
"Ha... sumpah, aku harus pakai baju yang mana ya? mana kira-kira yang akan membuatku lebih keren dan cool"gumam Cleo yang memakai celana jeans tanpa atasan, di dalam kamarnya yang sedari tadi dipusingkan dengan memilih baju yang cocok.
Di kamarnya sudah banyak baju yang berserakan baik di atas karus maupun di lantai, kamarnya begitu berantakan karena ia mengeluarkan seluruh bajunya dari dalam lemari.
Dan saat sedang dipusing-pusingkannya oleh pemikiran yang ambigu, tiba-tiba ia merasakan pintu kamarnya yang di buka oleh seseorang dengan perlahan dia menoleh dan mendapati Cia dengan pandangan tertunduk yang berjalan kearahnya dengan terhuyung-huyung.
"A-apa yang kau kau lakukan? kenapa masuk ke dalam kamar orang sembarangan"
"Berisik, hentikan... sangat berisik, telingaku sangat sakit"teriak Cia.
"A-a-apa? memang siapa yang berisik?"
Cia tidak bisa mendengar apa pun karena di dalam telinganya terus berdengung suara yang sangat berisik hingga membuat telinganya kesakitan.
Cia terus berjalan dengan mata tertutup dan pandangan tertunduk, ia tidak sadar...
Lalu tiba-tiba mati lampu.
"Sangat berisik, terlalu berisik ... kupingku bisa pecah"gumam Cia.
"Bu-bukankah kau yang berisik, kau tadi berteriak"ucap Cleo, ia sedikit takut karena tiba-tiba mati lampu dan seorang perempuan yang tidak dikenal terus berjalan kearahnya dalam bayangan gelap.
Langkah demi langkah Cleo yang semakin mundur kearah tempat tidurnya, begitu juga Cia... karena terlalu gelap, ia hanya berjalan lurus dalam keadaan sedikit tidak sadar.
"Berhenti, aku bilang berhenti... jangan mendekat atau kau akh..."ucap Cleo yang terjatuh ke atas tempat tidurnya sendiri dengan tertindih badan mungil Cia.
"Hei mesum cepat bangun dari tubuhku"teriak Cleo.ia berniat mendorong tubuh mungil Cia tetapi...
"Sakit, aku sudah tidak kuat lagi... telingaku hampir pecah"gumam Cia berkali-kali dengan mata tertutup.
"Apa yang kau katakan?"
"Huhuhu...hiks... kenapa kehidupanku selalu menyedihkan, kenapa lagi-lagi... aku harus kehilangan setiap orang yang berharga, karena aku lemah... aku tidak bisa melindungi apa pun"gumam Cia lagi.
"Apa sebenarnya yang kau katakan?"tanya Cleo, sedikit demi sedikit tetesan air mata Cia mengenai tubuh kekar Cleo, hingga membuat Cleo tidak tega mendorong tubuh mungil yang menindihnya.
'Suaranya terdengar memilukan di telingaku, sepertinya ia sangat sedih'pikir Cleo, tangannya tiba-tiba tergerak sendiri dan tangan besarnya mengusap rambut Cia yang halus dan lembut dengan perlahan-lahan.
'Ukh... aroma yang asing ini... kehangatan yang baru pertama kali kurasakan... rasanya sangat tenang dan nyaman'pikir Cia yang mulai sedikit sadar.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kehidupanmu, tapi aku hanya ingin bilang....
semoga kau tenang di langit, dan jangan menyimpan dendam dan pergilah dengan damai... karena orang yang sudah berbeda dunia harus pergi, dan aku juga akan berharap agar orang yang membuatmu seperti ini mendapatkan ganjaran yang pantas atas perbuatannya padamu..."ucap Cleo yang mengira Cia adalah arwah penasaran.
"Semoga kau mendapatkan kehidupan baru setelah kematian yang malang ini"ucap Cleo, dan karena ia terbawa perasaan... ia jadi menitikkan air mata.
'Tunggu, kehidupan? kematian? apa maksudnya, dan kenapa sangat gelap?' pikir Cia yang hampir sadar, dengan mata sayup-sayup.
'Dimana ini? apa ini kasur? kenapa ada kasur sekeras tembok dan selembut bulu, seperti kulit...' pikir Cia dengan meraba-raba dada kekar Cleo, dan saat ia benar-benar sadar.
__ADS_1
"Aku membiarkanmu menyentuhku karena kau menyedihkan, aku ingin memberikan kesan baik sebelum kau pergi dari alam dunia ini menunju alam fana"ucap Cleo.
'Alam dunia? alam fana? apa maksu... hah'
Cia sadar ia ada di atas tubuh seseorang.
'Tunggu, bukankah hantu tidak nyata, dan meski nyata seharusnya tidak dapat tersentuh, tapi kenapa hantu yang satu ini sangat nyata... hah'Cleo juga sadar.
Lalu lampu kembali menyala terang, dan wajah mereka terlihat jelas, mereka saling bertatapan.
"Cleo/Cia"ucap mereka spontan bersamaan.
"Akkkhhhhh...................."jeritan mereka sampai mengema-gema di seluruh kamar.
"Kakak, kenapa kakak berteriak sekeras itu, apa yang terjadi.... oh? a-apa yang kau lakukan kak?"teriak Deana yang habis lari, dan karena teriakan Deana begitu keras hingga membuatnya Cleo dan Cia menoleh secara bersamaan.
"Kalian? oh?"ucap Olivia dan Riyan, telapak tangan Riyan bergerak cepat menutupi mata Olivia,"Olivia sepertinya kau tidak boleh melihatnya"desisnya.
Cia segera turun dari badan Cleo, sedang Deana berjalan cepat lalu membelakangi Cia, mencoba melindungi Cia dengan tubuhnya.
"Kakak kalau kau kesepian, menikahlah...
jangan melakukan hal ketidaksenonohan pada tamu kita"ucap Deana.
"Apa? aku tidak melakukan apa-apa? lagi pula kau lihat kan posisi kami tadi, aku ada di bawah dan dia yang di atas "
"Cepat minta maaf pada Cia !"ucap Deana seraya mendorong Cleo ke atas tempat tidur lagi lalu menggulungnya dengan selimut.
"Aku menggulung kakak dengan selimut karena banyak orang di sini, jadi cepat minta maaf~ atau aku akan laporan ke ayah,"
"Terserah, ayah tidak akan percaya dengan omong kosongmu"ucap Cleo menyeringai, badannya sulit bergerak karena tergulung selimut.
"Aku tidak yakin apa ayah akan masih tidak percaya, jika ia melihat dokumentasi yang aku dapatkan dari kejadian langka barusan"
"Deana kau benar-benar, huh... katakan yang kau inginkan"ucap Cleo.
"Aku akan mengajukan tiga permintaan, pertama kakak harus mengangkat telepon dari ayah tanpa banyak alasan, kedua belikan aku 10 coklat batangan setiap hari..."
"Tidak mau,"
"Kenapa tidak?"
"Karena akan ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama jika kau terlalu sering makan coklat gigimu akan rusak dan yang kedua aku bisa bangkrut jika terus membelikan coklat untukmu tiap hari"
"Jadi kakak tidak mau aku tutup mulut, baiklah aku akan kirim gambar ini pada ayah"ucap Deana.
"Berhenti... baiklah aku akan mengabulkan 3 permintaanmu itu, jadi cepat katakan permintaanmu yang terakhir"ucap Cleo.
"Baiklah kakak harus mengangkat telepon dari ayah tanpa banyak alasan, kedua belikan aku 10 coklat batangan setiap hari selama 2 bulan, dan terakhir.... beresKAN SENDIRI KAMAR KAKAK YANG BERANTAKAN....."ucap Dean dari nada rendah menjadi tinggi.
__ADS_1
'Sepertinya..... kakak beradik ini sangat-sangat akur'pikir Olivia dengan tersenyum.
"Baiklah akan aku lakukan"ucap Cleo.
"Kak, kakak belum meminta maaf pada Cia"
"Iya, iya... Cia maafkan aku"
"Eh, se-seharusnya a-aku ya-ng min-ta ma-af"ucap Cia lalu tersungkur di lantai.
"Cia..."ujar semuanya.
***
Rumah sakit, pukul 01:00 AM.
'Huh, kepalaku sangat sakit karena pengar, ini... di rumah sakit ya? kenapa... ah'
Setelah sadar Cia langsung terduduk di tempat tidur rumah sakit, dan memperhatikan sekeliling.
"Cia kau sudah bangun, syukurlah"ucap Olivia yang langsung menghampiri Cia begitu ia bangun.
"Ini rumah sakit ? kenapa aku bisa ada di sini?"
"Hei Cia, kau itu baru bangun, jadi tenangkan dirimu... dan akan kujawab pertanyaanmu, ini memang rumah sakit, kau bisa ada di sini karena pingsan saat di rumah Cleo karena demam tinggi dan mimisan akibat kelelahan berlebihan, kami memapahmu sampai kemari, dan kau belum berterima kasih"ucap Riyan.
"Ah, Te-terimakasih, tapi bagaimana dengan tugas kelompoknya?"
"Jangan khawatir, kami semua sudah menyelesaikannya"
ucap Olivia dengan tersenyum.
"Maaf ya, padahal itu tugas kelompok, tapi aku malah tidak melakukan apa-apa"
"Tidak apa-apa"
"Oh ya, omong-omong jam berapa sekarang?"
"Sekarang jam 01:00 AM"ucap Riyan.
"Apa? a-aku harus segera pulang"ucap Cia yang langsung berdiri.
"Kami akan mengantarmu"ucap Riyan.
"Tidak perlu, aku bisa naik bus"
"Bus terakhir sudah pergi 3 jam yang lalu, jadi kami akan mengantarmu dengan taxi"ucap Riyan.
Riyan dan Olivia mengantarkan Cia pulang kerumahnya dengan memesan taxi.
__ADS_1
BERSAMBUNG.