
Setelah keluar dari Barrier, Yuki segenap kemampuannya bergegas. Ia melompat dari 1 pohon ke pohon lainnya dengan lihai.
Beberapa menit melompat, Ia berhenti, tangannya bersandar di salah satu batang pohon tempatnya berdiri diatas dahan pohon tua. Khawatir dan cemas, ia menatap kepulan asap hitam membumbung tinggi ke langit dari balik celah pohon tersebut.
"Apa saya sudah terlambat?" Gumamnya pilu.
Ia berpikir ada banyak hal yang janggal dari gelagat Kakek Alf. Ia merasa seperti masuk kedalam perangkapnya.
"Tuanku. . ." Kerberus bersuara dalam benak dari bayangan Yuki.
Ikatan kontrak antara iblis dan manusia terikat oleh perjanjian darah. Darah manusia ditumpahkan untuk memanggil iblis dalam proses ritualnya. Iblis pada dasarnya sama seperti spirit, tidak memiliki tubuh fisik. Tubuh asli para iblis hidup dalam dunianya (dunia kematian), namun jiwanya dapat menembus dimensi.
Berbeda dengan spirit, yang hidup berdampingan dengan manusia. Mereka dapat termaterialisasi atau dapat memiliki tubuh fisik setelah mendapat pasokan mana dari alam dalam waktu relatif lama, atau mana dari kontraktor.
__ADS_1
Sedangkan iblis, dengan darah sebagai simbol dari tubuh fisik kontraktor. Menjadi medium sementara agar iblis dapat hidup sesuai kondisi di dunia realitas. Karena darah masih 1 bagian dari tubuh manusia, jadi apapun yang dipikirkan pemanggil, terhubung dengan iblis panggilannya, tetapi tidak sebaliknya.
Pemanggilan iblis merupakan hal tabu dalam sejarah manusia. Tidak jarang iblis yang dipanggil memakan tuannya sendiri agar dapat hidup dalam dunia realitas.
"Semenjak tuan memasuki Barrier druid tua itu, saya merasa seperti diundang olehnya."
Tidak hanya Kerberus, Yuki juga merasakan hal yang sama. Ada sesuatu yang aneh menurutnya.
"Maafkan saya tuanku, dari segi kemampuan pemantauan dan menghilangkan hawa keberadaan, saya tahu kemampuan tuanlah yang terbaik sejauh ini. Tapi tidak menutup kemungkinan druid tua itu juga sudah mengetahui keberadaan tuan dari hari pertama misi anda tuanku."
"Saya tidak ingin mengatakan ini, tapi
druid itu seperti memberikan umpan pada tuan dengan sengaja memperlihatkan batu miasma itu dalam pandangan tuanku. Dengan begitu pandangan tuan teralihkan dari anak muda itu ke druid tua tersebut. Ini semua salah saya terlambat menyadari ini.
__ADS_1
"Ini terjadi karena saya yang masih kurang pengalaman. Kemampuanku mungkin sedikit diatas anggota guild lainnya, tapi pengalaman misi dan pengambilan keputusan tidak menjadikan diriku merasa diatas mereka."
"Tuanku. . ."
Terasa iba, namun terdengar ada rasa kagum mendalam dari suara Kerberus.
"Masih ada 1 hal yang menggangguku, aliran mana Kakek Alf sama halnya dengan sungai besar. Ditiap jalurnya terdapat beberapa cabang atau anak sungai kecil untuk familiarnya pada area sekitar rumahnya. Tapi kebanyakan cabang tersebut mengarah jauh kedalam hutan kearah kaki gunung. Itu mengapa dirinya begitu kelelahan setelah merapalkan beberapa sihir tingkat awal." Alisnya mengernyit memikirkan segala kejadian yang diluar perkiraannya.
"Mungkin hanya perasaanku atau memang aliran mananya sepintas terlihat seperti ditarik oleh sesuatu tuanku. Pada dasarnya spirit atau roh mengambil mana dari kontraktornya minimum sebatas untuk mempertahankan tubuh fisiknya, sama halnya dengan manusia yang makan diwaktu-waktu tertentu. Berbeda pada kasus druid tua itu, mananya secara konstan keluar dari tubuhnya, jika bukan karena darah elfnya ia tidak akan mampu bertahan sampai sejauh itu."
Kerberus menambahkan.
"Bahkan pengamatan dan penilaianmu jauh lebih baik dariku. Tidak ada waktu lagi Kerberus. Hal itu bisa kita pikirkan nanti."
__ADS_1
Yuki memasang kembali topeng iblisnya. Bergerak seperti angin berhembus cepat.