The Queen

The Queen
Bab 42


__ADS_3

Menjelang sore Queen dan para sahabatnya pamit pulang kepada Bunda Milla selaku pengasuh anak - anak panti disana. Sebelum pulang tiba - tiba ada truk box berisi barang datang


Terlihatlah 2 orang karyawan yang keluar dari truknya


"Ini Nona Queen?? " tanya salah satu karyawan itu


"Iya saya sendiri" jawab Queen


Sahabatnya hanya melihat saja dari dekat, begitu juga dengan Bunda Milla selaku pengasuh anak - anak panti


"Saya sedang mengantar barang pesanan anda" katanya lagi


"Ohh tolong dikeluarkan ya, kau taruh saja diteras sebelah sini" pinta Queen


"Siap nona" kata karyawan itu


Karyawan tadi langsung mengerluarkan semua barang berlanjaan yang sudah dipesannya dengan dibantu temannya. Setelah semua barang dikeluarkan karyawan tadi menghampiri Queen


"Nona tolong tanda tangan disini, sebagai tanda kalau barangnya sudah diterima" pinta karyawan itu sambil menyodorkan kertas nota


"Oh baiklah" kata Queen sambil menerimanya


"Terimakasih nona, kalau begitu kami pamit undur diri " pamitnya


Setelah beres semua, karyawan tadi langsung berpamitan pergi bertugas kembali


"Bunda ini ada sedikit mainan, baju seragam dan yang lainnya. Ini dari kami berenam" kata Queen


Mendengar Queen berbicara seperti membuat semua sahabatnya itu terkejut, padahal mereka tidak berkontribusi apa - apa. Itu semua pemberian dari Queen


"Ahh terimakasih ya nak, anak - anak pasti bahagia mendapatkan hadiah ini" ucap Bunda Milla


"Sama - sama Bunda, oiya Bunda ini ada sedikit uang untuk kebutuhan anak - anak dan Bunda juga " kata Queen sambil meraih tangan Bunda Milla lalu menaruh amplop coklat itu diatas telapak tangannya


"Oh nak Queen terimakasih banyak sudah membantu Bunda, semoga kamu selalu sehat dan banyak resekinya" ucap Bunda Milla yang merasa terharu


"Bunda ini dari Xiro, untuk Bunda dan anak - anak juga. Maaf Xiro tidak membawa banyak " ucap Xiro sambil menyodorkan amplop coklat juga


"Tidak apa - apa nak Xiro, ini sudah cukup koq. Terimakasih nak Xiro " ucap Bunda sambil mengusap bahunya


"Sama - sama Bunda " ucap Xiro sopan


"Budan kalau gitu Queen sama yang lainnya pamit pulang duluan ya, lain kali Queen akan kesini lagi" pamitnya


"Iya nak Queen, anak - anak ini kakak - kakaknya mau pulang" ucap Bunda Milla lembut


Sontak saja anak - anak itu langsung berlari menghampiri Queen dan yang lainnya


"Kak Queen mau pulang ya?? " tanya anak laki - laki berusia 5 tahun


"Iya kak Queen mau pulang dulu, karena hari juga mau gelap. Kak Queen janji lain kali akan kesini lagi" ucap Queen lembut sambil berjongkok


Anak - anak disana langsung berhambur minta dipeluk oleh Queen. Queen melihat itu merasa lucu, dia membalas pelukan anak - anak itu


Xiro dan yang lainnya manyalami anak - anak yang menurut mereka lucu dan pintar itu


"Dadah " ucap anak - anak itu serempak, saat melihat mobil mereka melaju pelan


Queen dan yang lainnya membalas lambaian tangan mereka


Diposisi Queen


terlihat disana sangat sunyi, Queen dan Xiro terlihat saling diam - diaman. Xiro yang memang fokus menyetir dan Queen merasa kalau badannya sudah lelah


Queen merasa matanya ngantuk sekali, dirinya juga berkali - kali terus menguap. Xiro melihat itu merasa tidak tega


"Sayang kalau ngantuk kamu tidur aja" kata Xiro sambil mengusap kepalanya lembut


"Tapi abang nggak ada temannya nanti" kata Queen sambil menatap Xiro yang sedang menyetir


"Gapapa kamu tidurlah, nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkanmu" ucap Xiro


"Hmm baiklah kalau begitu" pasrah Queen,


Tanpa basa basi lagi Queen memejamkan matanya, hingga tanpa sadar dirinya tidur pulas. Xiro melihat Queen sekilas itu terlihat tersenyum. Xiro melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sahabatnya yang lain juga ikut menyusulnya dibelakang


35 menit diperjalanan mobil Xiro dan lainnya berpisah arah, Xiro membelokkan arah mobilnya menuju rumah Queen. Dia menginap akan menginap lagi sepertinya


Tidak lama mereka beruda sampai dirumah, Xiro menoleh kearah Queen lalu merapatkan tubuhnya lebih dekat dengan Queen


Tangannya terulur menyentuh wajah mulus kekasihnya itu, menatapnya dalam dan penuh mesrah. Wajahnya dia dekatkan dengan wajah Queen secara perlahan


Cu cu cu cup cup... dia mengecup seluruh wajah Queen, Queen merasa tidurnya terusik itu akhirnya terbangun

__ADS_1


Cup dia mengecup bibir Queen, Queen kembali sadar


"Apa kita sudah sampai?? " tanya Queen memastikan sambil menatap kearah luar


"Sudahh sayang " jawab Xiro pelan, dia masih menatap dalam Queen


Queen yang merasa ditatap itu lantas langsung menoleh kearah kekasihnya itu, dan benar saja kekasihnya itu menatapnya intens


Xiro kembali memajukan wajahnya hingga sejajar dengan wajah Queen, hidung mereka saling menempel bahkan bisa merasakan nafas mereka masing - masing


Lebih dekat lagi hingga bibir mereka saling menempel. Cupppp.... ********** dalam - dalam, Queen membalas ciuman dari kekasihnya itu, mereka saling berbelit lidah


Hingga mereka menyudahi acara ciuman itu, mengambil nafas dalam - dalam kening mereka menyatu. Nafas mereka beradu


Cup Queen mengecup hidung mancung milik Xiro itu


"Sayang besok kita tinggal berdua ya?? Kita tinggal diapartemen milik aku, jaraknya dekat koq kalau ke sekolah. Jadi kamu tidak kejauhan kalau berangkat sekolah" usul Xiro


"Emmm berarti besok pulang sekolah kita packing?? " tanya Queen


" Boleh kalau begitu" jawab Xiro setuju


Queen mengangguk saja, mereka berdua turun dari mobil lalu langsung masuk kedalam rumah


"Aku nginap disini lagi ya" kata Xiro


"Terserah abang aja enaknya gimana" kata Queen sambil membuka pintu rumahnya


"Apa abang lapar?? " tanya Queen,setelah mereka masuk kedalam rumah


"Hmmm lumayan sihh" jawab Xiro


"Yasudah abang mandi aja dulu sana" pinta Queen


"Aku mau masak dulu" tambahnya lagi lalu masuk ke kamarnya


Xiro menurut saja, dia masuk ke kamar yang dia tempati untuk meletakkan tasnya dan tidak lupa membawa baju ganti, soal handuk dia menjemurnya dibelakang rumah Queen


Melihat kekasihnya belum kelihatan itu, dia memutuskan lebih baik mandi saja pikirnya


Kamar Mandi Queen




Meskipun rumahnya mungil tapi dalamnya beuhhh barangnya mehong semua , jika tidak ada yang menyadarinya akan terlihat biasa saja


Kita tinggalin Xiro yang sedang mandi


Sekarang beralih ke dapur dimana Queen sedang berkutat dengan perlatan masaknya, dia mau buat sayur asem saja, lauk ikan pindang tidak lupa sambal terasi. Mencoba makanan khas negara I


Tidak terasa masakannya sudah jadi, tidak lupa dia membuat 2 gelas teh hijau hangat. Dia mulai menatanya dimeja makan. Dan bertepatan Xiro juga selesai mandi


"Bang tungguin bentar ya?? Aku mau mandi dulu" pinta Queen memelas


"Hehe iya iya abang tungguin, kamu buruan mandilah" perintah Xiro


"Aa iya iya " ucap Queen tiba - tiba berlari masuk ke kamarnya, karena mau ngambil baju dulu


Buru - buru Queen masuk ke kamar mandi untuk mandi. 25 menit Queen telah menyelesaikan acara mandinya, dia keluar kamar mandi sudah dengan keadaan segar kembali


Dia menjemur handuknya diteras belakang rumahnya, setelah beres dia menyusul kekasihnya yang sedang duduk santai. Terlihat dia tampak sibuk dengan ponselnya, Xiro juga bekerja ya meskipun jarang pergi ngantor


Cup... dengan beraninya Queen mencium harimau yang sedang tidur. Xiro terkejut langsung saja menoleh kearah kekasihnya itu


"Wahhh sudah berani sekali ya sekarang??? " godanya


"Aaampunn bang!! " teriaknya


Xiro menerjang menubruk tubuh Queen


"Kamu sudah berani mencium abang" ucap Xiro pelan sambil mengukung tubuh Queen diatas sofa empuk itu


Cup... kecupan melayang dibibir Queen


"Aaa abang turun " rengeknya


"Merengeklah abang suka" ucap Xiro sambil berbisik


Cup Xiro mencium bibir Queen dalam, menghentikan sejenak untuk mengambil nafas. Lalu menciumnya lagi bahkan sudah ******* dalam bibir manis Queen


Queen membalasnya juga, dirinya tidak mau kalah dengan Xiro. Dia bahkan memeluk erat tubuh kekasihnya itu, kedua tangannya mengalung dileher kekasihnya itu

__ADS_1


"I love u " ucap Queen


"I love u too baby" balas Xiro disela - sela mereka berciuman


Mereka melepas ciuman manis itu, sungguh Xiro tidak mau kebablasan. Dia masih bisa menjaga kewarasannya untuk menggagahi kekasihnya ini


"Ayok makan keburu dingin " ajak Queen


"Yes baby" jawab Xiro


Queen beranjak dari sofa empuk yang berada diruang tengah itu, dia berjalan menuju meja makan. Xiro mengambil tempat duduk disana, Queen mengambilkan makanan untuk kekasihnya itu


"Pakai sambel nggak?? " tanya Queen, yang tangannya masih sibuk mengambilkan makanan untuk Xiro


"Iya pakai" jawab Xiro


"Nih makanlah" kata Queen sambil menyodorkan makanan itu dihadapan kekasihnya


"Terimakasih cinta" kata Xiro lembut


"Sama sama abang" kata Queen sambil menatapnya teduh


Tidak lama dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri


"Selamat makan " ucap mereka serempak


"Hahahaa " mereka tertawa bersama


Sungguh pendangan ini terlihat seperti sepasang suami istri, tapi sangat disayangkan ternyata mereka masih bocah SMA yang sebentar lagi mau lulus sekolah


Mereka telah menyelesaikan acara makan malamnya, sungguh nikmat sekali kalau makan bersama - sama seperti ini. Sekarang duduk santai disofa ruang tengah tadi


"Bang besok Miko sudah mau pulang kan dari rumah sakit?? " tanya Queen


"Iya sayang, kenapa?? " tanya Xiro balik


"Aku mau nitip sesutu" ucap Queen


"Apa itu?? " tanya Xiro sambil menaikkan sebelas alisnya


"Sebentar barangnya ada dikamar, aku ambil dulu" kata Queen sambil berlari masuk ke kamarnya


Tidak lama Queen keluar lagi dari kamarnya, terlihat ada botol porselen lagi dibawanya kali ini bentuknya cairan berwarna ungu


"Nih bang" ucap Queen sambil menyerahkan botol porselen itu


"Apa itu sayang?? " tanya Xiro heran


"Ini ramuan supaya Miko bisa sehat kembali" ucap Queen santai. Padahal mah ramuan penawar lumpuh


"I ini kenapa kamu ngasih ini cuma - cuma?? Aku tahu ini pasti mahal sayang" kata Xiro terkejut


"Hmmm karena aku sudah menyayangi Miko bang, aku sudah menganggapnya seperti keponakanku sendiri" ucap Queen sambil tersenyum


"T tapi nggak begitu juga, aku bayar saja ya ini obatnya?? putusnya


"Nggak usah bang, ini memang aku membuatkan khusus untuk Miko" jujur Queen


"Ohh sayang terimakasih banyak" ucap Xiro sambil memeluk kekasihnya dengan sayang itu


Queen tersenyum senang


"Ini gimana cara makainya?? " tanya Xiro


"Ini abang kasih 1 hari 3x, ini abang tetesin ke makanannya atau diminumannya. Kasih 1 tetes aja lalu abang aduk merata. Pokoknya abang atur sendirilah seperti minum obat pada umumnya" ucap Queen


"Oh baiklah " ucap Xiro


"Pokoknya ini ramuan harus sampai habis" perintah Queen serius


Xiro hanya mengangguk saja sebagai tanda mengiyakan ucapan kekasihnya itu


"Yasudah ayok tidur, ini sudah malam juga" ajak Queen yang sudah meninggalkan kekasihnya diruang tengah itu sendirian


Queen masuk ke kamarnya tidak lupa untuk menguncinya, tidak lama Xiro juga masuk kedalam kamar yang dia tempati itu. Akhirnya mereka menyelami alam mimpi


Peringatan!!!! Bukan bacaan untuk anak - anak yang dibawah umur


Terimakasih yang sudah sempat mampir baca cerita karya Author yang pertama ini


Maaf kalau banyak cara penulisannya yang salah, Author juga masih pemula. Jadi mohon harap maklum ya. Author akan usahakan juga setiap hari untuk uploud ceritanya.


Yang Author inginkan sekarang itu bantuan dan dukungan dari kalian , tidak lupa jempol kalian untuk selalu vote, like dan kasih komen untuk cerita ini sebanyak - banyaknya

__ADS_1


😃😃😃😃😃


__ADS_2