The Queen

The Queen
Bab 40


__ADS_3

Masih diruangan rahasia milik Queen


Mereka berenam telah menyelesaikan acara makannya, Queen membereskan beberapa piring kotor dan dibantu oleh sahabatnya


"Nona biar Melly saja yang membersihkan" ucap tiba - tiba pelayan perempuan tadi


"Aaa kaget gue " ucap Endro yang terkejut


Karena pelayan itu sudah berada disampingnya secara tiba - tiba


"Gapapa Melly, hanya membereskan ini saja " ucap Queen santai


"Tapi nona.... " ucapnya lagi


"Sudah gapapa saya dibantu oleh teman - teman saya Mell. Nanti kau saja yang mencucinya" ucap Queen langsung memotong ucapan pelayan Melly


"Baik nona" ucap pelayan Melly datar


Mereka bengong melihat Melly, karena baru kali ini ada robot model dibuat manusia, Izzana tiba - tiba menyentuh tangan pelayan Melly sedikit


Ini seperti kulit manusia pikirnya, bagaimana Queen mendapatkannya tambahnya lagi


"Sebentar lagi bell masuk ini, apa kita kembali saja?? " tanya Dito


"Gausah kita bolos aja sekali - sekali " kata Queen tegas


" Lho nanti dicariin guru gimana?? " tanya Dito lagi


"Gampang itu mah" jawab Queen santai


Queen memutuskan untuk menelpon seseorang


Dunia telfon


"Tolong izinkan saya , Izzana, Xiro, Edward, Endro dan Dito pada guru yang mengajar dikelas. Tidak lupa tolong sekalian bawakan tas sekolah milik saya dan teman - teman saya, antarkan keruangan rahasia saya" perintah Queen dingin


"Baik Lady" ucap anak buahnya, tut sambungan telfon mati


"Kita ngapain sekarang?? " tanya Queen sambil natap mereka


"Terserah kamu saja ingin pergi kemana" ucap Xiro lembut, Queen menatap Xiro yang berada disebelahnya itu


"Baiklah gue akan mengajak kalian kesuatu tempat, tapi sebelum itu kita ke mall dulu" ucap Queen


"Hmm bolehlah dari pada kita tidak ngapa - ngapain" kata Edward, yang lain hanya mengangguk saja


Mereka beranjak dari duduknya


"Melly " panggil Queen


"Iya nona " ucap pelayan Melly yang tiba - tiba muncul


"Tolong jaga ruangan ini, jangan diperbolehkan orang lain masuk. Kecuali itu kami berenam" perintah Queen tegas


Disini pelayannya sudah dibekali ilmu bela diri ya, jadi instingnya itu sangat kuat, dan cerdik. Ada yang terlihat mencurigakan langsung dilibas sama tuh pelayan


"Siap nona" jawab Melly tegas


"Kami pergi dulu " pamitnya sambil pergi dari sana


Tok tok tok, bunyi pintu yang diketuk dari luar


Melly langsung sigap membuka pintunya


"Ya " kata Melly datar


"Ini tas milik nona Queen dan teman - temannya" ucap anak buah Queen sambil menyerahkan enam tas sekolah ke Melly


"Hmmm" ucap Melly datar, lalu langsung menutup pintunya


Anak buah Queen yang masih diluar itu masih mematung, sungguh hanya begitukah cara menerima barang. Tidak ada terimakasihnya pikirnya


"Hah robot sialan " gerutu anak buah Queen pelan, lalu pergi dari sana


"Nona ini tasnya" ucap Melly sambil menyodorkan tasnya


"Oh terimakasih " ucap Queen


"Tuh tas kalian " tambahnya


Mereka mengambil tasnya masing - masing


"Kalau gitu kami pergi dulu, ingat apa yang saya perintahkan " ucap Queen tegas


"Baik nona, saya akan melaksanakan apa yang nona perintahkan " ucap Melly tegas tapi tetap datar


Queen sudah memastikan semuanya amab, lantas langsung bergegas pergi dari ruangan rahasianya dengan diikuti oleh sahabatnya


"Queen robotmu itu beli dimana?? Gue jadi pengen hehe untuk membantu gue dicafe" ucap Dito


"Loe menginginkannya?? " tanya Queen agak dingin sambil menatapnya sekilas


"Hehe ho'oh Queen " ucap Dito cengengesan

__ADS_1


"Itu rahasia" celetuknya tanpa beban


"Hahaha mampus loe To" ejek Endro


"Hahaha buat apa loe robotnya?? Apa untuk menemani loe tidur " tambah Izzana yang ikut mengejek Dito


Queen, Xiro dan Edward hanya tertawa kecil saja


Dipertengahan jalan Queen tiba - tiba ingin ke kamar mandi


"Gaes gue ke kamar mandi bentar ya, kalian tungguin diparkiran aja gapapa" ucap Queen


"Apa perlu gue temenin Queen?? " tanya Izzana


"Nggak usah gue sendiri aja" ucap Queen lalu pergi meninggalkan sahabat dan kekasihnya itu


Sampai dikamar mandi khusus wanita, Queen langsung masuk kedalam toilet dia kebelet ingin buang air kecil. Setelah buang air kecil Queen keluar dan mencuci tangannya diwastafel


Tanpa sengaja dirinya bertemu dengan Monica didalam kamar mandi


"Keliahatannya kau merasa tidak bersalah sama sekali" kata Queen tanpa menatap Monica


Monica mendengar itu mencoba menulikan pendengarannya


"Apa perlu aku memanggil polisi" ucap Queen


Monica mendengar itu langsung menoleh kearahnya


"Loe ini bicara apa?? Gue kagak ngerti" ketus Monica


"Miko" satu pernyataan langsung membuatnya diam tidak berkutik


"Saya butuh rasa tanggung jawabmu pada Miko " tambahnya lagi


"Ahhh mana mungkin kau mau bertanggung jawab atas perbuatanmu" ucapnya menerus


"Dari dulu kan kau selalu berbuat salah tapi orang lain yang ikut menanggungnya " cetusnya


Monica mendengar itu menjadi tidak tahan


"Lantas apa yang loe mau dari gue?? " tanya Monica marah


"Saya minta pertanggung jawabanmu kepada Miko, minimal biayai lah pengobatannya selama dia dirawat " ucap Queen santai


"Apa loe gila, emang berapa biayanya?? " tanya Monica yang masih sombong


"850 jt itu juga ditambah biaya terapi kakinya" jawab Queen santai, matanya melirik tajam kearah Queen


"Haha saya tidak perduli, jika tidak bayar maka saya akan memanggil polisi untuk menangkapmu. Dan kau akan gagal ikut kelas musik nantinya, karena di kampus Q. L. H tidak menerima mahasiswa yang habis di bui" jelas Queen


"Bagaimana apa yang akan kau pilih, membayar biaya pengobatan Miko atau masuk penjara" kata Queen


"Kauu brengsek yaa" marah Monica sambil tangannya mengayun ingin rasanya dia menampar Queen


Sebelum itu terjadi Queen dulu yang melawannya


Plakkk tamparan keras dilayangkan Queen, Monica memegang pipinya yang terasa sakit dan panas itu, pipinya langsung memerah. Matanya berkaca - kaca


"Jangan berani - beraninya kau memakai kekerasan denganku. Saya tidak akan segan - segan juga untuk membunuhmu disini" ancam Queen sambil menatap Monica tajam


Queen sudah tidak tahan lagi, dia buru - buru keluar dari kamar mandi meninggalkan Monica sendirian disana. Tidak ada beban sama sekali setelah Queen mengancam Monica tadi


Queen keluar dengan raut wajah datar dan dinginnya itu, tidak lama dia sampai diparkiran dimana semua sahabatnya menunggu disana


"Loe lama sekali Queen " kata Izzana


"Sorry, tadi masih mengatasi hama yang sudah menggangguku" ucap Queen


"Apa kamu tidak apa - apa sayang?? " tanya Xiro sambil menatap Queen dari kepala sampi ke kaki


"Hmm aku baik - baik saja bang" jawab Queen dengan senyum tipis


"Baiklah kalau begitu kita langsung saja berangkat" ajaknya


"Hmm ayuk" kata Queen


Queen masuk ke dalam mobil dan disusul oleh Xiro yang masuk lewat pintu kemudinya. Xiro melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


Sahabatnya yang lain menyusul dibelakang mobilnya, Endro bersama Izzana, dan Edward bersama Dito. Mereka semua membawa mobil saat ke sekolah, dan Endro tadi berangkat sekolah bersama Izzana


45 menit mereka sampai dimall, dan mereka semua turun dari mobil. Queen dan Xiro diluar sedang menunggu temannya yang lain


"Sudah ada semua?? " tanya Xiro sambil menatap sahabatnya satu persatu


"Hmm sudah " jawab Edward mewakili yang lain


" Yasudah ayok masuk kalau gitu" ajak Xiro, yang lain manut saja


"Kita bagi - bagi tugas aja ya biar cepat" ucap Queen setelah mereka berada didalam mall


"Aku dan Xiro akan pergi ketempat pakaian anak - anak dan para temannya. Untuk Izzana dan Endro kalian pergi ke toko peralatan sekolah ambil sebanyak mungkin buat anak berusia 5 - 12 tahun. Dan Edward sama Dito pergi ke toko mainan saja ambil juga sebanyak mungkin, tidak lupa boneka juga ambil sebanyak mungkin" perintah Queen tegas


"Setelah itu kalian minta tolong untuk dibungkus dengan kardus. Kalau sudah berbelanja kalian langsung telfon gue aja" tambahnya

__ADS_1


"Hmmm baiklah " ucap mereka serempak


"Nanti kita berkumpul disini " ucap Queen


"Kalau begitu tunggu apa lagi, pergilah " ucap Queen


Queen dan Xiro pergi ke toko baju, dan begitu juga dengan yang lainnya , mereka sedang melaksanakan tugas masing - masing atas permintaan Bu bos


"Kita ke toko baju anak - anak dulu" kata Queen


Queen dan Xiro sampai ditoko baju anak - anak. Tiba - tiba seorang karyawan datang menyambutnya


"Selamat datang ditoko kami nona dan tuan, apa ada yang bisa saya bantu?? " tanya karyawan itu dengan senyum ramahnya


"Tolong tunjukan kepada saya baju keluaran terbaru untuk anak laki - laki dan perempuan berusia 5 - 12 tahun" pinta Queen


" Kalau begitu mari nona ikuti saya" ucap karyawan itu dengan ramah


Karyawan tadi langsung menunjukkan arah dimana baju - baju itu berada, Queen berjalan mengikuti karyawan itu dari belakang, tidak lupa Xiro yang masih setia mengikutinya


Dalam benak Xiro ini sebenarnya buat siapa, kenapa ke toko baju anak - anak sampai membeli mainan segala lagi


" Disini nona bajunya" ucap karyawan itu sambil menunjukkan semua baju keluaran terbaru disana


" Baiklah anda bisa pergi, nanti saya akan memanggilmu kembali " ucap Queen dingin tapi sopan


Queen langsung memilih baju - baju disana, dengan dibantu kekasihnya itu


" Sayang sebenarnya semua ini untuk siapa sih?? " tanya Xiro pelan, dia masih mengamati Queen disana


" Hmmm kamu akan tahu nanti " ucap Queen penuh teka teki


" Kamu ini selalu saja" gerutu Xiro, Queen hanya cengengesan saja


" Mbak tolong bungkus baju - baju ini, pisahkan untuk laki - laki dan perempuan. Bungkus dengan kotak saja biar tidak terlalu banyak barang" ucap Queen


"Aa a baik nona" ucap karyawan disana dengan gugup


Mengambil semua baju - baju yang dipilih Queen itu ke kasir, Queen mengikuti karyawan tadi yang sedang menuju kasir


Dikasir tampak baju - baju itu sedang discan, Queen tampak saling berbalas chat dengan seseorang, Xiro melihat sedikit itu kekasihnya sedang chattingan dengan manager toko dimana tempat teman - temannya berada


" Nona total semua belanjaan adalah 250 jt" ucap kasir itu


Queen mengeluarkan black cardnya, dan menyerahkan kepada karyawan kasir itu. Karyawan kasir itu syok melihat black card milik Queen itu


" Kami akan proses secepatnya" ucap karyawan kasir tadi


Xiro melihat sekilas didompet Queen banyak sekali kartu kredit disana, Xiro mematung sejenak. Dia sebenarnya punya banyak juga kartu kredit, tapi tidak sebanyak milik Queen


" Ini nona kartu milik anda" ucapnya sambil menyerahkan black cardnya


"Terimakasih, oh iya tolong kirim ke tempat alamat ini " ucap Queen sambil menyerahkan kertas bertuliskan sebuah alamat disana


" Baik nona akan kami antarkan" ucap karyawan itu


Queen mengangguk saja, lalu pasangan muda mudi itu bergegas pergi dari toko itu. Setelah semua sudah dibeli tanpa terlupakan sekali pun. Queen memutuskan untuk kembali ketempat tadi


Sesampainya disana mereka melihat semua sahabatnya telah menunggu Queen dan Xiro


"Sudah semua kan?? " tanya Queen memastikan


"Sudah, tapi Queen tadi kita tidak diperbolehkan bayar" cemas merek berempat


" Lho kenapa?? " tanya Queen pura - pura terkejut


" Entahlah kata karyawannya tadi sudah dibayarkan oleh pemilik mall ini" jawab Izzana, yang lain menganggukan kepalanya tanda setuju


" Yasudah kan sudah dibayar apa lagi, ayok buruan kita berangkat lagi" ajak Queen yang berjalan terlebih dahulu


" Heyy tungguin elahh " ucap mereka serempak


Mereka kembali memasuki mobil ditumpanginya masing - masing, lalu memutuskan untuk melajukan mobilnya mengarah kesuatu tempat


Kartu Kredit milik Queen








Kaya sekali lah Queen ini, cmiiwiw


Mohon maaf ya kalau telat untuk up ceritanya, tapi Author akan tetap pelan - pelan bikin ceritanya


Baiklah Author membutuhkan dukungan kalian, melalui jempol kalian untuk vote, like, komen dan subscribe

__ADS_1


__ADS_2