
“Liese! Mereka masih mengejar kita!?”
“Ya, mereka belum menyerah juga!”
Jawab Liese, Rindou yang menggendong Julia di punggungnya mulai kehabisan akal. Assassin yang dikirimkan oleh Kerajaan Karm berjumlah sepuluh orang, mereka tidak menyerah meskipun sudah mengejar Rindou dan yang lainnya selama tiga jam dan mereka belum pernah berhenti sama sekali.
“Hugo! Kau bisa berubah menjadi naga!?”
“Maaf! Aku lupa bagaimana caranya berubah!”
Jawab Hugo yang tengah membawa Lecia di pangkuannya. Assassin yang mengejar mereka tergolong profesional, target mereka harus terbunuh bagaimana pun caranya.
“Apakah tidak ada yang bisa berguna!?”
Seru Rindou seraya berlarian di padang rumput yang membentang. Mereka melewati berbagai rumput yang bergoyang, di depan mereka terdapat hutan yang merupakan jalur yang sebelumnya dilalui oleh Rindou dan yang lainnya.
“Rindou! Di depan merupakan jalur pelarian yang dilalui semalam. Jika mereka tetap mengikuti mungkin saja markas kita bisa diketahui!”
Liese yang mendengar perkataan dari Hugo apalagi ia lari paling depan. Dia mengambil keputusan langsung kemidian berbalik badan lalu berhenti dan berniat untuk mencoba menghentikan sepuluh Assassin yang mengincar mereka.
“Aku yang akan menghentikan mereka!”
*Brukk
Rindou langsung menarik kerah Liese dan menghentikan niatnya yang berniat cari mati. Julia yang menempel di punggungnya terjatuh bersamaan dengan pegang yang dipeluknya.
“Sialan! Kukira dia sudah menempel kepadaku seperti Koala!”
Rindou berhenti lalu menyuruh Liese pergi terlebih dahulu, diikuti oleh Hugo dengan Lecia yang ada di pangkuannya. Rindou kembali untuk membawa Julia yang tergeletak di atas permukaan rumput, namun setibanya tiba-tiba Julia berdiri dengan tegak dengan tangan kanan memegang erat pedangnya.
“Saatnya membalas kejadian setahun yang lalu.”
Ucapnya, Rindou tidak mengerti sama sekali dengan perkataannya malahan Julia berlari menuju Assassin yang mengejar mereka. Tidak ada cara lain, Rindou mengikutinya dari belakang untuk melawan sepuluh Assassin tersebut.
Assassin itu memiliki penampilan yang sama. Dua orang berlari ke arah Julia serta sisanya mengelilingi mereka berdua, mereka menyerang Julia menggunakan belati yang telah dilumuri dengan racun mematikan.
__ADS_1
Tentu saja, serangan dua Assassin itu mengenai Julia karena ia sengaja menahannya menggunakan zirah lengkap yang ia pakai. Mengayunkan pedangnya dengan cepat, menyerang balik hingga salah satu Assassin itu terpenggal kepalanya.
Rindou yang melihat aksinya terbingungkan karena keadaan Julia seperti kembali segar. Sebelumnya dia loyo dan tidak bisa berdiri sama sekali, sebetulnya ada alasan kenapa Julia cukup lama memulihkan kekuatannya.
Selama dikejar-kejar oleh sepuluh Assassin. Julia memulihkan mana miliknya dengan cara menyerap mana alam yang tersebar di udara, dia memiliki kemampuan untuk menyerap secara alami apalagi pasokan mana miliknya sangat besar.
Julia mengejar Assassin yang tadi menyerangnya, ia menyerang bertubi-tubi namun Assassin itu dapat menghindar meskipun ayunan pedang Julia hanya menyayat sebagian tubuhnya. Untuk menghindari kematian, Assassin itu melempar bom asap ke permukaan tanah hingga Julia terjebak di kepulan asap berwarna putih.
Lima Assassin berlari memasuki kepulan asap dengan cepat seraya memegang belati berlumuran racun. Rindou menangani tiga Assassin yang mencegahnya membantu Julia, ia merogoh kantong kecil yang tergantung di pinggangnya lalu membawa beberapa biji tumbuhan rambat.
“Companion : Fallen Dryad, Cultivation!”
Seru Rindou seraya menyentuh permukaan tanah, dari genggaman tangannya muncul tumbuhan rambat dengan pertumbuhan yang sangat cepat mengincar dan mengikat pergerakan tiga Assassin yang menghadangnya. Seraya berlari menghampiri mereka, ia menghunuskan pedang yang ada di punggungnya lalu membunuh tiga Assassin tersebut sebelum dapat bergerak kembali dengan leluasa.
Karena khawatir dengan keadaan Julia yang disergap oleh enam Assassin dari berbagai arah apalagi penglihatannya terganggu akan kepulan asap. Tetapi, perlahan-lahan kepulan asap itu hilang dan terlihat bayangan seseorang yang berdiri.
Hanya Julia seorang diri, enam Assassin itu dibunuh olehnya dan mayat mereka tergeletak di dekatnya. Julia tidak terluka sama sekali, berjalan kembali ke arah Rindou lalu mereka berdua saling berpandangan mata.
“Anak muda, siapa namamu?”
“Mbakyu?”
Tanya Julia dengan tatapan yang mengernyitkan dahinya. Rindou sepertinya menginjak ranjau tak terlihat, namun tiba-tiba saja Julia memukul-mukul dada Rindou.
“Jawaban bagus Rindou, memang aku masih muda dan belum memasuki usia tua.”
Ucap Julia lalu dilanjutkan dengan tertawa lepas yang membuat Rindou terbingungkan dengan perkataannya. Namun dia mendapatkan kesimpulan yang pasti, ada rahasia dibalik usia Julia saat ini juga.
* * * * *
Di malam hari ...
Kepulangan Rindou serta yang lainnya membawa Lecia serta Julia The Grey membuat semangat baru bagi para sisa pasukan Raja Iblis. Tentu saja, mereka mengadakan pesta dalam rangka penyambutan kembali Pemimpin mereka yang telah bebas.
Setiap meja kayu dipenuhi berbagai makanan dan minuman. Semuanya berpesta menikmati indahnya malam yang penuh kebahagiaan, hanya Rindou saja yang makan di pojok bersama Liese yang menemaninya.
__ADS_1
“Ada apa Rindou? Kenapa kau tidak ikut saja bersama mereka?”
“Bintang utama saat ini adalah Julia, aku hanya ingin memakan makan malamku dengan tenang.”
“Sudah kuduga kau akan berkata seperti itu.”
Ucap Liese, ia pun menemani Rindou di pojokkan yang menyendiri sambil memakan makan malamnya. Pusat perhatian saat ini adalah Julia, dia menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi setelah dia dikalahkan oleh Pahlawan lalu ditangkap oleh Kerajaan Karm.
“Hei Hugo, siapa sebenarnya orang yang bernama Rindou itu?”
Tanya Liese yang duduk di samping Hugo. Sebelum Hugo menjawabnya, ia mendekatkan wajahnya lalu membisikkan sesuatu kepada Lecia yang tengah menunggu jawaban darinya.
“Dia adalah Pahlawan baru bagi kami. Dia juga yang membangkitkan markas ini serta yang merencanakan pembebasan Julia dan kau. Aku sangat mengaguminya.”
“Jika Hugo sampai mengatakan itu berarti dia orang yang sangat hebat. Ngomong-ngomong Hugo, ke mana perginya tanduk milikmu?”
“Ah!? Sebenarnya aku juga bingung. Setelah Rindou menyerap kekuatanku, tanduk milikku tiba-tiba hilang namun setelah kekuatanku dikembalikan. Tetap saja, tandukku tidak kembali muncul.”
“Begitu ya ... wujudmu saat ini seperti manusia tulen pada umumnya.”
“Kau membenciku?”
“Mana mungkin ... mau wujudmu berubah, dirimu adalah tetaplah dirimu yang kucintai.”
Tinggalkan saja pasangan bucin ini.
* * * * *
Clarisse duduk di kursi kayu seraya memandangi kota dari ruangannya saat ini. Meminum minuman keras di gelas yang istimewa baginya, menuangkan kembali sampai setengah gelas dan ia meminumnya perlahan-lahan.
Ia masih memikirkan peristiwa sebelumnya di mana ia bertarung bersama seorang pria yang dapat lolos dari senjata rapier miliknya.
“Rindou ... aku terlalu meremehkannya.”
__ADS_1
To Be Continue ...