
"Yuri kecelakaan... Lu cepat kesini yaa... "
"Mm lu dimana Dimas?! " ujar Dino
"Gw sedang ke rumah sakit *** lu taukan ke sana ya..?! " ujar Dimas
"Hmm.. " jawab Dino sambil mematikan telponnya
Dino segera menelpon Jefri
"Jefri.. Lu dimana?! " ujar Dino
"Kenapa?! " sahut Jefri dengan penasaran karena dia aneh dengan nada ucapan Dino dan juga dia terkejut tiba-tiba Dino menelponnya bukannya Dino memarahinya
"Yuri kecelakaan... Kita kesana bareng-bareng... "
Jefri terdiam
"Dino kapan dia kecelakaan nya?! " ucap Jefri dengan lemas
"Mm... Nggak tau tapi Dimas nelfonnya baru tadi! " ujar Dino
"Oke... Kita kesana! "
Jefri bersama Jae segera menemui Dino di tempat yang Dino kirimkan
Ternyata Dino tidak sendiri ia bersama jio dan jidan
Jio menatap Jefri dengan bingung
"Jefri... Bukannya lu keluar kota?! " ujar jio
Jefri hanya tersenyum miring
"Nggak... Gw ada di rumah Jae... " jawab Jefri
"Yaudah yukk berangkat... " ujar Dino karena ia khawatir dengan saudaranya yang tidak memiliki keluarga di rumahnya
Mereka pun segera berangkat ke rumah sakit
......
Di rumah mawar
Pak Eric menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan suaminya bu Poppy
Bu Poppy hanya menatap mawar dengan rasa bersalah
"Lalu Jefri tidak menikah dengan ku mah?!" Ujar mawar
Bu Poppy hanya tersenyum
"Iya sayang... " jawab bu Poppy
"Maafkan kami ya mawar... Kami tidak bisa menerima papa kamu di keluarga kami... Karena bagaimana pun dia tetap papa kamu.. Jadi kami memutuskan untuk membatalkan pernikahan kamu sama Jefri... " jelas mama Amanda
Mawar hanya menatap meja di depannya dengan tatapan kosong tanpa terasa dia meneteskan air mata nya
......
Jefri segera ke ruangannya Yuri diikuti teman-temannya
Jio menatap Dimas begitu juga sebaliknya
Jio menghampiri Dimas
"Apa lo liat kecelakaan nya?! " ujar jio sambil duduk sebelah Dimas
Dimas hanya tersenyum miring
"Iya... Gw lihat ada sebuah mobil di belakang dia mungkin dia tidak melihatnya karena dia tetap saja berjalan gw langsung menghampiri nya dan menjauhkan dia dari mobil itu namun usaha gw ternyata gagal dia tetap saja keserempet mobil dan terjatuh gw gunakan tangan gw untuk menahannya namun tangan gw ikut bengkak karena saking keras benturan nya..! " jelas Dimas
Jefri hanya menatap tangan Dimas yang di perban oleh dokter tadi
"Mmm..lu nggak pingsan?! " ujar jidan sambil menatap Dimas
Dimas hanya menggelengkan kepalanya
"Keknya gw harus pulang sekarang.. " ujar Dimas sambil berdiri dari duduknya
"Lu pulang sama siapa?! " ujar Dino
Dimas hanya tersenyum
"Yaudah sama gw yukk... " ujar jidan
"Lu mau pulang jidan?! " ujar jio
Jidan hanya mengangguk
"Gw pulang ya.. " ujar jidan
Mereka hanya mengangguk pelan
Jidan segera pulang bersama Dimas
Jio duduk bersama dino dan jae
"Dino... Lu marah ya sama kami?! " ujar jio
Dino hanya tersenyum miring
"Siapa?? Mimpi kali lu jio..?! " ujar Dino dengan tersenyum lebar
"Gw aneh banget sama lu Dino.. Masa laki.. Kerjaannya marahin teman sihh.. " ujar jio
"Siapa? Nggak gw orangnya baik kok.. " ujar Dino
Mereka pun mengobrol sambil terus tertawa tapi tidak dengan Jefri ia hanya memainkan hpnya sambil memegang tangannya yuri terkadang ia menatap wajahnya yuri
.......
Pak Eric bersama mama Amanda kembali ke rumahnya
"Dimana Jefri?! " ujar pak Eric
"Oh iya... Tadi dia keluar entah kemana sampai sekarang belum kembali "
Pak Eric segera menelpon Jefri
"Hallo Jefri..! "
"Iya pak.. " jawab Jefri dengan suaranya yang kecil
"Cepat pulang... Papa mau bilang sesuatu sama kamu.. "
"Bilang aja disini pah... "
"Tidak... Papa ingin bicara secara langsung... "
"Ya sudah tunggu sampai pagi pah.. " ujar Jefri
"Jefri... Ini penting... " sahut pak Eric
"Tidak pah... Jefri rasa apa yang Jefri lakuin sekarang itu lebih penting .. "
"Hmm... Oke kamu dimana?! "
"Nanti juga Jefri pulang pah..! " ujar Jefri dengan datar
"Oke papa tunggu sampai pagi...! " ujar pak Eric sambil mematikan telponnya
Selesai menelpon pak Eric segera ke kamarnya dan tidur karena malam sudah menunjukkan jam 09
......
Jio melihat jam tangannya
"Jefri... Gw pulang ya... " ujar jio
"Kenapa lu? Nginep aja sini temenin gw " sahut Jefri
"Nggak... Lu kan ada yang nemenin.. Ini...Gini-gini juga dia manusia... " ujar jio sambil menarik kerah baju dino membuat dino menatapnya dengan kesal
"Lepasin anj* " ucap Dino
Jio segera melepaskannya
"Gw juga mau pulang..! " ujar jae membuat Jefri menatapnya
"Ya... Kenapa kalian pulang... Kalian nggak ada kerjaan kan di rumah?! " ujar Jefri lagi
"Mmm iya... Tapi mama gw kasihan sendirian aja di rumah... " ujar jio berbohong namun sebenarnya dia lagi bucin dengan yeri
__ADS_1
"Kalau lu jae?! " ujar Jefri
"Gw harus sekolah besok.. Banyak kerjaan yang harus gw selesaikan hari ini..gw harus pulang sekarang" jawab jae
"Oke... Hati-hati ya.. " ujar Jefri
Jio dan jae hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pergi meninggalkan Jefri dan Dino
Jefri menatap Dino
"Dino lu mau tidur dimana?! " ujar Jefri
Dino hanya melihat sekelilingnya
"Gw tidur di sofa aja.. " ujar Dino sambil merebahkan badannya di atas sofa
Jefri menatap Dino kemudian menatap yuri
Ia pun merebahkan badannya di sebelah yuri
Dan mereka pun tertidur
.............
Jio sampai di rumahnya ia segera masuk ke kamarnya
Ia menatap yeri yang sudah terlelap
Jio membuka jaketnya kemudian ia menghampiri yeri dan tidur di belakangnya
..........
Tepat jam 04 pagi
Yuri terbangun dari pingsannya
Ia menatap langit-langit ruangannya
"*gw dimana? *" batin yuri
Kemudian ia menatap ke sebelahnya dan ia terkejut melihat Jefri tidur di sebelahnya
"*Jefri ?! "* batin yuri ia melihat tangannya yang di genggam Jefri
Tiba-tiba ia ingat dengan pernikahannya Jefri dan mawar ia segera melepaskan tangannya membuat Jefri terbangun dan menatap yuri dengan tersenyum
"Lu sudah bangun?! " ujar Jefri dengan suaranya yang kecil
Yuri hanya mengangguk pelan
Jefri hanya tersenyum senang kemudian ia turun dari tempat tidurnya dan menghampiri Dino
"Dino.. " ujar Jefri
Dino segera terbangun dan menatap Jefri dengan memicingkan matanya
"Bangun lu sudah pagi.. "
Dino duduk kemudian ia menatap yuri yang sedang duduk di tempat tidurnya ia langsung tersenyum
"Lu sudah bangun yuri..?! " ujar Dino
Yuri hanya mengangguk sambil tersenyum
Tak berapa lama perawat memasuki ruangannya yuri
Perawat itu memeriksa keadaannya yuri kemudian ia memberikan beberapa obat untuk di minum pagi ini
"Nanti setelah makan dua menit baru minum obat ini yaa...! " ujar perawat itu ke arah Jefri karena ia menyangka kalau Jefri adalah kakaknya
Jefri hanya mengangguk paham
Perawat itu pun segera keluar dari ruangan nya yuri
Jefri menghampiri yuri
"Makan dulu...! " ujar Jefri sambil mengambil makanannya
Yuri hanya mengangguk
Dino menatap mereka dengan harapan mereka bisa kembali
"*semoga setelah ini... Mereka bersama lagi.. *" batin Dino
Jefri menatap Dino
"Gw nggak bawa uang Jefri..! " sahut Dino
Jefri mengambil jaketnya kemudian ia mengambil uang di saku jaketnya
"Nih beliin gw juga... Yuri lu mau beli apa?! " ujar Jefri sambil menatap Yuri
"Nggak... Makasihh... " ujar Yuri sambil meraih makanannya namun Jefri menahannya
"Sini... Sama gw aja..! " ujar Jefri sambil duduk sebelah Yuri
Yuri hanya pasrah karena ia juga lemas
"Lu beli apaan Jefri...?! " ujar Dino
"Apa aja samain sama lu.. Jangan lupa minumannya.. " sahut Jefri
"Mmm... Yuri lu nggak mau beli apa-apa?? " tanya Dino
Yuri hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
Jefri menghampiri Dino
"Dino.. Yuri beliin cemilan apa saja... Tapi jangan yang bikin dia sakit lagi ya..! " bisik Jefri sambil tersenyum
Dino mengangguk kemudian pergi meninggalkan mereka berdua
Jefri kembali menghampiri Yuri
Jefri mengambil makanannya
"Nih makan dulu... " ujar Jefri sambil menyuapi Yuri
"Jefri... Lu itu udah telat lima menit tau gak? " ujar Yuri sambil tersenyum
"Oh ya? Makanya cepat makan..! " ucap Jefri
Yuri pun memakan makanannya dan Jefri menyuapinya
"*bukannya sekarang hari pernikahannya Jefri..? *" batin Yuri
Tiba-tiba dia nggak lapar dan muak memikirkan nya
"Udah Jefri... Makasihh.. " ujar Yuri sambil mendorong makanannya
"Kenapa? Ini baru sedikit lho?! " sahut Jefri
"Nggak... Udah gw udah kenyang... " tolak Yuri
Jefri meletakkan makanannya kemudian menatap Yuri
Yuri pun segera menatap Jefri karena ia rasa Jefri menatapnya
Jefri tersenyum lebar
Kemudian ia menyeka sisa makanan di ujung bibir Yuri dengan tangannya
Yuri hanya terdiam kemudian ia segera mengusapnya
Jefri mengambil air minum
"Nih minum... " ujar Jefri sambil menyodorkan segelas air putih
Yuri pun mengambil airnya
Setelah selesai meminum air Jefri kembali mengambil gelasnya dan duduk sebelah Yuri
"Jefri... Lu nggak sekolah?! " ujar Yuri
Jefri menatap Yuri
"Nggak lahh... Kan gw ada disini..! " sahut Jefri sambil tersenyum namun Yuri hanya tersenyum miring
"Bentaran ya minum obatnya..! " ujar Jefri sambil merebahkan badannya di samping Yuri
Yuri hanya menatap ujung ruangannya dengan tatapan kosong
........
__ADS_1
Di sekolah
Jio duduk sebelah yeri
"Yeri... Kenapa lo tadi berangkat duluan?! " ujar Jefri
"Yura yang menelpon gw... Dia bilang dia nunggu gw di halte bus... Yaudah gw berangkat duluan..! " sahut yeri sambil menatap jio
"Lu tau?! "
"Apa??! "
"Yuri kecelakaan.. " jawab Jefri
"Yuri? Kapan?! " ujar yeri dengan terkejut
"Semalam.. " jawab jio
"Kenapa lu semalam nggak ngasih tau gw?! " ucap yeri dengan meninggikan suaranya
"Semalam Dino menelpon gw tapi dia nggak bilang kalau dia mau di antar ke rumah sakit dia hanya bilang bantuin gw... Jadi gw nggak ngasih tau lo yeri... Lalu sepulang dari rumah sakit lu nya sudah tidur dan tadi pagi lu bangun duluan dan berangkat sekolah duluan.. Gimana gw mau ngasih taunya?! " jelas jio
Yeri hanya tersenyum miring
"Lalu dia sekarang sama siapa?! " ujar yeri
"Mungkin sama Dino dan Jefri! " jawab jio
"Jefri?? "
Jio hanya mengangguk pelan sambil menatap yeri
"Bukannya Jefri ke luar kota?! " ujar yeri
Jio hanya tersenyum
"Sudah pulang kali.. " sahut jio
Tiba-tiba Dimas masuk ke dalam kelas bersama Vano
Juo menatap Dimas
"Dimas, lu sudah mendingan?! " ujar jio sambil menatap Dimas yang sedang menghampiri kursinya
Dimas hanya mengangguk sambil tersenyum
"*mendingan? Memangnya sakit apa dia?!*" batin yeri
Yura masuk bersama jidan
Yura menatap yeri
"Yeri... Sepulang sekolah kita jenguk Yuri yuk..?! " ujar yura
Yeri menatap yura dan tersenyum
"Gimana nanti aja.. " jawab yeri
Yura hanya menganggukkan kepalanya
Tiba-tiba mereka mendengar suara orang-orang yang sedang meneriaki seseorang mereka segera keluar kelas
"Ada apa sihh?! " ujar yura sambil menghampiri orang-orang yang sedang berteriak
"Itu lho... Kami sedang membalas dendam sama anak narapidana yang dulu sering banget mem-bully kami... Sekarang dia tau rasa setelah papanya menjadi nara pidana.. " ujar salah satu dari mereka dengan suaranya yang keras
Yura hanya menatap yeri begitu juga sebaliknya
"Siapa?! " sahut yeri
Mereka hanya menunjuk ke seseorang yang sedang berlari memasuki kelasnya
"Itu orang nya... Bisa-bisanya bilang paling kaya di sekolah ini taunya hasil korupsi.. " ujar mereka sambil tertawa
Jio menatap mawar yang sedang berlari ke kelasnya
"Mawar?! " gumam jio
Kemudian jio kembali menatap orang-orang yang sedang menertawakan mawar
"Siapa yang korupsi?! " ujar jio
"Papanya mawar... Dia korupsi dalam pekerjaannya dan sekarang dia ada di penjara... " jelas salah satu dari mereka kemudian di iringi dengan tawaan mereka yang mengerikan
Jio menatap jidan dan tersenyum miring
"Bukannya pak Mark bekerja di perusahaan nya pak Eric?! " ujar jidan
Jio hanya mengangguk pelan
Orang-orang yang sedang membalas dendam kepada mawar kembali meneriaki mawar dan melemparkan banyak sampah ke arah mawar membuat mawar menutupi wajahnya dengan buku
Jae segera menghampiri mereka dan menghentikan aksi mereka
"Hei.....!!! Sudah...!!! Lihat...!!!! Kelas kita menjadi kotor kalau guru tau ini bukan hanya kalian yang di marahi... Semua murid terkena marahan nya " teriak jae
Murid-murid yang lain segera menghampiri kursinya dan duduk
Seketika kelas menjadi hening
"Kenapa kalian melakukan ini? Apa mawar juga sekejam kalian?! " ujar jae
Mereka mengangguk
"Iya... Dia sering menarik rambut gw dan menyuruh gw buat beliin makanan jika gw menolaknya dia akan semakin keras menarik rambut gw nya...! " ujar salah satu dari mereka
"Hmm... Dia pernah melemparkan bola ke arah gw dengan keras sengaja pula hanya karena gw nggak ngasih dia jawaban ujiannya.. "
"Iya.. Dia pernah menaburkan sup panas ke kaki gw cuman karena gw ngambil tempat duduk yang biasa dia dudukin.. "
Jae hanya menatap mereka dengan tatapan datarnya
"Oke... Semuanya bubar... Kalian tidak perlu melakukan ini... Seharusnya kalian hanya wajib lapor kepala sekolah... Oke semuanya duduk... Mawar ikut gw...! " ujar jae dengan tegas
Mereka pun segera bubar
Jae keluar kelas diikuti oleh mawar
Mereka pun ke ruang kepala sekolah
Sebelum jae melaporkannya ternyata pak kepsek sudah mengetahui nya
"Bapak sudah tau semuanya jae... Sekarang suruh semua murid untuk bersiap-siap karena kita semua akan menjenguk yuri di rumah sakit... " ujar pak kepsek
"Baik Pak... " ujar jae
"Oke... Sekarang kamu beritahu semua murid dan untuk mawar... Bersihkan kelasmu... " ujar pak kepsek
Mawar hanya pasrah ia tak bisa mencegahnya
Jae kembali ke kelasnya ia segera memberitahu semua murid
"Teman-teman... Pak kepsek menyuruh kita untuk bersiap-siap karena kita akan menjenguk yuri di rumah sakit.. "
"What?? Yeyy... Gw mau ketemu yuri sekarang..! " teriak yura
Jio segera menelpon jefri
"Jef...! "
"Ya jio.. " sahut jefri
"Lu masih di rumah sakit kah?! "
"Hm... Kenapa?! "
"Kita semua mau kesana bareng-bareng! "
"Kita? Maksudnya sekelas?! "
"Iya... " jawab jio
"Hmm... Nanti gw bilangin sama yuri.. "
"Oke udah dulu yaa... "
Telpon segera berakhir
Semua murid segera menaiki mobil
Jio duduk bersama jidan dan yura bersama yeri sementara Dimas bersama Vano
. ..............,......................................................
__ADS_1