
Mereka masih bertanya - tanya sebenarnya ini Queen mau membawa kita kemana pikirnya, sedari tadi diperjalanan belum kunjung sampai
Melihat Mobil yang dikendarai Xiro itu seperti mengarah ke pedesaan, sampai mereka menemukan plang tulisan Panti Asuhan Bina Nusantara , baru membelokkan mobilnya kesana
Terlihat bangunan minimalis khas gaya eropa, terlihat banyak anak - anak yang tengah bermain disana
Queen dan Xiro turun dari mobil, melihat anak - anak disana heboh setelah kedatangan kakaknya
"Kakak Queen " teriak gadis mungil itu
Terlihat gadis mungil berlari kearahnya dan happ sampai dihadapan Queen, gadis kecil itu langsung memeluknya erat - erat
Queen melihat itu tersenyum sambil berjongkok dan membalas pelukan dari gadis mungil nan cantik itu. Tidak lama anak - anak lain juga menyusul menubruk Queen
Hampir saja tubuhnya terjengkang kalau dia tidak memiliki ketahanan tubuh mungkin sudah tergulinh ditanah
Semua sahabat Queen yang melihat itu terlihat tampak tersenyum hangat. Terlihat Ibu panti yang mengurus semua anak - anak disini datang menghampiri Queen, karena sedari tadi beliau mendengar keramaian dipelataran rumah panti ini
"Nak Queen datang?? " ucap Ibu panti bernama Milla
"Iya bunda Queen datang " ucap Queen sambil melepas pelukannya dari anak - anak itu
"Bunda ini kenalin, mereka teman - temannya Queen " ucap Queen dingin tapi sopan
"Temannya nak Queen?? " tanya Bunda Milla memastikan
"Iya bu" ucap mereka serempak
"Perkenalkan saya Xiro bu" ucap Xiro sambil salim dengan takzim, Bunda Milla menerimanya dengan senang hati
"Saya Edward bu " ucap Edward sambil mengikuti tingkat Xiro tadi
"Saya Endro bu, kembarannya Edward " ucap Endro senang sambil salim juga
"Saya Izzana bu" ucap Izzana yang juga ikut salim
"Dan saya Dito bu" ucap Dito senang sambil ikut salim juga
"Salam kenal nama Ibu Milla, kalian panggil Bunda saja biar sama dengan nak Queen" ucap Bunda Milla tegas
Mereka mengangguk saja sambil senyum ramah
"Anak - anak kalian bermainlah dahulu ya, Bunda mau berbincang - bincang dengan kakak - kakak ini" perintah Bunda Milla lembut
"Iya bunda " ucap anak - anak itu patuh lalu pergi bermain dengan yang lain
"Ayo masuk dulu nak" ajak Bunda Milla
"Iya Bunda " ucap mereka kompak
Mereka masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu
"Mbak tolong ambilkan minuman dan cemilan untuk anak - anak Bunda ini " perintah kepada artnya disana
"Baik Bu" ucap art itu laku pergi dari sana
"Nak Queen gimana kabarnya sekarang?? Sudah hampir 1 tahun nak Queen tidak datang kemari, anak - anak sangat merindukanmu" ucap Bunda
"Hmm Queen baik - baik saja sekarang Bunda, Queen masih melanjutkan sekolah dengan baik" ucap Queen dingin tapi sopan
Bunda Milla merasakan kalau anak kesayangannya ini sikapnya jadi dingin, tapi dia masih sopan pikirnya
Bunda menatap semua teman - teman Queen, pandangannya terhenti ketika Bunda Milla bertatapan dengan Edward dan Endro, tanpa sadar Bunda Milla juga tiba - tiba menatap Queen
"Kenapa aku merasakan kalau Queen dan dua si kembar ini terlihat ada kontak batin?? Apa mereka kakak kandung Queen?? " batinnya bertanya - tanya
"Bunda " panggil Queen pelan
__ADS_1
"Bunda " panggilnya lagi sambil memegang tangannya
"Eh iya nak ada apa?? " tanya Bunda Milla yang sudah kembali sadar
Sedari tadi Bunda Milla melamun setelah melihat si kembar dan Queen
"Bunda kenapa melamun saja?? " tanya Queen
"Emmm tidak apa - apa nak " kata Bunda Milla sambil meyakinkan
Tapi dalam hati Queen masih bertanya - tanya kenapa Bunda melamun setelah melihat Ed dan Endro, habis itu menatapnya. Apa Budan mengetahui sesuatu pikirnya
"Emm baiklah " ucap Queen
"Baiklah Bunda tinggal dulu dibelakang, kalian ngobrol - ngobrol aja dulu. Atau ikut bermain dengan anak - anak panti" suruh Bunda Milla
"Iya Bun, Bunda lanjutkan saja pekerjaannya yang masih tertunda" ucap Xiro sopan
"Baiklah Bunda pergi dulu " pamitnya, lalu Bunda pergi dari sana
Tidak lama art yang membantu Bunda Milla mengurus panti itu datang dengan membawa nampan berisi minuman dan cemilan
"Terimakasih bu" ucap Izzana mewakili
"Sama - sama nona" ucap art itu ramah
"Kalau gitu Ibu permisi dulu kebelakang" izinnya
"Silahkan " ucap Izzana , setelah diberi izin art itu pergi meninggalkan para muda mudi itu
Edward tiba - tiba ingin pergi ke kamar mandi
"Queen kamar mandinya dimana ya?? Gue mau buang air kecil " kata Edward
"Ohh loe jalan kebelakang sana, lurus saja sampai menemukan dapur lalu belok ke kanan disana kamar mandinya" ucap Queen
Suasana kembali hening
"Queen gue keluar dulu ya mau bermain sama anak - anak " ucap Izzana sambil berjalan pergi, seperti biasa Endro selalu mengekori Izzana kemana pun dia pergi
"Heyy gue ikut "teriak Dito
"Buruan susul kesini" teriak Endro yang sudah diluar rumah
Dito berlari keluar rumah, sampai dipelataran mereka mulai ikut bermain dengan anak - anak disana
Panti Asuhan Bina Nusantara
"Queen gue mau nemuin anak - anak dulu ya " kata Izzana sambil berjalan pergi, Endro tampak membuntuti Izzana
"Hey gue ikutan" teriak Dito pelan
"Buruan lama amat" ucap Endro teriak
Untung saja teriakannya berada diluar rumah
Panti Asuhan Bina Nusantara
Disisi Queen
Sepasang muda mudi disana tampak saling diam, sungguh jika berduaan gini hawanya jadi canggung. Padahal kalau dirumah biasa - biasa saja
"Sayang apa kau sering kesini?? " tanya Xiro yang memecah rasa canggung itu
"Hmmm iya aku jadi donatur tetap disini. Tolong kamu jangan kasih tahu siapa - siapa ya" pinta Queen
__ADS_1
"Kamu tenang saja aku bisa jaga rahasia" ucap Xiro
"Sayang sungguh hatimu itu sangat mulia sekali, kamu bisa memberikan kehidupan yang baik untuk anak - anak disini" puji Xiro yang terlihat bahagia itu
"Aku tidak salah untuk menjadikanmu sebagai kekasihku " tambahnya
Cup Xiro mengecup kening Queen dengan lembut, Queen memejamkan matanya sungguh dia bisa merasakan kehangatan dan kelembutan itu
Queen tersenyum senang, jika bersama kekasihnya itu dirinya menjadi pribadi dirinya yang sesungguhnya.
"Yuk kita keluar " ajak Xiro sambil mengusap kepalanya lembut
Queen mengangguk saja
Disisi Edward
Edward melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, sungguh dia sudah menahan buang air kecil sedari tadi
Ternyata didapur ada Bunda Milla yang sedang memasak
"Bunda " sapa Edward, Bunda Milla yang merasa dipanggil itu menoleh
"Eh nak Edward, ada apa nak?? " tanya Bunda Milla yang telah menghentikan aktivitas memasaknya
"Edward mau ke kamar mandi " izinnya
"Ohh iya silahkan" ucap Bunda Milla mengizinkan
Edward masuk kedalam kamar mandi, tidak lama dia keluar dari kamar mandi dan menghampiri Bunda Milla yang sedang memasak itu
"Bunda, bolehkan Edward bertanya?? " kata Edward
"Hmmm boleh, emangnya nak Edward mau tanya apa??? " tanya Bunda
"Emm ini soal Queen Bunda" kata Edward
"Memangnya apa yang ingin nak Edward tanyakan?? " kata Bunda
"Apa Bunda mengenal Queen sudah lama?? " tanya Edward
"Iya Bunda kenal Queen sudah 2 tahun ini, dulu dia sering datang kemari untuk bantuin Bunda mengurus anak - anak panti. Bahkan dirinya sudah menjadi donatur tetap dipanti ini" kata Bunda
"Tapi sekarang dia hampir 1 tahunan ini tidak datang kemari, tapi untuk uang donasi tetap mengalir hanya saja Queen menyuruh seseorang mengantarkannya" tambahnya
Entah kenapa Edward merasa senang mendengar kebaikan Queen ini
"Bunda entah kenapa Ed merasakan kalau Queen itu adik Ed yang dulu pernah diculik itu" cerita Edward sambil menatap kosong
"Bahkan Mommy melihat sekali saja sudah mengira dia mirip seperti mendiang nenek dari Mommy. Ed ingin membuktikan tapi tidak memiliki keberanian" ucap Ed sedih
Bunda Milla mendengar cerita itu, dalam hatinya membenarkan ucapannya
"Hmmm Bunda sebenarnya merasakan kalau batinan kalian itu sangat kuat, kamu sama kembaranmu tadi ditambah dengan adanya Queen. Jika Queen sakit pasti kamu akan merasakannya, begitu juga dengan kembaranmu itu" tambahnya
"Jika ingin memastikan kamu lakukan tes DNA saja" usul Bunda
"Emm baik Bunda, terimakasih atas sarannya Bunda" ucap Edward
"Sama - sama, Bunda hanya ingin Queen bahagia dan bertemu dengan keluarga kandungnya. Dia selama ini sudah banyak menderita atas perlakuan keluarga angkatnya" cetus Bunda
"Semoga saja Queen benar - benar adik saya yang hilang itu " ucap Edward sambil menerawang jauh
"Bunda kalau gitu Edward pergi ke teman - teman dulu" pamitnya
"Iya nak Edward" ucap Bunda mengiyakan
Edward berlalu pergi dari sana
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir