
Masih dikamar Miko
Ketika mereka semua sibuk berunding soal keselamatan Miko, kira - kira siapa yang berani menyelakai salah satu anggota keluarga Miller ini, pikir mereka. Tapi tidak jika itu Queen, dia sudah tahu siapa pelakunya baru saja dia dikasih info oleh anak buahnya
Queen agak acuh soal masalah sang pelaku ini, dia tidak ingin terlalu ikut campur mengenai masalah keluarga Miller. Queen hanya fokus penyembuhan Miko saja
"Emm saya mau izin untuk mengambil sampel darah Miko, saya perlu tes dulu darahnya agar tahu penyakit apa yang terjadi pada Miko" tutur Queen
"Emm silahkan nak Queen" ucap Mommy Rima, yang memang sudah percaya dengan kemampuan Queen
Xiro dan Daddy Miller hanya menyimak saja. Mereka juga sudah percaya dengan kemampuan Queen
Sebelum itu Queen kembali lagi memakai sarung tangan medis . Tidak lupa dia menyiapkan kembali alat dan perintilannya, seperti torniquet, alcohol swab, plaster, jarum vacutainer/Spuit, holder, jarum spuri 3cc dan 5cc dan tabung vacutainer
"Miko kakak mau ambil darah Miko ya, kakak biar tahu Miko ini sakit apa" izin Queen dengan menatapnya teduh
"Emm i iya kak" jawabnya gugup
"Bang bantuin sini" ucap Queen kepada Xiro
"Miko kalau jarum suntiknya mau masuk nanti Miko diminta tarik nafas Miko harus mengikutinya ya" pintanya
Miko mengangguk saja
"Apa yang mau dibantu sayang?? tanya Xiro
"Nanti tolong pegangin tangan Miko, takut nanti Miko kaget malah tangannya ditarik" jawabnya
"Hmm baiklah" ucap Xiro
Queen mengambil tangan sebelah kiri Miko, dia mau mencari lokasi venanya, setelah yakin menemukan. Queen memasangkan turniket 2 - 3 inchi diatas vena, dia juga tidak memasangnya dengan terlalu kencang karena yang penting venanya yang akan ditusuk sudah nampak
"Miko tangannya mengepal ya, tapi jangan terlalu kuat" perintahnya, Miko menurut saja
"Bang kamu memegang tangan Miko agak kuat sebelah sini dan sini, aku mau mengambil yang disini. Kamu harus menahan tangan Miko sewaktu dia terkejut" pintanya
Queen menyobek alcohol swab lalu mengusapnya ditempat venanya sekali saja. Dirasa kering Queen mengeluarkan udara dari dalam spuit alias suntikan. Queen memegang spuit dengan tangan kanannya, memposisikan jarum menghadap keatas
" Miko tarik nafas " ucap Queen pelan
Xiro melihat itu deg deg an karena memang dia takut dengan jarum suntik, tapi dia masih bisa tidak bergetar. Queen mengambil darahnya secara perlahan - lahan dengan tangan kanan menarik piston spuit, sedang tangan kirinya melakukan fiksasi pada jarum supaya tidak bergerak dalam pembulu darah untuk mengurangi rasa nyeri
Bisa dia lihat darah Miko terlihat secara perlahan
"Miko kepalan tangannya dilepas pelan - pelan ya" pinta Queen, Miko menurut apa yang dikatakan Queen.
Dia segera melepas turniketnya, meletakkan kapas kering pada tempat pungsi
"Jangan dilepas dulu bang" ucap Queen, Xiro mendengarkan kan saja
"Miko tarik nafas lagi" ucap Queen, sambil menarik jarum secara perlahan dan lurus
"Nah Miko kamu tekan kapas ini ditanganmu, ingat posisi tangan tetap lurus jangan ditekuk" ucap Queen sambil menunjuk posisi kapas itu yang masih menempel
"Bang sudah bisa dilepas" ucap Queen, Xiro segera melepas tangan Miko pelan
Queen alirkan perlahan darah pada dinding tabung, spuitnya dia buang disampah medis yang sudah dia siapkan terlebih dahulu
Queen segera menghomogenkan tabung vacutainer dengan antikougulan dengan cara membalik tabung berapa kali
"Bang bawalah ke rumah sakit, kasih keruang laboratorium. Bilang saja dari dr Kim, nanti mereka akan tahu. Tunggulah disana untuk menunggu hasil labnya" ucap Queen sambil memberikan sampel darah Miko
Xiro menerimanya, dia pergi menuju kamarnya untuk bersiap - siap menuju ke rumah sakit. Sebelum itu dia mengubungi salah satu temannya Dito
Tut tut tut
Dunia telfon
"To jemput gue kerumah utama, anter gue ke rumah sakit" ucapnya basa basi. Tut tanpa menunggu jawaban disebrang sana
Disebrang sana mension Dito
__ADS_1
Didalam kamar
"Oh shittt selalu saja begini" umpat Dito
"Dahlah gue siap - siap dulu, baru tuh nganter si kutub" gerutunya
Tidak lama setelah mengganti bajunya, Dito bergegas keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga. Sampai diparkiran Dito menaiki mobilnya, memanaskan mesin mobilnya dulu. Setelah dirasa panas Dito mulai mengemudikan mobilnya menuju mension Xiro
Karena memang mension mereka satu perumahan tapi beda komplek itu , tidak lama Dito sampai dipelataran mension Xiro. Seperti biasa bodyguard yang menjaga mension keluarga Miller itu mendekati mobil itu
Tok tok tok bodyguard tadi mengetuk jendela mobil Dito, karena sedari tidak keluar - keluar. Dito membuka jendela mobilnya
"Eh tuan ini temannya tuan Xiro ya?? " tanya memastikan
"iya " jawabnya ramah
Dito keluar dari mobilnya dan masuk kedalam mension Xiro, dia berjalan keatas dia mau menemui Miko dahulu. Sampai didepan kamar Miko
Tok tok tok Dito mengetuk pintu kamar itu, ceklek ternyata terbuka dari dalam. Tanpa basa basi lagi Dito langsung masuk kedalam dimana semua orang disana termasuk Xiro
"Tante Om" sapanya sambil salim
"Eh ada Queen disini" kata Dito, Queen yang sedang menatapnya datar itu mengangguk tanda merespon
"Hey boy gimana sehat?? "tanya Dito bingung kenapa koq diinfus lagi pikirnya
"Emmm perut Miko sakit om" ucapnya merintih
"Waduhhh koq bisa, cepat sembuh ya" pintanya
"Iya om" kata Miko
"Ro gimana jadi" tanya Dito
"Jadi, ayo kita berangkat!! Queen, Dad, Mom berangkat dulu" pamitnya
"Iya hati - hati" balas mereka serempak
Xiro dan Dito pergi keluar menuju rumah sakit, berjalan menuruni tangga hingga sampai didepan teras rumah Xiro bisa melihat mobil milik Dito
Didalam mobil suasananya hening, Dito bingung sebenarnya kenapa Xiro mengajaknya ke rumah sakit. Dari pada bingung sendiri tanya sajalah langsung
"Ro kita sebenarnya ngapain kerumah sakit??" tanya Dito
"Hmmm ngantar sampel darah Miko, perlu ke lab dulu. Entah kenapa Queen mengira kalau Miko keracunan, dari pada menduga - duga Queen langsung saja mengambil tindakan" ucap Xiro
"Whatttt!! Keracunan, koq bisa?? " tanya Dito
"Entahlah nanti kita akan selidiki ini, kalau kata Mommy tadi sih habis gue tinggal kepala pelayan mengantarkan kue atau apa gitu ke kamar Miko" Jawabnya
"Kepala pelayan?? Kalau benar dia yang meracuni Miko wah - wah entahlah apa motifnya" kata Dito
"Kita lihat saja nanti" ucap Xiro
35 Menit mobil Dito sampai diparkiran rumah sakit, Xiro dan Dito turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit
"Permisi sus, dimana ya tempat ruangan laboratorium?? tanya Dito
"Oh ini tuan naik ke lantai 2 ya, lalu belok ke kiri lurus saja nanti disana labnya
"Terimakasih sus" ucap Dito
Xiro mendengar itu langsung saja melangkahkan menaiki lantai 2 menuju laboratorium, Dito menyusulnya dibelakang. Berjalan belok ke ke kiri dan tidak terasa mereka sampai didepan loket laborat
"Sus mau ngantar sampel darah, atas permintaan dari dr Kim" ucap Xiro dingin dan tegas
"Oh dari dr Kim, baiklah mohon ditunggu sebentar tuan. Kami usahakan 30 menit hasilnya sudah jadi" ucap suster disana
"Hmmm baiklah" jawab tegas
__ADS_1
Xiro dan Dito duduk diruang tunggu depan loket laborat. Tiba - tiba Edward dan Endro datang juga ke rumah sakit, sepertinya mau ke lab juga
"Loh bos disini?? " ucap Endro pada Xiro
Xiro mendengar suara tidak asing lagi itu menoleh ke asal suara begitu juga Dito yang ikut menoleh
"Eh kalian " ucap Xiro datar
"Kalian ngapain disini?? " tanya Dito
" Mau tes DNA " jawab Edward pelan
"Tes DNA siapa?? " tanya Xiro
"Queen" jawab Edward
Xiro mendengar itu tercenung sejenak
"Ini juga dapat saran dari Bunda panti juga" gumam Edward yang masih terdengar ditelinga mereka
"Lalu loe ngapain disini?? " tanya Edward balik
" Ini mau lab sampel darah Miko" jawa Xiro
"Loh kenapa?? Bukannya sudah sembuh dan sekarang dirumahkan?? " tanya Edward bingung
"Hmmm dia sepertinya keracunan, Miko sedari tadi merintih kesakitan diperutnya. Ini masih dugaan dari Queen" jawabnya
"Whattt kalau memang benar keracunan, siapa pelakunya?? " tanya Endro yang selalu heboh
"Entahlah ini masih mau diselidiki" ucap Xiro
Edward dan Endro mengangguk, mereka siap siaga juga jika memang butuh bantuan
"Gue mau nyerahin ini dulu" ucao Edward sambil berjalan menuju loket laborat
"Sus saya mau tes DNA rambut ini dengan rambut ini" ucap Edward
"Oh baiklah, untuk hasilnya menunggu 4 hari lagi ya tuan nggak bisa langsung. Nanti kita hubungi lagi" ucap suster itu
"Hmm baiklah " kata Edward datar
Edward pergi dari sana, dan mendekati teman - temannya itu, Edward ikut duduk menemani Xiro dengan yang lain
30 Menit kemudian
"Tn Xiro " panggilnya
Xiro mendengar namanya dipanggil itu langsung beranjak dari duduknya, dan mendekati loket laborat itu
"Ini tuan surat hasil labnya, nanti biar dibacakan oleh dr Kim" jawab suster itu
"Hmm terimakasih" jawab Xiro
Xiro kembali mendekati temannya
"Ayo pulang" ajaknya
"Bos kita main kerumah loe ya?? " tanya Endro
"Iya silahkan" jawab Xiro santai
Mereka berempat berjalan pergi pulang menuju mension Xiro
.
.
.
Hey hey Author kembali
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya!!!!!
Biar Author semangat update banyak