THE TEARS THAT FLOW BECAUSE OF THE SAD RELATIONSHIP Air Mata Yang Mengalir Karena Hubungan Kesedihan

THE TEARS THAT FLOW BECAUSE OF THE SAD RELATIONSHIP Air Mata Yang Mengalir Karena Hubungan Kesedihan
Chapter 12 Menarik Perhatian


__ADS_3

Hari berikutnya


"Riyan, ayo cepat..."ucap Olivia saat berlari dengan membawa kucing yang di bawa pulang oleh mereka kemarin malam.


"Iya, hei Olivia, pelankan larimu! nanti kau bisa jatuh"ujar Riyan menyusul Olivia dengan berlari, mereka sedang berlari di lorong untuk menuju ke ruang kepala sekolah.


Olivia terus berlari bahkan saat di tangga.


"Olivia jangan lari di tangga, nanti jatuh..."ucap Riyan.


'huh, aku terlalu lelah untuk mengejarnya' pikir Riyan, kemudian Riyan berjalan biasa.


"Tidak apa-apa, aku tidak akan ja... akh.."


Olivia tidak sengaja menginjak tali sepatunya yang terlerai, ia hampir jatuh dari tangga, dan kebetulan Cleo sedang lewat, Cleo menangkap Olivia dengan gerakan impulsif, hingga Olivia jatuh dalam pelukan Cleo dengan pandangan tertunduk.


"Duh, eh???"lirih Olivia.


"Kau tidak apa-apa? Olivia?"tanya Cleo.


"Ah iya, aku tak apa"ucap Olivia dengan menaikkan pandangannya.


"Ah Cleo, kau rupanya yang menangkapku, terima kasih"ucap Olivia seraya tersenyum.


'Kau muncul tepat saat aku sedang bosan, kau memang gadis menarik'pikir Cleo dengan tersenyum saat menatap Olivia.


"Cleo"ujar klaura dari kejauhan yang menghampiri Cleo dan Olivia, Cleo berhenti menatap Olivia dan berjongkok.


"Ah, rupanya kau jatuh karena tali sepatu yang terlerai, biar kuikatkan sebentar"ucap Cleo yang mengikatkan tali sepatu Olivia.


"Ah tidak apa-apa, jangan, aku juga bisa sendiri"ucap Olivia dengan kebingungan.


"Sebentar saja, tunggu sebentar, .....sudah"


ucap Cleo.


"Te-terimakasih"ucap Olivia


"Cleo, apa kau tidak dengar saat ku panggil tadi "ucap klaura.


"Hai Klaura"sapa Olivia.


"Oh, hai Olivia"


"Cleo, bagaimana kalau kita ke taman, melihat bunga, bunganya banyak yang mekar loh"ucap klaura seraya menempel pada Cleo.


'Cleo orang yang supel, baru beberapa hari saja ia sudah banyak teman dan penggemar'pikir Olivia.


"Sudah kubilang berkali-kali jangan ikuti aku"ucap Cleo.


'Aku berubah pikiran' pikir Olivia lagi.


"Lagi pula aku lebih ingin ke perpustakaan dari pada ke taman, oh ya, bye Olivia"ucap Cleo kemudian pergi.


"Aku juga ingin ke perpus"ucap klaura.


'Aku berubah pikiran lagi... Cleo sangat ramah padaku' pikir Olivia dengan tersenyum.


"Olivia kenapa kau masih di sini ?"tanya Riyan yang baru saja turun dari tangga.


"Kau sendiri dari mana saja, kenapa lama sekali jalanya"ucap Olivia dengan berjalan.


'Sebenarnya dadaku sakit lagi, tapi aku tidak mungkin mengatakannya' pikir Riyan.

__ADS_1


"Aku dari toilet, maaf ya..."ucap Riyan.


"Yasudah, tidak apa-apa, ayo jalan lagi"ucap Olivia.


"Iya, tapi .... sepertinya baru saja aku mendengar suara Cleo?"ucap Riyan.


"Iya, dia baru saja pergi, apa kau tahu, aku hampir saja terjatuh dari tangga"ucap Olivia.


"Apa?? bagaimana bisa?? apa kau tidak terluka??"tanya Riyan kaget.


"Kan aku bilang, aku hampir saja terjatuh, saat aku terjatuh Cleo yang kebetulan lewat menangkapku"ucap Olivia.


"Oh, syukurlah"


'Benar... kenapa aku marah? padahal tadi bagus Olivia tidak jadi jatuh karena di tangkap oleh Cleo, tapi tetap saja....


seandainya dadaku tidak tiba-tiba sakit,


seandainya aku bisa berlari lebih cepat darinya, seandainya aku yang menangkap Olivia... dan bukannya Cleo'


pikir Riyan.


Pada akhirnya mereka pun sampai di depan ruang kepala sekolah, dan mengetuk pintunya.


"Permisi, Bu lily~"ucap Olivia dengan antusias.


"Sedari tadi kau terus bersemangat ya?"


"Tentu saja, sedari tadi aku terus bersemangat karena terus berpikir ini ide yang bagus dengan membawa kucing ini ke sekolah, karena kita akan dapat melihat terus maya~ "ucap Olivia.


"Maya? apa itu nama kucingnya? hahaha"


tanya Riyan dengan tertawa kecil.


"Kenapa? apa yang lucu?"tanya heran Olivia.


"Tidak, memang kenapa?"


"Kucingnya laki-laki..."ucap Riyan.


"Laki-laki, bagaimana bisa? kucingnya memiliki bulu yang lembut berwarna putih dan mata ungu seperti permata"ucap Olivia.


"Tentu saja bisa, bukankah sama seperti sebelumnya, saat kau menamai burung"ucap Riyan.


"Ah, kau menyebalkan, kenapa mengungkit masa lalu"ucap Olivia dengan bibir mungilnya yang cemberut.


'Dia mengejek dengan mengungkit kesalahan yang lalu, benar-benar menyebalkan' pikir Olivia dengan menyilangkan kedua tangannya.


'Oh, sepertinya dia sedang marah' pikir Riyan dengan tersenyum menatap keimutan Olivia.


"Buahahahaa, kau marah ya? bercanda, bercanda, kucing ini memang perempuan kok"ucap Riyan.


"Riyan, leluconmu tidak lucu sama sekali"


"Ok, aku minta maaf ya..."ucap Riyan dengan tersenyum hangat.


"Riyan... Olivia... apa yang kalian lakukan di depan ruangan saya"ucap Bu lily yang baru datang dari luar ruangan.


"Bu lily, halo bu... bu saya kemarin menemukan seekor kucing yang cantik di tengah jalan, ia sepertinya di telantarkan oleh pemiliknya, saya sudah membawanya pulang ke rumah kami, tetapi Tante alergi terhadap kucing, jadi kami ingin ibu yang merawatnya"ucap Olivia dengan memberikan kucing itu pada Bu Lily.


"Begitu rupanya, kucingnya memang sangat cantik, siapa yang tega menelantarkan kucing cantik ini... bagaimana kalau begini, Olivia, Riyan, karena kebetulan kalian ada di sini, bisakah kalian membantu saya, saya ada urusan, saya kembali kesini untuk mengambil barang yang tertinggal di ruangan ini, dan syukurlah bertemu kalian di sini, bisakah kalian sekalian membawa kucing ini ke taman sekolah dan memberikannya makanan, sekalian kucing-kucing yang lain juga, saya lupa memberikan makanan kucing-kucing itu, dadi tolong sekalian ya..."


"Iya bu, akan kami lakukan"ucap Olivia dan Riyan.

__ADS_1


"Sebentar, saya akan ambilkan makanannya di ruang saya"ucap Bu Lily dengan masuk ke ruangan dan keluar kembali dengan makanan kucing.


"Nah ini, karena kebetulan ini jam istirahat, jadi tolong ya..."ucap Bu lily kemudian pergi.


"Iya bu"


"Riyan tolong pegang kucingnya dan ini sebentar aku mau ke toilet"ucap Olivia.


"Baiklah"


Beberapa saat Olivia kembali dari toilet dengan rambutnya yang di kuncir dua dikiri dan kanan.


"Kenapa rambutmu di kuncir?"


"Karena aku gerah"


Mereka pun langsung pergi ke taman.


Di perpustakaan, tempat Cleo sedang membaca, tidak, sebenarnya ia tidak bisa membaca dengan tenang karena terus di tempeli oleh klaura dan siswi lainnya.


"Hei, melihat Cleo dari dekat sungguh mendebarkan karena wajahnya yang menawan"desis sisiwi yang sedang duduk di meja yang sama dengan Cleo.


"Benar, dia serius sekali membaca bukunya"desis siswi yang lain.


'Mereka terlalu berisik, bagaimana aku bisa serius membaca bukunya' pikir Cleo.


"Maaf, bisakah kalian kecilkan suaranya, aku sedang membaca buku, lagi pula ini perpustakaan"ucap Cleo.


"Tahu kalian ini, berisik sekali... lebih baik kalian pindah tempat saja sana"ucap klaura.


"kenapa hanya kami, bukankah kau juga sama berisiknya dengan kami"ucapnya.


"Hei kalian, kenapa berisik sekali, ini adalah perpustakaan, cepat keluar yang berisik..."ucap penjaga perpustakaan.


"Bukan saya yang berisik, tapi mereka "ucap klaura dengan menunjuk-nunjuk siswi lain.


"Kalian semua sama saja"ucap penjaga perpustakaan.


'Ha.... haruskah aku pergi dari sini, aku mulai bosan membaca ... mereka semua sama saja' pikir Cleo kemudian ia berdiri dari bangkunya dan berjalan ke arah jendela dan mendapati Olivia dan Riyan yang duduk di tangga taman dengan memberikan makanan kucing.


'Lagi-lagi.... secara kebetulan pandanganku selalu tertuju padanya' pikir Cleo.


Kemudian Cleo kembali ke kelas yang masih sepi dan memakai headset yang selalu ia bawa, ia mendengarkan musik hingga tertidur sebentar.


"Ka... kakak... sekarang waktunya pelajaran Fisika, gurunya baru saja tiba"ucap Deana yang sedang membangunkan Cleo yang tertidur.


"Ha, benarkah jam berapa sekarang,"tanya Cleo dengan mata sayup-sayup.


"Kakak, pasti lelah ya? apa aku harus minta izin pada guru, agar kakak izin di pelajaran ini dan istirahat saja di uks"ucap Deana.


"Tidak perlu, kakak tidak lelah..."ucap Cleo.


"Kak, bagaima kalau malam ini kakak tidak perlu bernyanyi di Cafe dan istirahat saja di rumah..."ucap Deana.


"Kau khawatir pada kakamu ya?"


"Tentu saja"


"Jangan khawatir, pergi sana ke bangkumu..."


"...ya"


'Ya... aku dan ka Cleo memang anak orang kaya. Ka Cleo merupakan seorang penerus perusahaan besar kenamaan di negara Eropa milik ayah kami, berprestasi cermelang di setiap mata pelajaran, dia memang supel dalam pergaulan, tapi satu kekurangan kakak.... Ia keras kepala dan sulit di nasehati, ia juga memiliki kesalahpahaman terhadap ayah, hubungan mereka merenggang karena aku...' pikir Deana saat duduk di bangkunya.

__ADS_1


Pelajaran sekolah hari ini pun berakhir dengan cepat.


BERSAMBUNG.


__ADS_2