The Undead Knight

The Undead Knight
Nightmare, Bagian 2


__ADS_3

Kalimat yang diucapkan Charlotte? membuat Gillian ragu akan keputusannya beberapa saat.


"Sebenarnya meski ini mimpi sekalipun aku tahu kau tidak akan berani melukai tubuh adikmu sendiri. Disatu sisi kau merasa ini mimpikan? Disisi lain kamu merasa kejadian ini pernah terjadi, khehehe~"


Charlotte? berjalan ke punggung Gillian, merapatkan tubuhnya, lalu memainkan jari-jari tangannya menyentuh keringat dari dahi, pipi, sampai ke dagu kecil tubuh Liliana.


Ia lalu berbisik ke telinganya. . .


"Kalau kau penasaran, kau boleh mencoba membuktikan ini mimpi atau kenyataan, khehehe~"


Charlotte? menyipitkan kedua matanya memandangi arah tatapan Gillian tidak bergerak dari pecahan kaca disamping kakinya, keraguan yang dirasakan oleh Gillian membuat senyuman Charlotte? semakin melebar.


"Apa kau ketakutan? kau tidak perlu setakut itu padaku, bukankah kau sendiri yang menerimaku? khahahaha"


Napas Gillian menjadi tidak teratur oleh tekanan udara yang seperti mendorong kedua bahunya ke tanah, ia mulai panik melihat Claudia yang sama sekali tidak bergerak sedikitpun.


"Aku bisa merasakan rasa panikmu Gillian Hensberg, ini adalah sihir Time Fraction, cuma kuperingatkan kita tidak boleh terlalu lama berada dalam area sihir ini. . .


Distorsi mana di udara menyebabkan mana didalam sini bertekanan tinggi membuat waktu menjadi berhenti, jadi seseorang yang tidak terbiasa mengontrol mana, lama kelamaan akan keracunan lalu akhirnya mati, khahahaha. . .


kau hanya kubuat tidak dapat bergerak, sedangkan maid itu dan semua penduduk disini tidak akan kubuat kenapa-kenapa. Aku cuma tidak ingin diganggu oleh mereka dan niat bodohmu itu dengan pecahan gelas yang dapat merusak kencan kita yang pertama." Gerakan mata Gillian yang berusaha melihat lawan bicaranya, membuat Charlotte? bergerak kembali kedepan Gillian.


"Kalau cuma aku yang berbicara lama kelamaan aku akan bosan sendiri, hmm. . . bagaimana kalau kita bermain tebak-tebakan, kalau kamu berhasil menebak, aku akan menjawab pertanyaanmu. Tapi yang pertama kamu harus berjanji padaku, kau akan mengikuti peraturan permainan ini. Ahh aku hampir lupa tubuhmu masih tidak dapat digerakkan. . . Dispel Binding.


Kau sudah dapat bergerak, jadi bagaimana Gillian Hensberg?"


"Baiklah aku akan mengikuti peraturan permainan bodohmu itu, tapi sebagai gantinya jika aku berhasil menebak semua pertanyaanmu, siapapun dirimu keluar dari tubuh Charlotte, supaya aku bisa menendang bokongmu!!"


Mempertegas ucapannya, Ia menendang pecahan kaca itu, jatuh ke sistem drainase, seakan melepas niat awalnya.


"Oh satu hal, kalau itu pertanyaan tentang nama jenis obat-obatan herbal aku akan langsung menyerah, dan selamat kau pemenangnya."

__ADS_1


Ia tersenyum memprovokasi.


"Khehehehehe~ kau tidak perlu khawatir ini bukan soal menang atau kalah, ini hanyalah permainan, hiburanku semata. Lagipula tebakanku tidaklah sesulit yang kau bayangkan, cuma. . . kau hanya perlu sedikit berusaha untuk mengingat."


"Hee kalau soal mengingat itu adalah kemampuanku."


Memprovokasinya lagi.


"Baguslah kalau begitu." tersenyum sinis kepadanya. "Sebelum aku menjelaskan peraturannya, biarkan aku menghabiskan jus jeruk ini, tenggorokanku sedikit gatal setelah berbicara panjang lebar dalam tubuh manusia. khehehehe~"


"Candaanmu kali ini sungguh membuatku merinding Charlotte."


Gumamnya pelan, senyum Gillian berubah ketakutan mendengar ucapan mahluk di depannya.


Ia tidak begitu mengingat secara detail tentang kategori monster dari Kakek Alf, selain tingkat mana dalam tubuh monster mempengaruhi tingkat kecerdasannya. Monster yang dapat berbicara bahkan menggunakan sihir seperti itu adalah jenis yang paling berbahaya.


"Sungguh tidak sopannya diriku, menghabiskan minumanku sendirian."


Ia menggerak-gerakkan es batu di gelas minumannya yang sudah habis.


Gillian sama sekali tidak peduli, ia bersikap sarkastik ke Charlotte?.


"Padahal gadis kecil ini sudah repot-repot membawakanmu minuman, tapi malah kau jatuhkan, sayang sekali khehehe. Ahh aku masih haus, untuk kali ini, temani aku minum Gillian Hensberg."


"Apa kau buta atau pura-pura bodoh? kau lihat sendirikan minumanku tidak sengaja kujatuhkan, lagipula minuman di tanganmu juga sudah habis. . . aku tidak peduli dengan apa yang ingin kau perbuat, cepat hentikan sihir waktumu!"


"Ah ah ah, itu adalah aturan pertama kau harus mengikuti peraturan permainan ini, aku sangat yakin kau cukup pintar untuk menyadari situasimu sekarang, nyawa adikmu, Claudia, Charlotte dan semua penduduk di kota ini berada ditanganku, kuharap kau tidak mengatakan hal bodoh itu untuk kedua kalinya Gillian Hensberg.


Aku hanya perlu membayangkan keadaan sebelum gelas itu jatuh, dan gelas di tanganku sebelum kosong." Ia merapalkan sihirnya. . .


"Imaginary Void Recontruction."

__ADS_1


Kabut hitam menyelimuti tangan Gillian dan gelas di tangan Charlotte?. Kabut hitam itu lalu menghilang, membuat gelas ditangan Charlotte? terisi kembali, dan tangan Gillian menggenggam gelas minumannya dalam keadaan sebelum jatuh.


"Ba. . .bagaimana bisa? apa ini sihir waktu juga?"


Rasa herannya, membuat apa yang ia pikirkan terucap lewat mulutnya.


"Aturan yang kedua aku tidak akan menjawab pertanyaanmu sebelum menebak pertanyaanku. Tapi baiklah, ini adalah pengecualian, aku akan menjawab pertanyaanmu, aku tidak ingin sihirku dibandingkan dengan sihir rendahan seperti Time Reverse. . .


Time Reverse adalah sihir pemutar waktu, sihir itu mampu mengembalikan posisi benda dalam keadaan semula. Rentang pengembalian waktunya terikat oleh seberapa kuat ingatan penyihir kepada objek dalam ruang pandangannya, penyihir harus mampu mengingat keadaan disekitar objek, intensitas mananya, kondisi udara, atau faktor apapun yang dapat menggambarkan tingkat keakuratan kondisi objek sebelumnya.


Nah menurutmu apa yang terjadi jika objek benar-benar menghilang, lenyap, terhapus dari penglihatan penyihir? tentu Time Reverse tidak akan berguna, jika objek tidak terlihat terlepas dari kondisi apapun. Sihirku Imaginary Void Recontruction adalah sihir level tinggi dengan 3 kata magis, imaginasi, ruang hampa, dan rekonstruksi. Dengan sihir itu aku hanya perlu mengingat keadaan objeknya saja, ia tidak terikat oleh sudut pandang dan rentang waktu. . .


Cukup sampai disini penjelasanku, aku tidak akan mengatakan kemampuan sesungguhnya dari sihir originalku ini, khehehe~"


"Hee aku tidak begitu tertarik dengan penjelasanmu, tapi terima kasih sudah repot-repot mau menjelaskan kepadaku. Jadi bisa kita mulai saja?"


Gillian tanpa keraguan menghabiskan minuman di tangannya, ia berpikir kalau mahluk itu ingin membunuhnya, ia tidak perlu serepot itu sampai mengeluarkan sihirnya demi mengembalikan kondisi gelas tersebut.


"Khehehe~ sungguh ekspresi yang menarik aku tidak sabar melihat perubahan wajahmu itu jatuh dalam keputusasaan."


Ia menghabiskan minumannya lagi.


"Nah Gillian Hensberg, kau merasakan ada semacam pergerakan dari pembuluh darah dari tangan adikmu kan? coba kau lihat gelas kosongmu itu yang sekarang terisi mana liquid dari tubuh adikmu. Adikmu sungguh berbakat. . . mana sepekat itu tidak sedikitpun mengubah postur tubuhnya."


"Sebenarnya apa maumu?! apa yang ingin kau lakukan terhadap adikku! aku tidak akan mengampunimu!"


Menatapnya tajam penuh amarah.


"Aku tidak perlu rasa ampunanmu, dan kau tidak perlu menatapku seperti musuh bebuyutanmu, aku hanya membantumu supaya orang bodoh seperti dirimu bisa tahu seberapa bahayanya situasimu sekarang. . .


perhatikan gelas berisi cairan mana itu, jika sampai isi gelas itu berubah warna menjadi hitam semua, terkena reaksi dari sihir waktuku, aku khawatir kencan kita terpaksa berakhir."

__ADS_1


"Maaf tapi aku tidak punya keberanian mengencani perempuan yang berbahaya sepertimu!"


Ia menatap gelas itu yang permukaan isinya mulai menghitam. Keringatnya mulai jatuh ke jalanan, ia sungguh ketakutan nyawa adiknya, Claudia, Charlotte, dan penduduk lainnya tidak akan tertolong jika membiarkan dirinya terlalu lama dengan mahluk itu di depannya.


__ADS_2