The Queen

The Queen
Bab 28


__ADS_3

Bram mengantar mereka berenam untuk menuju ke ruang Vvip


" Mari saya antar ke ruang yang sudah dipesan nona dan tuan semuannya" menawari dengan semangat


Mereka berenam mengikuti langkah Bram, sampai ditempat yang dimaksudnya tadi, semuanya sudah masuk dan duduk ditempatnya masing - masing


Untung mejanya pas untuk 6 orang saja


Ruang Vvip



" Silahkan dipilih nona dan tuan sekalian " ucap Bram semangat sambil meletakkan buku menu ditengah - tengah meja mereka


Izzana mengambil buku menu itu dan melihat semua menu makanan dan minuman disana. Terlihat sekali dia kebingungan


" Kalian mau pesan apa?? " tanyanya kepada sahabatnya


" Gue juga bingung Za" jawab Dito


" Iyaaa terlihat enak semua makanannya " sahut Endro


" Gimana anda nona?? " tanya Bram pada Queen


" Emmm saya mau keluarkan semua menu yang menjadi iconic atau ciri khas dari restoran ini" jawab Queen tegas


" Wahh sungguh pilihan ya bagus nona " jawab antusias Bram disana


Teman - temannya yang melihat itu jadi bengong, tanpa terkecuali Xiro wajah andalannya santai tapi dipikirannya berbagai pertanyaan disana


" Baik ditunggu sebentar nona tuan " Bram membungkuk sedikit sebagai tanda hormat, dan keluar dari ruangan mereka


" Queen loe pernah dimari?? " tanya Izzana heran


" Tidak, bagaimana mau kemari keluar saja susah" jawabnya singkat


" Loe terlihat tampak mengetahui banyak tentang restoran ini, bahkan loe tahu menu iconic nih resto" tanya lagi


" Kalau soal menu tadi tuan Bram sendiri yang merekomendasikan menu itu" jawabnya santai


" Tidak mungkin " jerit batin mereka


Xiro mengode Edward dan Endro untuk segera berbicara kepada Queen


" Ehemmm Queen" panggil Edward pelan


" Iya" jawabnya singkat sambil menatap dalam Edward


Edward yang biasanya selalu berwajah datar tiba - tiba salting ditatap Queen seperti itu. Sebelum berbicara masuk ke intinya tiba - tiba pintu ruang makan mereka dibuka oleh pelayan


Terlihat makanan mereka datang terlihat sangat menggiurkan, ditatanya oleh beberapa pelayan disana Bram disana hanya memantau saja, dia tidak ingin ada yang masalah dengan makanannya


" Apa ada yang masih kurang nona?? " tanya Bram


" Tidak ada, kalian boleh pergi sekarang" perintah Queen yang mendominasi


Bram segera keluar dari sana dan buru - buru menuju ke ruanganya, lalu mengunci pintu ruangan. Merogoh saku jasnya mengambil ponsel dan membuka aplikasi pesan yang dibuat khusus oleh seseorang bos besar


Dunia Chatt


" Hoyy saya bertemu bos besar disini" ucapnya


Ting ting ting pesan spam terjadi


" Apa brengsek saya ingin bertemu bos besar huhuhu😭" ucap A


" Dimana dimana bos besar?? " ucap B


" Dia direstoran Lin Xuan" balas Bram


" Apa bos besar wanita atau pria??" ucap C


" Dia wanita😒" ucap Bram


" Pasti wanita tua" ucap M percaya diri


" Kau salah dia masih muda dan cantik 😝" balas Bramm

__ADS_1


" Woy aku ingin bertemu bos besar huhuhu 😭" ucap A


" Hahaha saya sudah bertemu dengannya 😝😝" ejeknya


" Brengsek kau sialan 😣" ucap A


" Yasudah saya ingin memandang bos cantik saya, bye bye 👋" ejeknya lagi


ting ting ting masih spam chat, Bram tidak menghiraukannya


Kembali ke tempat Queen


Mereka makan bersama sungguh nikmat rasanya, makan tanpa ada yang berbicara karena menurut mereka itu sangat tidak sopan


Tak terasa mereka telah menyelesaikan makanannya, dan bersantai sejenak


" Queen " panggil Edward lagi


" Iyaa" balasnya sambil menatap ke arahnya


" Emm gue mau tanya sama loe?? " ucapanya gugup


Queen tetap masih menatapnya lekat


" Bertanyalah" perintahnya


"Mungkin ini sedikit sensitif untukmu" kata Edward


Queen masih diam mendengar apa yang ingin dikatakannya


"Gue dengar kalau kau ini anak yang diangkat oleh keluarga Baker?? "


" Iya itu benar adanya " jawabnya jelas dan tegas


" Apa kau tahu orang tuamu yang asli?? " tanyanya


" Ya aku tahu mereka siapa" jawabnya enteng


" Siapa? " tanyanya


" Ada dia dari keluarga yang kaya juga , tapi gue tiadk ingin bertemu dahulu. Yang gue inginkan mereka yang ingin mencariku terlebih dahulu" tegasnya, yang lain hanya diam mendengar saja


" Iya silahkan gue dengarkan" ucapnya mempersilahkan. Xiro melihat kekaaihnya itu sungguh gemas sekali


" Sebenarnya gue dan Endro ini mempunyai adik perempuan yang masih bayi, mungkin sekarang dia sudah sebesar loe Queen. Mama gue ngelahirin di rumah sakit tapatnya adik gua yang masih bayi merah itu diculik oleh sekelompok penjahat, dia masih termasuk musuh bisnis Papa" cerita Edward, Endro yang melihat itu mengambil alih jalan ceritanya


" Kami mendengar kalau dia masih dikota yang sama dengan kami. Papa mengutus bodyguardnya untuk mencari adik bayi kami yang hilang itu" cerita Endro


" Hmmm apa kalian sudah mencarinya disudut - sudut kota, atau daerah terpencil lainnya?? "Queen menimpali


" Emm sudah juga. Aku ingat kalau Mamaku pernah bilang kalau wajahmu ini mirip sekali dengan mendiang nenek kami waktu masa mudanya. Aku pernah menunjukkan fotomu pada Mamaku"


Hmmm apa kau yakin kalau gue mirip sama mendiang nenek loe?? " tanyanya


" Gue ditemukan ditong sampah oleh keluarga Baker pada saat itu, hingga sekarang ini gue gapernah keluar rumah kecuali disekolah saja" jawab Queen


" Iya kita dikasih tahu sama mama soal itu"


" Didunia ini kita masih memiliki 7 kembaran, mungkin gue salah satunya yang mirip sama mendiang nenek loe " main kucing - kucingan dulu gapapalah ya batinnya


Xiro mendengar jawab kekasihnya itu sungguh gemas sekali, tangan terulur untuk menyentuh pahanya karena duduknya mereka berdampingan


Serrrr Queen merasa jantungnya mulai tidak aman, diraih tangan Xiro dibawah meja yang sedang menyentuh paha mulusnya itu, disingkirkan itu sambil meliriknya


Melihat Xiro tengah menggodanya, tanganya kembali mengelus paha mulus miliknya


" Hahh terus kita mau mencarinya kemana lagi Ed?? " tanya Endro


" Apa kalian tahu namanya?? " tanyanya


" Kalau tidak salah mama kasih nama bayi Kim" ucapnya yang masih belum menyadari dengan nama itu


Xiro, Queen, Dito dan Izzana mendengar itu bengong, koq belum sadar - sadar 2 anak ini


" Emm bayi Kim yaa" katanya sambil mengangguk ngangguk


"Semangat untuk mencari mungkin aku akan bantu sedikit" santainya

__ADS_1


" Kalau gitu ayo kita pulang" ajak Xiro


" Baiklah gue juga sudah menemukan jawabannya gimana" kata Edward


Mereka semua beranjak dari kursinya untuk segera keluar dari ruangan yang ditempatinya, berjalan menuju kasir


"Saya mau bayar" dingin Xiro


" Ahhh tidak usah bayar tuan ini permintaan atas bos besar kami" Bram menjawab


" Kenapa begitu?? " tanya Dito karena dirinya merasa tidak mengenal sama bos ini kenapa semudah itu membayar makanan mereka


" Hari ini bos kami sedang bahagia saja makanya beliau mau membayar makanan tuan tuan dan nona ini" ujar Bram sedikit melirik Queen kagum, Queen hanya menatapnya datar saja


" Oh kalau begitu terimakasih" ucap dingin Xiro


Mereka semua pergi dari sana , tetap seperti berangkat tadi Queen dan Xiro berjalan belakangan, mereka saling bergandengan tangan


" Kamu ini jahil sekali" Xiro


" Ingin main kucing - kucingan dulu hehe " ucapnya cengengesan


" Kamu ini, yasudah kamu masuk mobil sana" suruhnya cupp mengecup bibir Queen sekilas. Perbuatan Xiro ini sungguh membuatnya selalu terkejut


"Heyy ini ditempat umum" kesalnya


Cupp dikecup lagi dah tuh


" Bye sayang, sampai ketemu disekolahan besok" sambil melambaikan tangan


" Bye abangku sayang" Cup sambil mengecup bibir Xiro, dia mematung ditempatnya sambil menyentuh bibirnya sendiri


" Nakal " gumamnya


Sang pelaku utama sudah melarikan diri dan masuk ke mobil Izzana. Mereka pulang duluan baru disusul mobil Xiro


Ada rasa hangat yang menjalar dihati Queen karena mereka sudah mulai mencari dirinya lagi, dengan Queen sedikit membantu. Queen hanya ngasih cluenya saja, selebihnya biarlah mereka yang berusaha


Dimobil Xiro


" Ro gue lihat kayaknya loe makin hangat jika bersama Queen " ujarnya Dito yang memang selalu kepo itu


" Ya gue lumayan dekat dengannya sekarang" jujur Xiro meskipun tidak semuanya


" Wahhh hebatt" syoknya


" Semoga segera jadian saja" Edward tampak ikut mendoakan sahabatnya itu


" Memang sudah pacaran " batin Xiro


Dimobil Izzana


" Queen ke mall yuk?? " ajaknya


" Ya boleh" setujunya


" Gue mau nyari peralatan buat sekolah besok" ujarnya, Queen hanya mengangguk saja


Perjalanan pulang terlihat cepat saja padahal sama - sama menghabiskan selama 1 jam. Sekarang mereka sudah sampai dimall, dan segera keluar dari mobil


Terlihat 2 gadis cantik yang menjadi pusat perhatian orang - orang yang ada di area mall itu, tapi mereka menghiraukan saja dengan berjalan masuk ke dalam mall


Mall



" Loe mau cari apa? " tanya Izzana sambil berjalan terus


" Entahlah lihat saja nanti" jawab Queen


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih sudah baca


Jangan lupa divote like, komen dan subscribe!!!!


__ADS_2