The Queen

The Queen
Bab 22


__ADS_3

Setelah dikasih tahu ditempat mana Frenk Baker ini dirawat, Queen dan Xiro menelusuri lorong rumah sakit demi mencari ruangannya si tua bangkaa itu. Tidak lama mereka melihat sepasang emak dan anak setan yang duduk diruang tunggu pasien


Sintia yang mendengar 2 pasang kaki melangkah mendekatinya, seketika menoleh dan melihat siapa disana, ketika tahu siapa itu


" Kau ngapaian kau disini??" dengan menunjuk kearahnya dengan raut wajah memerah


" Saya hanya berkunjung saja " jawab santai


"Heh baru sekarang kau anak sialan mau datang kesini, aku juga dengar kalau kau tak sudi menemui keluarga angkatmu ini " Monica yang mendengar mamanya marah " itu seketika mendongakkan kepalanya dan ikut melihat siapa yang datang. Langsung saja terkejut siapa yang datang kemari, dia tidak menduga kalau anak sialan itu akan datang menjenguk ayahnya, dia juga melihat seseorang pria tampang yang berada dibelakangnya


"Loh kak, katanya tidak akan datang kesini, karena sibuk" dirinya langsung merubah raut wajah dan perkataannya dibuat lembuh


"Siapa yang bilang kalau saya tidak datang?? "sambil mengerutkan keningnya


"Waktu ditelfon tadi " santainya


" Hehhh saya bilang tidak berjanji ya, bukan berarti saya tidak akan datang dongg " jawabnya karena dirinya tahu kalau anak lampir ini lagi memutar balikkan fakta. Tanpa menunggu lama parsel buah itu dia sodorkan ke Sintia, dan berlalu mendekat ke arah kaca itu terlihat wajah seseorang yang terbaring dikasur itu, sungguh melihat tidak berdaya itu dalam hati Queen " Hahahaa inilah jika kau bermain - main denganku " dia akan membuat tua bangka itu tertidur lama, supaya emak dan anak setan itu mengeluarkan uang banyak" . Xiro yang melihat kekasihnya itu bengong menegurnya


" Kamu kenapa?? "


"Eemmm, aku agak kasian bang melihat dia wajah mengeriput dan lumpuh juga itu nantinya ketika dia sadar !!!" jawabnya santai


" Bang aku mau ke toilet sebentar ya, kamu jauh" dari mereka " perintahnya lalu pergi


Monica yang melihat interaksi mereka yang sangat dekat itu curiga


"Kak Xiro dekat sekali ya sama Queen?? "


" Hmmm " jawabnya cuek


" Ada hubungan apa kakak sama dia????"


" Itu bukan urusanmu " ketusnya dingin


...****************...


Didalam ruang ICU, seorang dokter yang baru saja masuk itu, menatap pasien itu agak lama dan mendekati kasurnya. Dan memeriksa alat" yang menempel ditubuhnya, tabung oxygen, infus. Setelah tidak ada masalah dokter tadi langsung mengeluarkan sesuatu dikantong jas nya, sebuah suntikan dan cairan, lalu dia menyuntikkan di infusnya, setelah dirasa cairan disuntikan habis dia menyudahinya " Itulah akibatnya jika kau berani menyinggung seseorang yang tidak sepatutnya kau singgung pak tua" katanya sebelum meninggalkan ruang ICU. Setelah keluar dia melihat emak dan anak itu, dan ada pria muda tampan disana. Sintia dan Monica mendekati dokter itu


"Bagaimana dok kondisi suami saya?? "


"Iya dok gimana kondisi ayah saya?? "


" Tetap sama nyonya, dia masih betah dalam komanya, semoga saja tn Frenk segera sadar" ucap dokter misterius


" Dokter ini gimana sihh, saya sudah bayar biaya rumah sakit mahal" , gitu aja kenapa tidak bisa membuatnya sadar " sombong Sintia


Xiro mendengar ucapan emak peot itu mendengus saja


"Ya kami juga seorang manusia nyonya bukan Tuhan kapan dia bisa bangun, jika nyonya sudah tidak mampu untuk merawatnya disini, bawalah pulang saja atau ke rumah sakit lain saya yakin prediksi saya dia kondisinya akan sama" dokter dingin itu


" Dasar dokter tidak berguna " marahnya


"Orang gila memang beda " gumam dokter itu langsung pergi dari sana dia tidak betah dengan ocehan emak peot itu


"Mama ini ngomong apa sihh, malu tahu disini ada kak Xiro " cetusnya


"Habisnya mama kesal Mon sama dokter tadi, meriksanya gimana sih gitu aja tidak bisa membuatnya terbangun" masih sibuk mengoceh


" Stop mah stopp, Monic tidak mau mendengar ocehan mama lagi" ketus Monica sambil menutup kedua telinganya dan pergi duduk


Dikejauhan Queen melihat sepasang emak dan anak itu sibuk mengoceh tak jelas


"Bang, ada apa dengan mereka?? "tanya ke Xiro

__ADS_1


"Ehh sayang, dokter tadi habis memeriksa ayah angkatmu, tapi hasilnya tetap sama dia tidak bangun dari komanya. Dan mereka tidak terima mendengar itu katanya capek bayar rumah sakit mahal" tapi tidak ada hasil " jawabnya sambil menatap dalam mata Queen


"Kamu juga lama sekali ke toiletnya?? tanyanya lagi


" Ahhh itu bang toiletnya penuh jadi aku menunggu!"


Monica melihat mereka dekat lagi pun tidak tahan untuk bertanya


"Kak Queen, ada hubungan apa sih sama kak Xiro?"


"Tidak penting juga kalau kamu tahu" dingin


" Kamuu!! " Monica geram mendengar jawaban dari mereka


"Bang ayo pulang aku sudah tidak betah lama" disini!!!" ajaknya


"Iya ayo sayang" sambil menggandeng tangan Queen


"Ka kalian pacaran kah???" tanyanya terbata - bata


"Hemmm " jawabnya kompak dan langsung pergi menjauh i Monica


"Kami pamit pergi dulu" pamit Queen ke Sintia


"Pergi saja sana" usirnya


...****************...


Queen dan Xiro sudah sampai dibasment parkiran mobil rumah sakit, Xiro mebukakan pintu sebelah kemudinya untuk kesayangannya


"Terimakasih bang" senyum Queen tercetak disana


"Samasama cantikk" sambil menutup pintu mobil dan memutar masuk ke dalam mobilnya. Xiro melihat Queen kalau setbealtnya belum terpasang. Xiro mendekatkan tubuhnya kearah Queen, Queen terkejut melihatnya


" Aaaa kenapa bang?? " sambil menahan tubuh Xiro


Setelah ciuman mereka terlepas seperti biasa kening mereka menyatu sambil menarik nafas dalam"


" Ayo kita cari makan malam dulu sebelum aku mengantarmu pulang " ucapnya cup kecupan dikening Queen


" Iya bang aku juga sudah lapar" ucapnya semangat


"Let's go"


20 menit mereka sampai direstoran, mereka masuk bersama sambil bergandengan tangan, sudah kayak truk gandeng saja


Mereka memilih makan dirooftop saja sambil melihat pemandangan kota di malam hari


"Mbakk" Queen memanggil pelayan


" Iya nona" pelayan itu


"Saya mau pesan makanan"


"Baik nona ini buku menunya" ucapnya ramah


Queen memilih makanan tidak lama sudah menemukan apa yang dia ingin makan


"Mbk aku mau pesan ini, ini, dan ini. Kamu mau pesan apa bangg?? " tanya ke Xiro


"Aku samain sama kamu saja" sambil senyum


"Sudah itu saja kak, untuk masnya itu samain aja makanannya "

__ADS_1


"Baik nona ditunggu dulu ya, 20 menit makanan akan kami antar" ucapnya sambil pergi dari sana


"Abang apa jadi ke markas habis mengantarkan aku pulang nanti?? " sambil natap mata Xiro


"Jadi sayang"


" Bang, aku minta jangan kamu ceritakan semuanya sama mereka, aku siapa. Abang hanya kasih clue aja ke mereka!! " pintanya


"Baiklah abang ngikut kamu saja" sambil memegang tangan sebelah Queen


" Terimakasih, aku hanya perlu waktu saja untuk muncul ke hadapan mereka. Musuh aku banyak bang perlu aku habisi satu persatu" jelasnya, sungguh beban yang dia tanggung sangat berat, dirinya ingin menjadi orang kuat masih saja cobaan demi cobaan yang telah mengepungnya


" Aku tahu itu sayang, apapun yang terjadi kamu hubungi abang langsung ya, abang akan mengusahakan membantu kamu" ujarnya


"Pasti bang aku akan menghubungimu" katanya. Tidak lama pesanan mereka berdua telah diantarkan


"Ini nona tuan pesanannya, silahkan dinikmati" semangatnya


"Terimakasih mbak" ucap Queen


"Samasama nona, kalau ada yang mau dipesan lagi, panggil saja saya" ujarnya sambil meninggalkan sepasang anak muda yang sedang kasmaran itu


Tidak lama mereka mulai menyantap makanannya


"Masakannya enak" semangat Queen. Xiro tersenyum saja mendengarnya, tampaknya Xiro juga sangat menikmati makanannya


25 menit mereka selesai makan, dan duduk santai sejenak agar makanan yang masuk ke perut mereka segera turun, diselingi dengan berbincang mengenai banyak hall


"Ayok pulang bang, aku sudah capek rasanya ingin segera tidur" ucapnya manja


" Ayok sayang" mereka berdiri dan pergi melangkah untuk bayar semua makanannya, setelah bayar Xiro mengantarkan Queen pulang dahulu. Sampai dimobil mereka masuk dan pergi dari sana


30 menit sampai depan rumah Queen


"Aku keluar bang" pamitnya


"Iya segeralah masuk rumah, jangan lupa dikunci rapat pintu atau jendelannya" perintahnya. Queen mengangguk saja


Dia melangkah kerumah dan masuk, setelah kekasihnya tidak terlihat Xiro melajukan mobilnya mengarah ke markas gengnya


Setelah Queen mengunci rumah dia mau memasuki kamarnya tiba - tiba pyarrr jendelanya pecah, Queen terkejut melihatnya dia melihat sebuah batu agak besar didekat kakinya itu terlihat terbungkus kertas disana, dia buka kertas itu melihat ada tulisan " AKU AKAN MEMBUNUHMU" ujarnya. Queen tidak kaget lagi ketika mendapatkan teror seperti ini, dia sudah terbiasa memang wajar jika dia banyak musuh dimana". Queen mengeceknya keluar siapa tahu dia melihat orang itu yang sedang menerornya, melihat kedepan, nengok ke kanan dan ke kiri, dari jauh dia melihat bayangan seseorang berdiri dibawah pohon, dari postur tubuhnya dia seperti perempuan. Karena dia memiliki anak buah yang menyebar dimana" dia menelponnya


Dunia telfon


" Tangkap seseorang yang ada dibawah pohon dekat rumahku sekarang juga, bawa dia ke markas!! " perintahnya


"Baik Lady "tut sambungan telfon. Tidak lama anak buahnya menangkap si peneror itu. Bisa dibilang anak buahnya ini bertindak cepat. Tidak lama dia mendapatkan telfon dari anak buahnya


" Dia sudah kami tangkap Lady " ujar anak buahnya


" Kerja bagus, besok malam aku akan kesana" tut dia mematikan telfonnya


Queen kembali masuk ke rumah dan mengunci pintunya, dia membersihkan serpihan kaca dilantai rumahnya, melihat sekelilingnya sudah tidak ada serpihan kaca tersisa, segera mengembalikan sapu ditempatnya kembali. Dia langsung memasuki kamarnya dan menuju kamar mandi, menggosok gigi dan mencuci wajahnya agar terlihat segar, keluar dari kamar mandi wajahnya dia keringkan dengan handuk khusus buat wajahnya saja, dirasa sudah segar dia menuju kasurnya dan tidur


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf saudara" kalau ceritanya tidak nyambung


Jangan lupa vote, like dan komen!!! Untuk karya saya yang pertama ini


__ADS_2