
Malam hari pukul 22:00
"Seandainya langit runtuh, seandainya matahari melelehkan bumi, seandainya bintang berjatuhan, seandainya bulan terbelah, seandainya planet - planet bertabrakan, seandainya tata surya hancur, seandainya gunung merapi erupsi, seandainya air laut pasang dan terjadi tsunami, seandainya seluruh kehidupan terhenti, tidak... sejujurnya aku sangat sangat ingin mati ....."gumam Cia yang menatap kosong kearah jendela kamarnya.
"Cia,buatku aku jus !"titah ibu tiri Cia yang duduk di ruang tamu.
"Iya,bu"
Cia membuatkan ibunya jus dan kembali dengan membawa jus dan menaruhnya di depan ibunya yang sedang bersolek.
"Ini bu jusnya... akh ma-maafkan aku"ucap Cia menginjak lantai licin dan tidak sengaja menumpahkan jusnya ke sekujur tubuh ibunya.
"Cia apa yang kau lakukan," bentak ibu tiri Cia.
"Ma-maaf bu, lan-lantainya licin"ucap Cia.
"Alasan, dasar sial..."
Plaaak, ibu Cia menampar wajah Cia.
"Ma-maaf bu"
"Hah, sumpah kenapa kau harus hidup hah? kenapa kau tidak ikut mati saja bersama keluarga angkatmu itu, aku mempertahankanmu di rumah ini karena aku tidak mau menggaji seorang pembantu, kau harusnya tahu diri, karena aku sudah berbaik hati tetap membiarkanmu hidup di rumah ini, kau harusnya tahu seorang anak pembantu tetap akan menjadi pembantu, jangan sombong hanya karena prestasimu lebih bagus dari anakku"ucap Ibu tiri Cia dengan menjambak rambut Cia dan menariknya ke luar rumah.
"Akhhh... i-ibu sakit akhhhhh... ugh... sakit tolong lepaskan..."
"Ini, malam ini kau tidur di sini"ucap Ibu tiri Cia yang langsung masuk kembali ke dalam rumahnya dan mengunci pintu rumah.
Cia kemudian berjalan kearah rumah kucing yang ada di luar rumahnya, dan duduk di dekatnya.
'lagi-lagi... hidupku selalu menyedihkan'pikir Cia
Meow... meow... meow...
"Iya melisa, aku di sini, tapi maaf ya. Hari ini aku datang tanpa makanan"ucap Cia dengan menaikkan kucing itu ke dalam pangkuannya.
"Kau pasti lapar ya? maaf ya melisa,"ucap Cia dengan mengelus-elus kucing itu.
Sepanjang malam Cia tertidur di luar rumah dengan udara dingin yang menusuk kulit, ia tidur dengan memangku kucing yang juga sakit.
Kucing itu adalah kucing dari pemilik rumah itu sebelumnya, tapi kini kucing itu lebih mirip mayat, karena sekujur tubuh kucing itu tanpa bulu, dan banyak luka di tubuhnya.
Waktu berlalu dan
Paginya...
Byuuurrr
"Hei anak sialan, cepat bangun, dan buatkan aku sesuatu untuk di makan"ucap Ibu tiri Cia yang baru saja menyiram Cia dengan seember air.
"Iya"ucap Cia yang langsung berdiri dengan membawa kucing di tangannya.
'Melisa juga tersiram air, ia pasti kedinginan, aku harus mengeringkannya lalu memberinya makan' pikir Cia.
"Kau mau bawa kemana kucing sakit-sakitan itu?"
"Aku mau bawa ke dalam, karena ia terkena air juga, jadi aku mau keringkan dan memberinya makan"
"Tidak boleh, cepat buang kucing sakit-sakitan itu, dan cepat buatkan aku sarapan, jangan pernah berani membawanya kedalam, lalu jangan lupa cuci tangan sebelum membuat masakannya"ucap Ibu tiri Cia, lalu kembali masuk ke dalam rumahnya.
"Iya"
"Maaf ya Melisa, aku akan bawakan makanan untukmu, jadi tunggu sebentar ya"ucap Cia dengan menurunkan kucingnya.
__ADS_1
"Kak Cia berikan padaku kucing itu, dan cepat buatkan sarapan, perutku lapar..."ucap Dieter adik tiri laki-laki Cia yang baru berumur 13 tahun.
'Dieter adalah adik tiriku yang ke dua, setiap melihatnya muncul ingatan yang tidak ingin ku ingat setiap hari dalam wujud mimpi buruk, karena dia mengingatkanku pada Kevin' pikir Cia.
"Dieter kau akan memukuli melisa lagi kan? tidak boleh, kau tidak boleh melakukannya"ucap Cia.
"Cia kenapa kau masih di luar"teriak Ibu tiri Cia.
"Tuh kan kakak sudah di panggil ibu lagi, lebih baik cepat serahkan kucing itu padaku dan buatkan sarapan sana"ucap Dieter.
Dengan terpaksa Cia masuk ke dalam rumah meninggalkan kucing itu sendirian bersama adik tirinya Dieter. Cia memasak sarapan dengan baik seperti biasa, tidak membutuhkan waktu yang lama, 30 menit kemudian setelah masakannya siap, Cia segera menghidangkannya di meja makan.
"Ibu, aku sudah selesai memasaknya"
"Oh bagus, cepat panggil Dieter, dia sedang main di luar..."
"Ya, bu"
Baru saja mau memanggil adik tirinya itu, adik tirinya sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah dengan mengumpat kasar dan dengan baju yang di penuhi noda darah yang basah.
"Sialan kucing itu"gumam Dieter.
"Dieter sayang, kenapa wajahmu masam, dan bajumu terdapat banyak noda darah"
"Ibu kucing sialan itu tidak mau main denganku,"ucap Dieter dengan manja pada ibunya.
"Dieter apa kau memukul melisa lagi? kenapa kau melakukannya"ucap Cia yang mendekati Dieter lalu meremas pundaknya.
Plaaak...
"Berani sekali kau kasar pada anakku"
"Kak Cia berlebihan sekali, lagi pula kucing sakit-sakitan itu pada akhirnya memang akan mati, aku hanya membantunya mati lebih cepat dan agar dia tidak merasakan rasa sakit lagi"ucap Dieter.
"Kak Cia"ujar Dieter.
"Sudah, biarkan saja dia, Dieter sayang cepat mandi dan ganti bajumu lalu kita makan"
"Ibu, sampai kapan ibu mau menjadi pembunuh?"
"Apa maksudmu pembunuh? siapa? ibu?
bukankah kau tidak ada bedanya dengan ibumu ini, kau juga baru saja membunuh... kau juga tahu darah lebih kental dari air"
"Diam! aku tidak pernah berharap terlahir dari seorang pembunuh sepertimu"bentak Dieter yang langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengurung dirinya sendiri.
"Dieter?!"
Sementara itu,
Cia yang di selimuti dengan kesedihannya yang mendalam, dan rasa sesal karena lagi-lagi tidak bisa melindungi hal yang ingin di lindungi, ia terus menangis dengan Melisa dalam pangkuannya.
'Kenapa lagi-lagi... aku sendirian, kanapa aku harus lemah, aku jadi kehilangan banyak hal yang ku anggap berharga' pikir Cia.
***Perjalanan hidup Cia ***
Pov Cia
Namaku Natacia Hanafia Alesandrina
Sejak kecil mau tidak mau aku percaya bahwa orang memiliki peringkat dan level.
Keluargaku adalah sebuah keluarga yang kaya raya, tidak... tapi keluargaku adalah pelayan dari sebuah keluarga yang kaya raya.
__ADS_1
Aku anak yang termasuk dalam predikat anak pintar di sekolah, aku memiliki banyak kemampuan sejak lahir, tetapi memiliki kemampuan tidak selalu diikuti dengan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut, karena aku hanyalah anak dari keluarga miskin.
Ayah bekerja sebagai sopir di keluarga kaya, Ibu bekerja sebagai pembantu keluarga kaya.
Ayah dan ibu sangat menyayangiku tetapi mereka tak pernah ada waktu untukku...
"Cia, ayahmu dan ibu harus bekerja untuk masa depanmu, kau bisa main sendiri kan?"
"Iya, bu..."
Aku menjadi kesepian..... kesepian yang mendalam, lalu...
"Ka Cia, ayo main dengan Kevin di taman !"
ucap Kevin anak dari keluarga kaya yang di layani keluargaku, kami memang berbeda pangkat, tapi ia selalu saja baik padaku, ia bilang sudah menganggapku sebagai kakaknya meski kami tak sedarah,aku pun sebaliknya, aku menganggapnya sebagai adik laki-laki yang menggemaskan.
"Iya,"
Satu-satunya temanku adalah Kevin dan buku, aku suka buku dongeng, buku dongeng kesukaanku adalah Cinderella....
Suatu hari ketika keluargaku harus pergi mengantarkan keluarga kaya itu pergi berlibur, dan saat itu aku hanya sendirian menunggu, dan ketika mereka kembali yang kembali hanya keluarga kaya itu saja, katanya... ayah dan ibuku mengalami kecelakaan yang di buat - buat oleh Jenatta keponakan dari keluarga kaya itu, sekaligus pama dari Kevin, tadinya ia hanya ingin membuat sebuah kecelakaan kecil untuk sebuah konten, tetapi kecelakaan kecil yang dibuat dengan sengaja itu malah membuat kedua orang tuaku kehilangan nyawa mereka, setelah itu aku menjadi yatim piatu di usia 10 dan tinggal dalam panti asuhan selama satu tahun.
Karena Jenatta merupakan keponakan dari keluarga kaya itu sekaligus orang yang akan menjadi penerus perusahaan besar kenamaan, sehingga ia tidak mendapatkan hukuman apa pun dari pihak yang berwenang, keluargaku..... dihapuskan dari dunia seolah memang seperti tidak pernah ada.
Di hari musnahnya nama keluargaku dari dunia ini, ada sesuatu yang meledak dari dalam yang sulit di jelaskan, sesuatu yang lebih hebat dari ketakutan yang ku rasakan, perasaan itu..... adalah "kemarahan", tetapi aku hanya bisa bersabar seraya terus menunggu.
Setelah satu tahun tinggal di panti asuhan, aku di adopsi di keluarga kaya itu, aku menjadi anak dari keluarga kaya yang telah membunuh orang tuaku, tetapi karena aku lemah, aku hanya pasrah.
Hatiku dipenuhi dengan emosi dan rasanya sangat sakit seolah-olah akan meledak, aku harus membaginya di suatu tempat...
Lalu lagi-lagi Kevin yang selalu ada dan menghiburku.
"Kakak, sekarang kakak jangan sedih karena Kevin ada disini, sekarang kakak akan menjadi kakaku..."
"Maaf... maaf, maafkan kami Cia, kami sungguh-sungguh minta maaf padamu, kami tahu kau sangat membenci kami, kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami juga tidak bisa mencegah apa yang sudah terjadi, tetapi kami bisa membayar kesalahan kami dengan menjadikanmu bagian dari kami, jadilah keluarga kami"
"........"
"Kakak ayo cepat jawab, kakak akan jadi kakaku kan?"
"Iya"
Aku menjawab mengiyakannya karena Kevin... karena ia satu-satunya kehangatan dalam hidupku, hanya bergantung pada serpihan kecil kehangatan. Itulah satu-satunya cara untuk hidup di masa yang melelahkan ini.
Aku tahu hidup tak dapat diputar ulang, hamburan kata maaf pun tak bisa menutupi kesalahan yang dilakukan di masa lalu.
Aku juga kesal, marah, kecewa pada diriku sendiri, tetapi aku tidak bisa apa-apa karena aku orang yang lemah karena itu aku kehilangan kedua orang tuaku.
Setelah menjadi keluarga orang kaya itu, kehidupanku berubah drastis, aku jadi sangat bahagia, tapi juga tidak melupakan apa yang menimpa orang tuaku.
Saat aku tidak ingin dibuang, atau ada orang yang harus kulindungi, yang pertama kali kubuang adalah diriku sendiri.
Bertindaklah seperti anak baik...
Selalu tersenyum manis, dan jangan manja.
Sembunyikan isi hati dan perasaan demi menerima kasih sayang, ucapkan kata-kata yang hanya ingin didengar oleh lawan bicara.
Mungkin... kebahagiaan yang kuperoleh dengan membohongi diriku sendiri. Juga sebeah 'KEBOHONGAN'.
itulah cara bertahan hidup dengan caraku.
Seperti kisah Cinderella gadis yatim-piatu, setelah bertemu dengan pangeran ia hidup bahagia di kerajaan itu bersamanya selamanya, tetapi juga seperti kisah lain dalam dongeng, setelah dongeng itu berakhir tidak ada yang tahu kelanjutannya....
__ADS_1
BERSAMBUNG.