
Mereka berdua semakin antusias bertukar pikiran, meninggalkan Gillian sendirian kebingungan.
"Mana, energi spiritual, tenaga dalam, Ki atau Chakra sebutan ras manusia di negeri seberang, apapun namanya semuanya adalah sekumpulan energi kehidupan yang ada terdapat pada setiap jiwa mahluk hidup-"
"Dengan kata lain kuantitas mana juga mempengaruhi panjang tidaknya rentang waktu hidup seseorang."
Sambar Rainhart menyambung penjelasan Kakek Alf, memegang dagunya.
"Benar nak Rainhart."
Kakek itu kemudian dengan jari keriputnya, menyisir posisi rambutnya yang lebat, sampai daun telinganya muncul ke permukaan . . .
"Jadi begitu yah. . . ."
Rainhart tertunduk, mengerti apa yang dialami tubuh Kakek Alf.
Bunyi baju pelindungnya bergemericik, jatuh disandarkan di kursi kayunya.
"Begitu apa?! apanya?!"
Gillian yang tidak mengerti, merusak suasana dalam ruangan itu. . .
__ADS_1
"Kenapa Kakek itu bisa hidup sampai sekarang. . .?! Jelaskan padaku!!Pa. . .nge. . .ran Ra. . in. . .hart"
Serunya kesal.
"Baiklah, baiklah. . . berhenti mengeja namaku seperti itu Gillian. . ."
Ia tidak kesal ataupun marah, Rainhart malah tertawa kecil melihat tingkah Gillian yang sedikit kekanak-kanakan, ia terpaksa menjelaskan kepadanya.
"Bahkan status Pangeran dan Penyihir Hebat tidak terlalu mempengaruhi gaya bicaranya. . . dasar bocah tengil. "
Pikir Kakek Alf yang matanya terbuka lebar seakan melihat fenomena langka.
Rainhart menunjuk ke daun telinga Kakek Alf yang masih diperlihatkan ke Gillian.
Gillian menyipitkan matanya mencoba lebih fokus.
"Daun telinganya sedikit meruncing, tapi ukuran panjangnya tidak jauh berbeda dengan manusia biasa."
"Instruktur sihir Adelaine yang juga merupakan bibinya, masih terlihat muda walaupun umurnya mungkin lebih dari 500 tahun. Jadi 1 hal yang pasti, Kakek Alf tidak memiliki darah murni ras elf."
Rainhart memberi penjelasan dari analisanya ke Gillian yang masih mengkerutkan dahinya.
__ADS_1
"Ya itu benar. . . Bibi Adelaine adalah kakak dari ayahku keturunan murni ras elf. Ayahku adalah seorang Ahli Pengobatan Herbal dan dokter pada waktu itu, aku tidak tahu detailnya bagaimana, namun ia jatuh hati pada salah satu pasiennya yang seorang gadis biasa keturunan bangsawan. Pada masa-masa perang pekerjaan dokter tentu lebih bernilai dibandingkan pekerjaan lainnya, jadi hubungan mereka direstui oleh keluarga bangsawan gadis itu. . ."
Kakek Alf berhenti menjelaskan melihat Gillian yang kelihatannya sudah dapat menarik kesimpulan.
"Jadi Kakek Alf, memiliki darah campuran, darah elf yang dapat menarik mana alam, dan darah manusia biasa. Itu menjelaskan kenapa Kakek Alf bisa hidup sampai sekarang namun tubuhnya dapat menua seperti manusia berumur senja."
Rainhart membantu Gillian dengan penjelasan lebih spesifik.
"Hmm. . . terus, apa maksud dengan perkataannya yang mengatakan kalau cerita dari dongeng anak-anak tidaklah benar namun tidaklah salah?"
Gillian bertanya ke Pangeran Rainhart. . namun ia membalasnya dengan memiringkan kepalanya menatap ke Kakek Alf.
"Hampir semua ras elf memuja Dewa Kesuburan, Demeter. . dan anak bangsawan yang dinikahi oleh ayahku memiliki garis keturunan penyihir, penganut agama salah satu dewa yang dipuja ras manusia, Dewi Perputaran Kehidupan, Dewi Artemis. . .
Mungkin sudah jalan-Nya, aku diberikan 2 karunia, karunia dari Dewa Demeter, pengendalian Roh Alam, dan karunia dari Dewi Artemis pengendalian mana. . .
Itu sebabnya sihirku sedikit lebih bertenaga~ dibanding sihir ras elf keturunan darah murni tanpa karunia dari dewa."
Nadanya kembali bergurau, mengedipkan 1 matanya ke Gillian.
Gillian menggeram kesal, menangkap maksudnya yang seakan belum melatihnya secara maksimal.
__ADS_1