
Markas Black Eagle
Melihat kedatangan kingnya langsung saja anak buahnya membukakkan gerbangnya. Xiro memakir mobilnya ditempat yang sudah disediakan, melihat ada kendaraan lain disitu dirinya yakin kalau sahabatnya itu sudah datang menunggunya.
Xiro memasuki markasnya terlihat beberapa anak buahnya menyapanya, Xiro mengangguk saja sebagai jawaban sapaan para anak buahnya. Melihat para sahabatnya yang sedang duduk diruang tempat biasa mereka berkumpul
"Sudah sedari tadi?? " Bertanya sambil tos ala gaya pria
" Iya sudah 20 menit yang lalu kami disini" jawab Edward
" Lama amat bos datangnya?? "cetus Dito
"Habis cari makan diluar" jawabnya singkat, dia masih merahasiakan soal hubungannya dengan sang kekasih. Biarlah mereka tahu sendiri pikirnya
"Ohh begitu" jawab balik Dito
"Ada apa kalian tiba - tiba ngajakin buat ketemu?? " Xiro bertanya
Endro, Edward dan Dito tampak saling pandang
"Ehemmm. Begini bro, kita ingin bercerita denganmu " kata Edward gugup
" Soal apa?? " balasnya sambil menaikkan alis sebelah
"Gue mau cerita soal adik perempuan yang masih hilang " kata Edward sambil menghela nafas. Xiro masih setia mendengar ceritanya
" Apa loe tahu Queen, teman kita disekolah? "tanyanya lagi
" Semua tahu lah dia siapa, bahkan kita pernah makan bersama dicafenya Izzana dulu itu kan" balasnya, padahal dalam batinnya " Bahkan gue yang ngambil ciuman pertamanya, haha"
" Iya itu dia Ro, entah kenapa Mommy gue bisa mengatakan kalau dia begitu mirip dengan mendiang nenek waktu beliau masih muda dulu. Beliau ini Ibunya Mommy" serunya Endro
"Emang loe tahu gimana wajah mudanya mendiang nenek loe itu?? " katanya
"Gue sama Endro tahu Ro, kemarin aja gue baru dikasih tahu mommy"
"Terus apa yang kalian inginkan dariku?? "balasanya langsung
"Kita minta tolong bantu aku menanyainya Ro"
"Lah kenapa harus gue, ya kalian lah yang bertanya kepadanya. Kalian aja belum pernah berinteraksi dengannya kan, kalian hanya tahu kalau dia ini bisa mengobati orang, jadi dewi balap, bahkan menjadi Ladynya geng tersohor saja. Kalian aja belum pernah berbincang serius dengannya " kata Xiro panjang lebar
" Kami takut Ro, soalnya dia dingin banget kalau mau diajak ngobrol. Seperti ingin menerkam orang saja" bulu kuduknya seketika berdiri
"Bicaranya pelan - pelan, nggak harus to the point takutnya nanti dia menjadi tidak nyaman"
"Baiklah aku akan mencobanya, tapi gimana kalau malah mengganggunya. Kita jadi nggak enak lah Ro" Endro
"Loe kan punya nomor sahabatnya kan si Izzana itu coba tanyakan padanya Ndro!! " dataranya
" Iya deh gue tanyain dulu besok" gerutunya
" Terus apalagi yang ingin kalian sampaikan??" tanya Xiro
" Apa kau tahu suatu hal tentangnya??" Edward bertanya
" Eemmm yang aku tahu dia diangkat menjadi keluarga Baker sejak dia bayi sihh, dan dia juga diusir dari rumah milik Tn Frenk dengan anak istrinya, karena tidak menerima nilai jeleknya " jawab Xiro yang dalam hati sedih
"Kejam sekali, gue dengar juga Tn Frenk ini mengikuti sekte sesat ya?? Dan sekarang masih koma di RS"
"Iya dia ikut pemujaan sekte sesat selama ini hingga saat menjelang bulan purnama merah 2 hari yang lalu " jawabnya
" Mungkin itu karmanya kali ya, sudah menyakiti orang" Dito ikut menjawab. Xiro mengangguk saja
" Yasudah kita pulang saja sudah malam, kapan" kita ajak Queen mengobrol" suruh Xiro
" Baiklah " ucap semua sahabatnya
...****************...
__ADS_1
Dipagi hari Queen mulai bangun dari tidur nyenyaknya, dan bergegas ke kamar mandi untuk menggosok dilanjut cuci muka, setelah beres dia keluar kamar lalu menuju dapur untuk masak buat sarapannya. Kali ini dia membuat bubur manado saja dan segelas teh hangat, 30 menit masakan Queen sudah jadi dia tata dimeja makan dahulu
"Gue koq lupa sih kalau kemarin mencuci baju, gue angkat jemuran dulu deh baru sarapan" ujarnya
Queen buru - buru menuju ke belakang rumah demi mengangkat jemurannya
"Dah lah gue tarok dulu dikamar nanti saja gue lipatnya" gerutunya sampai kamar dia narok baju " bajunya semua diatas kasur, setelah itu kembali ke meja makan. Tidak lama setelah 25 menit sarapan, dia mencuci semua peralatan makan dan alat memasaknya tadi hingga bersih.
" Gue ngantor aja kali ya, dari pada nggak ngapa - ngapain" gerutunya, dia memutuskan untuk pergi kekantor. Dia bersiap - siap untuk mandi, sebelum itu dia melihat ponselnya ternyata ada pesan masuk dari kekasinya
Dunia Chat
Xiro " Selamat pagi sayang 😘
Queen " Pagi juga bang 😊
Xiro " Sudah sarapan?? "
Queen " Sudah bang baru saja"
Xiro " Bagus, lalu hari ini mau kemana"
Queen " Hari ini mau ngantor bang"
Queen " Yasudah aku mau mandi dulu bang"
Xiro " Oke sayang 😘
Setelah balas chat sebentar, dia segera pergi ke kamar mandi untuk mandi. 25 menit dia mandi segera keluar dari kamar mandi dan berganti baju. Kali ini dia memakai baju informal atasan kemeja bawahan celana kulot, dirasa sudah rapih dia mengambil tas yang isinya ponsel dan dompet saja.Setelah semua siap baru dia berangkat ke kantor
Dia menelpon anak buahnya
Dunia Telfon
" Bawakan saya mobil, saya mau ke kantor. Dan suruh anak buahmu untuk membetulkan kaca jendela rumahku" perintahnya
"Lady " panggil anak buahnya
" Iya, mana anak buahmu yang mau membenarkan kaca rumahku"
" Dia menunggu diluar Lady, karena dia tidak berani masuk "
"Suruh kemari" pintanya ,anak buahnya langsung memanggilnya
"Iya Lady " jawab AB 2
" Tolong kau benarkan kaca rumahku ya, sebelum aku pulang kerja kaca rumahku sudah selesai dibenarkan" suruhnya
"Baik Lady akan saya kerjakan"
" Saya berangkat dulu" katanya sambil berjalan menuju mobilnya
Mobil yang dipakai Queen
Jam tangan Queen
Queen mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalanan sudah ramai pengendara lain, dari yang berangkat sekolah, ada yang berangkat kerja
Sampai ditempat banyak pasang mata yang melihat mobil mewah masuk ke pekarangan perusahaan, dia memakirkan dibasment khusus pemilik perusahaan, Queen keluar dari sana dengan menggunakan topi dan masker untuk menutupi identitasnya.
Ketika masuk perusahaannya dan menuju lift khusus CEO tiba - tiba ada yang berani menghalangi jalannya
"Hey siapa kau berani masuk lift khusus CEO, apa kau pekerja baru diperushaan ini??" Queen memberhentikan langkahnya dan menoleh ke orang itu yang sudah berani menghalanginya. Dia melihat karyawan wanita yang memakai baju ketat dan memperlihatkan semua lekuk tebuhnya
"Yakk aku ini bertanya " bentaknya, karyawan lain yang melihat itu terkejut berani - beraninya karyawan baru membentakknya. Tidak tahu kah dia kalau itu CEO mereka
__ADS_1
"Siapa kau ini beraninya menghalangiku?? "dinginnya dan menatap tajam ke arah wanita itu
Wanita itu jadi takut ketika orang itu menatapnya tapi dia tidak memperlihatkannya, dari sorot matannya saja Queen tahu kalau dia ketakutan
"Ya saya CEO disini" sombongnya, membuat karyawan lain yang mendengar itu ingin mengumpatnya
"Oh iya, sejak kapan CEO di perusahaan inu berani menampakkan wajahnya ke tempat umum. Yang saya tahu CEO nya ini kemana - mana selalu memakai topeng" dinginya. Karena Queen tidak memakai topeng khusus CEO jadi banyak yang tidak tahu kalau dia itu CEO yang digosipkan itu
" Ya saya ingin saja melepas topengnya, emangnya kenapa toh itu urusan saya" sewotnya
"Jika kau CEO nya pasti tahu lah nama lengkapnya siapa"
" Tidak perduli saya mengenai nama lengkapnya, karena memang saya yang menjadi CEO sini" tetep ngeyel juga ternyata
" Siapa yang membawamu ke perusahaan ini? Pasti kau selalu melayaninya sehingga dia mau membawamu kesini" ejeknya
Plakkkk seketika tamparan keras dilayangkan olehnya
" Apa kau tidak diajari berbicara sopan santun dan menghormati orang lain yang berada dibawahmu?? Jangan mentang - mentang kau orang berpunya terus seenaknya menghujat orang lain" katanya dingin mencekam
"Orang sepertimu ini tidak pantas mendapatkan rasa hormatku" wanita itu mendelik
Plakkk plakkk bugh bugh
Queen menghajar wanita itu hingga tidak berdaya, karyawan lain yang melihat itu dibuat begidik ketakutan. Rion yang baru keluar lift dibuat terkejut
" Nona " sapanya Rion. Wanita itu yang sudah tersungkur itu mendongkkan kepalanya
" Tuan tolong saya, dia menyakiti saya Tuan " raut wajah yang dibuat sedih sambil menunjuk kearah Queen
Rion menoleh kearah wanita itu yang masih terduduk dilantai
" Apa yang kau lakukan padanya?? " tanya Rion dingin
"Saya melarang orang ini untuk memakai lift khusus CEO Tuan, tapi dia tetap ngotot diberitahu"
" Rion hari ini saya akan menghukumu, karena menyeleksi karyawan sampah sepertinya " ketusnya
"Hey siapa kau berani hukum Tuan Rion?? " teriaknya
"Diamlah kau wanita sialan, tidak tahu kah kau ini bahwa dia itu CEO di perusahaan ini " bentaknya karena sudah geram dengan celotehan wanita itu
"A aapa dia CEO perusahaan ini?? Itu tidak mungkin, jika CEO nya kenapa pakaiannya seperti ini, seperti orang miskin" cetusnya
"Emangnya kenapa kalau saya memakai pakaian seperti ini, apa pakaian mencerminkan bahwa dia itu CEO. Banyak di dunia ini orang berpakaian biasa, tapi dia menjadi CEO besar. Mangkanya jangan pandang orang dari penampilannya saja, dan lihatlah pakaian yang kau pakai itu seperti orang yang haus akan belaian saja " ketusnya
Jlebbb perkataan Queen membuat semua karyawan disana merasa malu, mereka tertampar dengan perkataannya. Mereka selalu semena - mena dengan orang yang menurutnya dibawahnya
"Rion pecat dia sekarang saya tidak mau mempunyai karyawan sepertinya. Lain kali kalau mau merekrut orang jangan asal pintar, cerdasnya saja tapi juga attitudnnya itu perlu" ucapnya dingin langsung pergi
" Tidak tidak ampun nona maafkan saya" teriak wanita itu, dalam hatinya mana dia tahu kalau dia itu CEO nya
Queen tidak menghiraukannya lagi, sungguh pagi - pagi sudah dibuat tidak mood saja
" Kau pergi keruang HRD minta gajimu sekarang kalau kau sudah dipecat. Dan ingat kalian semua apa yang diucapkan oleh Lady, jangan pernah menyinggungnya jika kalian berani menyinggungnya akan benasip seperti wanita ini" tuturnya dan pergi meninggalkannya
Kali ini sungguh wanita itu menyesal telah menyinggung seseorang, dan wanita itu segera pergi keruang HRD
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
Semoga seru yaa??? Dan maaf kalau masih berantakan cara menulisnya, kritik dan saran bisa diajukan
Jangan lupa vote like dan komentarnya!!!
__ADS_1