
"Jefri....!! " sahut pak guru namun Jefri tak menjawabnya
"Yuri... Coba bangunin Jefri...!! " sahut pak guru membuat jio dan dino saling tatap dan tersenyum
Yuri menatap pak guru kemudian menatap Jefri
"Jefri... Bangun.. " bisik Yuri sambil meletakkan tangannya di atas lengan Jefri
Jidan segera merekam aksi Yuri ia memang sangat suka merekam sesuatu yang aneh baginya
"Jefri... " ujar Yuri dengan sedikit mengeraskan suaranya
Yuri menatap pak guru
"Nggak bangun pak... " ujar Yuri
"Mmm... Oke coba kita bangunin... " sahut pak guru sambil berjalan menghampiri Jefri
"Jefri.... Bangun..... " sahut pak guru sambil menepuk meja depan Jefri
Namun tetap saja Jefri tak bangun jangankan bangun menjawab pun tidak
"Apakah Jefri pingsan?! " ujar Jio tiba-tiba
Yuri hanya menatap jio kemudian menatap Jefri
"Bentar kita panggil unit kesehatan dulu... " sahut pak guru
Pak guru pun keluar dari kelas dan tak berapa lama guru pun datang bersama dokter di sekolahnya
Dokter itupun membawa Jefri ke ruang UKS
"Oke sekarang kita melanjutkan pembelajarannya... " ujar pak guru
Semua murid kembali fokus pada pelajaran
Tiba-tiba dokter yang tadi membawa Jefri kembali ke kelasnya Jefri
"Mmm... Maaf Pak.... Saya bersama rekan saya akan mengadakan rapat dan tak ada guru yang sedang libur... Jadi saya mohon satu murid atau mungkin dua murid menunggu Jefri di UKS karena dia belum bangun... " ujar pak dokter
Yuri hanya menatap dokter itu dengan tanpa ekspresi
"Mmm.. Jadi sekarang Jefri bersama siapa di UKS nya?! " tanya pak guru
"Dia bersama rekan saya... Tapi kami sekarang mau berangkat rapat pak... "
"Mm.. Yaudah dua murid temani Jefri di UKS... Mmm... Yuri , Yuri sama Jidan temani Jefri di UKS... " ujar pak guru sambil menatap ke arah Yuri dan jidan
Yuri hanya menatap mawar dengan ujung matanya
"*mmm.... Gw harus rela dengan pembullyan selanjutnya*" batin Yuri
"Pak... Jio aja ya... Mm jidan nggak mau pak.. " ujar jidan
"Yaudah siapa aja yang penting orang yang dekat sama Jefri... " ujar pak guru
Jio segera berdiri dari duduknya dan meraih kamera di tangan jidan dengan caranya yang tidak terlihat oleh siapa pun
"Yuk Yuri... " ajak jio
Jio dan Yuri pun berjalan ke arah dokternya
Mereka pun keluar dan berjalan menghampiri ruang UKS
"Mmm... Nanti kalau Jefri bangun kasih teh manis yaa... " ujar pak guru setelah mereka sampai di pintu UKS
Mereka hanya mengangguk paham
Rekannya dokter tadi pun segera keluar setelah Jio dan Yuri masuk ke ruang UKS
Yuri duduk di kursi sebelah jio
"Yuri.... " panggil Jio
Yuri hanya menatap jio tanpa kata
"Lu tau kenapa Jefri pingsan?! "
"Kenapa?! " ujar Yuri sambil menatap jio dengan tatapan datarnya
"Mmm... Karena... Lo tinggalin dia di kursinya... " ujar jio sembari tersenyum ke arah Yuri
Yuri hanya tersenyum ke arah jio
"Kenapa tersenyum?! " ujar jio dengan bingung
"Nggak ada... " jawab Yuri sembari tersenyum
"Yuri... Boleh gw tanya...?! " ujar jio lagi
"Apa?! " sahut Yuri dengan cepat
"Adakah murid di diamond's school's yang lu sukai?! " ujar jio sambil menatap Yuri
"Mmmm.... Kenapa lu tanya gitu.. ? " ucap Yuri
"Nggak... Gw kan cuman tanya apakah ada?! "
"Mm... Nggak tau... " jawab Yuri sambil berdiri
"Mau kemana?! " tanya jio
"Nggak... Gw pengen berdiri aja.. " jawab Yuri sambil berjalan ke arah jendela dan menatap lapangan basket
"Yuri.. Gw ke toilet dulu yaa... " pamit jio
Yuri hanya menganggukkan kepalanya
Tak berapa lama Jefri terbangun ia memegangi kepalanya
"Sshh... Dimana gw?! " gumamnya
Yuri menatap Jefri kemudian ia segera mencari keberadaan jio
"*anj* jio dimana*" batin Yuri
Yuri pun segera menghampiri Jefri
"Jefri... Nih minum dulu... " ujar Yuri dengan suaranya yang kecil
Jefri menatap Yuri begitu juga sebaliknya
"Mmm... Iya makasih... " ujar Jefri sembari duduk dan menyandarkan badannya ke dinding
Yuri segera menyuapi Jefri dengan minuman kemudian makanan yang tadi di anjurkan oleh dokter
"Sudah baikan?! " tanya yuri sambil menatap wajah Jefri
"Hm... Sudah " jawab Jefri sambil menganggukkan kepalanya
Tak berapa lama jio kembali ke ruangannya Jefri, ia hanya berdiri mematung
Jefri menatap jio
"Lu juga disini jio?! " ujar Jefri membuat yuri menatap jio
Jio hanya mengangguk pelan kemudian jio menghampiri Jefri dan Yuri
"Sudah baikan jef..?! " ujar jio sambil duduk di ujung tempat tidurnya Jefri
Jefri hanya mengangguk
__ADS_1
"Maksud gw baikan apa coba?! " ujar jio sembari tersenyum
Jefri hanya menatap jio dengan menahan senyumannya
Yuri kembali menaruh makanannya
"Gw kembali ke kelas ya..?! " ujar Yuri membuat Jefri dan jio menatapnya
"Mm.. Iya makasih Yuri...! " ujar Jefri
"Hmm... " hanya itu jawaban Yuri ia segera keluar dari UKS dan kembali ke kelasnya
"Udah kembali? memang Jefri nya sudah bangun?! " sahut pak guru setelah Yuri masuk ke dalam kelas
"Udah pak.. " jawab yuri sambil menganggukkan kepalanya
"Mmm... Jio masih disana?! " ujar guru lagi
"Iya Pak.. "
"Ouh... Yaudah silahkan yuri mengerjakan soalnya... "
Yuri hanya menatap pak guru dengan tersenyum
"*kenapa harus pakai kata silahkan*" batin yuri kemudian ia segera duduk di kursinya dan mengerjakan soal nya
WAKTUNYA ISTIRAHAT
Yuri masih di kelas ia masih mengerjakan soalnya dan di temani oleh yura
"Yura lu nggak ke kantin..?! " ujar yuri sambil terus mengerjakan soalnya
"Nggak... Gw tadi mau ke kantin namun jidan bilang dia mau temui Jefri dulu.. " jelas yura
"Ouh... " jawab yuri tanpa melirik ke arah yura
Tiba-tiba Mawar duduk di meja di depan Yuri
"Pecundang... Gw sudah bilangkan.. Lu jangan dekatin pacar gw lagi... Lu harusnya sadar pecundang... Sekarang jefri nggak menginginkan lu lagi... " ujar Mawar sambil meminum minumannya
Yuri hanya melirik ke arah Mawar dengan sekilas
"Mbak Mawar gabut yaa....! " ledek yura sembari tertawa
"Gw nggak ada urusan sama lu yura... Jadi jangan memancing emosi gw yaa... " ujar Mawar dengan geram
"Mm... Nggak ada ya... " jawab yura sembari tertawa
"Anj* lu yura... " sahut Mawar sembari turun dari meja kemudian menendangnya
Yuri hanya menatap soal fisikanya dengan pasrah
"Hmmm.... Marah ya..?! " ujar yura sambil menatap Mawar dengan senyuman tajam
Mawar mengambil minumannya kemudian menumpahkan nya ke arah lembaran soal fisika yang sedang yuri kerjakan
Yuri menatap mawar namun mawar mengacuhkannya
Yuri berdiri dari duduknya dan menatap Mawar
"Apa yang lo inginkan baj*ngan?! " ujar yuri sambil mendorong mawar dengan keras membuat mawar tersungkur dan menabrak meja
"Aww... Apa yang lo lakuin pelakor...?! " sahut Mawar sambil memegangi pinggangnya yang sakit
"Teman-teman kenapa kalian diam saja.. Tolongin gw anj*" ujar mawar sambil menatap temannya
Teman-temannya segera menghampiri Mawar dan membantunya bangun
"Yuri... Gw nggak akan diam anj*.. " ujar Mawar sambil berjalan menghampiri yuri namun seseorang menghentikan Mawar dari belakang membuat Mawar menatapnya
"Lepasin gw..! " sahut Mawar dengan geram
Vano melepaskan tangan Mawar kemudian menghampiri yuri
"Nggak... Makasih Vano.. " ujar yuri sambil menatap lembaran soalnya
Vano menatap ke arah lembaran soal yang yuri kerjakan
"Kenapa bisa basah..?! " tanya Vano sambil menatap yuri
Yuri hanya tersenyum
"Nggakpp... " jawab yuri
"Lu sudah beres ngerjain soalnya?! " ujar Vano
Yuri hanya menggelengkan kepalanya
"Yaudah gw bantuin.. " ucap Vano sambil duduk di tempat yuri duduk
"Mm.. Nggak usah Vano... Ini kan basah semua... " cegah yuri sambil memegangi tangan Vano yang sedang meraih pulpen
"Kalian pacaran?! " tanya mawar sambil menatap yuri dan Vano
Yuri dan Vano hanya menatap mawar kemudian saling tatap
"Kenapa?! " sahut Vano sambil menatap mawar dengan senyum miring
Mawar tak menjawab apapun
"Yuk kantin.. " ujar mawar sambil menarik tangan teman-temannya
Mereka pun keluar
Yuri hanya menatap mawar dan temannya dengan tatapan bingung
Yura yang daritadi melihat tangan yuri dan Vano berpegangan hanya menatap dengan bingung
"*apakah mereka pacaran... Tak seperti biasanya Vano menolong yuri apalagi sampai mengerjakan soalnya.. *" batin yura
"Vano... Nggak usah pleaseee... Ini susah.. Mm maksudnya kertasnya kan harus ganti.. " ujar yuri yang masih menahan tangan Vano
"Apa susahnya cuman ganti kertas... " ucap Vano dengan santai
"Mmm... Iya.. Bentar.. " ujar yuri sambil berjalan ke luar kelas
"Lu mau kemana yuri?! " ujar yura namun yuri tak menjawabnya
Tak berapa lama yuri kembali ke kelas dengan membawa beberapa lembar kertas
"Ouh... Lu ngambil kertas lagi... " ujar yura sambil tertawa
Yuri hanya mengangguk sambil duduk sebelah Vano
"Vano... Biarin gw yang beresin.. Ini kan pekerjaan gw..! " ujar yuri sambil membereskan kertas yang tadi ia bawa
"Iya gw tau ini pekerjaan lu.. Tapi gw mau bantu lu.. Kan sebentar lagi waktu istirahat selesai.. " jelas Vano
Yuri hanya tersenyum
"Thanks... Vano.. " ujar yuri sambil tersenyum
Tiba-tiba Jidan masuk bersama Dino dan Arya
"Yuri lu nggakpp?! ' sahut Dino sambil menatap yuri dengan khawatir
"Nggak... "
"Yuri... Lain kali kalau ada yang mem-bully lu , lu telpon kami yaa.. " ujar jidan sambil duduk di meja sebelah yuri
"Hm... Ya maaf tapi ada yg nolongin gw kok.. " ujar yuri sambil tersenyum
__ADS_1
"Ouh ya.. Siapa?! " sahut dino
"Dia.. " ujar yuri sambil menatap ke arah Vano dan tersenyum
"Ouh... " jawab mereka hampir berbarengan
Vano hanya menatap mereka dengan tersenyum
"Vano lu lagi menulis apa?! " ujar Arya sambil menghampiri Vano dan berdiri di sebelah Vano
"Hmm... Tadi mawar menumpahkan minumannya ke lembaran ujian gw... Dan itu basah semua...kemudian Vano menyalin semua ujian gw... Dia baik banget kan..?! " ujar yuri sambil menatap Vano dengan tersenyum
"Ouh.. Lu tadi sudah beres mengerjakannya?! " tanya jidan sambil menatap yuri
"Mm.. Belum.. " jawab yuri tanpa melirik ke arah jidan dan terus menatap ke arah kertas yang sedang Vano tulis
"Yuri... Diakan baik.. Lu mau kasih dia apa?! " ujar yura sambil tertawa membuat Vano menatapnya
"Nggak... Gw nggak mengharapkan apa-apa kok... Gw cuman mau membantu yuri... " jawab Vano sambil menatap yura dengan tersenyum
"Gw juga canda kok.. " ujar yura
"Yaudah kantin yuk.. " ajak jidan sambil menatap yura
"Yuk.. Yuri gw kantin dulu yaa... " ujar yura
Yuri hanya mengangguk tanpa melirik ke arah yura ia terus menerus melihat ke arah lembaran kertasnya
Jidan, yura, dino, dan Arya pun keluar..
"Yuri gw boleh tanya.. " ujar Vano tiba-tiba
"Iya?! " sahut yuri
"Lu kenapa di bully mawar mulu..?! " tanya Vano sambil terus meneruskan pekerjaannya
"Mmm... Gw juga nggak tau.. " jawab yuri sambil menatap ke arah jendela
"Bohong lu?! " ujar Vano
"Iya bener... Gw nggak tau.. " ujar yuri sambil tertawa
Akhirnya Vano mengalah
"Vano memangnya lu nggak mau ke kantin?! " ujar yuri
"Nggak... " jawab Vano dengan ketus
"Iih. . Kok ketus.. Nggak ikhlas ya.. Mengerjakannya.. "
Vano hanya tersenyum
"Yuri.. Lu lanjutin yaa... Tinggal sedikit lagi kok.. " ujar Vano sambil menaruh pulpen di hadapan yuri
"Mmm... Makasih Vano.. " ujar yuri sambil meraih kertas dan pulpennya
.......
Dino dan Arya kembali menemui jefri di UKS sementara Jidan ke kantin bersama yura yura
"Jef... " sahut Dino sambil masuk ke dalam UKS
Jefri menatap dino dan Arya begitu juga dengan Jio
"Iya benar mereka mem-bully yuri... Tapi..." ujar dino namun jio segera memotong omongan dino
"Kenapa mereka selalu melakukannya..?! " ujar jio sambil menatap jefri
"Lalu...?! " ujar Jefri sambil menatap jio kemudian menatap dino dan Arya
"Mmm... Mawar menumpahkan minumannya ke arah ujian yuri dan yuri sedang mengerjakannya jadi yaa..yuri harus mengganti lembaran nya tapi sudah di ganti... Lagi pula... Ia di bantu Vano.. " ujar dino dengan akhir kata penuh penekanan
"Vano?! " sahut Jefri dan Jio
Dino dan Arya hanya menganggukkan kepalanya
"Kenapa Vano bisa membantu yuri.. Kan biasanya dia orangnya cuek gitulah..! " ujar jio sambil menatap Jefri
Jefri tak bicara apa-apa namun isi hatinya penuh dengan pertanyaan
"*kenapa Vano membantu yuri? Ada apa dengan mereka? Jangan-jangan mereka pacaran? Ahh.. Nggak... Jangan.. Gw harusnya senang karena ada yang membantu yuri... Namun entah kenapa gw malah marah sama lu Vano... *" batin Jefri
"Oke kalau kalian mau ke kantin... Kantin aja sana namun jangan biarkan mawar mem-bully yuri lagi yaa... " ujar jio sambil menatap dino dan Arya
Mereka hanya mengangguk kemudian pergi keluar UKS
"Dino... Kenapa Jefri selalu meminta kita untuk menjaga yuri... Apakah yuri pacarnya Jefri?! " sahut Arya di perjalanan mereka ke kantin
"Mungkin..! " jawab dino acuh tak acuh
Mereka pun sampai ke kantin
.......
Guru masuk ke dalam ruang UKS
"Jefri di jemput sama pak Eric " ujar bu guru IPS
Jefri hanya menatap jio
"Haruskah gw pulang?! " ujar Jefri
Jio hanya menganggukkan kepalanya
Jefri pun berjalan keluar UKS bersama jio
"Jio... Lu ambilkan tas gw di kelas.. Gw pusing mau langsung ke mobil aja.. " ujar Jefri sambil berjalan ke arah mobilnya
Jio hanya mengangguk kemudian pergi ke kelas
Jio menatap yuri dan Vano yang sedang mengobrol namun yuri tak menatap jio
Vano melirik kearah jio
"Apakah Jefri baik-baik saja?! " ujar Vano
Jio hanya mengangguk kemudian mengambil tas Jefri
"Gw keluar dulu.. " pamit jio
"Ya.. " jawab mereka berbarengan
Jio kembali menghampiri Jefri yang duduk di dalam mobilnya
"Jef.. Nih.. " ujar jio sambil menyodorkan tasnya
"Jio di kelasnya ada siapa?! " ujar Jefri
"Ada yuri sama Vano... " jawab jio dengan hati-hati
"Lagi ngapain?! " ujar Jefri smbil menatap ke arah kelasnya
"Lagi mengobrol... " jawab jio dengan santai
"Ouh.. Gw pulang yaa... " pamit Jefri
Jio hanya mengangguk sambil melambaikan tangannya
.......................................................................
jangan lupa like dan share kawan dan tinggalkan jejak komentarnya
__ADS_1
follow IG :@yoon_yuricarat