
"Aku hanya bercanda kakek tua. Tentu aku tahu Pangeran Rainhart lebih tertarik dengan teknik pedang ibuku."
Gillian yang tadi beranjak, duduk kembali memandangi kakek tua yang menatap dirinya dengan satu mata tertutup.
"Sungguh~?"
Kakek tua itu menggodanya.
"Apa memang sebodoh itu aku dimatamu kakek tua tengik?!"
Gillian makin kesal merasa dipermainkan.
Kakek itu mengacuhkannya lagi yang kini menutup kedua matanya menikmati kekesalan Gillian bagai gula tambahan dalam tehnya.
Rainhart mencoba menenangkan Gillian dengan menceritakan tentang hubungan keluarganya dengan ibu Gillian.
"Apakah kamu tahu Gillian, kalau julukan Sang Mawar Putih diberikan oleh Raja kepada ibumu karena kepiawaiannya menggunakan sihir yang ia gabungkan dalam seni pedang kelas atasnya?"
"Aku memang tahu kalau orang-orang terkadang lebih mengenal ibuku dengan julukan itu daripada nama aslinya, selama ini kupikir julukan itu diberikan karena rambutnya yang perak cenderung keputih."
Gillian seperti melupakan pertengkaran kecilnya dengan kakek tua didepannya, dengan mata penasaran, kini fokus dengan ucapan Pangeran Rainhart.
__ADS_1
Rainhart tersenyum kepadanya membenarkan jawaban Gillian.
"Itu juga tidaklah salah, tapi julukan itu lebih tepatnya diberikan menggambarkan salah satu ilmu sihir pedang pamungkas Esthelle Roseweiss, Teknik Tebasan Cahaya Putih."
"Kurasa ibumu belum sepenuhnya sempat mengajarkan teknik itu kepadamu Gillian."
Dengan nada suara rendah Rainhart menambahkan.
Kakek tua yang paham maksud Pangeran Rainhart menyibukkan dirinya dengan melepas kacamatanya, lalu ia bersihkan dengan kain bajunya.
". . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ."
Gillian tertunduk diam, merenung sejenak.
Selain dikenal karena keturunan bangsawannya dalam dunia politik, juga lebih dikenal karena tradisinya yang sedikit berlawanan arah dengan kaum elit bangsawan lainnya.
Pada umumnya anak lelaki tertua kalangan bangsawan dilatih dan disekolahkan dalam ilmu politik pemerintahan agar dapat melanjutkan langkah ayahnya dikemudian hari.
Namun hal itu berbeda di Keluarga Hensberg yang tiap generasinya menerjunkan anak lelakinya dalam kegiatan militer.
"Kehormatan dan Martabat tidak didapatkan tanpa adanya pengorbanan."
__ADS_1
Kalimat itu selalu dikatakan oleh ayah Gillian kepadanya, yang sudah seakan menjadi ideologi dikeluarganya.
Gillian yang sedari kecil sudah dilatih oleh kedua orang tuanya seni berpedang, tentu telah menguasai beberapa teknik pedang ayah ataupun ibunya meski diantaranya masih sekedar gerakan-gerakan dasar.
Ayah Gillian yang merupakan keturunan keluarga kesatria memiliki teknik pedang yang hebat dari kakeknya yang seorang Pahlawan, sedangkan ibunya yang memiliki darah keturunan Penyihir memiliki teknik pedang sihir yang tak terkalahkan.
Dalam dunia ini, cuma sedikit Ras Manusia yang mendapatkan karunia sihir yang diberikan oleh Dewa sebelum terlahir kedunia, dan hanya satu anak dari tiap pasangan keluarga penyihir yang mewarisi darah sihir dalam aliran darahnya.
Sifat Gillian yang lebih bersemangat dan jujur dari kecil, terkadang disalah artikan oleh orang-orang yang baru mengenalnya mencapnya sebagai bocah nakal dengan pemikiran bodohnya, selalu membuatnya terjerumus dalam pertengkaran dan masalah.
Walau Gillian hampir tiap hari pulang ke rumah dalam keadaan seperti kalah berkelahi dengan anak-anak lainnya, ibu dan ayahnya selalu bangga kepadanya.
"Melatih ilmu sihir sama halnya dengan melatih kesabaranmu."
Kalimat yang diucapkan oleh mendiang ibunya yang sedikitpun sampai sekarang ini, Gillian tidak bisa melihat hubungannya antara sihir dan rasa sabar.
"Kesatria sejati adalah kesatria yang tidak mengarahkan pedangnya ke rakyat yang ia lindungi."
Kalimat ayahnya yang selalu membuatnya babak belur dihajar oleh anak-anak di kota, karena tidak melawan.
Gillian kemudian tertawa sendiri mengingatnya.
__ADS_1
Meski Gillian tahu dirinya tidak mewarisi darah sihir dari ibunya, sedikitpun ia tidak berkecil hati, berharap kelak suatu hari nanti bisa mengikuti jejak ayahnya menjadi kesatria yang dibanggakan rakyat, dan melindungi keluarganya terutama adik kecilnya Liliana.