The Undead Knight

The Undead Knight
The Great Magician - Sage Vs Assassin, Bag. 1


__ADS_3

Setelah bunyi dari dedaunan kering sudah tidak terdengar dari langkah kaki Pangeran Rainhart.


Kakek Alf masih berdiri ditempatnya, tidak beranjak sedikitpun. Ia menatap tajam bayangan pohon yang tadi dilihatnya dari dalam ruangan rumahnya.


Dia berpikir Mana Barrier-nya yang aktif beberapa ratus meter dari rumahnya, tidak mendeteksi adanya pergerakan selain Pangeran Rainhart yang datang tadi.


"Hmm. . . bagaimana caranya dia bisa masuk dalam Mana Barrier-ku?"


Untuk menonaktifkannya dari luar dibutuhkan waktu yang tidak sedikit dan tidak mudah. Mana kristal yang disembunyikan Kakek Alf dalam pohon melingkari rumahnya, membuatnya dapat bergerak seperti Treant jika mendeteksi ancaman di dekatnya.


"Apa dia memiliki mata yang dapat melihat aliran mana sepertiku ?"


Roh alam tidak dapat terlihat pada mata biasa, roh alam hanyalah sekumpulan emosi yang melayang di udara, tidak dapat termaterialisasi, namun sebagian besar terikat dengan mana alam.


Kakek Alf yang mendapat karunia Dewa Demeter berupa pengendalian roh alam, dapat melihat energi dari roh berbentuk aliran mana, dengan pengendalian mana dari Dewi Artemis dan darah elf-nya, ia tanpa kesulitan dapat meningkatkan konsentrasi mana yang diberikan dari tubuh atau mana alam sekitarnya kepada roh alam sehingga dapat termaterialisasi.


"1 hal yang pasti untuk dapat masuk tanpa terdeteksi, ia harus bergerak sangat cepat dan mampu melihat aliran mana pada Mana Barrier-nya ketika sedang tidak aktif."

__ADS_1


Mana Kristal yang ditaruh dalam batang pohon, terikat dengan aliran mana Kakek Alf. untuk menonaktifkannya ia hanya perlu memutuskan aliran mana-nya ke mana kristal tersebut.


"Jadi dia masuk bersamaan dengan Pangeran Rainhart hanya beberapa detik pada saat Mana Barrier itu tidak kuaktifkan."


Mengakhiri analisanya ia tersenyum memikirkan hiburannya ternyata masih belum berakhir. Namun dahinya yang sudah mengkerut makin mengkerut memikirkan tujuan dari seseorang itu yang bersembunyi di bayangan pohon.


Angin Sylph berhembus dari kejauhan, semakin menambah kerutan di dahi Kakek Alf.


Tidak ada pergerakan sedikitpun dari orang itu, hanya menatap tajam kearah Kakek Alf seakan mengamatinya.


Langit perlahan menghentikan sinarnya tertutup awan yang mulai menebal. Suasana gelap dan hening akhirnya pecah oleh nafsu membunuh yang keluar dari orang tersebut.


"Shadow Walk. . ."


Suara assasin itu pelan, hawa kehadirannya semakin terhapus ditelan kegelapan.


Walaupun gelap, mata Kakek Alf masih dapat melihat adanya aliran mana yang aktif di telapak kaki orang tersebut.

__ADS_1


Cuma pergerakannya begitu cepat dari 1 pohon ke pohon lainnya, mencoba mengganggu konsentrasi dari mana alam yang sedang ia kumpulkan.


Dengan cepat bayangan hitam itu melompat tinggi dari pohon paling dekat dengan Kakek Alf. Putaran salto di udaranya menambah tenaga Dagger yang ia tebaskan dari samping kanan ke arah bagian leher Kakek Alf.


"Mana Shield !!"


Sihir kakek Alf cepat menutupi bagian kepalanya perlahan ke seluruh tubuh sampai kakinya.


Konsentrasi mana yang tinggi membentuk perisai seperti kaca transparan yang sekeras baja.


Trankkk!


Bunyi hentakan pisau kecilnya, terhempas dari tangan assassin itu.


Assassin itu tersungkur kebelakang akibat dampak hentakan dagger-nya ke Mana Shield yang begitu keras melindungi kakek itu.


Dengan tangan kanannya menapaki tanah yang sedikit lunak, ia berhasil mendarat hanya dengan luka lecet di telapak tangannya.

__ADS_1


Merasakan udara yang memanas dari konsentrasi mana yang begitu tinggi, hawa dingin pembunuh itu seakan luluh dibuatnya meleleh, tertelan mana dari penyihir monster di depannya.


Tanpa menunggu tamu yang tak diundang itu mempersiapkan dirinya Kakek Alf mulai merapalkan sihir sekelas Sage -nya.


__ADS_2