
Xiro yang melihat Queen yang sedang sibuk dengan berkasnya itu langsung berinisiatif untuk membantu menyelesaikan
"Sayang apa boleh abang bantuin mengerjakan?? " bertanya sambil menatapnya lekat
" Emmm boleh kalau tidak merepotkan abang" jawabnya
" Abang tidak merasa direpotkan koq " katanya lagi sambil mengambil salah satu berkas dimeja
Mereka hanyut dalam perkejaan masing - masing, tidak terasa Queen menyelesaikan pekerjaannya, begitupun Xiro
Queen bereskan semua berkas yang ada dimeja menaruhnya kembali ke kamar
"Ayo diminum bang minumannya!! " suruh Queen
" Iyaiya diminum" jawabnya sambil meraih gelas dimeja
" Sayang apa kamu tahu kalau kedua kakakkmu ini ingin mengajakmu bertemu?? " tanyanya
" Sudah bang Izzana yang mengasih tahu aku kemarin malam ditelfon
" Terus tanggapanmu gimana soal ini?? "tanyanya
" Iya gak gimana - mana sihh, Queen ada rencana sendiri" balasnya sambil senyum tercetak dibibirnya
Cupppp... dikecuplah bibir Queen sama Xiro
" Kalau boleh tahu apa rencanamu?? " bertanya - tanya
" Kasih tahu tidak ya??? Lihat sajalah besok haha " jahilnya
" Yakkk sayang kamu ini " teriak gemas
" Hehe. Abang mau ikut aku nggak keluar malam ini?? " tanya Queen
" Kemana malam - malam begini?? " sambil melotot
" Kesuatu tempat " jawabnya sambil menahan senyum
" Iyaaa tapi kemana sayang kemana?? " melotot lagi
" Rahasiaa hahaha " ketawa Queen sambil berlari memasuki kamarnya untuk ganti baju
Xiro yang baru melihat tingkah kekasihnya itu dibuat melongo, biasanya tuh orang selalu jaga image dan bersikap dingin kalau tidak wajah datar
Ckleekkk tidak lama Queen mengganti bajunya, Xiro melihat penampilan kekasihnya itu langsung terpesona
Baju yang dipakai Queen dan rambutnya
Dan topengnya
Dan topengnya
" Ayo berangkat bang!! " ajaknya
" Hah memang jadi beneran keluar ini?? " tanyanya heran
" Iya jadilah buruan ikut apa tidak, kalau tidak yaudah disini aja tapi rumahnya aku kunciin" balasnya mengancamn, dan berjalan keluar rumah
" Iyaiya abang ikut" sambil berlari menyusul kekasihnya
Mereka keluar dari rumah bersama - sama dan menaiki mobil Xiro
Mobil Xiro
" Ini jalannya kemana sayang?? " tanyanya bingung
" Udah jalan lurus saja dulu" kata Queen santai
Disepanjang jalan raya Xiro mengadari kemudinya drngan kecapatan sedang karena hari sabtu jalanan ramai. Mereka berhenti dilampu merah terlihat ada perempatan jalan disana
" Apa ini masih lurus saja?? " tanya Xiro
" Iya bang masih lurus saja"
1 jam mereka dijalan tiba - tiba Xiro melihat kanan kirimya ini adalah sebuah hutan tanpa penerangan lampu sama sekali dan ada jalan kembar disana, hanya lampu mobilnya saja yang menerangi. Mobilnya berhenti dulu
" Sayang ini kita kemana ada jalan kembar disini"tanyanya masih heran
" Abang ambil jalan kanan saja lurus saja sampai menemukan air terjun" pinta Queen
" Bener ini ya aku ambil jalan kanan?? "tanya meyakinkan
"Iya abangg"
Xiro melajukan mobilnya pelan melewati jalan kanan lurus saja sampai menemukan air terjun seperti buatan disana tapi sangat indah jika dipagi hari atau siang hari, berhubung ini malam jadi tidak kelihatan
"Apa ini jalan buntu?? Ini tidak ada jalan lagi" tanyanya bengong
" Sebentar" ucapnya
Queen memencet sebuah tombol remot kontrol kecil didalam sakunya klikk bunyi tombol
__ADS_1
" Jalan lurus lagi bang"
" Haaa kita akan nembus air terjun itu??" tanyanya sambil menunjuk kearah air terjun itu
" Iya buruan " katanya
Xiro mau tidak mau menuruti apa kata kekasihnya itu, dia mulai mengemudikan mobilnya dan menembus air terjun itu blessssss bunyi air ditabrak
Lagi - lagi Xiro terpesona setelah melewati air terjun tadi, sekarang dia melihat tampak gerbang besi dalamnya seperti sebuah mension mungil, tapi entah dalamnya seperti apa, sungguh kekasihnya selalu saja punya teka teki
" Apa ini tempatnya sayang?? " tanya Xiro
" Iya bang ayo jalan kearah bangunan didepannya itu" tunjuk Queen mengarah ke bangunan itu
Xiro menurut saja mobil dikemudikan lagi menuju kearah bangunan itu, Queen mulai memakai topengnya seketika auranya berubah didalam mobil itu. Xiro lagi - lagi terpesona dengan kekasihnya karena aura mengesankan ini
Sampai digerbang anak buah yang menjaga gerbang itu menghampiri mobil yang nampak asing menurutnya
Tok tok tok bunyi kaca mobil diketuk, kaca mobil Xiro diturunkan sedikit
" Heyy kenapa anda disini, apa tersesat bung?? " tanyanya tegas, anak buahnya ini masih belum menyadari didalam mobil juga ada Ladynya
" Saya mengantar dia" katanya sambil nunjuk Queen. Seketika anak buah yang melihat itu terkejut
" Ladyy, maaf saya tidak mengetahui kalau ada Lady disini " ucapnya menyesal sambil menundukkan kepala
" Hmmm penjagaan yang bagus saya suka itu tidak mudah percaya dengan orang asing pertahankan itu. Lain kali kalau bicara menatap orangnya jangan melihat lainnya " Ucapnya dingin tegas
" Baik Lady , terimaksih banyak " ucap AB itu
" Tolong kau buka gerbangnya kita mau masuk" suruhnya tegas
Dibukakkan gerbang itu oleh anak buahnya, tanpa menunggu lama Xiro memasuki ke pekarangan mension mungil
"Selamat datang di markas Los Antraxz bang" ucapnya tegas
"Ahh ini markas Los Antraxz, terimakasih sambutannya sayang " Xiro tersenyum
" Ayo masukk " ajak Queen
Anggotanya yang melihat Lady mereka membawa seorang pria asing dibuat terkejut, karena belum pernah Lady mereka membawa seseorang kesini. Mungkin orang spesial gitulah pikirnya
Queen berjalan masuk diikuti oleh Xiro dibelakangnya
"Dimana Mario?? " tanya pada anggota yang ada didekatnya
" Tn Mario ditempat biasanya nona, menjaga sirkuit balap disana " jawab anggotanya tegas
" Baiklah, apa kau sudah menangkap tikus itu?? "
" Sudah Lady, dia berada diruang biasanya"
" Siapa yang kamu maksud sayang?? " tanya Xiro
" Kemarin malam waktu abang nganterin aku pulang, aku sempat diteror orang" jawabnya santai
" Apaa kenapa siapa yang menerormu? " tanyanya marah
"Belum tahu makanya aku menyuruh salah satu anggotaku untuk menangkapnya" sambil terus melangkah ke ruangan yang dituju
Geng milik Queen ini tidak hanya jago balap saja, mereka semua di didik untuk bisa bela diri dan memakai senjata api. Isinya juga anak - anak konglomerat. 100 anggota ini kuat - kuat semua, anggota inti hanya 7 orang saja
Sebenarnya Izzana juga termasuk anggota inti di gengnya, tapi Izzana tidak mengetahui kalau Queen ini Ladynya. Soalnya Ladynya ini tidak pernah muncul disekitaran markas, suka sembunyi". Tapi Queen tahu kalau Izzana masuk ke gengnya
Mereka memasuki sebuah ruangan yang sedang dijaga oleh anggotanya
" Bukakkan pintunya " dingin mencekam. Xiro dibuat merinding dibuatnya
Setelah dibukakkan pintu, mereka berdua masuk kedalam sebuah ruang puti ada kasur disana. Tempat penyiksaan jenis ini dibuat Queen untuk lawannya supaya mentalnya terguncang
" Wowwww sungguh membuatku terkejut" ucapnya dingin
Gimana tidak terkejut orang yang menerornya adalah mantan pegawai ditoko sepatu yang Queen beli
Xiro juga ikut terkejut karena tahu siapa dia ini, karena Xiro juga ikut melihat bagaimana dia meremehkan kekasihnya. Sekarang dia ada dihadapannya
" Siram dia dengan air es " suruh pada anggotanya
" Baik lady " tidak lama anggotanya membawa wadah berisi air es. Byurrrr disiram langsung kearah tawanan itu
" Aaaa dingin " teriaknya sambil menggigil hebat
" Kenapa kalian menangkapku?? " tanyanya marah
"Lepaskan gue sialan " bentaknya
Plaakkkk bunyi tamparan keras " Siapa kau berani berteriak padaku " salah satu anggotanya marah
" Dasar orang rendahan kalian semua " teriaknya
" Mulut sampahmu itu memang perlu kurobek saja" suara dingin mencekam
" Siapa itu?? " teriak ketakutan, dia tidak bisa melihat karena orang itu berada diujung yang gelap tak terlihat
" Marlena mantan pegawai toko sepatu. Anda tidak akan bisa lolos dari tangkapan saya" dinginnya
" Siapa kau berani - beraninya, tampakkan wajahmu itu jangan jadi pengecut" bentaknya
__ADS_1
Plaakkk plakkkk suara tamparan dilayangkan oleh salah satu anggotanya
" Sialann kau ini" bentak anggotanya
" Kau tidak layak mengetahui siapa aku, yang harus kamu tahu aku akan membalas semua kejahatanmu pada seseorang hingga meneror rumahnya. Lihat saja aku akan membunuh dahulu sebelum kau berkeinginan membunuhnya" dinginnya
" Kau keluar sekarang aku bilang" teriaknya membuat telinga orang disana merasa sakit
" Dasar sampah tidak berguna, ingin rasanya aku membunuhmu sekarang juga" marah Xiro yang mendengar makian dari Marlena ini
" Kau ingin tahu siapa saya?? " dinginnya
" Iya tunjukkan kepadaku sialan, aku percaya kalau kau ini memiliki wajah yang jelek " ejeknya yang masih berani
Perlahan Queen mendekati kursi tempat tawanan yang disandra. Marlena melihat itu sungguh merasa takut melihat aura kejamnya
" Haha aku percaya kalau kau ini memang jelek" dengan percaya dirinya
" Kau suntikan cairan yang biasanya aku gunakan untuk menyiksa musuh!! " tunjuk Queen kepada anggotanya
Setelah anggotanya membawa suntikan beserta cairannya dan segera menyerahkan kepadan Ladynya
" Ini Lady " kata salah satu anggotanya
" Hmmm " jawabnya sambil meraih suntikan itu
" Pegang dia jangan sampai bergerak" perintahnya
Queen suntik berisi cairan khusus buatannya itu kebadan Marlena. Ini akan membuat musuhnya berhalusinasi hungga berefek menjadi depresi berat, 2 minggu bisa dinyatakan meninggal jika tidak tahan
" Tidakkk jangann " teriaknya ketakutan
Plakkk " Diam bodoh " bentak Queen sambil menamparnya
Setelah cairan tadi sudah masuk semua ketubuhnya, Queen melepas topengnya, Marlena yang melihat wajah yang akhir - akhir ini dia teror itu
" Inilah akibatnya jika berani kepadaku, karena kau sudah berani menerorku kemarin malam " menatapnya tajam
" Itulah salahmu karena kau aku dipecat dari tempat kerjaku " teriaknya
Bughhh bughhh
" Itu karena pelayananmu yang bodoh seolah - olah kau paling kaya didunia ini, kau hanya seorang pelayan beraninya kau meremahkan pelanggan yang terlihat dibawahmu" kali ini Xiro ikut menjawab
Bughh Queen memukul tengkuknya biar pingsan, karena dirinya juga sudah muak mendengar celotehannya
" Kau buat dia seperti seolah olah habis berhubungan intim dengan pria hidung belang dan kirim dia ke rumahnya" suruh pada anggotanya
" Baik Lady " anggotanya langsung melepaskan tali yang mengikat tubuhnya dan membawa pergi
Queen dan Xiro juga keluar dari ruang penyiksaan itu
" Sayang aku tidak menduga kalau dia menerormu" sambil menoleh kearah Queen
" Aku juga, 2 hari terakhir ini aku tahu dia sedang memantauku dari kejahuan setelah dia dipecat dari pekerjaannya"
" Aku diam saja karena ingin tahu sampai mana pergerakannya itu hingga sampai kemarin malam dia melempar kaca rumahku menggunakan batu, dia mengancam akan membunuhku. Sebelum itu terjadi aku bertindak dulu" jawabnya panjang lebar
" Brengsek jika aku tahu ini tidak akan pulang duluan, maafkan aku sayang" mohon Xiro
" Sudah abang tidak perlu minta maaf kepadaku, ini bukan salah abang. Ini takdir aku yang memiliki banyak musuh dimana - mana" kata Queen
" Tapi kenapa dia kamu bebaskan??"
" Aku tidak melepaskannya begitu mudah. Tadi aku membuat dia berhalusinasi seperti aku akan membunuhnya nanti berefek depresi dan berujung kematian" tegasnya
" Woow wow kamu hebat " sambil memberi jempolnya
" Yasudah ayok kita pulang bang " ajaknya
" Iya sayang" jawabnya
...****************...
Dilain tempat anggotanya Queen meletakkan tubuh Marlena di teras rumahnya dan tok tok tok, setelah mendengar jawaban dari dalam rumah, langsung saja anggota Queen itu pergi dari sana dan mengintip dari kejauhan
" Marlena, kamu kenapa nakk?? " teriak ibu paruh baya itu terlihat panik
" Mas Marlena mas " teriaknya lagi dengan memanggil suaminya ibu itu
Tidak lama suami dari ibu itu berlali menghampiri dan mengangkat Marlena masuk ke dalam rumah
Anggota Queen yang melihat itu dari jauh langsung pergi dari sana
" Heh itulah berani - beraninya membangunkan singa yang tertidur, rasakan itu " katanya sambil berjalan pergi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
Maaf Author baru bisa update teman - teman, Author sedikit - sedikit updatenya
__ADS_1
Jangan lupa divote, like dan komentarnya!!! Biar Author semangat membuat ceritanya