The Summoner : Companion

The Summoner : Companion
Cerita V


__ADS_3

Doro, saudara Kiijo yang telah mewarisi kemampuan untuk kembali ke wujud sejati miliknya tengah berbaring di sisi pantai. Dia membiarkan tubuhnya diombang-ambingkan oleh air laut, dia hanya melihat ke atas menatap birunya langit.



“Apa kau tidak pergi ke tempat Kiijo? Dia sedang berperang melawan pasukan Raja Iblis.”


Suara lembut dari seorang perempuan yang biasa Doro dengar sudah mengetahui siapa sosok yang berbicara padanya. Sera, dia adalah manusia yang dekat dengan Doro apalagi Kiijo dan dia juga teman masa kecil dari saudaranya.


Mereka berdua mengenakan pakaian tempur mereka jika berada di luar maupun ketika bertugas. Mereka harus terus waspada, karena tidak tahu kapan musuh akan menyerang meski Doro tahu tidak ada musuh bagi dirinya.


“Sera ... aku sedang bingung. Raja Iblis saat ini tidak bergerak sama sekali dan membiarkan bawahannya yang malang menahan serangan dari pihak kami. Aku sudah lelah, mungkin aku akan bergabung bersama Yugo dan yang lainnya.”


“Doro ... jika Kiijo mendengarnya mungkin dia akan sangat marah padamu.”


“Fuhh ... aku tidak naif seperti Kiijo. Jalan yang akan aku pilih tidak berhubungan dengannya, jika aku pergi tolong jaga Kiijo untukku.”


“Doro ... jika ... jika perang ini berakhir ... ada yang ingin kukatakan pada Kiijo.”


Sera mengatakannya dengan pipi merona kemerahan, Doro sudah mengerti dengan apa yang ingin dia katakan dan dia hanya menghela napas dengan kedua mata yang tertutup.


“Ya ... Kiijo pasti akan senang.”


*Blarr


Suara ledakan terdengar nyaring, tanah di sekitar mereka bergetar membuat Sera yang tengah berdiri tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Doro segera beranjak dan mengubah posisinya menjadi berdiri, ia membantu Sera dan mengulurkan tangan kanannya.


“Apa yang terjadi? Dan suara yang tadi ... ”


Sera meraih tangan Doro dan ia menariknya. Doro berpikir sebentar jika itu serangan musuh, tetapi penjagaan di gerbang depan seharunya terjamin dan tidak ada pergerakan yang aneh.


“Kita harus segera kembali, mungkin musuh menyerang secara sembunyi-sembunyi.”


“Ba-baiklah ... ”


Ketika mereka berniat untuk segera kembali. Doro dan Sera dikejutkan oleh beberapa kepulan asap hitam yang berasal dari pemukiman penduduk. Padahal kerajaan ini di lindungi oleh tembok tinggi, namun karena mereka berdua di belakang kastil tidak terlihat pihak musuh yang menyerang.


Doro dan Sera berlari hanya dengan satu tujuan. Doro yang fisiknya melebihi manusia biasa mendahului Sera, dia menyuruh Sera agar mengevakuasi korban yang terluka dan Doro yang akan turun di medan perang.


Ketika Sera ingin menjawabnya, Doro telah pergi jauh meninggalkannya. Dia terburu-buru untuk membuktikan firasatnya, melewati batuan terjal dan kastil terlihat pihak musuh yang menyerang.


Bukan naga, monster, ataupun makhluk lainnya. Mereka adalah manusia, Golem yang dikendalikan dan berpuluh-puluh sihir jarak jauh diluncurkan ke kawasan penduduk serta monster buas yang sengaja dilepas. Benteng tinggi yang menjadi pertahanan dijebol, Doro tidak bisa berkata apa-apa dan terdiam melihat manusia yang menyerang mereka.

__ADS_1



Dari kejauhan terdapat seorang perempuan berambut panjang berwarna putih dan warna kulitnya sedikit hitam. Duduk dengan pedang panjang disarungkan di atas pangkuan pahanya, di belakangnya terdapat pasukan Golem yang melakukan teleportasi massal.


“Apa artinya ini ... Cassiopeia menyerang kami?”


Jiwa Doro terguncang, hanya dengan melihat kenyataan bahwa Kerajaan Cassiopeia menyerang mereka adalah bentuk dari pengkhianatan. Jika mereka menganggap kerajaan ini adalah ancaman, maka masuk akal karena kebanyakan di tempat ini bukanlah manusia.


“Begitu ya ... mereka menyerang karena kelompok sukarelawan serta Kiijo pergi jauh dari negeri ini ... ”


Bagaimana mungkin mereka tiba-tiba datang dan Golem yang berukuran raksasa itu tidak terlihat? Artefak sihir teleportasi yang dikumpulkan berpuluh-puluh atau mungkin beratus-ratus hanya untuk melakukan teleportasi.


Golem berukuran besar ada banyak, meskipun pasukan kerajaan ini melawan mereka ada banyak yang tidak selamat dan gugur. Doro melompat dari atas batuan terjal, berlari seraya merapal sihir untuk menggunakan kekuatan miliknya dan berubah wujud ke bentuk sejati miliknya.


Kedua matanya retak, bagian retak itu menyebar ke daerah kepala dan kepalanya pecah berubah menjadi kepala bagian lainnya. Tubuhnya mengalami hal yang sama, retak dan tubuhnya membesar berpuluh-puluh kali lipat.




Membutuhkan beberapa detik proses ini, kedua kakinya mengalami hal yang sama dan ketika wujudnya terlihat jelas seutuhnya. Monster, mungkin terlihat seperti itu dan Doro telah sepenuhnya berubah wujud.


Tangan kanan memegang pedang dengan dua sisi tajam sedangkan tangan kirinya memegang perisai yang menahan serangan musuh. Dalam bentuk ini, kesadaran Doro berada sepenuhnya di dalam tubuhnya karena tubuh besarnya ini hanya wadah yang menjadi pertahanan kuat dan memiliki kekuatan besar.


Doro mengedepankan perisainya, serangan sinar cahaya itu dapat ia tahan dengan lapisan sihir tambahan yang meredam kekuatannya. Perisainya tidak tergores sama sekali, ia bergerak dengan segera dan menebas kepala mereka satu persatu.


Doro seorang diri menahan pasukan Golem musuh, meski dia diserang oleh berbagai sihir jarak jauh. Tubuh kerasnya dapat menahan serangan musuh dan ia sanggup untuk bertahan, meski dia diserang bertubi-tubi hingga kehilangan banyak kekuatan sihir.


Jika seperti ini terus, Doro tidak akan bertahan lama dan bentuk sejati miliknya akan lenyap dan kembali ke wujud semula. Meski begitu, dia terus memaksakan dirinya dan berjuang bersama-sama melawan Kerajaan Cassiopeia yang menyerang mereka.


* * * * *


Di suatu tempat daerah bersalju ...


Kiijo yang ada di medan perang melawan pasukan Raja Iblis tiba-tiba berhenti karena sebuah goncangan dalam dirinya. Ia merasakan ada suatu hal yang tidak beres dan itu berada di kerajaan asalnya. Dengan meninggalkan medan perang, ia menyerahkan komando ke Pahlawan yang ada bersamanya lalu segera kembali dengan menunggangi monster yang dikendarainya.


Jarak kerajaannya jauh dan jika menggunakan monster yang dikendarainya menghabiskan waktu satu hari penuh. Dengan perasaan bimbang meninggalkan medan perang, Kiijo merasa ada yang tidak beres dengan semua ini.


Sosok Doro bersama Sera yang dia lihat dari belakang membuatnya teringat dengan kata-kata terakhir Doro sebelum pergi. Kau harus selamat dan kembalilah karena kami akan menunggu kepulanganmu, dia teringat dengan perkataan Doro.


Bersusah payah menerobos salju, Kiijo segera pergi menuju tempat asalnya dan menemukan sebuah alat yang dijadikan teleportasi sebelumnya ketika dia pergi ke tempat ini. Dengan alat teleportasi tersebut, dia melompat dengan setengah jalan dan mempersempit jarak antara posisinya dengan kerajaannya.

__ADS_1


“Tunggulah aku ... ”



* * * * *


Serangan Kerajaan Cassiopeia yang diluncurkan ke kerajaan milik Kiijo serta Doro terdengar kepada Yugo. Mereka tengah melawan serangan dari pasukan Kerajaan Karm, untuk pergi melihat situasi di kerajaan asal Kiijo membutuhkan waktu tiga jam jika menggunakan kendaraan.


“Begitu ya ... jadi ini yang dikatakan dari ramalan Puteri Onioshi. Menginvasi sekutu sendiri karena mereka, Cassiopeia sialan ... ”


Yugo berlari dengan arah berbalik, pasukannya yang melihat dirinya tiba-tiba saja menuju garis belakang pun mengikutinya. Mereka tidak tahu apa yang terjadi saat ini, namun mereka memilih mundur karena Yugo yang merupakan pemimpin di garis depan saat ini mundur.


Yugo yang berada di medan perang menggunakan kekuatan kutukan miliknya. Tubuhnya mengeluarkan bau yang membuat orang-orang di sekitarnya seperti dicekik, bayangan naga hitam dapat dirasakan oleh siapa saja yang melihat tubuh Yugo mulai menyesuaikan diri.


Seluruh tubuhnya dilapisi asap hitam, tatapan tajam dengan kepala yang berubah bentuk menyesuaikan diri terhadap kutukan itu. Tubuhnya mengalami perubahan, fisiknya semakin kuat.


Perubahan ini membutuhkan waktu cukup singkat, tubuhnya membesar sedikit dan kini dari atas sampai bawah Yugo terlindungi oleh zirah yang merupakan manifestasi kekuatan Naga Terkutuk. Tetapi tubuh Yugo sendiri adalah perubahan yang mengambil kekuatan dari Naga Terkutuk itu.



Matanya merah menyala dan ia meraung yang membuat perhatian musuh maupun sekutu teralihkan olehnya. Punggungnya yang terlapisi zirah membuka sedikit, dari celah itu mengeluarkan mana secara cepat yang membuat Yugo dapat terbang dengan rendah dan bergerak cepat.


Dengan cepat, ia meninggalkan medan perang melewati Vinessa, Hugo dan pasukan lainnya mengandalkan Vinessa yang ada di garis depan. Sangat cepat, meski Yugo hanya melompat dan menambah efek dorongnya menggunakan celah di punggungnya.


Hugo yang melihat tingkah aneh dari Yugo yang tiba-tiba meninggalkan medan perang membuatnya khawatir. Ia segera mengejarnya dengan merebut kuda milik musuh.


Dari kejauhan terlihat Golem raksasa yang mengeluarkan sihir tembakkan sinar dan mengakibatkan ledakan skala besar. Terdapat satu Golem berwarna hitam dari pihak lain menahan efek ledakan tersebut menggunakan perisai besarnya.


Yugo masih belum tahu bahwa Golem raksasa berwarna hitam dan bertanduk itu adalah saudara Kiijo yaitu Doro. Yugo melompat ke atas dan dengan efek dorongan itu membuatnya terbang, dari atas dia dapat melihat jelas bahwa tembok besar dan tinggi yang melindungi kerajaan itu telah hancur diinjak-injak.


Yugo tidak menyangka bahwa Cassiopeia akan menyerang sekutu mereka sendiri. Memang wajar bahwa ras yang ada di kerajaan ini bercampur, sehingga mereka memandang Kiijo yang bertanduk serta keluarganya adalah bagian dari bawahan Raja Iblis.


Yugo menghampiri Golem yang tadi menyerang lalu memukul kepalanya hingga berlubang. Telapak tangan kanannya menghasilkan bola api yang harus diisi sihirnya, ketika seukuran kepalan tangan serangan sihir itu ia lepaskan dan membuat kepala Golem itu meledak.


Untuk sekarang, Yugo melawan pasukan yang menyerang kerajaan ini dengan segenap tenaga bersama Golem hitam yang memegang perisai serta pedang berukuran besar.


To Be Continue ....


concept Art Doro


__ADS_1


concept Art Yugo mode zirah Naga Terkutuk



__ADS_2