There'S Of Us Schools

There'S Of Us Schools
SCHOOL HARD (part 15)


__ADS_3

Di rumah jio


"Yeri lu pulang sama siapa? " ujar Jio sambil menatap yeri dengan tersenyum


"Gw... Nggak tau"


"Vano... Lu pulangnya sendiri kan? Ajak nih yeri pulang bareng! " ucap dika sembari tersenyum lebar


Vano hanya menatap Dika dengan datar


"Sama lu aja dika... " sahut Vano dengan cepat


"Gw kan beda arah sama yeri... Kalau lu.. "


"Apaan?! " ujar Vano segera memotong pembicaraan Dika dengan sedikit menaikkan suaranya


"Yaa... Lu kan satu arah sama yeri... Pulang bareng yeri aja.. Ya kan yeri?! " kata Dika sembari melirik ke arah yeri dengan tersenyum


Vano hanya menatap Dika dengan malas


Tiba-tiba ada sebuah mobil memasuki halaman rumah jio


"Jio, Vano, yeri.. Gw pulang duluan ya.. Udah di jemput tuh.. " ujar Dika sambil menunjuk ke arah mobil yang tadi baru datang


"Dika... Ajak yeri..!! " teriak Jio karena Dika sudah memasuki mobilnya


"Yeri sama Vano... Gw lagi buru-buru...!! " ujar Dika dengan berteriak


Mobil Dika pun meninggalkan halaman rumah Jio


Yeri hanya menatap Dika dengan tatapan tanpa ekspresi kemudian ia meraih HPnya dan menelpon seseorang


"Angkat dong... " gumamnya


"Yeri... " sahut Vano dengan tatapan dingin


Yeri menoleh ke arah Vano


"Mau bareng gw?! " ujar Vano masih dengan tatapan dingin


"Mm... Terserah" jawab yeri dengan suaranya yang kecil


Jio hanya menatap mereka dengan senyum sinis


"Yeri mau gw antar..? " ujar Jio secara tiba-tiba


Yeri hanya tersenyum ke arah Jio karena sebenarnya ia nggak enak dengan Jio karena tadi ia datang ke rumah Jio dengan naik taxi masa pulang harus di anterin sama yang punya rumah


"Nggak.. jio makasihh.. " ucap Yeri dengan  tersenyum


"Yaudah.. Mau bareng sama Vano?! " ujar Jio lagi


Yeri menatap Vano kemudian menatap jalanan dengan tatapan bingung


"Emang nggak ada taxi yaa jam segini?! " tanya yeri


"Ya nggak ada lahh... " jawab Jio dengan tersenyum


"Mau bareng gw..?! " ujar Vano sekali lagi karena sebenarnya ia ingin segera pulang dan mandi ,makan , lalu tidur


Yeri menatap Vano begitu juga sebaliknya


"Nggak ngerepotin..?! " ucap yeri dengan hati-hati


Vano hanya menggelengkan kepalanya


"Yaudah.. Gw numpang.. Jio pulang yaa.. " ujar Yeri


"Yaa.. Hati-hati.. "


"Yaa.. Jio dahh.. " sahut Vano sambil menyodorkan helm ke arah yeri


Selesai memakai helm yeri pun naik ke arah motor Vano dan pulang


Di tengah perjalanan


"Vano... " ujar yeri dengan hati-hati


"Mm.. " hanya itu jawaban Vano


"Kalau boleh tau... Pipi lu kenapa? Kok kek habis di tampar?! "


"Nggak kenapa-kenapa..! " ujar Vano dengan malas


Seketika hening...


Sesampainya di rumah Yeri


Yeri turun dari motor Vano dan membuka helm nya


"Vano makasihh yaa... " ujar yeri sembari mengembalikan helmnya dengan tersenyum


"Hm.. " ucap Vano sambil meraih helm yang di berikan yeri


Kemudian pergi meninggalkan halaman rumah yeri


........


Keesokan harinya


"Itu di parkiran sekolah siapa sihh?! " tanya  yura ke arah yuri


"Entah.. " jawab yuri sambil mengangkat kan bahunya


"Jidan ,emang yang tadi di parkiran siapa?! " ujar yura sambil melirik ke arah jidan yang sedang memainkan HPnya


"Siapa? Motor kali.. " jawab jidan sekenanya


"Iih.. Itu lho laki-laki yang banyakan.. Siapa yaa?! "


"Nggak tau " jawab jidan dengan singkat


.....


Di parkiran


"Kok kalian ada disini...?! " ujar Vano dengan terkejut karena ia melihat teman-temannya dari sekolah lain ada di parkiran sekolahnya


"Kami mau bales dendam boss.. " jawab salah satu dari mereka


"Bales dendam sama siapa?! " tanya Vano penasaran


"Kami mau menampar orang yang kemarin menampar lu boss... "


"Menampar? Eh..kalian di suruh sama siapa?! " ujar Vano dengan menaikkan suaranya


"Nggak.. Kami nggak di suruh sama siapa-siapa... Cuman kami nggak mau boss kami di rendahkan seperti itu.. Bos ngerti..?! "


"Tapi bukan dia yang salah..! "


"What.. Lalu..?! "


"Nanti gw ceritain.. Sekarang gw harus masuk dulu.. Dahh.. "


"Oke.. Dahh.. "


Vano masuk ke dalam kelas


Tiba-tiba dimas menghampirinya


"Vano.. Maafin gw ya... " ujar Dimas dengan tersenyum memelas


Yeri menatap dimas dengan bingung


Vano hanya menatap Dimas dengan tersenyum


"Maaf apa dimas?! " ujar yeri sembari menatap dimas dengan penasaran


"Kemarin gw nampar dia di parkiran.. "


"what.. Kenapa?! " ujar sembari melebarkan matanya


"Yg kemarin itu lho yang jio bilang.. "


" ooh... " gumam yeri sembari menatap Vano


......


Waktunya istirahat


Vano kembali menemui teman-temannya dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi


Sebenarnya Vano melarang mereka untuk membalas dendam terhadap Jio


Namun mereka tetap ingin memberi pelajaran ke Jio yang sudah menyebarkan berita palsu


Teman-temannya Vano ke kantin tapi tidak dengan Vano


Vano kembali ke kelas


Ternyata ia tidak sendirian di dalam kelas di kelas ada jefri bersama yuri dan yura


Sedangkan Jio dan Jidan sedang latihan basket


Di kantin


Teman-teman Vano menghampiri Dino

__ADS_1


"Hi.. Bro.. " ujar salah satu dari mereka


Dino menatap mereka semua


"Lho kok kalian ada disini..?! " ucap dino dengan tatapan aneh


"Kami mau menanyakan sesuatu?! Bolehkan?! "


"Tentu saja boleh.. " jawab dino dengan tersenyum


"Murid yang namanya Jio.. Yang mana ya?! "


"Mau apa kalian mencari Jio..?! "


"Kami ada urusan sama dia.. "


"Mmm... " dino melihat ke arah penjuru kantin


"Keknya dia nggak ada disini... Mungkin dia di lapangan basket.. " ujar dino sambil menatap mereka


"Yaa... Yaudah deh.. Makasihh Bro.. "


Mereka kembali ke taman sekolah


Di taman sekolah


"Huh.. Kalau gini sihh.. Nggak asik" ujar salah satu dari temannya Vano


"Bro.. Gini aja nanti pulang sekolah kita tunggu di parkiran sekolah gimana?! "


"Tapikan kita nggak tau wajah dia kek gimana?! "


"Iya ya... "


Mereka berpikir satu sama lain


Hingga akhirnya...


"Gw punya ide.. " ujar salah satu dari mereka dengan mengejutkan


"Apaan?! "


"Gini aja kita minta potonya aja sama dino.. Pasti dia punya potonya.. Gimana?! "


"Oke itu ide yang bagus.. "


Mereka pun menghubungi dino dan minta dino mengirimkan  poto Jio


Dino pun mengirimkan potonya


"Ooh... Yang ini orangnya... Kalau ini dari pagi juga gw sudah liat dia di parkiran... " ujar mereka dengan tertawa


"Iya.. Dia yang membonceng cewek kan?! "


"Apa iya..? Oh iya ya.. Tadi pagi dia membawa cewek di belakang motornya.. "


"Oke nanti pulang sekolah kita kasih dia pelajaran "


Mereka mengangguk kompak


Mereka mengira itu Jio padahal Jefri karena yang berangkat bareng cewek adalah Jefri sementara Jio datang setelah mereka pergi


Di kelas


Dino menghampiri Jio


"Jio tadi ada yang nanyain lo?! "


"Siapa?! " ujar Jio tanpa melirik ke arah Dino


"Teman-temannya Vano.. "


"Whats..? Ngapain?! " seketika bola matanya melebar


"Nggak tau.. Kata mereka ada urusan... "


"Urusan? Tapi gw nggak tau.. Mungkin bukan gw Dino.. "


"Mereka bilang... Dino yang namanya Jio dimana? Gitu... Terus siapa lagi... Cuman lu kan disini yang namanya Jio.. "


"Ngapain mereka mencari gw..? " gumam Jio


Dino hanya mengangkat kan bahunya


"Jio.. Mereka tau.. Kalau lu berbohong..! " sahut dimas tiba-tiba


Jio melirik ke arah dimas


"Berbohong?! "


Jio menatap dimas kemudian menatap dino


"Ooh.. Jadi itu mereka mencari gw..? "


"Hm... Lu tau.. Mungkin mereka marah karena gw nampar Vano hasil adu domba lu.. Gw terlalu percaya sama omongan lu jio... " sambung Dimas


"Udah... Dim.. Cukup.. Sebelum gw benar-benar marah.. " bentak Jio


"Sebenarnya gw penasaran sama marah lu Jio.. "


Tiba-tiba jefri masuk ke dalam kelas


Mereka menatap ke arah Jefri membuat Jefri bingung


"Kalian kenapa?! " ucap Jefri


Mereka tak menjawab apa pun


"Lu abis dimana?! " ujar Dino


"Kantin.. " jawab Jefri singkat


Jio menatap Jefri dengan tatapan kosong


Jefri menatap Jio kemudian menatap dino


"Ada apa?! " bisik jefri


Dino hanya tersenyum sambil menunjuk ke arah Jio


"Tanya sama orangnya... "


Jefri berdiri dari duduknya dan menghampiri Jio


"Jio ada apa..?! "


Jio menggelengkan kepalanya tanpa menatap ke arah Jefri


Jefri menatap ke arah Dino dan Dimas


"Jefri... Nanti gw ceritain.. " ujar Jio tiba-tiba dan ia pun duduk di kursinya


.......


Waktunya pulang sekolah


"Yuri...  Lu Pulang duluan yaa.. " ujar Jefri


"Kenapa?! " tanya yuri dengan penasaran


"Gw.. Ada urusan sama Jio.. "


"Yaudah... Lalu gw sama siapa pulangnya..? "


"Mm.. Terserah.. "


Yuri menatap murid-murid yang berlalu  lalang


"Yaudah... Gw sama Bara.. "


"Yaa... Hati-hati.. "


Yuri pun pulang duluan


Setelah semua murid keluar dari sekolahan Jefri pun keluar


Teman-temannya Vano menatap ke arah Jefri


"Dia bukan yaa...?! "


"Iya keknya.. "


"Bro... Itu dia datang.. "


Bisik-bisik mereka...


Mereka menghampiri motornya Jefri


"Hi.. Jio.. Gimana kabarnya?! " ujar mereka dengan tersenyum sinis


Jefri menatap mereka dengan malas


"Baik... " jawab Jefri dengan suara yang malas kemudian menghidupkan motornya


"Eits... Jio.. Ntar dulu... Kami ada urusan sama lu.. "


"Urusan apa..? "

__ADS_1


"Bukannya kami perlu menampar lu Jio.. " ujar mereka dengan tertawa


"Bro... Sepatu aja pada jelek..apalagi wajah... Berani tampar laki tampan hah.... ?" ujar Jefri dengan tersenyum jail


Mereka tertawa


"Tentu saja.. Kami berani karena meski lu tampan lu bisanya hanya mengadu domba... Iya kan.. Kawan?! "


Mereka mengangguk sambil menatap Jefri


Jefri menatap mereka dengan tertawa kecil


......


Jio naik ke Rolltof


Ia ingin melihat Jefri melakukan aksinya namun saat dia melihat begitu banyak orang yang menghadang Jefri ia langsung panik


Jio meraih HPnya ia menelpon pak Eric


"Hallo pak.. "


"Iya Jio.. Ada apa?! "


"Anak bapa... Lagi di kroyok di sekolahan pak..! "


"Ok... Sebentar pengawal saya akan ke sana tunggu yaa Jio... "


"Iya Pak.. "


Telpon pun terputus


Jio tersenyum puas


Ia melihat ke arah Jefri dan teman-temannya Vano yang masih berbicara nggak jelas


Di parkiran


"Jio... Ingat yaa... Di sekolah ini cuman ada lu.. Jadi nggak ada orang yang akan membantu lu.. Cuman ada kami yang akan menghancurkan lu.. " ujar ketua mereka sambil menatap Jefri dengan senyuman licik


Namun tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara klakson mobil di belakang mereka


Jefri ikut penasaran


Tak berapa lama keluarlah orang-orang gagah dan tidak lain adalah pengawal pak Eric


Jefri hanya menatap pengawal bapaknya dengan bingung


"*mengapa mereka bisa sampai disini? *" batin Jefri


Pengawal pak Eric menghampiri mereka yang sedang menghadang Jefri..


"Hey... Pergi kalian dari sini.. " ujar salah satu pengawal sembari menarik jaket salah satu dari teman-temannya Vano


Mereka menatap pengawal-pengawal itu kemudian menatap Jefri


"Gila... Ternyata jio mempunyai pengawal... " ujar mereka terdengar samar-samar di telinga Jefri


Jefri hanya tersenyum simpul


Mereka pun berlarian setelah di ancam akan di laporkan ke polisi


Pengawal pak Eric menatap Jefri


"Tuan... Apa yang terjadi..?! "


Jefri hanya menatap mereka dengan datar


"Nggak ada..."


Mereka hanya saling tatap


"JIO.....!!! " teriak Jefri sambil menatap ke arah sekolahan


Pengawal pak Eric hanya menutupi telinga nya dengan telapak tangan mereka


"Cepat turun jio....!!! " teriak Jefri lagi


Tak berapa lama Jio datang dengan senyumannya


"Napa lu tersenyum...? Ayuk pulang..!! " ujar Jefri


Jio pun menghampiri motornya dan menyalakannya 


"Pengawal silahkan pulang duluan... " ujar Jefri


Mereka pun pulang


Begitu juga dengan Jefri dan Jio


"Jefri lu gak kenapa-kenapa?! " sahut Jio di tengah perjalanan


"Nggak.. " ujar Jefri dengan tersenyum


......


Di tempat Vano


Teman-temannya Vano ke rumah Vano


"Boss... !!! " teriak mereka


Vano hanya menatap mereka dengan bingung karena mereka berlarian 


"Boss... Gila.. "


"Siapa yang gila..?! " ujar Vano


"Bukan gitu... Tadi kami menghadang Jio bareng-bareng... Ehh... Ternyata dia mempunyai pengawal... Yaa kami semua kalah sama mereka.. "


"Pengawal? Kalian ribut sama pengawalnya?! " tanya Vano


"Nggak... Mereka hanya mengancam jika kami tak pergi ia akan memanggil polisi.. "


"Ohh... Maksudnya... Ia sudah menyiapkan pengawal apa gimana?! " tanya Vano


"Nggak tau boss... Pokoknya pas kami mau menghajar dia.. Tiba-tiba ada sebuah mobil dan keluarlah orang-orang tinggi kelihatannya gagah banget boss... Dan seketika kami semua ciut dengan penampilan mereka.. "


"Hmmm.... Jangan-jangan yang kalian hajar bukan jio... " ujar Vano sambil menatap mereka


"Lahh... Itu Jio kok.. Soalnya dia di panggil jio menjawab boss.. "


"Tapi... Setahu gw... Jio nggak mempunyai pengawal jangankan pengawal.. Ayahnya pun sudah meninggal... Ia kan hidup cuman sama mamanya... Jangan- jangan yang tadi kalian hajar tuhh si Jefri.. Soalnya diakan mirip banget sama Jio.. "


Mereka hanya saling tatap


"Boss... Ini potonya.. Ini siapa?! " mereka menyodorkan sebuah HP ke hadapan Vano


"Ini... Jio... "


"Yahh... Berarti kita yang salah dong... Wajib minta maaf nihh sama Jefri.. " ujar mereka dengan tertawa


"Gw kan sudah bilang... Udah biarin aja.. Kaliannya bersikeras mulu... " ujar Vano


Mereka hanya saling tatap dan tersenyum


"Boss... Lu sekarang mau kerja kelompok lagi gak..?! " tanya mereka secara tiba-tiba


Vano hanya menjawab dengan anggukan


......


Tepat jam 02;00


Grup 02 mengerjakan soalnya di rumah Jefri


Grup 01 mengerjakan soalnya di rumah Jidan


Grup 03 mengerjakan soalnya di rumah Yura


Dan juga grup lainnya


Vano menghampiri Jefri


"Jefri.. Maafin teman-teman gw yang tadi menghadang lo di sekolahan.." ujar  Vano dengan tersenyum


Jefri hanya tersenyum


"Nggakpp... " jawab Jefri sembari menatap Jio yang kini menatapnya


"Mereka sebenarnya mau menghadang Jio... Mereka pikir lu itu Jio... Karena wajah lu mirip banget sama Jio.. "


"Oh ya...?! " tanya Jefri dengan tertawa


Vano hanya mengangguk


"Yukk ah mulai kerjakan soalnya " ajak Dika secara tiba-tiba


Mereka pun berkumpul di ruang belajarnya Jefri....


.....


bantu share, dan like...


orang baik....


follow IG : yoon_yuricarat

__ADS_1


__ADS_2