The Summoner : Companion

The Summoner : Companion
Mengumpulkan Kekuatan Tempur


__ADS_3

Kerajaan Fimela yang telah dimasuki penyusup yaitu Hao mulai mengirimkan pesan kepada Kerajaan Cassiopeia. Karena Cassiopeia yang sebelumnya pusat dari segala kekuatan ketika menyerang Raja Iblis, maka Pahlawan di tempat ini lebih banyak daripada di tempat yang lain.


Pesan tersebut diterima oleh penasehat Raja, Clarisse yang kehilangan jejak mereka pun kembali ke Kerajaan karena perintah dari atasan. Meski dia Pahlawan, dia tidak bisa apa-apa tanpa senjata suci yang beresonansi dengannya apalagi pedang suci tersebut terikat dengan garis keturunan milik bangsawan di Kerajaan Cassiopeia.


Karena Cassiopeia yang menjadi pusat, mengirimkan pesan ke berbagai tempat untuk kembali menyatukan kemampuan dan membasmi kejahatan serta kotoran di dunia ini. Dalih mereka berasal dari gereja, namun dibalik semua itu terdapat niat tersembunyi dari gereja yang menghasut manusia agar memusnahkan bawahan serta Raja Iblis terdahulu yang ingin hidup santai.


Clarisse membentuk kelompok beranggotakan lima orang yang di mana merupakan Pahlawan seperti dirinya. Mempunyai bakat dan kelebihan masing-masing dan mereka sudah berpengalaman melalui banyak peristiwa.


Namun masih ada hambatan, mereka tidak boleh menyerang terlebih dahulu sebelum perintah tersebut diberi kepada mereka. Lagipula saat ini, Clarisse masih bimbang dengan perkataan Rindou ketika malam mereka bertarung.


* * * * *


Yuuza membantu Yuina dalam pembuatan Golem miliknya. Kiijo pergi ke daerah Utara bersalju untuk mencari senjata terkutuk miliknya yang merupakan sebuah tombak, kemampuannya dapat menyerap sihir cahaya.


Julia bertugas membawa kembali para sisa bawahan Raja Iblis terdahulu yang kekuatannya lebih tinggi sehingga mereka dapat melalui peperangan. Ada banyak di antara mereka, apalagi mereka lolos dari maut dan kejaran para Pahlawan.


Julia pergi menuju daerah Barat dengan cepat memasuki Hutan Keabadian lalu keluar lagi layaknya teleportasi. Daerah Selatan ini merupakan garis terakhir di mana sisa pasukan Raja Iblis yang masih berjuang melalukan perlawanan, dan diantaranya ada beberapa yang ingin dibawa oleh Julia.


Mereka berasal dari ras Oni, setengah manusia, dan Iblis. Kedatangannya yang tiba-tiba langsung saja dirinya turun ke medan perang, membantu pasukan yang kewalahan dan dirinya sendiri dapat memukul mundur pasukan musuh yang berjumlah banyak.


Kedatangannya diketahui oleh Pemimpin musuh yang mendiami wilayah tersebut, mereka mundur sementara karena semangat juang pasukan yang baru saja dibantai oleh Julia telah menurun. Perang ini telah berlangsung beberapa bulan, kedatangannya disambut baik dan dia diantar oleh beberapa pasukan yang mengaguminya berasal dari berbagai kalangan dan ras.


Julia diantar ke sebuah ruangan fasilitas dengan teknologi yang sudah memadai, ruangan ini pernah ditinggali oleh Yuina yang sudah paham betul dengan teknologi. Di dalam ruangan ini terdapat lima orang termasuk Julia, satu laki-laki dan sisanya perempuan.


Sosok laki-laki itu merupakan manusia yang melakukan kontrak dengan makhluk kegelapan berwujud kucing bersayap. Dua bocah perempuan yang masih anak-anak dengan ras berbeda yaitu Oni dan manusia setengah rubah.


Yang tersisa adalah seorang perempuan ras setengah manusia dan Iblis yang usianya terlihat seperti anak perempuan berusia sembilan belas tahun. Memakai pakaian yang sedikit terbuka, terdapat dua tanduk yang mencuat ke depan lalu rambutnya berwarna merah.


“Kak Julia datang!”


Dua anak perempuan itu datang menghampirinya, penampilannya yang mengenakan zirah besi dan pedang yang dibawa olehnya tidak diperdulikan oleh dua anak perempuan itu. Laki-laki dengan kucing hitam bersayap, tengah duduk memikirkan sesuatu.


“Apakah kau memikirkan strategi lagi? Jangan sampai gagal lagi. Jizaf, kampak milikmu masih berfungsi sebagai perantara kekuatanmu?”

__ADS_1


Ucap Julia dengan kedua pundaknya yang diduduki oleh dua anak perempuan tadi. Karena ejekan dari Julia, laki-laki remaja dengan usia masih muda itu bernama Jizaf cemberut dan dia teringat dengan masa-masa di mana strateginya pernah gagal.


“Saat itu aku tidak mengetahui bahwa musuh mempunyai senjata suci yang dapat memutar balik waktu. Sialnya lagi kita kecolongan, apes sekali.”


Dia menghela napas, kucing yang ada di atas kepalanya menepuk-nepuk kepalanya dan dia memberi isyarat kepada tuannya.


“Julia, jika kau datang ke tempat ini berarti beberapa Jenderal sudah berkumpul kembali?”


Tanya gadis ras setengah manusia Iblis yang sedang memeriksa tameng miliknya. Tameng tersebut merupakan senjata suci, lagipula dirinya merupakan setengah Iblis sehingga dia dapat menggunakan tameng tersebut.


“Anzu, kau terlihat baik-baik saja setelah menjadi samsak tinju dari Yugo.”


Setelah Anzu mendengar nama Yugo, wajahnya pucat dan teringat dengan masa-masa di mana dia menemani latihan Yugo dan menjadi samsak hidup. Untungnya dia tidak menjadi masokis saat itu juga.


“Bagaimana dengan yang lainnya? Kau sudah mencarinya?”


Tanya Julia kepada Jizaf yang duduk termenung memikirkan sesuatu.


“Sedikit, Ratu Onioshi sedang menuju ke tempat ini dan Medan perang masih dapat kami tahan. Namun yang jadi masalah adalah Naga Nova itu, kelima naga yang pernah menjadi sekutu kita malah seenak jidatnya dan mengabaikan kesepakatan yang pernah dilakukan Raja Iblis.”


“Yeee! Bantuan! Kita akan mengalahkan mereka!”


Dua anak yang dipangku di atas pundak Julia mulai bersemangat, mereka berdua merupakan salah satu korban jiwa dari manusia yang tidak memiliki akhlak. Kedua orang tuanya telah dibunuh dan mereka diselamatkan oleh Anzu dan yang lainnya meski mengorbankan salah satu dari teman mereka yang kini kemungkinan besar telah gugur.


Anzu beranjak dari tempat duduknya yang ada di permukaan lantai seraya mengangkat perisainya. Jizaf menghela napas yang duduk di depan Julia beranjak dengan kucing hitam bersayap terbang di sampingnya.


Terdapat dua pasukan yang datang ke ruangan ini membawa makanan berupa sepiring jamur bakar. Mereka langsung berebut untuk mendapatkan lebih banyak bagian kecuali Julia, karena turun ke medan perang membutuhkan banyak tenaga maka mengisi perut lebih penting.


“Baiklah, kita pergi. Kebagian satu sialan.”


“Mantap.”


__ADS_1


Julia memberi jempol kepada mereka berempat karena kelompok yang baru dibuat sekarang ini dapat mengacak-acak formasi musuh.


* * * * *


Di suatu tempat pada waktu yang sama, Rindou bersama Hugo memasuki kawasan yang tidak dikenal karena terdapat salah satu bawahan Raja Iblis yang merupakan manusia setengah mesin. Di dalam hutan cukup lebat, di tempat ini pernah terjadi kejar mengejar antara Jenderal Raja Iblis serta para Pahlawan.


“Ngomong-ngomong Rindou, memasuki hutan ini dan mencari Xeno salah satu perintah dari Julia, kan? Kenapa kau mau melakukannya?”


“Hmm? Teknologi di dunia ini sudah berkembang dengan baik hingga adanya mesin karena kejeniusan Yuina. Sesekali, aku ingin memintanya untuk membuat motor.”


“Ah ... motor? aku tahu tujuan licikmu tapi tidak dengan yang kau maksud. Tetapi memastikannya dengan petunjuk nihil ini membuatku kesulitan. Andaikan Lecia pergi bersama, aku tidak akan terlalu kesepian ... ”


“Liese dan Lecia lebih aman di Blue Land, bukankah kau sudah berjanji akan menikahinya?”


Tanya Rindou, Hugo teralihkan perhatiannya dan pipinya merona kemerahan akan salah tingkah.


“Hentikan itu dan kau jijik ketika mabuk cinta.”


Mereka berdua membuat persiapan untuk mencari Xeno, Rindou menyimpan dua pedang kembar di pinggangnya serta beberapa pelindung di tubuhnya. Meski dia berubah wujud, hal ini dapat mengurangi jumlah serangan yang ia terima ketimbang tanpa pelindung.


Hugo menyiapkan beberapa potion yang telah dicampurkan dengan darah Julia, karena sepertiga darahnya merupakan Elixir maka khasiat penyembuhannya sudah terjamin.


Rindou yang telah siap masih menunggu Hugo, dia mengecek perlengkapannya serta kedua pedangnya untuk berjaga-jaga jika patah ataupun hilang. Daripada itu, di dalam mereka berdua ada kekuatan yang lebih menakutkan jika lepas kendali.


Maka mereka melakukan pencarian seraya melatih kekuatan tersebut agar dapat dikendalikan. Rindou dan Hugo menemui sebuah jurang dan di tengah jurang itu terdapat menara es meski di siang bolong seperti ini, lagipula daerah ini berada di suatu pulau tidak berpenghuni.


“Dalam sekali dan gelap ... aku tidak yakin ada Xeno di jurang itu.”


Ucap Hugo seraya melihat ke bawah di mana jurang tersebut cukup dalam, namun menara es tersebut lebih dalam kedalamannya.


“Baiklah kita turun.”


Hugo cukup hati-hati ketika berniat menuruni jurang ini, namun dia ditendang dari belakang oleh Rindou. Lalu dirinya sendiri melompat mengejar ketertinggalannya, namun mereka tidak menyadari ... sudah ada beberapa monster yang menunggu mereka agar memasuki jurang tersebut.

__ADS_1


To Be Continue ....


__ADS_2