There'S Of Us Schools

There'S Of Us Schools
SCHOOL HARD (part4)


__ADS_3

"Emang darimana? " tanya Jefri lagi


"Kita habis main"


"Oohhh... Kalau gw ikut ke rumah kalian boleh gak?"Kata Jefri


"maksudnya rumah siapa? "Tanya yuri


" rumah kalian... Nggakpp rumah lu juga yuri! " jawab Jefri


"Mau ngapain ke rumah gw? "


Jefri hanya tersenyum


"Nggak kok gw becanda... Masa iya gw ikut kalian"


"Lu abis darimana? " tanya yura


"Gw abis dari rumah Jio"


"Jio nya ada di rumah?" tanya yura


Jefri hanya menganggukkan kepalanya


"Oohh... " gumam yura pelan


"Udah yukk pulang... Jefri kami pulang dulu yaa dahh" pamit yuri


Jefri hanya menganggukkan kepalanya tak berapa lama dia menyusul yura dan yuri namun sengaja dia perlambat jalannya agar nggak terlalu dekat dengan mereka berdua


Langkah Jefri terhenti ketika dia melihat Jae menghampiri yuri dan pergi bersama yuri entah kemana perginya


Jefri hanya menatap kepergian mereka


"Kok gw nyesek yaa? " tanya Jefri ke dirinya sendiri


"Mmm...gw tau mungkin yuri nggak mau pacaran sama Dimas karena dia menyukai Jae... Tapi gw nggak pernah lihat yuri sama Jae dekat... Apa mungkin mereka?... Udah ahh gw pusing ngurusin orang-orang"


Jefri kembali ke rumah Jio..


(Keesokan harinya)


Jefri berangkat bareng Jio dan Jidan


"Jio lu nggak bareng Yura?" tanya Jefri


Jio hanya menggelengkan kepalanya


"Kok lo gitu.. Terus dia berangkat bareng siapa? " tanya Jefri lagi


"Nggak tau... Mungkin bareng yuri" hanya itu jawaban Jio


Tak berapa lama mereka bertemu dengan Jae sang ketua kelas


"Hi selamat pagi" sapa Jidan ke arah Jae


Jae hanya tersenyum sambil mengangkatkan tangannya


"Entah kenapa... Tiba-tiba gw pengen nampar lu Jae" batin Jefri


"Yukk ke kelas bareng" ajak Jae


Jidan dan jio mengangguk namun tidak dengan Jefri dia malah berbelok ke arah koperasi sekolah


"Mau kemana tu anak? " tanya Jidan ke arah Jio


"Tau.... Jefri...!!! Mau kemana?"


Jefri hanya mengangkatkan tangannya dan segera pergi


"Mungkin dia mau beli buku... Yaudahh yukk masuk" kata Jidan


Mereka pun masuk


Tak berapa lama yuri dan yura masuk ke kelas


"Kalian nggak bareng Yeri?" tanya Jio


"Nggak... Kenapa? " kata yura


"Nggak ada" jawab Jio


"Jefri nggak masuk?" tanya yuri


"Nggak... " jawab Jidan


"Lho kenapa? Sakit? " tanya yuri lagi


Mereka tertawa ,berbarengan dengan Jefri memasuki kelas


"Ada apa? " tanya Jefri


Yuri menolehkan kepalanya ke belakang dan dia tersenyum


"Kirain gw lu nggak masuk" kata Yuri


"Kalau gw nggak masuk emangnya kenapa? " tanya Jefri lagi


"Lu nggak ada disini" jawab Jio


"Yaiyalah... Gila lu" sahut Jefri sambil berjalan ke arah kursinya namun dia senang karena yuri telah menanyakannya


Jefri menatap Jae yg sedang memainkan laptopnya kemudian menatap Yuri


"Lu ikut camping kan?" tanya Jefri ke arah Yuri


Yuri menganggukkan kepalanya


"Kenapa? " tanya Yuri


"Nggak.. " jawab Jefri singkat


Bel pun berbunyi


Semua murid memasuki kelas masing-masing begitu juga gurunya


"Selamat pagi murid-murid"


"Selamat pagi bu"


"Murid-murid sekarang nggak ada pelajaran lagi yaa... Jadi... Sekarang kita di suruh kumpul di ruang kepsek.. Yukk semuanya keluar!! " ajak guru


Semua murid pun keluar kelas


....


Semua murid pun kumpul di ruang kepsek


"Murid-murid.. Sekarang kita perlu mencatat apa yg perlu di bawa nanti jadi bpk mohon catat semuanya yaa"


"Pak buku kami masih di kelas" kata Dino


"Iya Pak" murid lain ikutan ngomong


"Ok... Ambil dulu bukunya yaa"


Semua murid pun kembali ke kelasnya tak berapa lama murid-murid sudah berkumpul kembali di ruang kepsek


.........


Selesai mencatat perlengkapan camping mereka di suruh berbaris di lapangan dan latihan pramuka


"Uhh... Panasnya" teriak yeri sambil berlari ke tengah lapangan


Mereka berlatih seperti kemarin namun bedanya sekarang nggak laki-laki dulu... Sekarang semua murid laki-laki maupun murid perempuan berbaris di tengah-tengah lapangan


.....


Beberapa menit kemudian mereka pun selesai latihannya dan mereka berteduh di bawah pohon besar


"Vano nih minumnya" kata Yeri


Vano mengambil jus di tangan yeri


Dan meminumnya


"Gw pengen Vano" kata Jio


"Bukan punya gw Jio" kata Vano sambil tersenyum


"Nggakpp... Punya Yeri kan? "


Vano menganggukkan kepalanya


"Yeri...!!! Gw pengen minumnya yaa" teriak Jio ke arah Yeri


Yeri hanya mengangguk


Yura menatap Jio yg sedang meminum minuman punya Yeri


"Jio... Gw padahal udah nyiapin minum buat lu" batin yura

__ADS_1


.....


Semua murid sudah berada di kelas kembali


"Jio ke kantin yukk" ajak Yura


Jio hanya menggelengkan kepalanya


"Sama yuri aja kenapa? " tanya Jio


Yuri menatap yura begitu juga sebaliknya


"Mau ke kantin? " tanya Yuri


Yura mengangguk


"Yukk" ajak yuri sambil berdiri dari duduknya


Mereka berdua pun ke kantin


.....


"Yura tumben lu ajak Jio?Lu pacaran sama Jio? " kata Yuri


Yura hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum


"Tapi gw aneh sama Jio... Masa kemarin di kasih air minum dia nggak mau terus semalam gw telpon nggak di angkat terus tadi gw ngajak ke kantin dianya nggak mau... Sebenarnya dia sayang gw nggak sihh? "


"Mungkin sikap dia emang kek gitu" kata Yuri


"Yaudahh yukk kita lanjutin makan nya " sahut Yuri


.....


Sementara di kelas


Dino menghampiri Jefri


"Jefri lu disuruh ke belakang sekolah"


"Sama siapa?" tanya Jefri


"Sama Dimas" Jawab dino


Jefri menatap Jidan dan Jio


"Kalian ikut yukk"


"Ahh... Cemen lu... Masa ngajak teman-teman lu... Yg di suruh padahal cuman lu Jefri" kata Dino


Jefri menatap Dino


"Ok... Gw kebelakang.... " kata Jefri sambil menepuk meja Jio


Jefri menyusul dino ke belakang sekolah


.......


Beberapa menit kemudian yuri dan yura kembali ke kelas namun dia melihat banyak murid-murid yg berteriak-teriak


"Hei ada apa? " tanya yuri ke salah satu murid sambil menepuk bahu murid itu


"Itu katanya murid baru berantem sama sang harimau" jawab murid itu


"Sang harimau? " tanya yura dan yuri berbarengan


"Iya.. Itu lho... Dimas.. Bukannya dia sebutannya sang harimau" kata murid itu lagi


"Dimas? Hei... Dimana mereka berantemnya? " tanya yuri


"Di belakang sekolah, yuri" kini yg menjawab yeri


"Lu lihat yeri? " tanya yuri


"Nggak... Tapi tadi vano lihat mereka berantem"


"Emangnya sama siapa? " tanya yuri lagi


"Sama Jefri" jawab yeri


Seketika yuri melebarkan matanya dan berlari ke belakang sekolah


"Yuri... Lu mau kemana? " teriak yura


Namun yuri nggak menjawab teriakan yura


.....


Jefri dan Dimas menatap yuri


"Lu ngapain kesini? " tanya Dimas


"Gw perlu kesini... " yuri menghampiri mereka berdua


Yuri menatap Jefri


"Lu nggakpp? "


Jefri hanya meneguk salivanya


"Yuri.. " panggil Dimas


Yuri menatap Dimas


"Gw nggak suka sama laki kasar kek lu dimas" sahut Yuri


Dimas hanya tersenyum


Dimas mendekati yuri dan berdiri tepat di depan yuri


"Lu bilang apa barusan? "


Yuri menatap mata Dimas dan menatap Jefri kemudian menatap Dimas lagi


Yuri memundurkan langkahnya


Yuri melangkah menjauh dari badan Dimas dan menghampiri Jefri


"Jefri lu...? " yuri menatap lengan Jefri yg berdarah


"Ke ruang UKS yukk" yuri menarik jemari Jefri dan pergi meninggalkan Dimas dan teman-temannya


.....


Di ruang UKS


"Lu ngapain berantem sama Dimas? "


Tanya yuri sambil membersihkan darah di tangan Jefri dan di bibir Jefri


"Karena... Katanya gw terlalu tampan jadi dia iri dengan gw" jawab Jefri sembari tersenyum


"Gw serius Jefri" kata yuri dengan kesal


"Nggakpp... Kami hanya latihan tinju"


"Ahh... Bohong lu.." sahut Yuri sembari mencubit paha Jefri


"Aww... Sakit anjrr" teriak Jefri


"Ya makanya ngomong yg jujur... "


"Nggak... Lu juga masih menyembunyikan sesuatu kan? " tanya Jefri


"Nyembunyiin apa? " kata yuri


"Yg kemarin... Lu ngomongin apa sama Dimas? "


"Ooh itu... Ya.. Itu rahasia gw lah Jefri" jawab yuri


"Ya ini juga rahasia gw yuri" sahut Jefri


Yuri memanyunkan bibirnya


"Yaudahh... Gw nggak mau tau... Gw ke kelas duluan yaa... Dah mendingan kan? " sahut Yuri


Jefri menatap yuri


"Udah... Makasihh yaa... "


Yuri menganggukkan kepalanya dan pergi keluar ruang UKS dan meninggalkan Jefri sendirian di dalam r, UKS


Yuri ke kelas


Yeri menatap yuri


"Lu nggakpp?" tanya yeri


"Nggak... Kemana yura? "


"Yura masih di luar kelas.. "

__ADS_1


Yuri melihat-lihat keluar kelas


"Kok lu udah ada di kelas?" tanya yuri


"Tadi gw di suruh Jio kesini, tapi gw sekarang males keluar kelas nya yaudah gw duduk dulu disini"


"Oohh.. Lu di suruh apaan sama Jio? " tanya Yuri


"Nggak... Gw nggak di suruh apa-apa, dia hanya pinjam buku fisika gw" jawab yeri


"Ooh... Terus.. Jio nya kemana? "


"Tadi dia bilang mau ke koperasi sekolah dulu" kata Yeri


Yuri menganggukkan kepalanya


"Tadi.. Kenapa Jefri sama Dimas berantem? " tanya yeri lagi


"Nggak tau gw juga... Dianya nggak cerita sama gw" jawab yuri


Yeri menganggukkan kepalanya dan melanjutkan main hpnya


Tak berapa lama Jio masuk ke kelas


"Yuri... Ada apa dengan Jefri? " tanya Jio


Yuri hanya mengangkat kan bahunya


Jio menghela napasnya


"Nanti lu aja tanya sendiri sama dia " sahut yeri


Jio menatap yeri dan tersenyum


Beberapa menit kemudian Jae sang ketua kelas memasuki kelas


"Teman-teman sekarang nggak ada pelajaran jadi kata guru silahkan pulang lebih dulu"


"Ok siap.. " jawab seluruh teman-temannya


Jae menatap yuri sambil menggendong tasnya


Yuri menatap Jae kemudian menatap mejanya dan Jae pun pergi keluar kelas


"Gw masih penasaran dengan Teka-teki ini... " batin Jefri sambil duduk menatap kepergian Jae dan teman-temannya


...


Yura menghampiri Jio


"Jio... Lu tidur.. Jio bangun" yura menepuk bahu jio dengan pelan


Karena saat ini Jio sedang tertidur sambil meletakkan kepalanya di atas meja yg beralaskan buku dan menutupi wajahnya dengan hoodie


Jio menyingkirkan hoodie nya dan mengangkat kan kepalanya


"Mm.. Apa yura? " kata jio dengan suara serak has bangun tidur nya


"Pulang yukk... Dah pada pulang tuh"


Jio berdiri dari duduknya dan meraih tasnya dan hoodie nya namun dia lupa dengan bukunya yang tadi ia pakek alas tidur


Yura menatap Jio yg berjalan keluar kelas kemudian yura pun meraih buku jio yg masih tergeletak di meja namun ketika yura meraihnya ada selembar kertas jatuh dari dalam bukunya


"Apaan ini" gumam yura namun masih terdengar oleh Jio


Jio membalikkan badannya dan menatap Yura


"Yura..? " sahut Jio


Jio berjalan mendekati yura dan mencoba meraih bukunya namun Yura segera menjauhkannya setelah yura membacanya dia pun menatap Jio dengan perasaan kecewa


"Udah..? Sini bukunya..!! " sahut Jio


Yura melemparkan buku Jio ke arah Jio membuat orang-orang yg masih ada di dalam kelas menatapnya


"Yura lu kenapa? " kata yuri sembari berjalan mendekati yura


Yura hanya memiringkan bibirnya dan berlari keluar kelas , Jio segera mengejarnya


Jio menghentikan yura di parkiran


"Awas gih Jio... Gw mau pulang" kata Yura


"Lu marah? " tanya Jio dengan datar


"Gimana nggak marah.. Pantes aja lu selalu diemin gw... Ternyata yg lu suka itu yeri.... Jio lu nggak ngertiin perasaan gw banget... Lu tau gw sama yeri teman dekat.. Terus lu..?... Udah-udah awas gihh gw mau pulang"


Yura hendak pergi namun jio segera menahannya


"Yura... Gw tau lu sama yeri teman... Makanya gw sengaja deketin lu supaya gw bisa dekat dengan yeri.. Ngerti lu?"


Kata Jio


Yura menatap Jio dengan mata berkaca-kaca


Dan pergi meninggalkan jio


Jidan dan Jefri berdiri tepat di belakang Jio


"Jio apa yg terjadi?" tanya Jidan


Jio membalikkan badannya dan tersenyum miring


"Gw pulang duluan dahh" jio berjalan ke arah motornya dan menyalakan motornya kemudian pergi meninggalkan Jidan dan Jefri yg masih menatap nya


. . .........


(Malam harinya Jidan, Jefri dan Jio berkumpul di rumah Jio)


"Jio.. Lu.. . Tadi kenapa yura marah sama lu?? " tanya Jidan


Jio menatap ke arah jalanan yg di penuhi kendaraan


"Gw... "


Jidan dan Jefri menatap Jio


"Gw sama yura.. Pacaran" kata Jio


Jidan dan Jefri saling tatap


" pacaran,,,tapi kok tadi gw lihat kek bertengkar?? "Tanya Jidan


Jio mengangguk


"yaa... Tapi gw nggak suka yura gw sukanya yeri gw sengaja deketin yura supaya bisa deketin yeri... "


"ooh... Pantesan tadi dia kek marah" kata Jidan


"gimana bisa ketahuan lu suka yeri??" tanya Jefri


"dia baca buku diary gw" jawab jio "kenapa lu suka sama cewek yg masih ada pawangnya??" tanya Jefri lagi


Jio hanya menghela napasnya


"Lu jahat jio" sahut Jidan


Jio menatap Jidan


"Apa? "


"Lu nyesel nggak? " tanya Jidan


"Nyesel kenapa? " kata Jio


"Lu kan udah nyakitin hati seorang cewek" kata Jidan lagi


Jio hanya menatap langit yg kini di taburi bintang


"Kalian nggak menyukai cewek kah? " tanya Jio tiba-tiba


Jidan dan Jefri hanya saling tatap


"gw... Masih ingin pokus ke belajar dulu ya Jefri?" kata Jidan sambil melirik ke arah Jefri


Jefri hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan


Jio menatap mereka berdua dan dia pun tertidur dengan hoodie di kepalanya


"Jangan ganggu gw yaa.. Gw ngantuk" kata Jio


Jidan dan Jefri hanya menganggukkan kepalanya dan mereka berdua pun mengobrol


.......


Keesokan harinya


Kini hari yg di tunggu-tunggu para murid karena hari ini adalah hari dimana para murid akan melakukan camping.....


"Jidan, jio nggak masuk kah? " tanya Jefri

__ADS_1


"Nggak tau, tapi tadi gw chat terus nggak di baca" jawab Jidan


__ADS_2