
Lagi - lagi terjadi keheningan disana, mereka tampak syok mendengar jati diri Queen, karena yang mereka tahu Quee hanya bisa bela diri, pikiran mereka tidak sejauh itu begitu loh.
Xiro yang sedari tadi diam sambil menatap lekat Queen sedikit ada binar cinta disana, Queen yang tahu itu hanya diam
Dia tidak memikirkan jauh kesana, dia soal perasaan masih polos dan buta ekspresi.
Queen " Gue harap kalian bisa jaga rahasia mengenai jati diri gue". Mereka hanya menurut saja karena mereka juga tahu resikonya jadi rahasia yang disimpannya terbongkar, musuh banyak dimana - mana.
Xiro " Loe kenapa bisa tahu kalau gue ini kingnya Black Eagle?" tanyanya
Queen " Apa yang nggak kalian ketahui, gue tahu semuanya tentang kalian" jawab acuh
Keheningan tercipta kembali lagi, mereka mau bicara tapi tidak tahu mau bicara apa, karena mereka masih terkejut
Queen " Kalian gue antar kemana? " tanya lagi
Xiro " Tolong, antar ke markas ya? "
Queen mengangguk saja dan langsung menuju markas mereka, Queen yang tau dimana lokasi markas mereka langsung saja sampai
Tin tin tin, klakson mobil Queen. Bodyguard yang jaga pintu gerbang markas langsung saja mengecek siapa disana dari lubang yang tak terlihat jika dari luar.
Bodyguard yang melihat disana ada mobil sport warna merah dengan nomor 8 langsung mengenali itu dan terbengong sesaat,
Karena merasa sudah tidak asing lagi baginya mobil sport ini yang tadi habis memenangkan kompetisi balap internasional tadi
Dan menjadi buah bibir bagi khalayak umum, langsung saja membukakan pintu gerbang dan berucap " Dewi Balap" spontan saja mengundang bodyguard lainnya
Bodyguard tadi menghampiri mobil merah itu dengan mengetuk kaca tok tok tok, dibukanya kaca itu dan melihat disana ada king mereka dan itu mematung
Bodyguard " Si si lahkan masuk" gugupnya
Queen disini memakai topengnya lagi, dan tidak ada yang menyadari jika Dewi Balap ini juga Ladynya Los Antraxz, topeng ciri khas gengnya, topeng berwarna hitam itu
Queen melajukan mobilnya sampai kedepan pintu masuk, berhenti sejenak disana untuk menurunkan mereka berempat.
Dirasa mereka berempat sudah turun semua, dan ingin cepat - cepat pergi dari sana , tiba - tiba
Xiro " Mampir dulu Queen? " tanyanya agak dingin
Queen " Tidak gue langsung saja, ada perlu yang harus gue tangani" jawabnya dingin
Xiro " Baiklah hati - hati, dan terimakasih untuk malam ini" senyum tipis tercetak disana
Queen hanya ikut senyum tipis sambil mengangguk saja dan mengklakson mereka tanda dia mau pamit pergi dari sana,
Ditutup lagi jendela mobilnya dan berlalu. Bodyguard yang melihat itu membukakkan pintunya lagi dan menundukkan kepalanya
...****************...
Kali ini Queen melajukan mobilnya ke markas Los Antraxz untuk menukar menggunakan motornya lagi yang biasa dia pakai berangkat sekolah
Markas Los Antrxz
Los Antraxz adalah sebuah geng motor yang anggota intinya ada 20 orang, 6 wanita, 14 laki - laki. 20 orang ini yang dididik langsung oleh Queen, pelatihannya berat seperti pelatihan militer . Anak buahnya 8000 saja ini tersebar diseluruh penjuru tapi jangan salah mereka semua sangat kuat - kuat tanpa terkalahkan.
Geng ini termasuk paling kejam jika menyangkut musuh"nya dan anak buahnya digembleng habis"an oleh Queen. Geng tersohor yang dijuluki geng legendaris karena sudah turun temurun dimulai kakeknya.
Tidak ada yang tahu markasnya ada dimana, karena markas ini tersembunyi harus memasuki hutan yang gelap.
Berita tentang geng ini juga senyap, tapi jika ada yang menyebutkan Los Antraxz mereka akan merasa ketakutan dan terintimidasi, geng ini juga tidak membuat resah bagi khalayak umum.
Keamanannya pun sangat ketat karena ada campur tangan dari Queen, dia hanya menambahkan saja suapaya lebih ketat lagi. Anak buahnya juga cerdas" tidak mudah mempercayai orang asing
Kembali Ke Queen
Setelah sampai markas, karena tadi sudah dibukakkan pintu gerbangnya oleh anak buah Queen, disambut kompak Lady mereka oleh anak buahnya
..."Lady" ucapnya, kalau di Antraxz mereka memanggilnya Lady ya bukan Queen, dan jika diluar markas dia juga masih memakai topeng khususnya, hanya anggota inti saja yang tahu wajahnya
Queen " Hmm, tolong keluarin motor gue" jawabnya dingin
__ADS_1
AB 1"Baik Lady"
Queen " Mario dan Flo mana? "
AB 2 " Tuan Mario sedang keluar kota Lady, Markas di negara J ada yang bermasalah dan nona Flo ada diruangannya" katanya
Queen " Ada apa dengan Mario? " dingin
AB 2 "Hanya tikus kecil Lady"
Queen " Hmm, jika ada yang genting langsung laporkan ke saya" dingin
AB 2 " Baik Lady"
Tak lama motornya datang, Queen "Saya pergi dulu, jaga markas dengan baik" katanya dan pergi dari sana.
Jam sudah menunjukan pukul 23.00 malam, perjalanan gelap dan sunyi, tiba - tiba ada sebuah motor yang mengikutinya sedari tadi,
Queen yang memiliki kepekaan yang tinggi tahu itu diam dan melihat apa yang diinginkannya, tak lama menghadangnya,
" Hey, turun nona" kata orang itu.
Anak buahnya tadi sudah memberi info kalau ada yang mau mencari masalah dengannya Mereka dari mafia no 15, mafia milik ayahnya Lusi anteknya cabe rawit
Queen masih diam memantau, " Malam" gini koq masih keluyuran " kata orang itu dengan nada menggoda.
Queen menatapnya tajam "Bukan urusan loe" nada rendah namun dingin
Orang itu "Hohoho jangan dingin" nona, marilah ikut saya sebentar saja" tawa mengejek
Queen " Saya menolak" dinginya
Queen pun turun dari motornya, dan berdiri didepan motonya
Orang itu " Ayo nona jangan sampai saya paksa menyeret anda" dengan menahan emosi
Queen " Coba saja kalau berani, tidak usah buang" waktu saya " ucapnya yang sudah geram
Queen masih memantau sampai mana geng ini mau melukainya, tidak menduga kalau mafioso ini membawa beberapa kawanannya, kira" 10 mafioso
Queen " Saya tetap menolak" tolak mentah"
" Kau ini hanya sendiri nona, kami ber 10. Wanita sepertimu ini bisa apa, wanita hanya bisa membawal bencana aja, wanita lemah sepertimu ini memang sudah sepantasnya untuk menjadi teman ranj*ng bos kami, sebelum itu bagaimana kalau kita bermain sebentar hahahaha" tawa menggema para mafioso itu
Queen yang mendengar sudah tidak tahan lagi. " Apakah kalian ingin bermain denganku, kalau gitu mari kita bermain - main" senyum devilnya, mereka tidak bisa melihat dengan jelas karena hari sudah malam
Mafioso " Hahaha mari - mari kita bermain" sambil melangkah mendekati queen, sebelum menyentuh Queen...
blesss tangan terpotong, spontan saja " Argghhh tanganku" teriak kesakitan terdengar
Mafioso 5 " Brengsek apa yang kau lakukan kepada teman kami?" teriaknya marah
Ketua Mafioso " Kau sudah berani nona baiklah kami akan menghabisimu, tidak perduli kau berteriak ampun" nada marah
Queen " Kemarilah jangan banyak omong" teriaknya
Ketua Mafioso " Serangggg!! "
Terjadi baku hantam disana bugh bugh bugh bugh jleb jleb jlebb hantaman demi hantaman dilayangkan untung saja dirinya selalu membawa senjata kemana mana, sudah banyak lawannya yang mati,
Queen yang masih kinclong tidak sama sekali terluka. Lawannya sekarang tinggal 4 langsung saja dihabisi olehnya, menyisakan 1 orang dia juga sudah lemah.
Queen menghampiri mafioso yang masih hidup itu " Jadi kenapa kau ingin menangkapku? " dingin kejam
Mafioso masih diam tidak menjawan, "Jawab kenapa? " teriakan marah sambil menodongkan belati beracunnya, " Ampun nona" katanya ketakutan
Queen " Makanya ditanya itu dijawab, siapa yang memerintahmu"
Mafioso" Saya tidak akan mengatakannya" ucapnya masih berani
Queen " Oh ternyata minta disiksa dulu kayaknya, kau lihat belati ini, belatiku ini mengandung racun mematikan, jika saya tancapkan nyawa anda langsung melayang" senyum sinis terlihat
Queen " Gimana mau mencoba? " tanyanya polos
__ADS_1
Mafioso " Tidak tidak ampun nona, jangan" teriaknya
Queen " Mangkanya jawab siapa yang nyuruh anda untuk menangkapku? "
Mafioso berfikir sejenak, " Buruan katakan" bentakan Queen
Mafioso itu menunduk " Baik nona saya akan kasih tahu, tapi saya mohon nona bebaskan saya" katanya
Queen " Hmm saya akan membebaskanmu" jawabnya acuh
Mafioso " Ini nyonya Baret nona" jawabnya takut"
Queen yang mendengar itu " Hahaha ternyata nenek lampir itu sudah tidak tahan untuk membunuhku ternyata" tawa mengerikan
Queen " Baiklah kau pergi sekarang dari hadapan saya" suruhnya, mafioso itu langsung saja beranjak pelan
" Terimakasih nona" sambil menundukan kepalanya, terlihat senyum smirk dari mafioso itu
Sebelum pergi dia melayangkan belatinya, dann.. jlebbb seketika sebuah belati tertancap dijantungnya. Ternyata Queen duluan yang melayangkan belati berancunnya itu.
Helaan nafas lega terdengar. Queen mencari ponselnya dan menghubungi anak buahnya
Dunia Telfon
Queen " Segera ke jalan **, saya tunggu 10 menit" dingin
AB " Baik bos" tanpa lama sambungan diputus
10 menit berlalu AB Queen sudah tiba
AB " Bos "
Queen " Bereskan semua ini, jangan sampai meninggalkan jejak" katanya berlalu
AB " Baik ", " Siapa kali ini yang bermain-main dengan bos, tidak tahu saja kalau iblisnya keluar" gumamnya
Queen melajukan motornya mengarah pulang dengan kecepatan tinggi karena jalan sudah sepi. Sesampainya dirumah Queen memasukan motornya ke dalam garasi dan masuk rumah, mengunci semua pintu dan jendela, lalu berjalan menuju kamarnya.
Dia merasa sangat lelah hari ini rasanya ingin mengguyur kepalanya dengan air dingin untuk mendinginkan otaknya, Queen melepas semua pakainnya, mengambil handuk putih itu dan berjalan ke kamar mandi.
15 menit selesai mandi dia keluar dari kamar mandi dan mulai mengeringkan rambutnya dengan hairdryer
Setelah kering dia melihat ponselnya lalu mencargernya dan segera ingin tidur. Tak lama sudah larut dalam mimpinya, besok saja pikirkan untuk membalas emak lampir itu
...****************...
Dirumah kaluarga Baker
Mama Monica " Ini kemana lagi koq tidak ada kabar sama sekali mengenai anak bodoh itu? " mendumel marah sambil mondar mandir
Papa Monica yang melihat itu menjadi pusing. " Kau ini kenapa mondar mandir seperti itu, bikin pusing saja" ketusnya
Mama Monica " Aku nyuruh mafia no 15 untuk menghabisi Queen anak bodoh itu tapi tidak ada kabar sama sekali hingga sekarang " jawab frustasi
Papa Monica " Haaaa, kau bodoh sekali jika kita mau membunuh anak bodoh itu sampai terdengar pengacara tua bangka gimana , apa kau tidak memikirkan dampaknya.
Kita butuh ahli warisnya untuk mengalihkan aset si tua bangka itu. Ini lagi tua bangka sudah mati masih aja membuatku jengkel" marahnya
Mama Monica " Lagian Papamu itu kenapa harta warisannya dikasih ke anak bodoh itu sih, padahal kamu anak kandungnya, Monica juga masih ada" marahnya juga
Papa Monica " Entahlah" frustasi
Mama Monica " Aku juga gedek banget sama anak bodoh itu, sudah berani dia menghajar anakku, aku tidak terima" katanya gak sadar diri
Monica yang disana hanya melihat pertengakaran orang tuanya
" Maa hiks hiks hiks aku nggak terima semua ini, kenapa anak bodoh itu selalu beuntung, sedangkan aku tidak, anak itu sudah mulai sombong sekarang setelah diusir dari rumah ini. Lihat badan aku sakit semua gara - gara dihajar sama anak bodoh itu, aku baru tahu sekarang kalau anak bodoh itu bisa bela diri " yang emosinya sudah mencapai ubun - ubun
Ayah Monica " Apa katamu tadi, anak bodoh itu bisa bela diri? " tanyanya terkejut. Monica mengangguk sebagia jawabannya. " Kalau begini kayaknya tambah susah merayu anak bodoh itu lagi" kata Ayahnya lagi.
Mama Monica " Ya sudah kita fikirkan besok saja, bagaimana caranya, sekarang kita tidur sudah malam ini" katanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Hai... Haii, Gimana seru kah ceritanya? Mohon maaf ya kalau nggak nyambung!!! Mohon dimaklumi masih belajar!!