
Tiba-tiba seseorang menghampiri yuri dari belakang
"Yuri!! " panggilnya
Yuri menolehkan kepalanya ke belakang
"Jefri?!" Sahut yuri dengan melebarkan matanya
Jefri hanya tersenyum dan duduk sebelah Yuri
"Bagaimana kabarnya? " tanya Jefri
Yuri masih menatap Jefri dengan tatapan penasaran
"Kenapa!? " sahut Jefri sambil menatap Yuri
Yuri tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
"Jefri.. Lo?? " sahut Yuri
Tiba-tiba orang tua Jefri menghampiri mereka berdua
"Selamat malam sayang.. " ujar mama Amanda
Yuri menatap ke arah mama Amanda dengan tersenyum
"Selamat malam tante" sambut Yuri
Mama Amanda duduk sebelah Yuri sementara Pak Eric duduk sebelah Jefri
"Kamu sudah kenal Jefri kan?? " tanya mama Amanda dengan senyum manisnya
Yuri hanya mengangguk pelan sambil tersenyum
"Saya sama mama kamu teman baik, dulu mama kamu bilang jika kau sudah kelas sma 3 , kau harus bertunangan sama anak saya.. Lalu bagaimana dengan kau? Apa kau setuju sayang?! " ujar mama Amanda
Yuri terdiam dia hanya memikirkan mamanya yang telah meninggal
"Yuri?! " sahut pak Eric
Yuri tersenyum ke arah pasangan itu
"Ya.. Tapi Yuri ingin kuliah dulu tante"
"Ya tenang aja... Jefri juga kan mau kuliah dulu.. Ya Jefri?! " sahut mama Amanda dengan melirik ke arah Jefri
Jefri hanya tersenyum
"Oh iya... Mungkin Yuri sudah punya pacar di sekolah ya?! " kata mama Amanda sambil tersenyum membuat Yuri melebarkan matanya
"Nggak kok tante!! " sahut Yuri dengan tersenyum
"Yaudah.. Mama sama papa ke sana dulu ya.. Kalian ngobrol dulu aja ya "
Mama Amanda sama Pak Eric pun pergi dari ruang tamu
Yuri menatap kepergian mama Amanda sama Pak Eric dengan tersenyum
"Yuri!? " sahut Jefri
Yuri menatap Jefri begitu juga sebaliknya
"Lu Terima pernikahan ini gak?! " tanya Jefri
"Gw.. Gimana lu aja Jefri!! ' jawab Yuri
"gimana gw? Yaa... Kalau gw sihh setuju banget" ujar Jefri dengan tersenyum
"Kenapa lu setuju Jefri?! "
"Gw.. Nggak tau kenapa? " ujar Jefri dengan tersenyum
"Lu tau kita mau di jodohin sejak kapan?! "
"Sejak aku baru masuk ke Diamond School's "
"Serius??! " ujar Yuri
Jefri hanya mengangguk sambil tersenyum
"Kok lu nggak bilang gw?? "
"Buat??! "
"Yaa... Nggak... Kok" ujar Yuri dengan tersenyum
"Yuri gimana gw mau bilang nya.. Sedangkan lu nya sama Dimas mulu"
Yuri tersenyum sambil mencubit lengan Jefri
"Apaan sihh" ujar Yuri
"Aww... Sakit tau " ujar Jefri
Yuri hanya tertawa ringan
"Yuri emang lu ada hubungan apa sama Dimas??! " tanya Jefri
"Hubungan apa? Nggak ada! " jawab Yuri
"Oohh... Jadi.. Kita kan nggak mau sekarang nikahnya.. Gimana kalau kita pacaran dulu... Gimana? Setuju gak? " ujar Jefri dengan tersenyum
Yuri hanya tersenyum
"Terserah" kata Yuri dengan tersenyum
"Gw nggak suka sama orang yang suka bilang terserah" ujar Jefri
Yuri tertawa kecil
"Yaa... Terserah lu Jefri!! " ujar Yuri dengan tersenyum
"Yaa... Kalau terserah gw sihh.. Gw pengennya kita pacaran dulu"
" iya.. Gitu.. " ujar Yuri dengan tertawa sambil menutupi wajahnya dengan tangan
"Gitu gimana?! " goda Jefri
"Ya.. Pacaran!! " kata Yuri
Jefri tersenyum sambil menatap Yuri
"Yuri??! " tanya Jefri
Yuri menolehkan kepalanya ke arah Jefri
"Pacar lu nggak bakalan marah nihh?"
"Siapa?? " tanya Yuri
"Yaa.. Dimas.. Nggak Dimas juga Jae" sahut Jefri
"Iihh.. Apaan sihh.. " ujar Yuri sambil mencubit paha Jefri
"Aww.. Sakit sayang" ujar Jefri
Yuri melebarkan matanya
"Bilang apa barusan?! " tanya Yuri
"Nggak ada" jawab Jefri dengan tersenyum
Yuri menolehkan kepalanya ke Jam dinding
"Hah... Udah jam satu aja.. Perasaan kita tadi ngobrol sebentar ya... Jefri anter gw pulang yuk"
"Lu di suruh nginep sama mama gw"
"Serius?! "
"Yaa... Yukk ke kamar lu"
Jefri berjalan mendahului Yuri
Mereka berdua pergi ke lantai dua menuju kamar yang di siapkan Jefri untuk Yuri
"Nihh... Cepat tidur ya" ujar Jefri sambil menunjuk ke pintu kamar itu
"Hmm.. Thanks" kata Yuri
Yuri memasuki kamar itu kemudian menguncinya
"Indah banget nihh kamar.. Kek dah tau aja gw sukanya warna biru" gumam Yuri dengan tersenyum
Selesai membersihkan diri Yuri pun tertidur
........
Paginya
Kriing... Kriing..
Suara alarm di kamar Yuri membuat Yuri terbangun
"Duhh.. Jam berapa ya?! " Yuri terbangun dari tidurnya kemudian meraih hpnya
"Baru jam 05;38 " sahutnya
Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu kamarnya
"Siapa ya? " Yuri berjalan mendekati pintu kamarnya dan membuka pintunya
"Ya?? " ujar Yuri
"Noona Yuri di suruh sarapan nanti jam 06;00" ujar seorang wanita yang kemungkinan itu pembantu di rumah Jefri
Yuri hanya mengangguk paham
Tak berapa lama jam menunjukkan pukul 06;00
__ADS_1
Selesai membersihkan diri Yuri keluar kamar namun dia kaget ketika melihat Jefri keluar dari kamarnya
"Itu kamar lu?! " tanya Yuri
Jefri hanya mengangguk
"Ya kamar kita bersebelahan.. Yukk kita sarapan!! " ujar Jefri sambil menggandeng bahu Yuri
"Ihh jangan gitu malu tau" kata Yuri
"Yaudah gw duluan ya" ujar Jefri sambil meninggalkan Yuri di depan kamarnya
Tak berapa lama
Yuri menyusul ke ruang makan
Beberapa menit kemudian
Jefri mengantarkan Yuri ke rumah peninggalan mamanya
"Gw berangkat duluan ya" pamit Jefri
Yuri hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya
Kemudian Yuri masuk ke dalam rumahnya
"Hhh... Gw sekolah jangan ya? " kata Yuri dengan melemparkan badannya ke sofa
"Ehh iya.. Jae pasti menunggu gw... Tapi... Ya sudahlah" Yuri mengganti pakaiannya dengan pakaian sekolah kemudian berangkat dengan ojol
Di sekolah
Jefri sedang memarkirkan motornya
Tiba-tiba Jio menghampirinya
"Jefri... Lu satu grup sama gw" sahut jio
"Satu group?! " bingung Jefri
"Ya.. Yukk masuk" ujar jio sambil pergi mendahului Jefri
Jefri segera menyusul jio
Sesampainya di kelas
"Jefri... Lu disini sama gw... Kalau Jidan disana satu group sama yeri"
Ujar jio sambil menunjuk ke arah Tempat duduk Jidan
Jefri hanya mengangguk pelan
"Kalau yuri? "
"Yuri? " ujar jio sambil menatap Jefri yang sedang menatap ke arah pintu kelas
"Lu tanya Yuri kan?! " tanya jio lagi
Jefri menatap jio
"Apaan...? Nggak , maksudku Vano dimana? "
"Oh Vano satu group sama kita" ujar jio
Tak berapa Yuri sampai di sekolahnya
Yura segera menghampiri Yuri
"Yuri.. Lu kenapa kemarin nggak sekolah? " tanya yura
Yuri hanya tersenyum
"Nggakpp" jawab Yuri singkat
"Yuri.. Yuk masuk.. Gw mau tunjukin tempat duduk lu"
"Gw satu group sama lu yura? " tanya Yuri
"Nggak... Lu satu group sama Jae" ujar Yura
"Serius? " sahut yuri sambil menghentikan langkahnya
"Ya.. Kenapa?? "
"Nggak.. Yaudah yuk" ujar Yuri
Yura hanya menghela napas
Mereka masuk ke kelas dan langsung di sambut sama Yeri
"Yuri... Kenapa lu kemarin nggak sekolah? " kata yeri sambil berlari mendekati Yuri yang baru saja masuk kelas
Jefri menolehkan kepalanya ke arah pintu kemudian menatap Yuri dengan tersenyum
Yuri menatap Jefri dengan tersenyum
"Yuri.. Kok lu nggak jawab gw?! " sahut yeri
"Gw.. Nggak ada,, yaudah yuk duduk"
Yura menunjuk ke arah sebuah kursi
"Lu duduk di kursi ini Yuri!! "
Yuri hanya mengangguk paham
Yuri pun duduk di kursinya dan Yuri pun menatap ke belakangnya yang tidak lain adalah Jefri
Jefri hanya menatap Yuri dengan tersenyum
Yuri membalikkan badannya kemudian tersenyum
Tiba-tiba Jae menghampiri Yuri dan duduk sebelah Yuri
"Kapan berangkat? " ujar Jae
Yuri menatap Jae
"Baru tadi" jawabnya singkat
"Lu mau bilang apa kemarin? " tanya Jae
"Bilang apa? " ujar Yuri dengan menatap Jae
"Yang di telepon itu"
"Mm.. Ooh.. Nggak.. Bukan apa-apa" kata Yuri
"Kok... Gitu.. Cepat katakan Yuri! "
"Ntar aja.. Sekarang bukan waktu yang tepat Jae" ujar Yuri
Jae hanya menatap Yuri dengan kecewa kemudian meraih laptopnya
Yuri menatap Jefri dengan hati-hati namun Jefri hanya menatapnya dengan tatapan datar
Yuri kembali pokus ke mejanya
Tak berapa lama guru datang
"Ok.. Anak- anak sekarang kita akan mengadakan pencarian ilmu pengetahuan dengan cara berlibur.. Dan tidak semua group ke tempat yang sama... Setiap group memiliki tempat berlibur yang berbeda... Ok... Paham!! "
Mereka berteriak dengan mengucapkan 'paham'
"Ok... Ini tempat yang akan kalian tuju" ujar guru dengan membagikan peta yang akan murid-murid tuju
"Ok.. Sekarang siapkan perlengkapan kalian... Dan berangkat dengan di awali group 01 ok"
Murid-murid segera mempersiapkan perlengkapan nya
Jefri menghampiri Yuri
"Yuri... " ujar Jefri dengan sedikit berbisik
"Ya?! " sahut Yuri dengan menatap Jefri
"Nihh minumnya.. Jangan lupa kabarin gw kalau sudah sampai" ujar Jefri sambil menyodorkan minum
Yuri meraih minum di tangan Jefri
"Makasihh... Jefri.. Nanti gw kabarin "
"Jefri!! " panggil jio dengan sedikit berteriak
Jefri menolehkan kepalanya ke arah jio
"Sini lu.. Ngapain kesana?! "
Jefri hanya tersenyum sambil menatap Yuri
"Gw pergi dulu dahh"
Yuri hanya mengangguk
Jefri menghampiri jio
"Apaan sih lu"
"Lu kan group gw... Napa lu nyamperin group Dino"
"Dino?? " sahut Jefri
Jio hanya mengangguk
"Emang dino satu group sama Yuri? "
"Iya.. Kenapa?? " ujar jio dengan menatap Jefri
Jefri hanya menggelengkan kepalanya
__ADS_1
....
Tak berapa lama mereka semua pun berangkat dengan menaiki mobil masing-masing
Di dalam mobil
Yeri duduk sebelah Dimas
"Dimas... Lu sekarang kgk pernah balapan lagi ya?! " ujar yeri
Dimas menatap yeri
"Darimana lu tau? " tanya Dimas
"Gw cuma nebak kok... Soalnya lu sekarang jarang main ... Kenapa sih lu?? "
"Mm... Gw males aja" ujar Dimas
"Yeri.. Lu kenapa putus sama Vano? "
"Gw... " ujar yeri
"Pasti lu menyukai salah satu anak baru itu kan?! "
Yeri tersenyum dan menatap Dimas
"Apaan sihh lu , nggak jelas"
"Gw cuman nebak yeri... "
"Nggak tau ahh... Lu kepo banget ya"
Dimas hanya tersenyum kemudian menatap ke luar mobil
"Kenapa Vano mau putusin lu? Padahal lu orangnya manis .. Yeri!! " sahut Dimas tanpa menatap yeri
Yeri menatap Dimas
"Serius lu Dimas?! Mungkin karena gw terlalu manis jadi Vano putusin gw" ujar yeri dengan tertawa
"Kok lu tertawa.. Lu nggak sedih di putusin sama Vano?! " tanya Dimas sambil menatap yeri yang sedang tertawa
"Ya nggak lahh... Ngapain harus sedihh... Masih banyak laki-laki di muka bumi ini.. Nggak hanya Vano.. Benarkan? " kata yeri dengan tersenyum ke arah Dimas
Dimas hanya menganggukkan kepalanya
.......
Jefri menghampiri Dino
"Dino...??! " panggil Jefri
Dino menatap Jefri
"Dino... Gw.. Sekarang lagi membutuhkan lu.. Lu mau bantu gw nggak??! " ujar Jefri
"Bantu apa?? " sahut Dino
"Gw minta lu awasin Yuri sama Jae"
"Yuri sama Jae?? Ngapain? "
"Yaa... Lu awasin aja mereka"
"Jefri.. Ngapain gw harus ngawasin mereka sedangkan mereka berpacaran terus gw harus awasin apa? Awasin mereka supaya nggak berdekatan gitu?! " ujar Dino
Jefri terdiam sejenak tapi kemudian ia segera menatap Dino
"Ya... Gitu.. Gw mau tau sedekat apa mereka?? "
"Ok... Akan gw awasin!! Btw lu suka ya sama Yuri??! " ujar Dino
"Iya... Kenapa??! "
Dino hanya menatap Jefri dengan tersenyum
"Gw ke group gw dulu dahh" ujar Dino sambil pergi meninggalkan Jefri
Jefri hanya menatap Dino
Tak berapa lama mobil mereka pun berangkat ke tempat yang di tuju murid-murid
.......
Yuri menelpon Jefri
"Jefri!! " sapa Yuri
"Sudah sampe Yuri?? " ujar Jefri
Yuri hanya mengangguk pelan sambil memperlihatkan tempat yang dia singgahi bersama teman-temannya
"Lu belum sampe, Jefri?? "
"Belum, gw masih di mobil, btw ada ada Dino nggak disana??! "
"Dino?? " Yuri menolehkan kepalanya ke belakang dan mencari keberadaan Dino
"Mm.. Iya ada.. Dia lagi duduk"
"sama siapa??! "
"Sendiri.. Ada apa sihh??! "
" nggak... Gw cuman tanya kok"
"Iihh.. Nggak jelas.. Jefri.. Udah dulu ya.. Gw di suruh kumpul di sana.. Dahh" pamit Yuri
"Dahh.. Sampai jumpa!! " sahut Jefri seraya mematikan telponnya
....
Semua murid keluar dari mobilnya sementara yeri masih di dalam mobil
"Duuhh.. Tas gw mana ya??! " gerutunya
Bara menatap ke arah yeri yang sedang kebingungan
"Nyari apa?? " sahut Bara
"Gw.. Nyari tas gw... Dimana ya?! " ujar yeri menatap Bara
"bukannya tas lu udah ada yang bawa!! "
"Siapa??! "
"Itu lo tadi Dimas.. Keknya bawa tas lu dehh" ujar jidan
"Yaampun Dimas!! "
Yeri keluar dari dalam mobil
"Dimas!!!? " panggil yeri
Dimas menatap ke arah yeri
"Apa??! "
"tas gw mana??! "
"Oohh.. Tas, selow aja kali" ujar Dimas sembari meraih tas yeri
"Nihh" kata Dimas sembari menyodorkan tas ke arah yeri
"Thanks... Lain kali kalau bawain barang punya gw.. Bilangin gw ya"
Dimas hanya mengangkatkan ujung bibirnya
.....
Tak berapa lama mobil yang di tumpangi Jefri pun tiba di tempat tujuan
Jefri segera menelpon Dino
"Hello... Dino?! " sahut Jefri
"Ya.. Hallo! "
"Lu masih bersama Yuri kah?! "
"Nggak.. Gw lagi sendiri"
"Lahh.. Kok lu gitu.. Kan gw suruh lu awasin mereka... ?! "
"Ya... Tapi tenang aja... Yuri nggak jauh dari gw kok"
"Lagi apa dia?! "
"Lagi tiduran.. Kenapa??! "
"Nggak... Kemana jae nya?! "
"Dia lagi mewawancarai salah satu penduduk di sini! "
"Lu nggak ikut??! "
"Nggak... Gw di suruh jagain mobil dan perlengkapan lainnya"
"Ooh... Dino.. Apakah cuman Yuri yang gak ikutan wawancara??! "
"Hmm... Katanya dia capek.. Jadi dia di suruh istirahat dulu sama jae "
Jefri terdiam
"Jefri...??! Lu dengerin gw nggak sihh??! " sahut Dino dengan marah
"Iya-iya.. Gw dengerin kok... Dino... Gw mohon jaga Yuri baik-baik yaa.. Gw percaya sama lo... Gw yakin lu pasti bisa menjaganya.. Ok.. Dahh Dino.. Gw harus mewawancarai seperti kalian dulu.. Nanti kita lanjutin.. Dahh.. Sampai jumpa!! "
"Ya.. Sampai jumpa" kata Dino sembari mematikan telponnya
__ADS_1
..........
maaf ya baru update 🤭☺🤗