung
Xiro dan lainnya juga heran tapi mending diam saja, kecuali yang itu tuh hehe
" Beruntung tempat ruangannya tinggal satu, jadi kita pesankan terlebih dahulu. Ini perintah bos pemilik restoran ini" ucapnya mohon kepada mereka
" Baiklah terimakasih kalau begitu"cetus Izzana sebagai jawabannya, mereka mulai berjalan tapi ada yang berani menyerobot antrian
" Eeehh tunggu - tunggu saya mau ditempat vvip yang mewah itu" serobotnya, terlihat perempuan yang dandanannya menor
" Mohon maaf nona tempatnya sudah dipesan oleh mereka" kepala pelayan itu
" Tapi saya ingin tempat itu " ngeyelnya
" Tidak bisa nona, kalau mau anda makan disini cari tempat duduk yang lain saja " saran kepala pelayan itu yang masih sabar
" Saya akan bayar lebih dari orang kampung ini " sombongnya
" Mohon maaf nona restoran ini tidak menerima berupa sogokan" jawab kepala pelayan
" Arggggh dasar kalian manusia brengsek " teriaknnya membuat para pengunjuk merasa terusik
"Jika anda tidak mau mengantri mending keluar saja cari restoran lainnya" yang masi sabar
" Tidak bisa begitu dong, saya sudah menjadi pelanggan tetap disini " marahnya
" Ya mangkannya antri saja dulu jika mau, kalau tidak ya silahkan pergi " yang sudah mulai geram
Terlihat manager itu turun dari tangga karena dia merasa ada yang salah di lantai 1 ini
" Ada apa ini kepala pelayan?? " tanya manager itu
" Nona ini ingin menyerobot antrian tuan dan nona ini bu manager" balas kepala pelayan dengan menunjuk ke arah geng Quee berada
" Ya terima saja lah dulu nona ini" jawab santai manager itu
" Tidak bisa bu manager, ini buka citra nama restoran kita" jawabnya tegas
" Apa kau tidak melihat langit dan bumi disini, apa kau juga tida tahu nona ini siapa?? " marah bu manager itu
" Nona ini salah satu keturunan dari keluarga Heswari, keluarga terpandang no 8 didunia" ujar bu manager itu menjilat
" Ck menjijikan" gerutu Queen yang terdengar oleh mereka
Seketika orang - orang disana melihat serempak ke arah Queen
" Apa maksud anda nona " kata bu manager itu
" Sungguh pandai menjilat, saya dan teman - teman saya sedari tadi sudah menunggu tidak ada yang mengantar keruang vvip makan kita" dinginnya
"Ayo nona saya antarkan " kepala pelayan
" Ehhh tidak bisa " bentak perempuan menor itu
Perempuan itu melihat Queen terlihat sangat cantik itu dilihat juga orang kaya dalam hati merasa iri, mungkin tidak sekaya dirinya dengan percaya dirinya
" Queen mending kita pergi saja dari sini " ajak Izzana pelan
__ADS_1
" Nah tuh teman loe sudah sadar diri kan kalau tidak mampu makan disini. Apalagi loe pasti tidak mampu lagi bayar makan disini, apa loe akan memanfaatkan kecantikan loe ini sebagai bayarannya" sinis perempuan itu secara tidak langsung merendahkan Queen
" Heh apa mulut busukmu ini tidak pernah disekolahkan " Izzana yang langsung marah mendengar sahabatnya direndahkan
" Kau kalau tidak tahu tentangnya jangan asal bicara nona" izzana lagi
" Saya tidak perduli yang penting saya mau ruang makan yang mau ditempak mereka" marahnya sambil menunjuk mereka
" Ada apa ini " suara bariton menggema disana
Terlihat pria tampan disana berjalan menuju ke arah mereka, dia menatap Queen dengan senyum tipisnya tidak ada yang mengetahui itu kecuali Queen dan Xiro
Xiro membatin apa yang sebenarnya terjadi disini, kenapa mereka tampaknya sangat menghormati kekasihnya itu, dia melihat Queen memandang wajahnya tidak ada raut jejak tegang disana, terlihat santai seperti biasa
" Ini tuan Bram nona ini menyerobot antrian, dang ingin merebut tempat nona ini" jelas kepala pelayan
Bramanna itulah sebutannya, dia penjaga restoran ini atas perintah bos dibalik layar ini, dia menjaganya sangat baik dan amanah. Tidak membeda - bedakan pelanggan
Bram yang mendengar cerita dari kepala pelayan itu sontak melihat perempuan yang berani menyerobot antrian itu dengan raut wajah datarnya
" Apa kau tidak mematuhi peraturan direstoran ini nona?? " katanya sambil menatapnya tajam
Perempuan itu melihat Bram yang terlihat cool itu langsung saja bertingkah sedih
" Iya saya tahu itu, tapi saya tidak perduli karena saya sudah terbiasa seperti ini disini" sambil tersenyum dibuat manis
" Ini bukan rumahmu yang bisa seenaknya sendiri minta didahulukan. Sejak awal dibuka restoran ini tidak perduli orang kaya maupun orang tidak berpunya tetap harus mengantri, dan kau sekarang dengan beraninya langsung menyerobot antrian. Lihatlah pelanggan lain dibelakangmu itu tetap menunggu antrian" tegasnya
"Saya tidak perduli, siapa kau berani menghalangi saya. Akan aku laporkan kau kepada Daddyku karena berani menindasku" ancamnya
" Silahkan nona saya tidak perduli, karena anda tetap ngotot mending anda keluar dari restoran ini sekarang juga" perintahnya tegas
"Tidak bisa saya tetap mau makan disini" ngeyelnya
"Nona kau sudah tidak diperbolehkan masuk ke restoran ini ,mulai hari ini saya membleklis nama anda dari restoran anda. Jadi anda mau pun keluarga anda tidak diijinkan untuk makan direstoran ini" tegasnya
" Tidak bisa begitu, kau jangan macam - macam ya kepada saya. Tidak tahukan anda kalau saya ini dari keluarga terkaya ke 8 didunia ini?? " tanyanya sombong
" Hahh saya tahu siapa anda nona, tapi saya tidak takut dengan keluarga anda, anda menghancurkan restoran ini juga pun tetap tidak akan bisa. Jika kau masih punya malu silahkan keluar dari restoran ini juga" tegasnya Bram
Queen dan lainnya hanya melihat saja dengan kejadian itu. Queen yang emang dasarnya dingin tapi punya sifat jahil itu mulai melakukan aksinya
Xiro melihat gerak gerik kekasihnya yang mulai jahil itu. Kali ini dia melihat sebuah lalat robot buatan itu mendekati kekasihnya itu terkejut
Queen yang tahu Xiro melihatnya itu langsung menoleh ke arahnya sambil senyum tipisnya, tapi Xiro melihat itu
Mengeluarkan racun bubuk gatalnya, biarlah Bram dan perempuan itu masih berdebat sedangkan bu manager terlihat takut dengan Bram. Queen masih asik sendiri
Xiro melihat Queen mengeluarkan sebuah serbuk bening itu langsung bertanya
" Apa yang kamu lakukan?? dan itu apa?? " bisiknya pelan
" Aku mau membalas perempuan menor dan bu manager itu dengan racun bubuk gatal ini" balasnya ikut berbisik
Xiro melongo mendengarnya sungguh tidak menduga kalau kekasihnya ini jenius
Racun bubuk gatal itu diselipan ke kaki lalat robot itu, dan segera terbang menuju bu manager itu tapi tidak ada satu pun yang tahu karena tidak ada bunyinya. Hanya Queen dan Xiro yang mengetahui
Dirasa bubuk racun itu sudah mengenai kulit bu manager itu segera pergi menuju ke perempuan menor itu ditaburlah bubuk gatal itu dikulit badanya. Habis tidak tersisa lalat itu kembali masuk dikantong tas Queen
Xiro melihat itu melongo lagi
" Efeknya gimana?? " tanya Xiro berbisik
" Racun bubuk gatal ini akan bereaksi 5 menit lagi, efeknya sangat gatal jika digaruk akan semakin sangat gatal akhirnya timbul luka, dan lukannya ini akan secara perlahan membusuk jika tidak diberi penawarnya. Karena hanya aku yang memiliki penawarnya" kata Queen berbisik
" Jika terdeteksi melalui medis gimana?? " tanya lagi
" Itu tidak akan terdeteksi didunia medis, karena racun ini tidak asa wujud, bau dan warnanya. Hasil pemeriksaan dari dokter ya gatalnya karena kuman" jawab Queen
" Wooow sungguh menajubkan" katanya
" Kamu bisa lihat nanti efeknya habis ini" santainya
Mereka kembali menyimak perdebatan itu
" Hah awas saja kalian " sewotnya ketika mau berbalik pergi dia merasakan tangannya gatal perih, digaruk lah tuhh. Bu manager juga ikut mengalami gatal juga
" Kau membawa kuman dimari nona " marahnya Bram sambil melihat tangan dan mukanya mulai lecet
" Dan kau bu manager juga membawa kuman dimari " marahnya heran sambil melihat kalau efeknya sama
Bram menoleh ke arah Queen seketika menaikkan bahunya, itu tidak disadari oleh temannya hanya Xiro seorang saja yang memang penglihatannya sangat tajam dan jeli
Bram tahu ini ulahnya
" Kau segera pergi dari sini" tegasnya
" Dan untuk bu manager harap segera mengambil gaji anda hari ini, jabatan anda saya copot dan anda resmi saya pecat dari sini. Sungguh saya menyayangkan, saya mengakui kalau kinerja anda baik tapi sayang saya terlanjur kecewa dengan sikap anda ini" tegasnya
" Ampun tuan Bram saya disuruh oleh nona ini ketika nona ini berkunjung ke sini" bu manager yang sedang mengalihkan kesalahanya
" Apapun alasannya saya tidak bisa diganggu gugat, keputusan saya tetap sama. Saya tetap akan memecat ibu" tegasnya yang merasa kecewa
Bu manager itu pasrah sudah dengan nasibnya yang sudah dipecat, sungguh dia sangat menyesali telah membela si perempuan menor ini
Perempuan menor itu masih terus menggaruk badannya, tanpa sengaja tatapannya bertabrakan dengan Queen. Queen membalasnya dengan smirk andalannya
" Sungguh menjijikkan " ucap Izzana sambil menutup hidungnya karena memang bau
" Haisshhh koq bisa begini sihhh " teriak tertahan dari Dito yang emang mulutnya berusaha tidak bersuara tapi pada akhirnya bersuara juga
Queen mengibas ngibaskan menggunakan tangannya untuk mengusir bau busuk
" Ini pasti ulah loe kan karena tidak terima habis gue rendahin" teriak perempuan itu kepada Queen
" Lah kenapa saya, mungkin benar anda membawa bakteri di mari" sinisnya
" Diam kau jal**g sialan " teriaknya
Plakkkk suara tamparan menggema, dirinya sungguh membenci kata - kata laknat itu keluar dari mulut perempuan ini
" Mengacalah dulu sebulum menghina saya, lihat lah penampilan anda ini bukan club malam ya tolong" ketusnya
" Keluar kalian berdua sekarang juga " usir Bram
" Arghhh awas saja aku akan membalas semua perbuatanmu" ancamnya
" Saya tunggu" santainya. Dan perempuan menor itu pergi dari sana dengan diikuti bu manager
Sesusah itukah mengantri sebentar saja batin mereka bersamaan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa kasih vote, like, komen dan subscribenya!!!