The Queen

The Queen
Bab 31


__ADS_3

Kring kring kringg....tanda bell pulang sekolah telah berbunyi, menandakan pelajaran harus segera usai


"Ingat pesan Bpk ya!! Belajar berikan nilai terbaikmu ketika ujian kelulusan nanti" ucap sang guru yang mengingatkan


"Baik pakkk" ucap siswa serempak


"Baiklah kalian boleh pulang, terimakasih untuk pembelajaran hari ini " kata guru itu sambil berjalan keluar dari kelas


Para siswa siswi yang sudah siap pulang itu segera keluar dari kelasnya, begitu pun juga Queen dan Izzana


Mereka berdua berjalan menuju parkiran sambil berbincang - bincang


"Queen gue semalam diikuti seorang" kata Izzana


"Siapa ??" tanya Queen sambil menoleh kearah Izzana


" Entahlah dia mantau gue dari kejauhan " jawabnya santai


"Kau dibuntutin siapa Zaa ?? " tanya seseorang tiba - tiba


Queen dan Izzana mendengar seseorang menyahut itu menoleh, ternyata Xiro dan kawan - kawannya berada dibelakang mereka


" Hmmm gue gatau Ndro " balas Izzana santai. Iya yang bertanya tadi itu si Endro


" Koq masih santai - santai saja sihh " ucap Endro agak sewot


" Ya selama orang itu nggak ngusik gue duluan ya gue biarin dulu. Tunggulah kalau orang itu macam - macam gue juga tidak akan tinggal diam , loe tenanglah " ucap Izzana sambil menangkan


" Baiklah kalau ada apa - apa hubungi saja gue " pesan Endro. Izzana mengangguk saja


" Queen kita boleh main kerumah loe nggak ??" tanya Edward


" Hmm boleh " jawab Queen santai


" Baiklah kita pergi sekarang " ajak Xiro


Disisi Monica


Monica yang mendengar kalau mereka mau pergi kerumah Queen itu berniat ingin membuntutinya, selama ini dia ingin tahu Queen tinggal dimana


Melihat Queen dan yang lainnya mau pergi itu segera dia membuntutinya dari jarak jauh. Tiba - tiba Queen melajukan motornya dengan kecepatan tinggi , ya otomatis teman - temannya juga mengikutinya


" Sialan kenapa kenceng banget sihh naiknya??" ucap Monica kesal,


Dia ikut - ikutan mengejar motor Queen, dirinya tidak mau kalau ketinggalan jejak Queen. Tapi tetap saja dirinya tetap ketinggalan, ya namanya juga pembalap ya mau gimana lagi dikejar juga nggak akan sampai


" Argghhh bodoh gue ketinggalan jejak lagi " teriaknya kesal


" Dahlah gue balik aja " ucapnya lagi


Monica tidak jadi mengejar Queen lagi, dia memutuskan untuk pulang saja kerumahnya


Disisi Queen


Queen merasakan ada yang sedang membuntutinya itu menengok kearah spion motornya, bisa dia lihat jelas kalau itu Monica


Tanpa menunggu lama dia menarik gasnya lebih kencang lagi, teman - temannya yang melihat itu kebingungan kenapa melaju kencang sekali, tapi bodo amatlah tetap diikuti saja


Tidak terasa selama 35 menit perjalanan ,mereka sampai dirumah mungil milik Queen . Kendaraan mereka ditaruh digarasi sebelah rumah Queen


Ngomong - ngomong garasinya agak luas ya, muat kalau ditaruh 6 - 7 motor. Tiba - tiba Dito bertanya kenapa Queen mengendarai motor laju sekali


" Queen loe tadi kenapa ngendarain motor laju sekali??" tanya Dito penasaran


" Kita tadi dibuntuti orang " jawabnya santai sambil membuka pintu rumahnya


" Masuklah " tambah Queen


" Emmm oke terimakasih " ucap Xiro mewakili, sebenarnya yang juga penasaran


" Siapa yang membuntuti kita ??" tanya Edward


" Monica " jawabnya Queen cuek


" Kalian tunggulah dulu disini, gue ganti baju dulu. Kalau kalian mau ganti disebelah dapur ada kamar mandi " ucap Queen sambil pergi menuju kamarnya

__ADS_1


" Oke " jawab Izzana


Queen sudah didalam kamarnya segera ganti baju, kali ini menggunakan baju santai saja karena memang tidak kemana - mana kan


Tidak lama Queen keluar dari kamar dan menghampiri mereka yang berada di ruang keluarga, Queen lagi - lagi duduk disebelah Xiro


" Ngomong - ngomong cabe rawit tadi ngapain buntutin kita ??" tanya Izzana heran


" Penasaran yang jelas " jawab Queen cuek


" Kenapa ??" kali ini Xiro yang bertanya


" Karena kalian mau main kerumah gue , otomatis itu mengundang penasarannya. Apalagi selama ini dia tidak tahu gue tinggal dimana " jawab Queen datar , ting tong bell rumah Queen berbunyi


Dito yang agak dekat dengan pintu rumah itu inisiatif membukanya


" Iya bang siapa ??" tanya Dito sambil menelisik pakaiannya, seperti kurir makanan saja


" Ini saya kurir pengantar makanan, apa benar ini rumah kediaman nona Queen ??" tanya kurir itu memastikan


" Iya benar itu teman saya " kata Dito


" Ini pesanan nona Queen tuan " ucap kurir itu sambil menyodorkan paperbag berisi berbagai macam makanan


" Oiya terimakasih " ucap Dito


" Sama sama tuan, kalau begitu saya permisi " pamit kurir itu


" Iya baiklah, ini tips buat anda " kata Dito sambil memberikan beberapa lembar uang merah


Kuiri makanan tadi pergi ,Dito kembali masuk kedalam rumah sambil menenteng paperbag berisi makanan tadi


" Queen tadi ada kurir pengantar makanan " kata Dito


" Oohh sudah datang ternyata, loe taruh di dapur dulu " ucap Queen, sambil beranjak menuju dapur diikuti oleh Izzana


" Taruh sini saja, loe kembali lah lagi keruang tadi " usir Queen


" Iya iya gue kesana " gerutunya sambil pergi dari dapur


" Maaf ya gue hanya bisa mesan, belum sempet masak gue " ucap Queen


" Nggak apa - apa " ucap Xiro lembut


Teman - temannya kembali heran ketika mendengar nanda lembut dari Xiro, sering terjadi jika Xiro berbicara dengan Queen selalu memakai nada lembut


" Ro loe pacaran ya sama Queen ??" tanya Edward tiba - tiba


" Uhukk uhukkk ehemmm " sontak perkataan Edward tadi membuat Queen yang asik makan menjadi tersedak


Spontan Xiro ngasih minumannya kearah Queen, tanpa sadar Queen juga menerimanya dengan senang hati dan meminumnya


"Hmmm iya " jawab Xiro singkat


" Iya apaan woyy ??" tanya Dito heboh


" Iya gue pacaran" jawab Xiro santai


" Whatttt !!!! sejak kapan ??" ucap mereka bersamaan, Queen diam saja


" 1 bulan yang lalu " santai Queen yang ikut menimpali


" Gilaaa kenapa gue bisa tidak tahu " ucap Izzana syok mendengar kalau sahabatnya ini pacaran


Sang pelaku utama hanya diam saja, tiba - tiba ponsel Xiro berbunyi


Drett drett dreettt


Dilihat nama peneleponnya adalah mamanya


" Hallo Mom, kenapa ??" tanya Xiro


" Hiks hikss Ro keponakan kesayanganmu tertabrak mobil, sekarang dliarikan kerumah sakit " tangis Mommy Rima


" Apaaa!!! Kenapa bisa??" tanya Xiro panik

__ADS_1


"Kamu kesinilah nanti Mommy ceritakan" perintah Mommy Rima


" Dirumah sakit mana Mom??" tanya Xiro


" Di K.L.H Hospital, buruan nak Daddymu juga sebentar lagi kesini " ucap Mommynya


" Iya iya Mom Xiro kesana " ucap Xiro sambil mematikan telfonnya


" Ada apa Ro ??" tanya Queen


" Keponakanku Miko sayang " kata Xiro cemas


" Keponakanmu kenapa??" tanya Queen


" Miko kecelakaan sekarang dibawa kerumah sakit" kata Xiro


" Tunggu apa lagi, ayo kesana " kata Queen tegas agak tenang


Mereka berenam memutuskan untuk pergi kerumah sakit, Xiro berboncengan dengan Queen, Endro dengan Izzana dan Edward dengan Dito


" Kamu yang tenang " ucapnya lembut sambil mengusap dada Xiro. Xiro mengangguk saja karena ada kekasihnya dirinya agak mulai tenang


" Dirumah sakit mana??" tanya Queen


" Di K.L.H Hospital" ucap Xiro, Queen mengangguk saja


Mereka berenam melajukan motornya menuju kerumah sakit guna melihat keponakan Xiro, perjalanan memakan 35 menit sampai dirumah sakit


Menaruh motor mereka diparkiran motor, motor mereka saling berisisihan. Segera mereka berlari masuk kedalam, menemui meja resepsionis dahulu guna menanyakan tempat Miko dirawat


" Sus pasien atas nama Miko korban kecelakaan dimana ??" tanya Queen dingin dengan sorot mata tajam


" S s saya cek dahulu nona " kata suster itu gemetar ketakutan


" Pasien atas nama Miko ada berada di ruang ICU nona " kata suster itu


" Terimakasih " ucap Queen dingin sambil pergi dari meja resepsionis


Mereka segera berjalan mencari ruang ICU disana, terlihat Mommy Rina dan Daddy Miller sedang menunggu disana


" Mom Dad " panggil Xiro, sontak saja orang tuanya itu menoleh


" Bagaimana keadaan Miko ??" tanya Xiro


" Kita masih belum tau, dokternya belum keluar sedari tadi " jawab Daddy Miller


Xiro mendengar itu hanya menghela nafas saja, Queen mendekati kaca ruang ICU itu dia ingin tahu si Miko ini. Bisa dia lihat seorang anak kecil sekitar usia 5 atau 6 tahun itu terbaring lemah disana


" Apa itu Miko??" tanya Queen


" Iya itu Miko " jawab Xiro pelan


Mereka masih menunggu lama disana, sampai dokter yang sedang memeriksa Miko itu keluar dari ruang ICU


Ceklekk pintu terdengar dibuka, yang lain mendengar itu segera berdiri menghampiri dokter itu


"Dok bagaimana keadaan Miko ??" tanya Daddy Miller


Dokter mendengar itu jadi tidak tega memberi tahukan keadaan pasiennya, tapi gimana lagi itu sudah keharusan keluarga harus mengetahui kedaan pasien


" Begini tuan pasien bernama Miko ini kondisinya dinyatakan kritis,sungguh saya meras berat memberitahukan kondisi pasien saat ini" ucap dokter itu sedih


Mereka yang mendengar itu terkejut


" Apaa kritis dok??? Hiks hikss kira - kira sadarnya kapan dok ??" tanya Mommy Rima


" Saya belum bisa mematikan nyonya kapan pasien ini akan sadar, semoga saja tidak lama dia segera sadar, kita akan selalu memantau keadaan pasien " ucap dokter itu


" Apa boleh menjenguknya kedalam dok ??" tanya Xiro sedih


" Saat ini pasien masih belum bisa ditemui, tunggulah kalau pasien sudah sadar bisa langsung ditemui " kata dokter itu


" Husttt terimakasih dok " ucap Xiro lemas


Mereka semua sungguh merasakan kesedihan mengenai kondisi Miko, terutama Queen dia juga sedih mendengar itu, dia tidak tega jika anak kecil tersiksa dengan alat - alat medis seperti ini

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir baca karya pertama Author


__ADS_2