
Pagi hari ini pukul 7:00 tepat Riyan dan Olivia sudah berada di sekolah, karena mereka takut akan terlambat pergi ke sekolah jadi mereka pergi pada jam 6:30, sekarang mereka berada di kelas dan sedang membaca buku...
tik... tok... tik... tok... tik... tok...
Jam terus berjalan dan kelas pun semakin lama semakin ramai dipenuhi para murid yang tiba di sekolah, Olivia dan Riyan sama sekali tak terganggu dengan segala macam kegaduhan yang ada di dalam kelas, mereka hanya sibuk menatap buku yang sedang di baca masing-masing.
"Olivia,.selamat pagi~"ucap Cia yang baru saja tiba di kelas, seperti biasanya Cia selalu datang dengan hati gembira, dan ia selalu menyapa siapa saja yang ia kenal dan yang ia temui, termasuk semua murid sekelas biasanya ia selalu menyapa satu persatu.
"Selamat pagi Rayden, Fahmi, Mila, Nayla, Kevin, Kayla, Azra, Mimi, Wulan, Kiara, Humaira,Nana, Mardiana, lucy, Aisyah, Helen, Kirana, Raka, Hana" ucap Cia yang menyapa semua orang satu persatu.
"Selamat pagi Cia"ucap semua orang.
"Selamat pagi juga Cia"ucap Olivia.
"Hari ini sepertinya kau tidak bangun kesiangan ya? kau datang jam berapa?"
tanya Cia.
"Jam 6:30"jawab Olivia, Olivia dan Cia mulai berbincang-bincang.
"Oy! permisi Mak Lampir, disini ada orang, kok cuma aku yang gak di sapa"ucap Riyan yang menyela pembicaraan Olivia dan Cia .
"Oalah... di situ ada orang toh, maaf aku gak tau kalo di situ ada orangnya, gak keliatan soalnya~"ucap Cia dengan nada tak peduli.
"Iya, anggap saja aku manusia transparan, yang tak terlihat"ucap Riyan dengan nada yang lebih tak peduli lagi.
'Oh, tumben si Riyan gak banyak ngomong, kan biasanya dia selalu ngajak ribut duluan,
ada yang gak beres nih... ck... ck... ck...
jangan-jangan otak si Riyan koslet, coba tes ah!' pikir cia, kemudian ia menghampiri meja Riyan.
"Woy Riyan...29×29+3965÷5-1000×20÷8\=
berapa coba?!?!"tanya Cia yang mengasal tanpa berpikir.
"Apa sih... paling -866"ucap Riyan spontan,
Cia pun dengan segera memastikan apakah jawaban dari Riyan sudah benar atau tidak, jadi ia menghitung ulang menggunakan kalkulator di hp miliknya.
"Gila... wow kau bahkan tidak menghitungnya"ucap Cia.
'Dia masih pinter padahal otaknya lagi koslet, coba tanya lagikah'pikir Cia.
"Riyan, apa yang dapat dirasakan tapi tak dapat terlihat?"tanya Cia.
"Kepintaran yang aku miliki"ucap Riyan yang sedang sibuk membaca bukunya.
'jawabannya benar sih, tapi bukan itu jawaban yang kuharapkan,dan lagi jawabannya sangat menusuk, dasar besar kepala, wah dia ingin pamer kalo dia anak yang pintar'pikir Cia.
__ADS_1
"Salah"ucap cia.
"Salah? lalu apa jawabannya?"tanya Riyan.
"Wih kalian seru-seruan gak ajak aku,"ucap Olivia yang ikut gabung."aku, aku mau jawab"
"Coba kau jawab Olivia"ucap Cia.
"Jawabannya pasti cinta, karena cinta adalah kekuatan misterius yang merupakan bagian dari kehidupan, cinta itu cahaya yang indah, cinta itu malam yang kelam, cinta itu bunga yang bermekaran dengan luas, cinta itu bagaikan kemarau panjang yang membuat bunga layu-layu, cinta itu api panas yang berkobar-kobar, cinta itu kehangatan musim semi yang datang setelah musim dingin, cinta itu tidak lain adalah bubuk yang dibakar, cinta itu hujan yang menyejukkan, cinta itu cahaya yang menyilaukan, bagai jatuh ke lubang perapian, bagai harum bunga yang membuat mabuk kepayang, cinta itu dua hati yang menjadi satu, cinta itu sedalam samudera, setinggi langit, dan seluas bumi, cinta itu gila dan aneh tapi nyata dan sulit dijelaskan, tak dapat dilihat, tapi dapat dirasakan, ahahaha kepanjangan ya? kayaknya tidak akan ada yang baca sampai sini ya? ah! pokoknya dimana ada cinta disitu ada luka"ucap Olivia seraya tersenyum.
"Gak kok, malah aku benar-benar tersentuh"ucap Cia mengangkat dua ibu jarinya.
"Benar"ucap Cia seraya bertepuk tangan.
'wah mereka begitu pintar dalam segalanya, aku beruntung memiliki teman seperti mereka'pikir Cia lagi.
"Ya, ya terserahlah"ucap Riyan.
'Olivia sepertinya sangat bahagia sekarang... dia jauh lebih baik dari dulu' pikir Riyan dalam hati.
Lalu setelah itu bunyi bel masuk berbunyi nyaring
Crying.... crying.... crying...
"Wah, Lihat semuanya, sepertinya itu mobil anak baru itu,"pekik salah satu murid.
Karena ucapan murid itu, seketika semua murid yang lain turut melihat ke luar jendela, terlihat mobil mewah berwarna hitam yang baru saja sampai dan saat pintu mobil terbuka.
Beberapa saat setelah pintu mobil terbuka keluar dua anak remaja yang berusia sekitar 18 tahun, anak laki-laki dan perempuan.
Anak remaja laki-laki yang seakan terlahir untuk menjadi idola seluruh dunia.
Bahunya yang lebar, tulang selangka yang lurus, tubuh ramping, dan garis leher yang terlihat leluasa.
"Wah gila ada ya, orang seganteng itu"ujar salah satu murid perempuan yang sedang memandang ke luar jendela.
Suasana kelas sangat ribut dan membuat Olivia, Cia, dan juga Riyan begitu penasaran, jadi mereka ikut melihatnya ke luar jendela.
"Wah gilaaaaaaaaaa ganteng banget"ucap Cia.
"Menurutku dia pantas jadi idola sedunia"
ucap Cia yang heboh sendiri.
"Menurutku, dia lebih cocok jadi pengamen jalanan saja.... pasti banyak yang akan memberikan uang padanya karena tampangya"ucap Riyan yang tak terdengar di telinga siapapun.
"Tidak ada yang dengar.... lebih baik aku baca buku saja"ucap Riyan lalu kembali lagi ke tempat duduknya untuk membaca .
"Menurutku , dia lebih cocok jadi balerino atau polisi atau jaksa atau tentara, karena tubuhnya yang tinggi" ucap Olivia, lalu ia pun kembali ke tempat duduknya dan membaca bukunya lagi.
__ADS_1
Saat anak-anak baru itu masuk ke sekolah tidak ada satupun murid yang tidak memandang mereka dengan terkesima dan berdecak kagum seraya terus mengelu-elukan namanya, wajahnya yang tampan dengan karismanya dingin begitu cocok untuknya, sebenarnya meski wajahnya terlihat dingin ia begitu ramah dan mau menyapa para murid disana hingga mereka nyaris pingsan karena suaranya yang lembut.
Cleo Licth Virga Cryisis
Anak remaja laki-laki yang tampan, keturunan Eropa dan indonesia,berumur 20 tahun kelas 3 SMA, ia anak populer, warna rambutnya kuning keputihan dengan mata mata biru pekat seperti samudera, ia begitu sempurna dengan wajahnya, pintar dalam pelajaran juga gemar olahraga basket, tidak tertarik dengan perempuan, lebih banyak baca buku, tidak memiliki ibu, karena ibunya meninggal saat melahirkan adiknya, meski begitu dia tidak membenci adiknya namun justru begitu menyayangi adiknya Deana, dan dia membenci ayahnya karena ada kesalahpahaman antara mereka.
"Hai"
"Ha... hai, Uwah suara lembut dia sangat ramah"ucap para murid perempuan.
"Kyaaaaaaa"
'Mereka terlalu berisik, ini hari pertama yang begitu membosankan, tidak ada yang menarik di sekolah ini' pikir Cleo.
Lalu kepala sekolah datang kebawah
karena begitu banyak keributan jadi kepala sekolah turun tangan langsung dengan membubarkan para kerumunan siswa dan siswi lalu mengantar si anak-anak baru menuju ruang kelasnya yang berada di lantai 3, sekelas dengan Olivia dan Riyan.
"Nah mari masuk"ucap kepala sekolah.
Di dalam kelas yang sedang sepi karena pelajaran yang sedang berlangsung menjadi riuh karena kedatangan anak-anak baru itu.
"Anak-anak tolong diam"ucap kepala sekolah yang masuk ke dalam kelas bersama dua anak baru itu.
"Wah lihat mereka benar-benar orang Eropa, lihat rambut mereka yang pirang" desis salah satu murid.
"Wah lihat yang perempuan begitu cantik berparas bagai dewi" desis murid lain.
Cleo melihat ke sekeliling kelas dengan tatapan tidak suka.
'Ah semuanya membosankan...
tidak, tunggu... dari sekian banyak gadis di sekolah ini mengapa hanya dia yang terlihat begitu menarik di mataku, dia bahkan tak melirik sedikitpun ke arahku ' pikir Cleo dengan menatap ke arah Olivia.
"Semua diam, nah baiklah nak silahkan perkenalkan diri kalian sendiri masing-masing"ucap pak kepala sekolah.
Lalu sang anak baru perempuan memperkenalkan dirinya lebih dulu.
"Halo semua Namaku Deana Hestia Wilona Cryisis, kalian bisa memanggilku Deana"ucap deana.
Deana Hestia Wilona Cryisis
Anak remaja perempuan yang cantik, keturunan Eropa dan Indonesia, berumur 17 tahun kelas 3 SMA, memiliki rambut bergelombang dengan warna kuning kemerahan yang tergerai sampai pinggulnya, dan matanya berwarna biru yang unik karena ada campuran warna hijau sehingga terlihat seperti sebuah permata,
di mata kirinya tepatnya di bagian bawah terdapat sebuah tahi lalat kecil, sehingga menambah kecantikannya, dia adik kandung Cleo, di keluarganya ia begitu diasingkan, karena dia adalah penyebab ibunya meninggal saat berusaha melahirkannya, hanya cleo yang begitu menyayanginya sebagai seorang kakak yang baik.
__ADS_1
BERSAMBUNG.