
Dino segera memberitahu jefri
"Jef... " sahut dino
Jefri hanya menatap dino dengan penuh pertanyaan
"Yuri.. Pulang duluan sama jae...! " ujar dino dengan sedikit mengecilkan suaranya
"Bohong lu... " ujar Jefri sambil menatap dino dengan tak yakin
"Serius... Tadi dia yang telpon gw katanya dia pulang duluan sama jae "
Jefri hanya menatap jalanannya dengan tatapan kosong
"Yaudah kita juga pulang yuk... " ajak Jefri ke arah dino
Dino segera memberi kode ke teman-temannya
Mawar menghampiri Jefri
"Jef... Kata mama gw anterin gw pulang ke rumah gw... " ujar mawar membuat dino menatapnya dengan jijik
Jefri hanya menghela napasnya
"Gw masih banyak kerjaan lu naik taxi aja mawar..!! ' ujar Jefri dengan malas
"Nggak... Jef... Ini kan suruhan mama gw.... " ujar mawar dengan manja
Jefri segera menaik ke atas motornya dan menyalakan nya
"Jef... Gw naik yaa... " bisik mawar sembari menaik ke atas motor Jefri
Jefri hanya diam membisu dia sungguh kacau pikirannya
Jio menghampiri Jefri
"Jef.. Gw pulang duluan... " ujar jio sambil pergi meninggalkan mereka semua
Yeri hanya menatap jio dengan datar
"Dimas... Lu pulangnya gimana?! " ujar yeri
"Gw? Gimana aja.. Lu pulang aja sana... " ujar dimas dengan tersenyum
"Tapi gw sama siapa?! "
"Siapa saja...disini kan banyak orang?! "
"Yaudah gw sama dino... " putus yeri sambil berdiri dari duduknya dan menatap ke arah dino yang sedang menyalakan motornya
"Dino....!! " sahut yeri membuat dino menatapnya
"Gw ikut... " ujar yeri lagi, dino hanya mengangguk pelan
Yeri menatap dimas
"Dimas... Gw duluan yaa... "
Dimas hanya menganggukkan kepalanya
Yeri segera menghampiri dino dan pergi bersamanya
Yura dan Jidan pun segera pulang
Dan semua orang pun pulang
"Jae... Kita ke supermarket dulu yuk... Gw mau beli cemilan buat di rumah... " ujar yuri
Jae hanya menganggukkan kepalanya
Dan mereka pun berhenti di salah satu supermarket
"Yuri... Gw tunggu di parkiran ya..!! " ujar jae
"Lho? Kenapa? Kita masuk aja bareng-bareng..! " ujar yuri dengan tatapannya yang aneh
"Nggak... Gw tunggu aja disini.. "
"Yaudah... Gw masuk dulu... " ujar yuri sambil pergi meninggalkan jae di parkiran supermarket
Yuri pun masuk ke dalam supermarket dan ia pun segera mengambil barang-barang yang akan dia beli
Tiba-tiba yuri melihat seorang laki-laki dengan seorang perempuan di depannya namun orang itu nggak melihat ke arah yuri sehingga yuri leluasa melihat orang itu dengan jelas
"Sayang... Kamu mau beli apa?! " ujar perempuannya
"Aku cuman mau beli minuman.. " jawab laki-laki itu
"Nggak mau yang lain?! " tanya ceweknya lagi
"Nggak... Senyuman kamu aja sudah bikin aku kenyang... " ujar laki-laki itu membuat ceweknya tersenyum kemudian ceweknya mencium pipi laki-laki itu
Yuri segera mengalihkan perhatian nya
"Vano?? Pantas aja dia nggak ikut tanding.. Kan biasanya dia hobi banget sama balapan... " gumam yuri kemudian ia segera menjauhi Vano dan ceweknya
.......
"Jefri... Tadi mama bilang sebelum mawar pulang mama beliin Kookies dulu ya... Gimana kalau kita ke supermarket dulu..?"
Jefri tak menjawab apa-apa namun iaa segera berhenti di depan supermarket kemudian mereka pun turun dari motornya dan berjalan masuk ke dalam supermarket
"Jef... Lu tau tempatnya Kookies tuh sebelah mana?! " ujar mawar sambil melirik ke segala arah
Jefri tak menjawab apa-apa namun ia juga menolehkan kepalanya ke segala arah namun...
Tiba-tiba ia menatap seseorang dan orang itupun menatapnya
"*yuri?! *" batin Jefri kemudian ia segera mengalihkan perhatian nya
Yuri hanya menatap Jefri dan mawar dengan tatapan tajamnya
"*lho? Ada apa ini baru saja gw nemu Vano sama cewek dan sekarang Jefri sama mawar..? *" batin yuri sambil pergi menjauhi tempat itu
Ia segera menghampiri kasir dan membayarnya
Jefri menatap yuri yang sedang pergi keluar dari supermarket
"Mawar.. Gw tunggu di luar..! " ujar Jefri sambil pergi meninggalkan mawar dan ia segera berlari keluar dari supermarket
Mawar hanya menganggukkan kepalanya
Jefri segera berlari keluar dari supermarket dan ia mencari keberadaan yuri
Tiba-tiba ia mendengar suara motor di belakangnya ia segera menolehkan kepalanya ke belakang
Jefri segera pergi menjauh sebelum motor itu mendekatinya
Setelah motor itu pergi menakutkan dari area supermarket Jefri kembali ke jalan yang tadi di lalui motor itu
"*yuri... Tidak lu bukan milik jae..! *" batin Jefri sambil menatap kepergian mereka berdua
Tak berapa lama mawar keluar dari supermarket dan menghampiri Jefri
"Yuk pulang... " ujar mawar
Jefri tak menjawab apa-apa namun ia segera menghampiri motornya dan akhirnya mereka pun pulang
.......
Hari kembali pagi
Yani menghampiri yuri
__ADS_1
"Yuri lu lihat yura dan yeri nggak?! " tanya yani sambil berjalan menghampiri yuri
"Nggak... " jawab yuri singkat
"Lahh kemana sih mereka?! " ujar yani sambil menatap orang-orang yang berlalu lalang
"Di kelas kali..! " ujar yuri sambil tersenyum melihat yani dengan tatapan kesalnya
"Yaudah yuk masuk.. " ajak yani sambil menarik tangan yuri
Mereka berdua pun masuk ke kelas
Tiba-tiba Arya muncul dari balik pintu membuatnya bertabrakan dengan yani
"Aww... " ujar yani sambil menundukkan kepalanya karena sakit
Arya hanya memegang keningnya sambil tersenyum
"Lu kalau jalan liat-liat dong... " ujar yani dengan kesal
"Yaudah maaf... Gw juga nggak sengaja kali.. " ujar Arya sambil tersenyum
"Tau ahh ... Yuri masuk yuk... "
Yuri hanya tersenyum melihat Arya dan yani saling menatap dengan kesal
Mereka segera duduk di kursi nya
"Tapi mereka nggak ada disini...?! " ujar yani sambil menatap yuri dengan datar
Yuri hanya tersenyum
"Yani... Lu masih di ancam nggak sama mawar..?! " ujar yuri tiba-tiba
"Masihh... " jawab yani dengan singkat
"Tapi kenapa lu nggak mau sama mawar lagi?! " ujar yuri sambil tersenyum
"Yaa terserah gw lahh... " jawab yani tanpa melirik ke arah yuri
Yuri hanya tersenyum kemudian mengambil HPnya dan memainkannya
Tak berapa lama murid-murid masuk ke dalam kelas begitu juga dengan yura dan yeri
"Lu habis darimana?! " ujar yani sambil menatap yura dan yeri
" koperasi sekolah... "Jawab yura sambil duduk di kursinya
" ouh... "Jawab yani sambil mengalihkan perhatian nya
Vano menghampiri yuri
" yuri.. "
Yuri menatap Vano dengan datar
"Ini buat lo... " sahut Vano sambil memberikan sebuah jam tangan minimal nan cantik
Yuri hanya tersenyum miring
"Makasihh... " ujar yuri sambil meraih jam tangannya
Vano hanya tersenyum sambil menatap yuri dengan iba
"Mmm... Vano.. Lu sengaja beli ini buat gw..?! " ujar yuri tanpa melirik ke arah Vano
"Iya.. Itu... Ambillah sebagai kenangan gw karena mungkin gw mulai sekarang nggak bisa menemani lu lagi dan menghibur lagi... " ujar Vano dengan suaranya yang kecil
Yuri hanya menatap jam tangannya dengan tatapan kosong
"*iya... Gw tau.. Kenapa lu nggak bisa menemani gw lagi... Karena lu sudah punya pacar*" batin yuri
"Mmm.. Kenapa lu bicara begitu?! " ujar yuri sambil menatap Vano
"Gw... Gw udah ada pacar... Jadi sorry ya takutnya jadi salah paham.. " ujar Vano berusaha untuk tidak menyakiti yuri
"Mm... Lu laki baik Vano.. Selamat yaa... Dan makasih untuk temanan nya" ujar yuri sambil tersenyum
Vano hanya tersenyum
"Gw ke tempat gw dulu yaa.. " pamit Vano sambil pergi meninggalkan yuri
Yuri hanya mengangguk pelan
Jae melihat yuri dengan Vano dari kejauhan
"*gw bisa rasakan apa yang lo rasakan yuri.. *" batin jae
Tiba-tiba guru datang
Jefri yang sedang mengobrol bersama jio di luar kelas segera masuk ke dalam kelas
Setelah meng absen
Pembelajaran pun dimulai
Yuri menatap Vano dengan tatapan kosong
Jefri hanya menatap yuri dengan sekilas kemudian ia menatap Vano
Kemudian Jefri kembali fokus ke bukunya
Tak terasa waktunya istirahat pun di mulai
Namun yuri hanya terdiam di kelas
Semua murid pun keluar dari kelasnya
Tiba-tiba jae menghampiri yuri yang sedang duduk di kursinya
"Yuri... " sahut jae sambil duduk sebelah yuri
Yuri hanya menolehkan kepalanya ke arah jae
"Mau ke kantin nggak?! " ujar jae
Yuri hanya menggelengkan kepalanya sambil meletakkan kepalanya di atas meja
"Yuri... Lu kenapa.. Cerita lah sama gw.. Siapa tau gw bisa membantu lu..! " ujar jae dengan berpura-pura namun sebenarnya dia tau apa yang terjadi
Yuri kembali menatap jae
"Jae... Gw pengen dunia seperti dulu... Pengen dimana semua orang tak mengecewakan gw... Gw pengen bahagia seperti orang yang beruntung.. " ujar yuri sambil menutupi wajahnya dengan tangan
"Lu jangan bilang gitu... Tak semua orang di muka bumi ini bahagia bahkan ada saja orang yang lebih menderita daripada lo... Jadi... Kalau lu mau ke masa lalu berarti lu memilih untuk tidak mengenal Jefri bukan? "
Yuri hanya mengangguk
"Iya jae... Kalau gini akhirnya lebih baik gw tidak mengenalnya... " ujar yuri sambil menatap wajah jae
Jae hanya menatap yuri dengan terdiam
"Yuri... Apa lo menangis setiap malam?! " ujar jae sambil menatap mata yuri
Yuri hanya mengangguk sambil tersenyum
"Tidak baik yuri... Lihat mata lo bengkak kan?! " ujar jae sembari memberikan cermin ke arah wajahnya yuri
Yuri hanya tersenyum
"Tapi jae... Gw nggak bisa melupakannya.. Meski gw mencoba untuk tidak menangis tetapi entah kenapa air mata sulit banget di pendam nya.. " ujar yuri dengan menahan tangisannya
"Apa lo masih mengharapkan Jefri..?! " ujar jae sambil menatap yuri dengan serius
__ADS_1
Yuri hanya mengangguk
"Tapi jae... Gw sadar.. Mawar lebih cocok dengan Jefri karena mawar sama-sama Sultan kek Jefri.. Sedangkan gw... " yuri tak melanjutkan perkataannya ia hanya mengusap matanya dengan tangannya
"Tapi entah kenapa gw sangat mengharapkannya... Jae... Sebenarnya gw sangat sangat mencintainya... Tapi mungkin dia tidak merasakannya... Buktinya ia dari tadi cuekin gw mulu... " ujar yuri sambil menatap ke arah pintu masuk
"Mungkin itu hanya perasaan lo yuri..
Siapa tau dia juga menyukai lo.. " ujar jae sambil tersenyum
Yuri menatap jae
"Hm.. Mungkin.. " ujar yuri dengan tersenyum
"Yaudah gw ke ruang OSIS dulu ya... " ujar jae sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkan yuri di kelas
Tak berapa lama dino masuk bersama Jio, Jidan dan Arya
"Dino malam main yukk... " ajak jio sambil berjalan ke kursinya
"Main kemana?! " ujar dino sambil duduk di kursinya
"Main ke sirkuit.. " jawab jidan
"Malam?? " ujar dino
"Iyalah maunya kapan?! " ucap jio
"Sore aja gimana?! " usul dino
"Terserah... " jawab jio dan jidan bersamaan
Jefri berjalan sendiri ke kelasnya namun tiba-tiba jae menghampiri nya
"Jef... Nanti pulang sekolah tungguin gw dulu ya.. " ujar jae sambil berjalan menjauhi Jefri
"Mau apa!? " sahut Jefri membuat jae menghentikan langkahnya
"Nanti aja... Tapi tungguin ya.. Ini penting.... " ujar jae
Kemudian jae kembali berjalan menjauhi Jefri
Jefri hanya menatap jae acuh tak acuh kemudian ia pergi ke kelasnya
Dino menatap Jefri yang baru memasuki ke kelasnya
"Jef... Lu ikut kagak?! " sahut dino
"Ikut? Ikut apa?! " ujar Jefri sambil duduk sebelah yuri
"Ke sirkuit.. " jawab dino
Jio dan Jidan hanya saling tatap sambil tersenyum
Jefri menatap Jio dan Jidan
"Mm... Gw gimana nanti aja.. " jawab Jefri sambil menatap yuri yang sedang meletakkan kepalanya di atas meja dan menutupi wajahnya dengan buku
Jefri kembali menatap teman-temannya
"Kapan??! " sahut Jefri tiba-tiba
"Mmm kata dino nanti sore.. " jawab jio sambil menatap dino kemudian kembali menatap Jefri
"Ouh.. " ujar Jefri sambil menganggukkan kepalanya
Mereka pun mengobrol yang lainnya
Beberapa menit kemudian kelas kembali belajar
Jefri menatap yuri yang masih meletakkan kepalanya di atas meja
"Yuri..?! " panggil Jefri
Yuri tak menjawab karena ternyata dia tertidur
Tiba-tiba jae masuk ke kelas
"Teman-teman kata pak guru... Guru-guru akan mengadakan rapat jadi teman-teman silahkan pulang duluan.... " ujar jae membuat murid-murid berteriak senang
Jefri meraih tasnya yuri kemudian ia memasukkan peralatan belajarnya yuri
Setelah itu ia kembali membangunkan yuri
"Yuri... " bisik Jefri sambil menatap yuri karena tadi bukunya ia ambil dan di masukkan ke dalam tasnya
Yuri terbangun dengan memicingkan matanya kemudian ia menatap sekelilingnya
"Nih tasnya gw keluar duluan yaa... " ujar Jefri sambil berjalan meninggalkan yuri di kelasnya
Yuri hanya menatap Jefri yang pergi menjauhinya
"Kemana semua orang?!" gumam yuri sambil berjalan ke luar kelasnya kemudian ia melihat dino di parkiran yang sedang menatapnya
Yuri berjalan menghampiri dino
"Dino kenapa lu nggak membangunkan gw?! " ujar yuri
Dino hanya tersenyum
"Kan lu nya udah bangun...?! " ujar dino
Yuri tak menjawab apapun ia hanya menatap dino dengan datar
"Yuk pulang...! " ajak dino
Yuri hanya mengangguk kemudian menaik ke atas motor dino dan mereka pun pulang...
Jefri ke ruang OSIS
"Dika... Dimana jae..?! " ujar Jefri sambil duduk di depannya dika
"Di ruangan sana.. " jawab dika sambil menunjuk ke salah satu ruangan disana
Jefri hanya menatap ke sebuah ruangan namun tak menghampirinya
"Masuk aja Jefri.. " ujar dika mempersilahkan
"Mm.. Sedang apa dia disana?! "
"Mungkin sedang membereskan berkas-berkas nya.. " jawab dika sekenanya
Jefri berjalan mendekati pintunya
"Jae... " ujar Jefri
"Masuk...!! " sahut jae
Jefri pun masuk dan duduk di depannya jae
"Lu mau apa nyuruh gw tungguin lu? " ujar Jefri sambil mengambil salah satu minuman disana
"Gw mau memperlihatkan ini... " ujar jae sambil memberikan HPnya dan ternyata tadi ia mendekati yuri tidak dengan tangan kosong..
Ternyata ia memasang kamera namun yuri tak menyadarinya
"Lu dengarkan aja perkataannya.. " ujar jae namun Jefri tak menjawabnya ia hanya fokus ke layar kaca
Setelah beberapa lama ia mendengarkan apa yang yuri katakan
Kemudian Jefri menatap jae
"Kenapa lu ngelakuin ini..? Apa lu nggak suka dia?! " ujar Jefri membuat jae tersenyum
__ADS_1
"Gw hanya membantu dia ketika dia kesepian... Ketika dia membutuhkan teman gw lahh yang pertama menemaninya.. Namun gw nggak merasa kalau gw menyukainya... " ujar jae membuat Jefri tersenyum getir
.......................................................................