
"Olivia lihat itu, mereka sedang memperkenalkan diri... kenapa kau masih saja belajar? coba perhatikan ke depan mereka memiliki paras yang bersinar"desis Cia pada Olivia.
"Tunggu ... aku harus memecahkan soal ini
dulu"ucap Olivia yang sedang mengerjakan soal MTK dan ia tidak sadar apa yang sedang terjadi di dalam kelas saat itu, karena begitu serius.
"Jangan terlalu serius, nanti otakmu bisa meledak, belajar dengan giat itu bagus tapi secukupnya saja, terkadang kita butuh sesuatu untuk cuci mata..."ucap Cia yang terkesima melihat pemandangan di depan matanya itu.
"Aku tidak butuh yang seperti itu.....
ah aku salah... ternyata yang ini rumusnya, tidak, tidak, ini benar kok, ah akhirnya selesai!"ucap Olivia yang kesenangan sendiri lalu dia langsung membaca buku lagi dengan alasan' aku mau baca buku lagi... yang ini belum selesai, setelah ini aku mau pinjam buku lagi di perpus' pikir Olivia.
"Terserahlah, nanti kau menyesal..."ucap Cia.
"Nah silahkan lanjutkan perkenalkan kalian"
ucap kepala sekolah.
"Aku harap kita semua dapat berteman baik~"ucap Deana, lalu ia melirik ke sekeliling kelas dan memperhatikan dengan cermat dan tatapannya terhenti pada Riyan yang sedang serius belajar, 'Ah,aku ingat... anak laki-laki yang waktu itu, bagaimana bisa dunia sesempit ini hingga aku bertemu lagi dengannya, saat itu aku tak sempat tahu namanya, aku penasaran siapa namanya...'
"Ah, ini kakaku, namanya kak Cleo"ucap Deana memperkenalkan Cleo dengan tersenyum kepada semua murid.
Cleo berjalan menghampiri meja Olivia dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Olivia.
"Halo, namaku Cleo Licth Virga Cryisis, boleh aku tahu siapa namamu?"tanya Cleo pada Olivia yang sedang membaca bukunya, Olivia yang tidak sadar masih saja terus membaca bukunya.
"Olivia kau sedang apa? lihat di depanmu ada cogan yang mengajakmu berkenalan"
desis Cia, Olivia kemudian mendongak dan menatap Cleo dengan polosnya, lalu berdiri dan membalas uluran tangan Cleo.
"Ah, maaf aku tidak sadar," ucap Olivia lalu ia berdesis ke Cia "apa yang harus aku lakukan"ucap Olivia.
Cia memukul keningnya dan berdecak beberapa kali.
"Dia ingin tahu namamu bodoh..."ucap Cia berdesis.
"Oh... Namaku Olivia Fioner Alessa Vianela "
ucap Olivia melepaskan tangannya dan duduk kembali.
'Polosnya.... dia mengingatkanku pada seseorang , parasnya sangat mirip dengan ibu 'pikir Cleo.
"Namamu sungguh Cantik"ucap Cleo dengan tersenyum, sedangkan Riyan hanya menatap tajam ke arah Cleo dengan raut wajah tidak suka, sementara Rayden memperhatikan dengan diam ...
'Aku tidak suka dengan wajah anak baru itu, dia terlihat seperti playboy, lalu Olivia sungguh cantik dengan kepolosannya' pikir Rayden.
"Nah karena Perkenalan ini memakan waktu cukup lama, Cleo dan Deana, silahkan pilih tempat duduk kalian.... pak Rahmat tolong bantu pilihankan tempat duduk mereka"ucap pak kepala sekolah,kemudian ia meninggalkan kelas.
__ADS_1
"Cleo kamu duduk dibelakang Riyan dan Rayden, bangku kosong dibelakang mereka... dengan azra, karena anak yang sebelumnya duduk di meja itu, sudah pindah sekolah"titah pak rahmat guru IPA seraya menunjuk bangkunya.
"Deana kalau kamu hmm... duduk samping wulan baris belakang, tidak apa-apa kan?
karena tidak ada bangku lain yang kosong"titah pak Rahmat lagi.
"Tidak apa-apa pak ..."ucap Deana kemudian berjalan menghampiri bangkunya.
'jadi siapa kira-kira nama anak itu ya...' pikir Deana seraya memandang ke arah Riyan dari bangkunya.
"Wah waktu pelajaran bapak sudah hampir habis.... baiklah pelajaran bapak tutup, apa ada yang sudah mengerjakan soal yang tadi diberikan?"tanya pak Rahmat, kemudian Riyan dan Olivia maju ke depan untuk menyerahkan bukunya.
"Wah memang ya... di kelas ini cuma ada Riyan dan Olivia yang paling rajin..."puji pak Rahmat.
"Terimakasih pak"ucap Olivia dan Riyan bersamaan.
"Dan satu lagi... Cleo dan Deana karena kalian anak baru, jadi silahkan kalian mengelilingi sekolah ini untuk lebih mengenal tempat-tempat yang berada di sini, Olivia dan Riyan yang akan menunjukkannya, karena mereka anggota OSIS SMA ini"titah pak Rahmat sebelum pergi meninggalkan kelas.
Bel istirahat berbunyi, pelajaran berakhir, semua murid yang berada di dalam kelas mengelilingi bangku Cleo dan Deana.
"Cleo, kau tampan sekali~"
"Wah halo, namaku Klaura, Deana kau cantik sekali mau berteman denganku?"tanya Klaura si murid caper di kelas seraya mengibas rambut panjangnya.
"Haha... terimakasih, kau juga cantik"ucap Deana dengan tersenyum namun pandangan yang masih mengarah ke arah Riyan.
'Berani sekali bocah ini, dia bicara tanpa melihat kearahku, padahal aku sudah berbaik hati menyapanya, dasar ya, cewek sial kalau bukan karena dia adiknya Cleo, aku sih malas menyapanya duluan'pikir Klaura.
"Iya, terimakasih, Deana apa kau mau pergi ke kantin bersamaku?"tanya Klaura dengan tersenyum ramah yang berbeda dengan isi pikirannya.
"Ah, tapi tadi pak guru, memintaku mengelilingi sekolah bersama anggota OSIS, maaf ya Klaura kita ke kantin bersamanya lain kali saja"tolak Deana dengan sopan.
"Oh, begitu ya..."ucap Klaura.
"Halo Deana, kenalkan namaku Olivia, aku anggota OSIS di sini, mari berkeliling sekolah"ucap Olivia dengan ramah.
"Iya, baiklah"ucap Deana.
" Cleo, mari berkeliling sekolah !"ucap Olivia yang kini ada di depan meja Cleo.
"Iya,"ucap Cleo.
"Ah, dan kenalkan ini Riyan dia anggota OSIS juga, dan ini Cia"ucap Olivia seraya memperkenalkan Riyan dan Cia.
'jadi namanya Riyan, anak laki-laki aneh itu' pikir Deana dengan sedikit menahan tawa.
"Halo"ucap Cleo.
__ADS_1
"Halo Cia, halo Riyan..."sapa Deana.
'Aku ingin lebih dekat dengannya'ucap Deana seraya menatap Riyan.
"??? Iya... Deana namamu indah"ucap Riyan.
"Wah, Cleo bagi no. hpmu dong..."ucap Cia dengan mata yang berbinar.
"Eh tiba-tiba? bukannya aku tidak mau memberikan, tapi ... bagaimana kalau kita menjadi lebih dekat dulu"ucap Cleo dengan tersenyum.
"Eh, gitu ya"
"Cia kau itu memalukan"desis Riyan.
"Biarin, wee"ucap Cia dengan menjulurkan lidahnya.
"Olivia ... kalau begitu tolong tunjukkan bagian-bagian dari sekolah ini"ucap Cleo.
"Ah, iya ayo"ucap Olivia.
Olivia dan Riyan menunjukkan setiap sudut sekolah tanpa terlewat sedikitpun, dan mereka semua berkeliling dengan antusias.
Pelajaran sekolah berakhir, waktu pulang tiba, Rayden yang masih berada dalam kelas yang sudah kosong dengan duduk diam di bangkunya.
'Kenapa aku merasa sedikit risih karena Olivia lebih dekat dengan siswa laki-laki dari pada siswi perempuan'pikir Rayden yang duduk termenung di kelas yang kosong.
"Rayden ayo pulang...ibu suda selesai"ucap Rahayu, kemudian mereka meninggalkan kelas dan pulang kerumah dengan naik mobil.
"Rayden bagaimana kelasmu hari ini, ibu dengar ada anak Eropa yang datang menjadi anak baru di kelasmu, katanya mereka kaka beradik laki-laki dan perempuan, bagaimana menurutmu dengan yang perempuan, ibu dengar perempuan Eropa begitu cantik, namanya Deana bukan? bagaimana pendapatmu tentang Deana?"tanya Rahayu yang sedang menyetir mobil.
Rayden tidak menjawab perkataan Rahayu sama sekali, ia hanya duduk diam di kursi belakang mobil yang untuk penumpang.
"Haha ibu terlalu banyak bicara ya...
maaf ya, tapi Rayden apa kau tertarik dengan seseorang, misalnya seorang perempuan yang menarik di matamu, apakah ada di kelas?"
'Olivia... dia bersinar'pikir Rayden.
"Ibu jika ibu kesepian,menikahlah lagi! jangan pedulikan tentang hidupku, karena aku bisa mengurusnya sendiri"ucap Rayden.
"Rayden, ibu tidak bisa menikah lagi,"
"Kenapa tidak bisa? mau sampai kapan ibu menunggu ayah yang sudah mati terbaring dalam tanah, apa ibu pikir ayah akan bangun dan hidup lagi? Lagipula dia hanya orang bodoh yang lebih mementingkan pekerjaannya, dia tidak lebih dari seorang pria tampan di dunia, kecuali dia itu hanya seorang 'ayahku' saja "ucap Rayden dengan keras.
Rahayu hanya menyetir mobil dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Rayden jangan terlalu membenci ayahmu, sebagai seorang ayah dia telah melakukan yang terbaik bagi keluarga"ucap Rahayu dengan pandangan ke depan saat menyetir, 'Rayden, ibu hanya ingin kau bahagia'
__ADS_1
Setelah itu tidak ada yang bicara lagi sampai mobil tiba di rumah, Rayden langsung masuk ke dalam rumah tanpa bicara sepatah kata pun.
BERSAMBUNG.