
Yura hanya menatap yuri begitu juga sebaliknya
"Yaudah kantin aja yukk..! " ujar yura
"Lu kesana aja.. Gw males.. " sahut yuri
"Lahh... Kalau lu sakit lu harus banyak makannya.. " ujar yura
Yuri hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum
"Yaudah.. Yeri lu juga pasti nggak mau ke kantin?! "
Yeri menatap yura
"Bukannya lu ada jidan?! "
"Mm... Jidan pergi duluan sama jio..! " ujar yura
"Ouh... " jawab yeri sambil kembali memainkan pulpennya
.........
Waktunya pulang
Jae menghampiri yuri
"Yuri.. Lu mau pulang bareng sama gw?! " ujar jae
"Nggak... Gw mau ke rumah yura dulu..! " ujar yuri
"Oke.. Gw duluan ya..! "
"Hm... Hati-hati jae..! "
Jae hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum
Jio menatap yuri dan Jae kemudian ia segera menyalakan motornya kemudian pergi dari sekolahan
Yuri berjalan ke luar gerbang sekolahan
"*maaf Jae gw berbohong sama lo.. Sebenarnya gw nggak mau pergi ke rumah yura... Gw hanya pengen waktu sendiri..!*" batin yuri sambil berjalan menyusuri trotoar
Tiba-tiba jidan dan yura menghampiri nya
"Yuri... Lu nggak bareng Dino?! " ujar yura
Yuri hanya menatap mereka kemudian tersenyum
"Nggak.. " jawab yuri dengan singkat
"Bukannya tadi lu bilang.. Lu nggak enak badan tapi kenapa pulangnya sendirian..!?" Ujar yura
Yuri hanya tersenyum
"Iya... Tapi mungkin sudah mendingan..! " sahut yuri
"Kalau lu pingsan di tengah jalan gimana?! " ujar yura
"Kagak mungkinlah kan yuri jalannya di trotoar bukan di tengah jalan?! " ujar jidan membuat yuri tertawa ringan
"Iya.. Maksudnya di tengah perjalanan ! " ujar yura sambil menepuk lengan jidan
"Nggak yura.. Gw kuat kok..! " ujar yuri
"Yaudah hati-hati ya yuri.. Gw pulang duluan..! " ujar yura
Yuri hanya mengangguk
.......
Yeri berjalan sendiri kemudian ia melihat Dino sedang menjalankan motornya
"Dino!! "
Dino menghentikan motornya dan menatap yeri
"Gw ikut..! " ujar yeri
"Kenapa lu nggak bareng Dimas?! " ujar Dino
"Nggak... " jawab yeri dengan singkat
"Oh iya btw yuri dimana?! " ujar Dino
"Mm... Tadi dia sudah pulang duluan..! " jawab yeri karena memang benar dia melihat yuri keluar dari gerbang sekolahan
.....
"Dino antarkan gw sampai depan gang ya?! "
"Memangnya rumah lo ada gang nya?! " tanya Dino
"Nggak maksudnya berhenti di gang keempat gw mau ke rumah paman gw dulu.. "
Dino hanya mengangguk
Tiba-tiba mereka melihat Dimas dan Vano bersama dua cewek cantik yang tidak mereka kenal
Yeri hanya menatapnya dengan marah
"*Bisa-bisanya lu deketin cewek lain Dimas? *" batin yeri
Dino hanya menatapnya dengan bingung
"Yeri.. Bukannya itu Dimas?! " ujar Dino
"Mungkin.. " jawab yeri dengan ketus
Dino hanya tersenyum
"*mungkin mereka marahan?! *" batin Dino
Mereka pun sampai di gang keempat
Yeri turun dari motornya
"Makasih Dino...! "
"Oke.. " jawab Dino sambil kembali membalikkan motornya dan pergi meninggalkan yeri
Yeri segera pulang ke rumah bu Lily
"Selamat siang mah.. " ujar yeri sambil menghampiri bu Lily
"Selamat siang... Baru pulang?! "
Yeri hanya menganggukkan kepalanya
Kemudian ia segera menaik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya
Ia melihat jio sedang memainkan hpnya di ujung tempat tidurnya
Yeri segera menaruh ranselnya dan HPnya kemudian ia segera membersihkan diri di kamar mandi selesai berganti pakaian ia kembali ke kamarnya namun kini jio tidak ada di kamarnya
"*kemana jio pergi? *" batin yeri sambil meraih HPnya
Kemudian ia ke balkon kamarnya
Ia duduk sambil melamun
"*apa Dimas dari dulu sudah ada pacar?! "* batin yeri
Tiba-tiba jio menghampiri nya
"nih makan dulu.. " ujar jio sambil menaru makanan di sebelah yeri kemudian ia kembali duduk di tempat tidurnya
Yeri menatap makanannya
"*kenapa gw selalu abaikan jio yang selalu perhatian sama gw... Bahkan dia nggak pernah menyakiti gw dengan fisik jangankan fisik , dengan omongan pun dia nggak pernah.. Tapi kenapa gw nggak ngerti ini.. Gw selalu menyakiti hati dia namun dia tetap sabar... Tuhan terimakasih kau telah memberikan orang seperti jio ke dalam hidup yeri *" batin yeri kemudian ia mengusap air matanya yang tanpa sengaja jatuh ke pipinya
Ia mengambil makanannya kemudian masuk ke dalam kamarnya
Ia menaruh makanannya di nakas kemudian ia duduk sebelah jio
__ADS_1
"Jio maafin gw.. " ujar yeri sambil menatap jio dengan tersenyum
Jio menatap yeri kemudian tersenyum
"Buat?! " ujar jio
Yeri hanya mengalihkan perhatian nya sambil menahan tangisannya
Jio menaruh HPnya dan menatap yeri
"Yeri... Lu baik-baik saja?! " ujar jio
Yeri mengusap air matanya kemudian menatap jio dan memeluknya membuat jio melebarkan matanya dengan terkejut
"Are you oke?! " bisik jio
Yeri hanya mengangguk kemudian melepaskan pelukannya
Yeri menatap jio dengan tersenyum
"Jio apa lo sakit hati jika lihat gw sama laki lain?! "
"Ngapain tanya kek gituan?! " ujar jio dengan bingung
"Gw cuman pengen tau.. ! " ujar yeri
Jio hanya tersenyum
"Maafin gw jio.. Gw suka buat sakit hati lo... Tapi lo nggak pernah memarahi gw lo orangnya sabar " ujar yeri tanpa menatap jio karena ia tak kuat menahan air matanya
Jio hanya tersenyum
"Udah lupain... Anggap saja dulu kita nggak pernah ketemu dan baru sekarang ketemunya... " ujar jio membuat yeri menatapnya dengan tersenyum
"Tapi lu nggak marah sama gw kan?! " ujar yeri
Jio hanya menggelengkan kepalanya
Yeri kembali memeluk jio begitu dengan jio ia memeluk yeri
Kemudian jio segera melepaskan pelukannya
"Yeri segera makan sana..! " ujar jio
"Lu udah makan jio?! "
Jio hanya mengangguk pelan
"Yaudah gw makan dulu... " sahut yeri sambil melepaskan pelukannya kemudian turun dari tempat tidurnya dan menghampiri makanannya kemudian memakannya
........
Sore hari
Jefri ke rumah Jae
"Jae.. " ujar Jefri karena kebetulan setelah sampai di rumah Jae ia melihat Jae sedang duduk di halaman rumahnya
Jae menatap Jefri
"Hi Jefri... Sini...! " sahut Jae
Jefri menghampiri Jae
"Ada apa tumben ke rumah gw?! "
"Ini baju lo kemarin.. " ujar Jefri sambil memberikan sebuah bungkusan
Jae tertawa ringan
"Kirain gw mau ngapain? Santai aja kali! "
"Sebenarnya gw kesini mau tanya yuri ada di rumahnya nggak?! "
Jae hanya menggelengkan kepalanya
"nggak tau.. Tapi tadi ia bilang mau main ke rumah yura , keknya belum pulang... Soalnya balkon kamarnya masih menutup kan biasanya kalau dia sudah pulang dia akan duduk disana sambil memainkan hpnya" jelas Jae
Jefri hanya menganggukkan kepalanya
"Hallo... Jidan.. "
"Mm.. Hallo.. " jawab jidan di seberang telponnya
"Lu dimana?! " ujar Jefri
"Gw di rumah.. Kenapa?! "
"Nggak... Lu nggak main ke rumah yura?! " ujar Jefri
"Mau apa? Orangnya ada di rumah gw..! " jelas jidan sambil tertawa
"Serius lu?! " ujar Jefri
"Iya bentar... Yura... Sini... " ujar jidan dengan berteriak
"Apa?! " sahut yura di seberang telponnya Jefri
Jefri hanya tersenyum
"Bukannya yuri main ke rumah lu yura?! " ujar Jefri
"Kapan?! " ujar yura
"Mmm... Kapan Jae?! " bisik Jefri
"Tadi sepulang sekolah" jawab Jae
"Mm tadi waktu pulang sekolah.. " ujar Jefri
"Nggak.. Kami memang ketemu yuri, tapi yuri lagi jalan di trotoar sendiri.. Padahal gw bilang lu jangan pulang sendiri tapi dia tetap pengen sendiri... " jelas yura
"Out jadi yuri bukan ke rumah lo?! " sahut Jae dengan sedikit mengeraskan suaranya
"Bukan... Mungkin dia ke rumah sakit... Soalnya tadi ia bilang nggak enak badan.." Ujar yura
Jefri hanya terdiam
Jae menatap Jefri
"Lu kenapa?! " ujar Jae
Jefri hanya menggelengkan kepalanya
"*kenapa perasaan gw nggak enak...? *" batin Jefri
Kemudian ia mematikan telponnya
"Jae.. Gw nginep di rumah lo ya?! " ujar Jefri
Jae hanya menganggukkan kepalanya
........
Yuri pergi ke tempat yang sepi yaitu sebuah danau yang luas namun sepi
Ia duduk sambil menatap danau yang di disinari matahari sore
"Gw rasa disini sangatlah damai... Tidak ada suara kebisingan kota apalagi suara kebisingan orang-orang yang tidak berperasaan... " gumam yuri
Ia pun memainkan hpnya dan memotret langit sore menuju gelap
"Ini bakalan jadi kenangan... " gumam yuri sambil terus memotret langit dan dirinya
.......
Hari sudah mulai gelap
"Jae... Lu khawatir nggak sama yuri?! " ujar Jefri tiba-tiba
Jae hanya tersenyum
"Ya.. Khawatir... " jawab Jae
__ADS_1
"Kita cari yukk... " ajak Jefri
Jae hanya mengangguk kemudian mereka pergi dengan motornya masing-masing
Tepat jam 7 malam
Di perusahaan pak Erick
"Maaf Pak mengganggu waktunya.. " ujar bawahan pak Eric
"Iya ada apa?! " sahut pak Eric
"Pak... Saya telah menemukan orang yang selama ini membuat perusahaan bapak menurun..! "
"Oke siapa? Cepat katakan! "
"Oke Pak... Saya telah memergoki tiga laki-laki sedang melakukan korupsi terhadap perusahaannya bapak... Dan setelah saya pergoki mereka hanya bilang jangan tangkap kami.. Tangkap saja orang yang menyuruh kami... Lalu saya bilang.. Siapa orang yang menyuruh kalian untuk korupsi... Mereka menjawab.. Katanya pak Mark... " ujar bawahannya pak Eric
Pak Eric hanya menatap bawahannya dengan tatapan aneh
"Coba kamu awasin dia di ruangannya! " ujar pak Eric dengan tegas
"Baik pak.. "
Bawahannya pun segera menghampiri ruangannya pak Mark
Tiba-tiba ia mendengar suara pak Mark sedang memarahi orang suruhannya
"Kalian payah banget... Cuman hal gituan kalian bisa ketahuan apalagi pencurian.. Cepat kalian keluar dari ruangan saya... "
Suruhan pak Mark segera keluar dari ruangannya pak Mark
Bawahannya pak Eric segera mengumpat ketika ia melihat suruhan pak Mark keluar dari ruangan pak Mark
Namun ia kembali mendengarkan apa yang di bicarakan pak Mark dan tidak lupa ia merekamnya
"Tidak apa.. Sekarang suruhan saya ketahuan... Tapi jika Jefri menikah bersama mawar saya yakin suruhan saya tidak akan ketahuan lagi... Saya bisa kaya selamanya... " ujar pak Mark dengan tersenyum lebar
Bawahan pak Eric segera kembali ke ruangannya pak Eric
"Pak saya telah menemukan buktinya! "
Pak Eric hanya menatap bawahannya dengan pertanyaannya
"Ini... Saya merekamnya.. " ujar bawahannya sambil memberikan sebuah kamera
Pak Eric segera memutar rekamannya setelah selesai memutarnya ia langsung berdiri dari duduknya dan menatap bawahannya
"Suruh dia ke ruangan saya..! " ujar pak Eric
Bawahannya hanya mengangguk
Kemudian ia kembali ke ruangannya pak Mark namun sekarang dia masuk ke ruangannya setelah pak Mark mengizinkannya
"Ada apa?! " ujar pak Mark sambil menatap bawahannya pak Eric
"Bapak di suruh ke ruangannya pak Eric" ujar bawahannya pak Eric
"Oke... "
Mereka berdua ke ruangannya pak Eric
Mereka pun masuk ke ruangannya pak Eric
"Hallo ada apa pak?! " ujar pak Mark sambil menatap pak Eric
Pak Eric segera berdiri dari duduknya dan menatap pak Mark
"Pintar juga ternyata... Kamu yang menginginkan anakmu menikah dengan anak saya tapi kenapa kamu juga yang membuat saya kecewa... Saya tidak akan pernah mengizinkan Jefri menikah dengan mawar anakmu... "
"Tapi... Saya tidak melakukan apapun pak Eric?! " ujar pak Mark berpura-pura polos
"Ya... Memang bukan kamu yang melakukannya tapi suruhan mu... Saya sudah mendengarkan apa yang tadi kamu katakan di ruangan kamu.. "
Pak Mark hanya menatap pak Eric dengan pasrah
"Iya... Saya salah pak... Tapi jangan korbankan anak saya pak... Kasihan dia"
"Jika kamu kasihan.. Seharusnya kamu tidak melakukan ini... Saya tidak mau berkeluarga dengan orang rakus seperti kamu Mark... "
"Hm... Pak maafin saya, saya tidak akan melakukannya lagi... " ujar pak Mark sambil duduk
"Cukupkah dengan sebuah kata maaf... Meski saya maafin tapi Jefri tidak bisa menikah dengan anak seorang korupsi... Dan kamu harus pergi bersama para polisi disana.. " ujar pak Eric dan ternyata dia sudah menelpon para polisi sebelum pak Mark ke ruangannya
Pak Mark menatap para polisi yang kini menghampiri nya
Para polisi segera memborgol pak Mark kemudian memasukannya ke dalam mobil
Pekerja yang lain hanya menatap dengan penasaran mereka saling tanya menanyakan dan tiba-tiba tersebar begitu saja kalau pak Mark korupsi dalam kerjanya dan juga ia penghianat dalam perusahaan nya
......
Bu Poppy menerima telpon dari pak Mark
"Ada apa pah?! " ujar bu Poppy
"Papa di penjara... "
"Hahh.. Kenapa? Papa ini kenapa bisa di penjara..?! " ujar bu Poppy sambil berdiri dari duduknya karena saking terkejut nya
"Papa ketahuan korupsi di perusahaan pak Eric dan dia menelpon pak polisi, polisi pun memenjarakan papa.. "
"Korupsi??? Apa yang papa lakuin..?! Papa nggak sayang kami ya?? Kenapa papa melakukannya? Lalu bagaimana dengan pernikahannya?! "
"Pak Eric membatalkan pernikahannya.. " jawab pak Mark dengan hati-hati
"Apa??? Pak Eric membatalkan pernikahan nya?? Papa jahat... Papa nggak kasihan sama mawar... Jika mawar tau ini, mungkin dia sangat kecewa... Papa penghianat.. " ujar bu Poppy sambil mematikan telponnya
"Hhh... Untung mawar tidak ada di rumah.. Kenapa dia melakukan ini... Dasar penghianat... " gerutu bu Poppy
Mawar masih di rumahnya Jefri
Tiba-tiba pak Eric pulang ke rumah nya
Dan ia segera menghampiri mama Amanda dan menceritakan segalanya
Mama Amanda pun sama ia sangat-sangat kecewa
Kemudian mama Amanda menghampiri mawar yang sedang mengobrol di taman bersama para pembantu
"Mawar... Kita ke rumah mu yukk sekarang...! " ajak mama Amanda
"Kenapa mah... Bukannya pernikahannya di sini.. " sahut mawar
"Hmm.. Tapi kita ke rumah mawar dulu bersama papa... "
"Apa Jefri nya sudah pulang?! " ujar mawar
"Mm.. Belum.. " jawab mama Amanda
"Yaudah yukk mah... "
Mereka segera bersiap-siap ke rumah mawar
......
Yuri berjalan di trotoar namun perasaannya tidak enak
"Kok kepalanya gw sakit yah...?! " gumamnya
Tiba-tiba ada sebuah mobil di belakangnya namun ia tak melihatnya karena ia sangat pusing
"Yuri awas... " ujar seseorang sambil menarik Yuri ke pelukannya namun terlambat ternyata Yuri keserempet mobil itu membuat dia terjatuh bersama orang itu
Yuri langsung tak sadarkan diri namun tidak dengan orang itu, ia hanya terkejut dan tangannya bengkak karena menahan Yuri dari jatuh
Orang-orang segera menghampiri mereka berdua mereka segera membawa Yuri dan orang itu ke dalam ambulance
Orang itu segera menelpon Dino
"Dino... Lu dimana?! "
"Gw di rumah, kenapa?! "
__ADS_1
.......................................................................