The Queen

The Queen
Bab 32


__ADS_3

Terlihat sepasang kekasih sedang menunggu di luar ruang ICU, disana hanya ada Queen dan Xiro saja. Orang tua Xiro sudah pulang sedari tadi dan teman - temannya juga ikut pulang


Queen masih setia menemani Xiro dirumah sakit, dirinya masih tidak ingin pulang kerumahnya. Dia terlihat sibuk dengan ponselnya karena sesuatu


" Bang aku mau ke kamar mandi dulu yaa ??" izinnya


"Iya sayang " ucap Xiro yang mengizinkan


Setelah mendapat izin dari Xiro, Queen berjalan pergi menuju kamar mandi. Padahal yang sebenarnya tidak ke kamar mandi


Disisi lain laboratorium


"Tolong ambilkan ramuan racikanku yang ada dilaci no 4 warna gold" pinta Cold Venom kepada tangan kanannya


" Ini ramuannya Miss Cold " tangan kanannya sambil menyerahkan ramuan yang dimintanya


Cold mengambil ramuan itu dan pergi dari sana, melangkah menuju ruang ICU tempat dimana pasien dirawat disana. Dirinya tetap awas dengan sekelilingnya


Melihat sudah aman didalam ruangan juga tidak ada orang, Cold masuk kedalam lewat jalan lain. Mendekati brangkar pasien yang sedang kritis itu, terlihat bocah kecil bernama Miko itu yang terlihat menyedihkan


"Diriku berharap kau akan sadar secepatnya " gumamnya sambil mengeluarkan sebuah suntikan disaku jubahnya


Suntikan berisi ramuan ini akan dia suntik melalui selang infus milik bocah kecil itu, setelah beres semua dia buru - buru pergi dari sana


Tidak lama suster masuk kedalam ruang ICU, terlihat sedang mengecek keadaan pasien dari alat - alatnya dan lainnya, tiba - tiba Miko kejang - kejang


Sontak itu membuat suster disana langsung sigap memencet tombol darurat untuk memanggil dokter


Dari luar Xiro melihat dokter bersama beberapa suster yang tampak sedang tergesa - gesa itu untuk segera memasuki ruang ICU dimana Miko berada


Paniklah Xiro yang melihat itu, buru - buru dia melihat Miko dari luar kaca. Dari jauh terlihat Queen yang ikut melihat dokter terlihat berlarian memasuki ruang ICU


" Kenapa bang didalam ??" tanya Queen agak panik


" Entahlah tadi tiba - tiba dokter tadi terlihat buru - buru masuk kedalam sini " tunjuk Xiro mengarah kedalam ruang ICU


Didalam ruangan terlihat sangat menegangkan, semua sibuk dengan tugasnya. Setelah dokter memeriksa pasien Miko ini mulai lega


" Akhirnya pasien ini melewati masa kritisnya" ucap dokter itu


" Saya akan beritahu keluarga pasien" ucap dokter lagi sambil keluar dari ruangan


Cklekkk pintu terbuka, terlihat dokter tadi keluar langsung menghampiri keluarga pasien


" Keluarga pasien atas nama Miko " panggilnya tegas


Xiro mendengar itu langsung mendekati dokter itu


" Saya dok keluarganya" kata Xiro


" Saya membawa kabar baik mengenai pasien, bahwa pasien sudah melewati masa kritisnya. Sekarang dia sudah boleh dijenguk, saya akan pindahkan pasien ke kamar rawat inap" ucap dokter itu


Queen dan Xiro mendengar itu sangat senang


"Pindahkan ke ruang VVIP" pinta Xiro


" Baiklah akan segera saya siapkan" ucap dokter itu berlalu pergi


Queen dan Xiro menunggu lagi disana, sampai terlihat pintu ruang ICU dibuka lebar dan brangkar Miko didorong keluar ruangan oleh beberapa suster


Queen dan Xiro mengikuti brangkar Miko dari belakang, sampai ditempat kamar rawat inap yang dipesan Xiro tadi


Setelah suster semuanya sudah keluar, baru mereka berdua bisa melihat jelas Miko yang terbaring lemah disana, dengan kondisi mata tertutup. Entah kapan bangunnya


Xiro mendekati brangkar itu , terlihat semakin jelas perawakan Miko yang dipenuhi alat - alat medis disana. Sungguh Xiro akan membalas siapa yang sudah menabrak keponakannya tanpa bertanggung jawab ini


Queen yang berdiri agak jauh dari Xiro itu perlahan ikut mendekati brangkar itu. Dia yang notaben nya dingin tak tersentuh itu dibuat luluh oleh makhluk kecil Miko itu


Queen berdiri disebrang Xiro , dimana Xiro sebelah kiri dan Queen berada di sebelah kanan. Disentuhnya pelan tubuh mungil yang terlihat ringkih itu


Merabanya pelan hingga kedua kakinya, tapi dia merasa aneh saraf dikaki Miko ada yang salah. Ya tahu sendiri kalau Queen juga mengetahui sedikit soal medis


"Bang apa aku yang merasa aneh dengan kaki Miko ??" tanya Queen penasaran


"Iya aku tahu kalau kamu akan menanyakan ini . Miko dinyatakan cacat oleh pihak medis, karena dulu dia pernah terjadi kecelakaan bersama kedua orang tuannya, dia masih selamat tapi kedua orang tuanya sudah meninggal ditempat " jawab Xiro pelan


" Sebenarnya aku mempunyai kakak laki - laki dia menikah dengan perempuan yang berasal dari negara X. Dan si Miko ini adalah anaknya mereka, sangat disayangkan mereka berdua meninggal karena kecelakaan itu " tambahnya


"Sangat disayangkan, waktu aku main kerumahmu dulu koq aku tidak melihat Miko ini??" tanya Queen


"Iya dia pergi ketempat neneknya yang ada dinegara X. Dia yang minta kesana karena kalau disini dia akan diejek oleh teman - temannya " ucap Xiro


Queen paham itu pasti akan terjadi


" Apa kamu sudah membawanya berobat??" tanya Queen


" Seringkali aku sama orang tua aku membawanya ke beberapa dokter, sampai ke luar negeri belum ada hasilnya. Hah tapi aku mendengar kalau ada dokter ajaib dinegara kita ini" ucap Xiro antusias, Queen diam mendengar itu

__ADS_1


"Aku ingin sekali mambawa Miko ke dokter itu, tapi sampai sekarang aku tidak tahu dia ada dimana " tambahnya


"Apa kamu tahu soal dokter ajaib ini??" tanya Queen


"Hmmm aku banyak mendengar kalau dokter ajaib ini selalu berhasil menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan bisa menyembuhkan orang lumpuh, dan juga mengalami kebutaan " jawab Xiro antusias


Queen kembali diam ketika melihat kekasihnya itu antusias sekali membahas dokter ajaib. Merasa dirinya lelah lebih baik kalau dia rebahan disofa sana


Queen berjalan menuju sofa dan menjatuhkan badannya disofa terlihat empuk itu , brukkkk bunyi badannya


" Hmmm nyamannya " gumamnya lirih


Xiro yang melihat kekasihnya itu merasa lucu, tidak lama Xiro menyusul Queen disana mendekatinya secara perlahan


Queen yang sedang memejamkan mata itu tiba - tiba merasakan bibir basah yang menempel dibibirnya


Sontak Queen membuka matanya terkejut, lihatlah pelaku utamanya tidak merasa bersalah sama sekali


Cuppp...Xiro mencium bibir Queen dengan lembut tidak ada jejak nafsu disana, hanya ciuman ungkapan cinta saja. Queen yang luluh itu akhirnya membalas ciuman dari Xiro


Xiro melepaskan ciuman mereka, dahi mereka saling menempel sambil nafas yang terengah-engah


"Aku mencintaimu bang " ucap Queen sambil memainkan bibir tebal Xiro


"Aku juga mencintaimu sayang " balas Xiro yang sedang menggigit kecil bibir Queen


Mereka kembali berciuman sambil berpelukan, kali ini Queen melepas ciumannya


"Aku ngantuk " ucap Queen sambil menelusupkan kepalanya didada Xiro


" Tidurlah " ucap Xiro sambil mengecup puncak kepala Queen


Mereka berdua tidur bersama sambil berpelukan, 1 jam kemudian Queen terbangun karena dia ingin buang air kecil tapi Xiro memeluknya erat


"Bang lepasin dulu, aku mau ke kamar mandi " ucap Queen sambil melepas pelukan dari Xiro tapi tidak bisa malah makin erat saja


" Abanggg aku mau pipis " rengek Queen


Xiro mendengar rengekan kekasihnya itu akhirnya terbangun. Cupp kecupan melayang dibibir Queen sambil melepaskan pelukannya


Queen buru - buru lari menuju kamar mandi yang ada diruangan rawat inap Miko. Sementara Xiro mulai duduk disofa sambil melihat jam yang sudah pukul 4 sore


"Aku belum menghubungi Mommy " gumamnya sambil mencari ponselnya yang ternyata ada dinakas sebelah brangkar Miko


Diraih ponselnya itu lalu segera mencari kontak nama Mommynya, setelah menemukan dia langsung menghubunginya


Tut tut tut


"Xiro mau ngasih kabar kalau Miko sudah melewati masa kritisnya dan sekarang sudah dipindah ke rawat inap, kamar rawat inap di ruang VVIP" ucap Xiro


" Ahhh syukurlah kalau begitu, Ini juga Mommy mau berangkat kesana bersama Daddymu " ucap Mommynya


" Oh baiklah kalau begitu hati - hati dijalan " peringat Xiro


" Iya nak " jawab Mommynya, sambungan telfon dimatikan


25 Menit kemudian Queen keluar dari kamar mandi, terlihat wajahnya kembali segar seperti habis mandi dan bajunya juga sudah ganti


Queen itu kalau pergi kemanapun pasti bawa tas yang berisi baju ganti dan barang - barang buat mandinya. Karena dia selau mewanti-wanti kalau ada kejadian darurat dia tidak akan bingung lagi


Dibrangkar tempat Miko terbaring, tiba - tiba jari tangannya bergerak Queen yang melihat itu langsung saja memencet tombol pemanggil dokter itu


"Dia sebentar lagi bagun " gumamnya pelan tapi terdengar ditelinga Xiro


Datanglah dokter secara bersamaan dengan kedatangan orang tuannya ternyata adiknya juga ikut


" Ada apa ini Ro??" tanya Dady Miller yang jantungnya sudah dag dig dug


"Tadi Queen melihat kalau jari - jari Miko bergerak" jawab Xiro


" Apa benar itu nak ?" tanya Daddy Miller memastikan


" Benar Dad " jawab Queen


Iya Queen memanggil orang tua Xiro dengan sebutan Daddy dan Mommy, karena itu permintaan mereka sendiri


Setelah dokter memeriksa, terlihat wajahnya tersenyum senang


"Pasien Miko sebentar lagi akan segera sadar tuan nyonya dan semuanya " jelas dokter itu sambil menatap semua orang disana


"Terimakasih dok sudah merawat cucu saya " ucap Daddy Miller


"Itu memang sudah menjadi tugas saya untuk menyembuhkan pasien, kalau begitu saya pamit semuanya " pamit dokter itu pergi bersama suster lainnya


Hening didalam sana, mereka harap - harap cemas Miko segera membuka matanya. Dan benar saja kedua matanya itu terbuka secara perlahan


Miko membuka matanya pelan, melihat ruangan yang serba putih itu. Setelah matanya melihat dengan jelas bisa dia lihat kalau dirinya berada di rumah sakit

__ADS_1


Melihat didepannya itu semua anggota keluarganya dan tanpa sengaja matanya bertubrukan dengan mata Queen, dia merasa asing melihatnya


"Kakek nenek " panggilnya pelan


" Om Xiro " panggilnya juga


" Iya nak ada apa ??" tanya mereka, kecuali Queen


"Kakak cantik disebelah om itu siapa ??" tanya Miko heran


Queen yang mendengar itu secara perlahan tersenyum ramah menenangkan, perlahan melangkahkan kakinya mendekati brangkar Miko


Sampai didepan Miko, Queen menyapanya


"Hallo Miko nama kakak Queen, kakak teman dekatnya om xiro " kata Queen lembut sambil senyum tercetak disana


Miko melihat itu matanya langsung berbinar-binar, membalas senyum Queen dengan ramah


"Hallo juga kak " sapanya balik


"Bagaimana keadaanmu sekarang ??" tanya Queen


"Hah aku sudah baik kak, tapi masih agak lemas " ucap Miko lesu


"Lemas ya?? Hmmm kakak punya permen buat kamu " kata Queen sambil mengerluarkan botol porselen berisi 4 permen itu


" Ini kakak kasih permen, makanlah 1 " tambahnya


Xiro dan kedua orang tuannya itu hanya melihat saja dengan tindakan Queen, baru kali ini Miko mau berinteraksi dengan orang lain apa lagi itu Queen


"Boleh minta tolong bantu bangunkan aku?? " tanya Miko


" Hmm boleh " kata Queen sambil membantunya bangun


"Ini permennya " Queen kembali menyodorkan


"Permennya dimakan3x 1 biji " ucap Queen


"Kenapa begitu kak??" tanya Miko


" Hmm nanti kamu akan tahu kasiatnya" jawabnya sambil tersenyum


"Hmmm baiklah " kata Miko,


Tangan mungilnya meraih botol porselen itu dan melihat permen bentuknya unik itu berwarna ungu


Mengambilnya 1 lalu dimakannya, dia merasakan itu rasa buah anggur dan sangat enak


"Kak permennya enak" ucap Miko senang


"Kalau kamu suka kakak janji akan membuatnya lagi " janji Queen


" Kamu tahu ini permen bukan sembarang permen, permen ini bisa dibilang juga vitamin untuk membalikkan stamina dalam tubuh, juga bisa mempercepat penyembuhan " ucap Queen, membuat orang - orang disana terkejut


"Bisa begitu kak ??" tanya Miko, meskipun Miko kecil tapi dia cerdas ya jadi cepat tanggap


"Kalau nggak percaya kamu bisa merasakan nanti efek permen ini " tunjuk Queen ke permen itu


"Baiklah hari sudah mulai malam , kakak izin pulang dulu ya?? Besok pulang sekolah kakak akan kesini lagi " izinnya


"Janji ya kak besok kesini lagi " ucap Miko


"Iya janji " katanya


Queen berjalan kearah sofa untuk mengambil tasnya, karena dia harus pulang ke rumah tidak enak kalau berlama - lama dirumah sakit


"Mom Dad Queen pulang dulu ya " pamitnya


"Ahh kenapa buru - buru sekali ??" tanya Mommynya Xiro


" Queen masih ada tugas sekolah Mom , dan hari juga sudah malam " izinnya


" Ahh baiklah kalau begitu " ucap Mommynya


Queen menyalami tangan orang tua Xiro dengan takzim


"Bang antarin Queen dengan selamat sampai rumahnya ingat itu. Dan kamu langsunglah pulang tidak usah kembali ke rumah sakit lagi !!" perintah Mommynya


"Siap Mom calon mantumu ini akan aku antar dengan selamat, baiklah besok Xiro akan kesini setelah pulang sekolah bersama Queen nanti" guraunya


"Miko Om ngantar kakak Queen pulang dulu ya" pamitnya


"Iya om, antar kak Queen dengan selamat " pesan Miko


"Siap bos " ucap Xiro tangannya sambil hormat


Queen dan Xiro memutuskan segera pulang kerumah, Xiro mengantarkan Queen dulu sampai rumahnya barulah dirinya juga pulang

__ADS_1


Jangan lupa divote, like dan komennya!!!


Biar Author semangat buat ceritanya lagi, yang pasti akan banyak cerita Queen yang secara perlahan terungkap


__ADS_2