
Yuuza berlari dengan stamina yang hampir habis karena terburu-buru. Banyak sekali pasukan berjumlah puluhan yang tergeletak di atas permukaan tanah dan rerumputan, terdapat seekor manusia serigala yang bersandar pada dinding kristal.
Ia melihat Hugo yang tengah bertarung dengan sisa pasukan satu peleton. Yuuza membantunya dengan menggunakan sihir api miliknya yang lebih merah dari api biasa, hanya dengan ayunan tangan kanannya mengakibatkan hembusan angin yang menghasilkan api dari oksigen membentuk semburan berskala besar.
Sisa pasukan itu terbakar dengan sekejap, apinya sangat panas dan dapat membakar sesuatu sampai menjadi abu. Namun karena efek kekuatannya memiliki efek samping, Yuuza tidak bisa terus menerus menggunakan kekuatannya.
Dia tidak bisa berlari lagi, berjalan menuju Hugo yang terjatuh karena sudah tidak kuat lagi untuk menopang tubuhnya. Pelipis sebelah kanan serta mulut dan hidungnya mengeluarkan darah, tidak terlalu parah karena dia menghindari serangan mematikan dan hanya menerima serangan fisik.
“Hugo! Kau tidak apa!?”
Yuuza memeriksa seluruh tubuhnya, namun Hugo memintanya agar tidak membuatnya banyak bergerak karena kesakitan. Hugo lebih memilih agar Yuuza mengkhawatirkan sosok manusia serigala yang ada di balik dinding kristal, Yuuza yang tidak begitu tahu tentang sosok itu hanya bisa mengangguk lalu melihat keadaannya.
Namun apa yang ia lihat hanya seorang manusia tanpa memakai baju dan hanya menggunakan celana hitam panjang. Tidak ada luka dan ia hanya tertidur, Yuuza melihat sekelilingnya dan kemungkinan besar orang tersebutlah yang mengalahkan orang-orang yang tergeletak di sekitar.
Ia membawa Rindou dengan cara membopongnya, berjalan kembali menghampiri Hugo yang terluka. Entah dari mana datangnya, terdapat dua perempuan yang tiba-tiba muncul dan setiap dari mereka menghampiri Rindou serta Hugo.
“Rindou! Kau tidak apa!?”
Panik Liese, Yuuza mengerti bahwa orang yang ia bopong adalah orang yang penting bagi gadis yang memiliki bekas luka bakar di tubuhnya. Ia menyerahkan Rindou kepadanya, perempuan yang satunya lagi menghampiri Hugo yang terluka.
“Apakah kau segitu bodohnya mengorbankan dirimu? Semua luka ini sangatlah sakit.”
“Lecia ... ”
Tangan kirinya menyentuh pipi Hugo, melihat luka yang berada di pelipis sebelah kanan. Lecia tidak begitu berdaya, ia hanya bisa memeluk Hugo yang telah berjuang melewati kematian berkali-kali.
“Aku menepati janjiku, biarkan aku berbaring sebentar ... ”
Hugo yang sudah lelah dibuat berbaring oleh Lecia, sedangkan Lecia sendiri mengelap darah yang ada di wajahnya. Yuuza menoleh ke samping kiri, terdapat satu perempuan lagi tiba-tiba dan ia terdiam melihatnya.
Tidak ada sepatah katapun mereka lontarkan, Yuina mengalirkan air mata dan ia berlari kepada pelukan Yuuza. Menangis di dadanya, Yuuza mengelus kepalanya dan membuatnya melampiaskan segala emosi yang telah dia pendam.
“A-aku sangat mengkhawatirkanmu, berpikir jika aku tidak bisa bertemu lagi itu sangat menakutkan.”
“Semuanya baik-baik saja. Jika kita bersama tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tenang saja ... Yuina.”
* * * * *
__ADS_1
“Kita mulai lagi dari awal, aku adalah Kakak Yuina. Yuuza, panggilanku adalah Red Devils.”
Yuuza memperkenalkan dirinya di atas telapak kedua tangan Golem raksasa yang tengah berjalan menuju Blue Land. Hanya Liese, Hugo, dan Lecia yang duduk di depannya sedangkan Yuina menempel kepada Yuuza lalu Rindou masih tidur.
“Jika kalian bersama Yuina berarti kalian pun sama sisa dari Pasukan Raja Iblis?”
“Mungkin itu benar, tujuan saat ini juga untuk berkumpul kembali. Ngomong-ngomong Kak, bagaimana dengan Kiijo dan lainnya?”
“Hmm? Mereka sudah pergi namun berbeda jalur. Senjataku juga hilang, daripada itu ... apakah kalian yang menyelamatkan Adikku dari segel monster?”
Tanya Yuuza yang melirik ke arah Hugo dan yang lainnya, namun mereka menggelengkan kepala dan Hugo menunjuk kepada Rindou yang tidur di belakang Liese.
“Namanya Rindou ya ... baiklah, aku mengakuinya. Julia sudah menjelaskan semuanya dan tujuan kita adalah berkumpul sebelum serangan habis-habisan dari Cassiopeia. Namun aku masih punya masalah, anak dari Yugo dan Vinessa masih belum aku temukan dan kemungkinan besar dia sudah tewas apalagi usianya baru beberapa bulan.”
Yuuza sangat kecewa dan kesal akan dirinya dengan wajah yang ditutup menggunakan tangan kanan. Kiijo dan Yuuza diberi kepercayaan oleh Yugo yang merupakan salah satu Jenderal Raja Iblis untuk mempercayakan anaknya kepada mereka berdua.
Hugo menepuk pundaknya dengan wajah yang datar dan ia sudah tidak ingin kaget ataupun reaksi dengan berlebihan. Ia menunjuk kepada Rindou lalu menghela napas sebentar sebelum menjawabnya.
“Rindou adalah anak dari Yugo dan Kak Vinessa, tidak perlu percaya padaku namun kekuatan Yugo menurun kepadanya.”
Meski tidak percaya, Yuuza menoleh ke arah Yuina dan ia hanya tersenyum kecil menanggapinya. Dia menoleh kembali ke arah Rindou, menggunakan mata sihirnya yang menjadi merah untuk melihat isi dari dalam tubuh Rindou.
“Begitu ya ... kutukan Yugo sampai berpindah ke anaknya, luka miliknya sembuh karena kutukan bukan karena kekuatannya yang dapat berubah menjadi manusia serigala. Berarti anak ini ... dia dikirim ke dunia lain dan dikirim kembali ke dunia ini?”
“Ingat, jika anak ini mulai mengamuk dan melepas kutukannya. Kalian harus pergi sejauh mungkin, namun akan berbeda jika dia sudah terbiasa.”
“Jangan-jangan itu sama seperti Yugo yang menyelamatkanku? Melawan lima naga sekaligus dan membuat mereka berhutang kepada Raja Iblis!?”
Hugo yang baru tahu akan hal ini membuat batinnya tidak ingin menerima lebih banyak kejutan. Lecia menenangkannya, namun Hugo masih bernapas dengan terengah-engah.
“Oh ... benar juga, Hugo salah satu tingkat bencana jenis naga yang dibawa oleh Yugo. Maka dari itu namamu hampir sama dengan Yugo. Maka dari itu, Rindou bisa dikatakan kau adalah saudara tirinya.”
Tiba-tiba saja Hugo menggebrak, terlalu banyak kejutan yang baru dia tahu apalagi sosok Rindou yang sudah tidak menjadi misteri lagi. Yuuza menjelaskan bahwa Yugo telah tewas karena keabadiannya berpindah kepada Rindou.
Meski dikatakan abadi, itu hanyalah kutukan agar inang manusia itu tidak membolehkannya mati. Karena itu, Rindou mewarisi kekuatan dari kedua orang tuanya yang memiliki kutukan.
* * * * *
Blue Land, tempat yang aman karena di daerah ini sebagian besar pelarian dari sisa Pasukan Raja Iblis ada di sini. Kerajaan Karm serta Cassiopeia masih belum tahu bahwa Blue Land menjadi titik temu para bawahan Raja Iblis yang ingin berkumpul kembali.
Malam hari, Julia menyambut kedatangan Golem raksasa yang memasuki Kota Blue Land yang ramai dipenuhi berbagai ras. Golem raksasa itu memisahkan tubuh intinya yang berukuran bola dan menemani ke mana pun Yuina pergi.
__ADS_1
Rindou pergi menuju tengah kota untuk mencari makan bersama Liese, Hugo, serta Lecia. Namun mereka berpisah karena Hugo ingin berbicara empat mata dengan Rindou yang berakhir di sebuah bar.
Memesan beberapa menu makanan dan Hugo yang akan mentraktir malam ini, memesan satu gelas minuman bir dari gandum dan di dalam bar mereka diperhatikan oleh pengunjung yang ada di sekitar mereka berdua.
“Sepertinya mereka melihatmu Hugo, apa kau pernah menjadi kriminal di Blue Land?”
“Kasar sekali! Aku tidak pernah melakukannya! Daripada itu ada yang ingin kubicarakan denganmu Rindou. Setelah ini, apa yang akan kau lakukan?”
“Hmm? Pertanyaan yang sangat normal. Aku hanya akan mengikuti arus, jika perang terjadi maka aku akan ikut serta dan melawan manusia itu yang telah membantai Pasukan Raja Iblis terdahulu.”
“Be-begitu ya, ternyata kau serius sekali dengan keadaan dunia saat ini. Yah, meskipun demikian aku sama sepertimu.”
“Lalu, apa yang akan kau lakukan?”
Tanya Rindou lalu memasukkan pie daging yang telah dipesannya. Hugo terkejut, pipinya merona kemerahan dan dia berpikir matang-matang mengenai apa yang ia inginkan.
“Sebetulnya aku sudah berpikir jauh, aku berniat untuk ... menikahi Lecia.”
*Brakk
“Apa!? Bukankah itu bagus, usiamu dengan Lecia tidak terlalu jauh dan sepertinya setelah perang berakhir pernikahan kalian berdua dapat dilangsungkan.”
Setelah menggebrak meja, Rindou kembali duduk dan melanjutkan untuk menikmati pie daging yang nikmat.
“Be-begitu ya, baiklah ... aku sudah mendapatkan restu dari Kakak tiriku.”
“Huh?”
Rindou terbingungkan dengan Hugo tentang Kakak tiri, Hugo tidak bisa membicarakan hal itu karena akan membuatnya malu. Dari pada itu, dua perempuan yang mengikutinya dari belakang yaitu Liese serta Lecia mendengar semua percakapannya.
Dan situasi saat ini, Lecia benar-benar tumbang dimabuk cinta karena dia juga sudah siap untuk menikahi Hugo dan lamarannya sudah dilakukan sejak dulu. Ketika pertama kali bertemu, Hugo dan Lecia sangatlah cuek dan tidak tertarik satu sama lain.
“Tabahkan dirimu Lecia, kenapa kita malah bersembunyi di sini?”
“Aku sudah menduga ini, apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengannya lagi? Aku sangat malu setelah mendengarnya. Bagaimana denganmu Liese, bukankah hubunganmu dengan Rindou sangat dekat?”
Tanya Lecia, mereka berdua bersembunyi di balik bartender yang tertutup dengan dinding kayu. Liese menghela napas, dia tidak mengharapkan agar Rindou ingin menerimanya.
“Jika aku egois, maka aku hanya akan menghalangi impiannya.”
__ADS_1
To Be Continue ......