
Mereka semua yang berada dikamar Miko itu terdiam setelah mendengar perkataan Queen barusan, jika sudah begini bukan main - main lagi jika salah satu anggota keluarga Miller terluka ataupun celaka
"Dan kamu abang harus mempersiapkan rencana matang - matang, sebelum perempuan itu menyerang keluargamu kembali" ucapnya tegas
"Jika perempuan itu sudah 1 langka didepanmu, maka kamu harus lebih dari itu , ingat ini baik - baik perempuan itu seperti belut licin pergerakannya sulit dibaca jadi kamu gaboleh lengah sedikit pun, bermainlah secerdik mungkin untuk melawan musuhmu, jika yang aku dapat dari anak buah ku dia memiliki bekingan kuat dibelakangnya dan dia sudah berada di negara ini sejak 1 minggu yang lalu, itu pun tidak seorang pun yang tahu atas kedatangannya di negara ini" tambah Queen dingin
"Apaaaa!! Perempuan itu sudah berada disini sudah 1 minggu yang lalu??" tanya Xiro yang sedikit syok mendengarnya
Bahkan yang lain ikut syok juga
"Hmmmm" jawab Queen sambil mengangguk
"Baiklah jika begitu aku harus mempersiapkan rencana dimulai sekarang" ucap Xiro tegas sampil mengepalkan kedua tangannya
"Xiro pergi dulu" pamit Xiro kepada kedua orang tuanya
"Apa kamu mau ke tempat itu?? " tanya Daddynya
"Hmmm" jawab Xiro singkat
"Dan kalian bertigas ikut gue kesuatu tempat sekarang " ajak
Xiro dingin sambil melangkahkan kakinya keluar kamar
Ke 3 sahabatnya hanya mengikuti saja apa kata Xiro, sampai di dalam mobil. Oh iya disini mereka 1 mobil, selama perjalanan hanya ada keheningan, Dito yang tidak tahan dengan keadaan hening itu
"Ro ini kita kemana sih?? " tanya Dito
"Kita ke jln *** " jawab Xiro singkat
"Whatt!!! Bukan itu daerah tempat yang dilarang itu bukan??" tanya Dito terkejut
"Hmmm" jawab Xiro
"Ngapain kesana?? "tanya lagi
"Entar juga bakal tahu" jawab Xiro
"Haiisss bikin gue penasaran aja" gerutu Dito
Xiro mendengar itu menghiraukan saja, Endro dan Edward hanya geleng - geleng kepala saja, sampai - sampai ke 3 sahabatnya baru menyadari kalau sekarang ini mereka telah memasuki sebuah hutan bahkan rumput itu tinggi - tinggi, tidak ada jalan setapak disana
"Ro yang benar saja dong ini masak masuk ke hutan sihh?? " tanya Dito lagi
"Hmm ini sudah benar jalannya" jawab Xiro santai
"Gue takut ada hewan buas ro " gerutu Dito kesal
"Tinggal bunuh saja apa susahnya" kata Xiro
"Sebelum dibunuh pun gue bakal tetap pindah alam" jawab Dito ketus
__ADS_1
"Hahhaa kasian " ledek Endro
"Eee loe ndro resek banget sii" oceh Dito
"Loe bakal dilahap oleh binatang buas nanti hahahaa" ledeknya lagi
"Wehh loe jangan gitu loe, gue sumpahin loe kecebur selokan" balas Dito
30 Menit kemudian akhirnya sampai disebuah gerbang menjulang tinggi sekali sampai bagian dalamnya tidak terlihat
"Ini bangunan apa Ro?? " tanya Edward yang sedari tadi nyimak saja
"Ini markas gue" jawab Xiro
"Markas apaan?? " tanya Dito dan Endro barengan
"Mafia " balas Xiro
Penjaga gerbang yang melihat kedatangan sebuah mobil itu lantas menghampiri
Tok tok tok penjaga gerbang itu mengetuk jendela tepat Dito mengemudi, Dito kaget mendengar itu
"Buka pintunya!! Kenapa berada disini??? dengan suara bariton penjaga ity bertanya
Tanpa basa basi Dito menurunkan jendela mobilnya
"E eeh om penjaga" balas Dito nyengir
Tiba - tiba
"Ehemmm" suara deheman terdengar
Penjaga gerbang itu lantas melihat siapa gerangan, setalah tahu siapa orangnya langsung saja penjaga itu terkejut
"King" ucap penjaga itu sambil membungkukkan badannya
"Buka gerbangnya, ingat ini sahabat saya" ucap Xiro dingin dan tegas
" Baik King" jawab penjaga itu lalu berlari segera membukakkan gerbang markas itu
Tanpa menunggu lama mobil yang dikendarai Dito masuk kedalam sebuah bangunan megah itu, Xiro dan ke 3 sahabat itu turun dari mobil. Para mafioso yang melihat Kingnya datang memberi sapaan
"King " ucap serentak mafioso disana
"Kembalilah ke pekerjaan kalian masing - masing" suara barito Xiro terdengar
"Baik King " jawab mafioso disana
Ke 3 sahabat itu diam mematung melihat Xiro barusan
"Ikutin gue, dan kalian ikut saya ke tempat pribadi saya" ucap Xiro sambil menunjuk beberapa anak buah kepercayaannya disana
__ADS_1
Xiro berjalan masuk kedalam dengan diikuti sahabatnya dan sekaligus bawahan kepercayaannya itu, hingga sampai di lantai 3 sebuah ruangan yang berada dipojokan. Mereka masuk kesana
Xiro duduk disebuah sofa yang luas dan sahabatnya tetap mengikuti, sebelum Xiro mulai berbicara serius dia menghela nafas panjangnya
"Anton saya minta kamu menyelidiki orang ini, ambil informasi apapun itu jangan sampai ketinggalan sedikitpun" perintah Xiro tegas dan berwibawa
"Doni saya mau kamu selidiki art ini yang berada dikediaman saya, ikuti kemanapun art ini pergi dapatkan informasi apapun itu karena yang saya tahu mereka berdua ini ada hubungannya" perintah Xiro tegas
"Baik King kami akan mendapatkan informasi yang ada inginkan" jawab Anton mewakili
"Hmmm, baiklah kalian boleh pergi.Kerjakan tugas yang barusan saya berikan dimulai sekarang" ucap Xiro sambil mengibaskan tangannya
Anton dan Doni membukukkan badannya hingga keluar dari ruangan itu
Xiro beralih menatap ke 3 sahabatnya
"Sebelum gue menjelaskan, apa ada yang mau kalian tanyakan??? " Xiro bertanya dengan raut datarnya
"Gue nih mau tanya, apa benar dugaan gue kalau loe ini seorang ketua mafia?? " tanya Endro, Endward dan Dito menyimak itu
"Kau benar gue ketua mafia, gue penerus kakek terdahulu. Setelah ini apa loe masi mau berteman dengan gue?? " tanya Xiro
"Kalian berdua apa masi mau berteman dengan seorang pembunuh sepertiku?? " tanyanya lagi
Hening sejenak
"Kenapa gue gamau temenan sama loe?? Kita teman sedari bayi selalu bersama, kita masing - masing sudah saling tahun rahasia kita juga. Gue yakin loe menyembunyikan rahasia ini pasti ada sebabnya, dan gue juga yakin pasti ada alasannya loe menjadi King dunia bawah. Kita masih mau temenan sama loe bahkan loe sudah gue anggap saudara gue sendiri" balas Edward yang tumben mau bicara panjang lebar
"Benar Ro jika loe ada masalah pasti kita akan membantumu, jadi jangan risaukan yang. Sekarang fokus saja bikin rencana mengenai perempuan itu yang sudah membuat keluarga loe seperti ini " balas Dito yang kali ini tumben bijak
"Jika boleh kita mau gabung di mafia loe" ucap Endro tiba - tiba
"Apa benar kalian mau bergabung dengan mafia ku? Aku tahu kalian pandai bela diri dan bermain senjata, bahkan loe ndro gue tahu kalau loe bisa melacak orang bahkan Edward bisa bikin senjata dan Dito juga pandai soal racun" kata Xiro panjang kali ini
Deg ke 3 sahabatnya mematung mendengar sebutan Xiro tadi
"Loe bahkan tahu soal kita?? " tanya Dito
"Gue tahu semuanya" jawab Xiro sambil tersenyum tipis
"Gue mau gabung ke mafia loe" kata Dito semangat
"Gue juga " balas Edward
"Gue juga " balas Endro
Xiro mendengar itu tersenyum tipis
"Baiklah kita akan tiap hari bakal berlatih bareng" kata Xiro
Terimakasih sudah mau menunggu, maafkan author yang baru sempat Uploud cerita The Queen ini.Tetap dukung author ya dengan like, komen dan subscribe vote cerita ini
__ADS_1