
Masih dikamar rawat inap Miko
Setelah dokter itu selesai memeriksa Miko, lalu dokter itu langsung menjelaskan mengenai kondisi tubuh Miko
" Wah Miko ternyata sudah pulih sepenuhnya , besok pagi Miko sudah diperbolehkan pulang kerumah nyonya" jelas dokter itu sambil tersenyum ramah
" Nona Queen bagaimana menurut penjelasan dari saya, apakah benar?? " tanya dokter itu tiba - tiba, entahlah apakah disengaja
" Hmmm kau benar " jawab Queen santai,
Orang - orang didalam ruangan itu menjadi tegang, apalagi Xiro dan teman - temannya yang mengetahui kalau Queen bisa sedikit mengobati dan memeriksa orang. Pikiran mereka tidak sejauh itu, jika memang Queen dokter yang dicari banyak orang
" Saya melihat jika Miko ini terlihat segar kembali, bahkan wajahnya juga tidak sepucat kemarin. Sudah dipastikan kalau dirinya sepenuhnya pulih " tambahnya
Mereka yang melihat dan mendengar itu sungguh tidak percaya mengenai Miko yang cepat sekali untuk pulih, bagi korban kecelakaan itu pemulihannya lumayan lama. Apa ini jangan - jangan karena permen alias obat dari Queen pikir mereka
Lah ini Miko cuman 3 hari saja untuk pulih. Setelah Miko mendengar dokter itu mengatakan bahwa besok dirinya sudah diperbolehkan pulang, langsung saja terlihat semangat
"Dan untuk lukanya juga sudah hampir mulai kering dan itu harus rutin ganti perban, jadi tidak ada alasan lagi untuk dirawat lama - lama" kata dokter itu
"Hmm baiklah terimakasih sudah merawatnya dengan baik" ucap Queen mewakili yang lain
"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya nona, kalau begitu saya keluar dulu karena harus memeriksa pasien lain" kata dokter itu sambil menunduk perlahan
"Mari nona " pamit dokter itu sopan pada Queen, dan dokter itu pergi
Queen hanya diam, sekarang di dalam ruangan itu menjadi hening setelah kepergian dokter tadi. Xiro yang memang dasarnya tidak sabaran itu langsung saja bertanya
"Sayang, dokter tadi koq kelihatannya sangat sopan sekali sama kamu. Terlihat raut wajah senang ketika bertemu denganmu?? " tanya Xiro yang sedikit ceburu karena ulah dokter tadi ketika waktu masuk
"Ooh 2 tahun yang lalu aku pernah bantuin mengobati pasien dirumah sakit ini. Jadi aku tahu sedikit soal pengobatan " jawabnya merendah
Mereka yang mendengar itu tercenung sejenak, usia berapa dia sudah bisa mengobati pasien dirumah sakit pikir mereka
Tiba - tiba datang seorang perawat yang mengantarkan makan siang untuk Miko, karena sebentar lagi jam makan siang
"Permisi saya mau mengantarkan makan siang untuk pasien " ucap perawat dengan ramahnya
"Ohh iya terimakasih " jawab Mommy Rima dengan ramahnya
Perawat itu menyerahkan nampak berisi makanan dan minuman pasien itu kepada Mommy Rima, Mommy Rima menerimanya dengan senang hati
"Kalau begitu saya permisi dulu " kata perawat itu, Mommy Rima membalasnya dengan senyum ramahnya
"Miko waktunya makan siang " ucap Mommy Rima sambil mendekati Miko
"Emm iya nek " jawab Miko
"Nenek suapin ya, habis makan Miko minum obatnya dan tidur siang " kata Mommy Rima lembut
Miko kecil hanya mengangguk lucu
"Yaudah Miko makan dulu ya, kak Queen mau duduk disana dengan teman yang lain " kata Queen sambil mengelus rambut Miko
"Iya kakak cantik " ceriwis Miko sambil tersenyum, Queen melihat itu membalas senyum tipis saja
Queen menyusul teman - temannya yang sudah duduk santai disofa sana, sampai menghampiri mereka tiba - tiba Xiro menarik Queen untuk duduk disebelahnya
Queen pasrah saja ditarik seperti itu, teman - temannya mulai membrondong pertanyaan untuknya
"Queen loe kan sulit untuk keluar dari rumah keluarga biadab itu. Gimana caramu bisa sampai mengobati kemari?? " tanya Izzana yang memang tahu kalau Queen itu selalu dilarang keluar rumah
"Gue keluar secara diam - diam sebenarnya , dan tidak ada yang mengetahui sama sekali kalau gue pergi keluar. Kecuali penjaga gerbang diluar yang tahu kalau gue keluar, gue menyuruhnya untuk tutup mulut" ucap Queen dengan menatap kosong kedepan
"Waktu itu juga bisa dibilang usiaku masih terlalu muda. Gue bisa sekolah dan melakukan hal lain juga berkat bantuan dari kepala sekolah Za , gue juga dapat beasiswa di Q. L. H School " cerita Queen
"Secara perlahan kalian akan tahu dengan sendirinya siapa gue " gumamnya lagi yang masih terdengar
oleh mereka
"Gue tahu kalian habis membaca artikel itu kan mangkanya sedari tadi kalian terkejut " ucapnya
"Apa itu loe yang diartikel Queen?? " tanya Edward
Queen hanya membalasnya dengan senyum tipis , mereka yang melihat itu membenarkan jawabannya kalau Queen yang membuat obat langka itu lalu dijual dipasar gelap
Mereka terdiam sejenak, sungguh ini kejutan bagi teman - temannya
"Aku lelah Ro " katanya lirih sambil menatap mata Xiro dengan sendu. Mereka juga melihat dan mendengar lirihan Queen itu ikut tidak tega
Sungguh dirinya benar - benar sangat lelah menanggung semua beban yang dia tanggung. Tanggung jawab yang dia punya itu sangat besar
Xiro melihat Queen menatapnya sendu itu langsung saja memeluknya dengan erat
"Kalau ingin menangis, menangislah tidak usah malu biar hatimu lega sayang ..cup " kata Xiro pelan sambil mengecup kening Queen
Tes tes Xiro merasakan bajunya basah itu lebih erat lagi memeluknya, Xiro tahu kekasihnya ini berada dititik bawahnya. Xiro mengelus punggung Queen untuk menenangkannya
Mereka mendengar tangis lirih itu mendadak ingin ikut menangis tapi ditahan, hati Edward dan Endro menjadi berdenyut sakit melihat Queen yang biasanya dingin, datar itu. Tapi sekarang mereka berdua melihat kesedihan terpancar diwajahnta
Izzana yang melihat sahabatnya lagi down itu sungguh dirinya tidak tega. Dia tahu gimana perlakuan dari keluarga Monica terhadap Queen sejak kecil itu, soal Queen mendapatkan beasiswa dari sekolahnya itu Izzana juga mengetahuinya
Disisi Miko
"Nek Miko ingin jalan - jalan keluar boleh?? Miko ingin menghirup udara segar" kata Miko yang sedang meminta izin
__ADS_1
" Hmm cuman sebentar saja ya?? " ucap Mommy Rima
Tiba - tiba Queen datang menghampiri brangkar Miko
" Miko ingin jalan - jalan kan yuk sama kakak saja" kata Queen
" Baiklah " ucap Miko senang
Karena Miko sudah tidak memakai infus lagi, jadi berjalannya lebih leluasa, Miko berjalan seperti pincang jadi dia menggunakan tongkat penyangga
Mereka berjalan keluar menuju taman, diperjalanan Queen tiba - tiba melupakan ponselnya dia kembali masuk kedalam kamar rawat inap. Miko dia suruh menunggu dikursi tunggu sana dekat tangga
Miko menunggu disana tiba - tiba ada yang menyapanya
" Kamu Miko ya?? " kata orang itu
Miko mendengar namanya disebut itu melihat, seorang gadis yang terlihat anggun berdiri disebelahnya. Miko menghiraukannya
" Kamu keponakannya Xiro kan, aku Monica temannya om kamu " ucapnya lagi
" Kenapa kamu disini koq tidak istirahat dikamar saja" tanyanya
" Mau pergi ketaman ini nungguin kak Queen" ucap Miko
" Tega sekali dia ninggalin kamu, kalau gitu sama kakak yuk. Kebetulan kakak juga ingin ke taman" kata Monica
"Tidak mau " ucap Miko dingin
" Yuk sama kakak saja " paksa Monica
" Saya bilang tidak ya tidak, apa anda tidak mendengar perkataan saya" ucap Miko mulai marah
Jangan mengira Miko itu anak polos ya, dia itu anak pintar, cerdas bisa bedakan orang yang tulus sama yang tidak. Miko tahu kalau Monica itu tidak tulus padanya
Karena sering sekali terjadi padanya, banyak yang ingin merayunya demi menarik perhatian Om kesayangannya itu, oh itu tidak akan terjadi. Dan Monica adalah salah satunya
" Ayolah kau ikut denganku saja, lihatlah jalanmu saja tidak normal jadi jangan menyusahkan orang lain " kata Monica yang kejam sekali
Miko merenungkan perkataan Monica itu, tapi dia tidak ingin pergi bersama Monica
" Ayok ikut aku" paksa Monica yang mulai menyeret Miko
" Tidak mau" teriak Miko yang mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Monica
" Ikut aku " paksanya lagi, kali ini dia menarik tangan Miko menuju tangga
" Tidak mau, tolongin saya " teriaknya lagi, tapi dilorong itu tidak ada orang sama sekali
" Ayokk " paksanya
" Aaaaaa" teriak Miko hingga sampai dasar tangga, dan pingsan
" Miko tidak " teriak Monica panik
" Miko bangun jangan seperti ini " teriaknya lagi
"Miko , apa yang loe lakukan " teriak seseorang disana, Monica mematung langsung menoleh kearah orang itu dengan takut - takut
Disisi lain Queen dan Xiro sedang menuju ketempat Miko menunggu, tiba -tiba mereka berdua mendengar teriakan Miko yang meminta tolong
Sontak langsung saja Queen berlari menuju Miko, melihat disana Miko diseret paksa oleh Monica, belum sampai dia kesana Miko terjatuh dari tangga
Xiro masih tertinggal agak jauh darinya, karena Queen larinya cepat sekali
" Miko tidak " teriak Monica terdengar
Queen berlari menuju Miko sampai dia berada dibelakang Monica
"Miko, bangunlah jangan seperti ini " teriak Monica, kali ini Queen mendengarnya
"Miko, apa yang loe lakukan?? " teriaknya
"Miko " teriak seseorang Queen mengenal suara itu
"Apa yang terjadi dengan Miko?? " panik Xiro
Queen mendekati Miko dan mendorong Monica menjauh dari Miko hingga terjatuh kebelakang, Queen tidaki perduli dengan itu
Diperiksanya denyut nadinya, Miko pingsan tulang kakinya retak karena kakinya dulu yang menompang tubuhnya hingga terbentur pegangan tangga
"Kaki Miko retak bang , ayo kita bawa keruangannya " ajak Queen
Xiro mendengar itu panik, marah , sedih tercampur jadi satu. Xiro mengangkat Miko pelan dan segera pergi dari sana, disana hanya tertinggal Queen dan Monica
"Kau lagi, apa yang kau lakukan tadi pada Miko hingga jatuh seperti itu?? " tanya Queen dingin
"Salah siapa diajak pergi dia nggak mau, dia memberontak ya akhirnya jatuh seperti ini " bohong Monica
"Kau pasti memaksanyakan mangkanya dia tidak mau" sentak Queen
"Saya tahu kalau kau tidak menariknya" Queen menatapnya tajam
"Jika keluarganya tahu tentang ini habislah kau Monica, sebelum itu terjadi lebih baik ungkapkan lah dengan jujur. Yang saya tahu keluarga Miko ini sangat kejam jika berurusan dengan orang yang mengganggu salah satu anggota keluarganya. Apalagi Xiro dia bahkan jauh lebih kejam lagi jika ada yang mengganggu salah satu keluarganya" ucap Queen sangat dingin, dia langsung pergi meninggalkan Monica yang masih tertegun disana
Monica mendengar itu jadi takut, dia tidak akan mengungkapkan tentang kejadian ini ke keluarganya Miko. Dia takut mati
__ADS_1
" Tidak gue harus mejauh dari keluarga itu" gumamnya gemeteran
Monica pergi dari sana menuju kamar rawat inap ayahnya, berjalan agak jauh dia sudah sampai ditempat rawat inap ayahnya dan masuk kedalam. Disana Sintia sedang tiduran disofa, Monica duduk disebelahnya
Sintia merasakan kedatangan anaknya itu terbangun
"Kamu sudah kembali dari kamar mandi?? " tanya Sintia, ya Monica tadi pamitnya pergi ke kamar mandi
"Iya Mam" ucap Monica, kini dia pura - pura tidur
Kita tinggalin wanita biadab inu
Beralih ke Queen
Queen masuk kedalam rawat inap Miko, melihat disana suasana menjadi tegang
"Apa yang sebenarnya terjadi ??" tanya Xiro dengan sorot mata tajam menatap Queen
"Yang aku tahu dia sempat diseret Monica hingga terjatuh dari tangga" jujurnya
"Monica?? " ucap Xiro dan teman - temannya
"Hmm " jawab Queen dingin
Xiro mengepalkan tangannya, dia sudah tidak tahan dengan kelakuan Monica
"Kenapa Miko diseret Monica " tanya Dito
"Entahlah, kita bisa menanyainya ketika Miko sadar nanti" ucap Queen dingin
"Maaf aku menyesal ninggalin Miko tadi " kata Queen menyesal
Xiro melihat Queen seperti itu, jadi tidak tega. Dia menariknya masuk kedalam pelukannya agar Queen merasa tenang
"Maafin aku sayang " kata Queen campur malu
Xiro mendengar panggilan sayang dari Queen itu tertegun sejenak, dia merasa hangat mendengarnya
"Tidak apa - apa, ini bukan salahmu" ucap Xiro sambil mengelus punggung Queen
Dokter disana yang habis memeriksa Miko itu menjadi ikut senang, karena nonanya ini sudah tidak sendirian lagi
"Baiklah mungkin sebentar lagi Miko akan bangun, untuk kakinya yang retak itu sudah saya pasang gips" kata dokter itu dengan mata berbinar
Xiro melihat dokter matanya sedang berbinar itu heran
"Terimakasih dok, ngomong - ngomong dokter kenapa terlihat bahagia ketika habis memeriksa Miko?? " tanya Xiro tegas
"Ahh itu tuan saya merasa bahagia karena nona Queen sudah ada yang mendampinginya jadi dia tidak merasa sendirian lagi" kata dokter itu sambil menatap Xiro dengan senangnya
"O oh begitu " kata Xiro yang merasa ikut bahagia itu
"Kalau begitu saya pamit keluar dulu tuan nona" pamit dokter itu
"Iya silahkan dok " jawabnya ramah
Mommy Rima tadi sudah pulang ya dijemput oleh sopir, jadi dia belum mengetahui kalau Miko habis jatuh dari tangga
Tanpa mereka sadari Miko tiba - tiba sudah sadar, dia menjadi pendiam setelah memikirkan perkataan Monica tadi
Queen tanpa sadar juga menatap Miko yang sudah sadar itu, dia berjalan menuju brangkar Miko
"Kamu sudah sadar?? " tanya Queen basa basi
"Apa kamu membutuhkan sesuatu??" tanyanya lagi
Miko masih diam saja tidak menjawab perkataan Queen, dia masih kepikiran dengan perkataan Monica
"Sayang ini Miko koq diam saja " adu Queen kepada Xiro
Xiro mendengar itu langsung menghampiri Queen, cup.. kecupan melayang mendarat dipipi Queen. Xiro melihat Miko yang sedang merenung itu jadi heran
"Miko kamu kenapa?? " tanya Xiro tegas, Miko kembali sadar dari lamunannya itu menjawab
"Aaa Miko tidak apa - apa Om, yasudah Miko mau tidur Om " kata Miko tiba - tiba dingin
Queen ikut terheran juga, kenapa pasti ada sesutu disini. Aku harus cari tahu nanti
"Aah baiklah Miko tidur saja, kak Queen dengan yang lain akan menunggu disofa sana " kata Queen lembut
Tidak lama Miko memejamkan matanya, Queen mengelus rambut Miko dengan lembut, Miko merasa nyaman disana. Setelah itu Queen kembali duduk disofa bersama Xiro
Miko membuka matanya sedikit dia melihat kakak Queen sudah pergi bersama Omnya itu, kembali terbangun. Dia tiduran miring menghadap jendela menatap dunia luar disana, dia kembali melamun hingga tanpa sadar dirinya tertidur lelap
Oiya disini Queen berbicara formal itu ketika bersama orang asing dan orang yang menurutnya tidak penting bagi hidupnya, terkadang bilangnya kau, anda dan saya. Kalau bersama teman yang menurutnya akrab baginya itu bilangnya loe gue.
Dan kalau bersama orang yang menurutnya spesial itu bilangnya aku kamu seperti Xiro dan Miko, Queen sudah tertarik dengan Miko kecil
.
.
.
Hey hey semoga menarik ceritanya
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komennya!!!