There'S Of Us Schools

There'S Of Us Schools
SCHOOL HARD (part11)


__ADS_3

Jefri menghampiri gurunya


"Maaf.. Bu.. Boleh bertanya gak?! "


"Bertanya apa Jefri?! "


"Group 02 liburan nya kemana ya?! "


"Mm... Group 02 ya? Ke pedesaan """, ada apa Jefri? "


"Nggak.. " jawab Jefri singkat


Jefri menghampiri Vano yang saat ini posisinya sebagai ketua group


"Vano.. Gw.. Nggak ikut wawancara nya ya! "


"Kenapa??! " tanya Vano tanpa melirik ke arah Jefri


Karena sebenarnya Vano masih marah dengan Jefri


Hal yang membuat dia putus sama yeri adalah karena yeri menyukai Jefri


"Gw nggak enak badan! " jawab Jefri


Vano hanya menganggukkan kepalanya


Jefri pergi menghampiri mobil yang tadi mereka tumpangi


Dia mengambil perlengkapannya seperti ransel dan lain-lain nya


Jefri berlari ke jalanan tanpa ada yang mengetahuinya


Ia menghentikan sebuah taxi


Kemudian ia pun naik taxi


namun entah kemna Jefri pergi??


.......


Yura menelpon yeri


"Yura.. Ada apa? "


"Yeri.. Tadi Yuri telpon gw.. Kata Yuri, dia nggak enak badan.. Bisakah lu kasih tau guru?! "


"Guru? Emang di group lu nggak ada gurunya gitu? "


"Ya ada, maksud gw.. Kasih tau gurunya Yuri! "


"Ya lu gimana sihh kan mereka jauh... Emang Yuri nya sendirian ?! "


"Ya kata dia.. Dia sendirian aja di mobil jadi dia nggak bisa kasih tau guru ataupun murid yg lainnya.. Kata Yuri, dia sulit jalannya karena pusing.. Ya lu aja deh gw sibuk banget nihh maaf ya"


Yura pun mematikan telponnya dengan sepihak


Yeri menatap Dimas yang ada di sebelahnya


"Dimas.. Lu dengar percakapan kami tadi?! "


Dimas hanya menggelengkan kepalanya


"Kasihan  Yuri!! " gumam yeri


"Bukannya ada jae?! " ujar Dimas sambil menatap yeri yang sedang menatap jalan dengan tatapan kosong


"Hmm... Mungkin jae nya sibuk.. Tapi dia kasihan di mobil sendirian! "


Dimas hanya tersenyum


"Kok lu senyum.. Bahagia ya? " ujar yeri


"Siapa yang bahagia, ya.. Turut bersedih lah" sahut Dimas dengan menahan senyumannya


"Kok lu senyum-senyum kek bahagia gitu"


"Gw senyum juga lihat tupai melompat"


"Terus lu tadi nggak dengerin omongan gw dong?! "


"Iya nggak" kata Dimas dengan senyum manisnya


"Lu nggak asik tau gak? " ujar yeri sambil pergi meninggalkan Dimas


"Tunggu gw yeri" teriak Dimas sembari mengejar yeri


.......


Jio menghampiri anak-anak yang sedang duduk sebelah mobil


"Hei kalian lihat Jefri nggak?! " sahut jio


Mereka hanya saling tatap kemudian menggelengkan kepalanya


"Nggak... Kami baru aja duduk di sini" ujar salah satu dari mereka


Jio segera menelpon Jefri


"Hallo?! " sapa Jio


"Ya apa?! " jawab Jefri di seberang sana


"Lu dimana Jefri?! "


"Gw di mobil"


"Nggak ada... Gw juga di mobil ,Jefri!! "


"Maksud gw, gw di mobil taxi" sahut Jefri


"Serius lu? Ngapain lu pulang?! "


"Gw.. Gak enak badan"


"Tapi jangan pulang juga Jefri, lu dah ijin guru?! "


"Belum" jawab Jefri tanpa ragu


"Terus kalau guru nanyain lu gw harus bilang apa?! "


"Ya terserah... "


"Mmm... Vano tau lu pulang?! "


"Nggak"


"Lu nggak bilang-bilang sama siapa-siapa?! "


"Buat apa? "


"Ihh... Si Bod*h nanti lu di kira hilang sama kepsek! "


"Kgk bakalan! "


Tiba-tiba Vano menghampiri Jio


"Jio.. Bantuin gw! "


Jio menoleh ke arah Vano ia melihat Vano membawa laptopnya


Jio segera duduk sebelah Vano


"Jef,,, dah dulu" ujar jio dengan berbisik


Jio pun mematikan telponnya


Jio dan Vano duduk sambil mengerjakan pekerjaannya


......


Yuri duduk di dalam mobil sendirian


Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu mobilnya


"Yuri...!! "


Yuri menolehkan kepalanya ke arah suara yang baru memanggilnya


"Jefri..?? Kok lu disini??! "


Jefri hanya tersenyum


"Lu sendirian aja disini?! " tanya Jefri


Yuri hanya mengangguk pelan


"Lu nggak sama Dino?! " tanya Jefri lagi


"Nggak... Jefri kok lu bisa kesini?! "


Jefri hanya memiringkan ujung bibirnya


"Emangnya kenapa? Nggak boleh? "


"Ya.. Bukan nggak boleh.. Lu di suruh siapa kesini?! "


"Nggak di suruh siapa- siapa"


Tiba-tiba Dino menghampiri Yuri dan Jefri


"Lho..?? Jefri kok lu ada disini?! " sahut Dino dengan sedikit terkejut


"Ya.. Gw harus kesini... Lu..? Lu dari mana Dino??! "


"Gw tadi di suruh kesana dulu sama Jidan! "


"Oohh... Dino lu tadi bilang Yuri kecapekan tapi kenapa lu tinggal?! "


"Hmm... Tapi.. Gw.... Ini mendesak karena nggak ada murid yang sedang istirahat jadi jidan manggil gw gitu... Paham??! " ujar Dino dengan diakhiri suara tertekan


Jefri hanya mengangguk pelan


"Tapi.. Yuri tadi ada apa telpon gw??! "  tanya Dino sambil menatap Yuri


"Gw.. Gw mau minta bilangin sama guru kalau gw mau anterin pulang.. Soalnya gw nggak enak badan banget"

__ADS_1


"Kenapa nggak telpon gw??! " ujar Jefri sambil menatap Yuri dengan tajam


"Gw takut lu lagi sibuk"


"Nggak kok.. Gw nggak lagi sibuk.. Kalau mau pulang , yuk.. Pulang aja bareng gw!! "


Yuri menatap ke arah Dino


"Mau panggilin ketua dulu!!? " Ujar Dino


"Buat apa??! " tanya Jefri


"yaa... Lu harus ijin dulu sama ketua kalau mau pulang!! "


Jefri menatap Yuri begitu juga sebaliknya


"Biarin gw aja yang ijinnya!! " ujar Jefri sembari meninggalkan Dino sama Yuri


Dino dan Yuri hanya menatap kepergian Jefri tanpa ada suara bisikan maupun cegahan


Jefri menghampiri jae


"Jae..?! " ujar Jefri sembari duduk sebelah jae


Jae menatap ke arah Jefri seketika dia mengerutkan keningnya


"Lu?? Ngapain disini?! "


"Gw mau ijin... Yuri kan sakit.. Jadi dia mau pulang bareng gw"


"Siapa yang ngijinin lu datang kesini?"


"Lu nggak perlu tau.. Gimana.. Boleh ya??! " ujar Jefri sembari terbangun dari duduknya


"Jefri??! " panggil Jae dengan suara marah


Jefri menatap Jae


"Tunggu dulu"


Jae meraih hpnya ia menelpon gurunya group Jefri


"Hallo pak?! "


"Ya Hallo ada apa?! "


"Kenapa bpk nggak disiplin??! "


"Maksudnya apa?! "


"Bpk kehilangan murid nggak?! "


"Mm...siapa? semuanya ada kok.. "


"Serius ada semuanya pak?! "


"Kamu ini apaan sihh Jae?! "


"Ya saya cuman nanya pak.. Kok Jefri ada disini pak.. Dia bandel yaa?! "


Jefri hanya menatap Jae dengan tersenyum


"Jefri?? Seriuss...??Mm.. Iya ya.. Jefri nggak ada di sini.. Lagi ngapain dia disana Jae?! "


"Nggak tau" jawab Jae sambil menatap ke arah Jefri dengan tatapan tajam


"Jae.. Serahkan hpnya ke Jefri, Bpk mau ngomong!! "


Jae menyerahkan hpnya ke arah Jefri


Jefri menggenggam HP itu tanpa melirik ke arah Jae


"Ada apa pak?! " tanya Jefri tanpa takut


"Kamu ngapain di sana?! "


"Saya lagi liburan pak! "


"Jefri... Kenapa kamu bisa sebandel ini, saya jadi nggak suka sama kamu Jefri, besok kamu harus bawa hasil wawancaranya ya.. Ingat itu!! "


Pak guru mematikan telponnya secara sepihak


Jefri melemparkan hpnya ke kursi sebelah Jae


"Thanks" ucapnya sembari meninggalkan Jae yang masih menatapnya dengan tatapan tajam


Jefri kembali menghampiri Yuri dan Dino


"Gimana?! " tanya Dino


Jefri hanya menggelengkan kepalanya


"Yaudah yukk pulang! "


"Udah ijin?! " sahut Yuri sambil menatap Jefri


"Udah... " ujar Jefri dengan santai


Yuri menatap ke arah Dino


"Yaudah gw pulang dulu..! " pamit Yuri sambil meraih ranselnya


Mereka pun pulang dengan menaiki taxi


........


Tak berapa lama Jae menghampiri Dino yang sedang makan


"Dino, kemana Jefri?? "


"Pulang" jawabnya dengan santai


"Yuri juga?! "


Dino menganggukkan kepalanya


Jae hanya menatap Dino kemudian menatap mobilnya


"Dino cepat berkemas, sebentar lagi kita pulang! " ujar Jae


Dino mengangguk dan beranjak dari duduknya


Tiba-tiba Jidan menghampiri Dino


"Dino, benarkah Yuri pulang bersama Jefri?! " tanya Jidan dengan sedikit berbisik


Dino hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap Jidan dengan tersenyum


"Kok Jefri bisa kesini, kan dia beda group?! "


Dino hanya mengangkatkan bahunya


"Yaudah yukk.. Kita berkemas!! " ujar Jidan sembari menghampiri barang-barangnya


.......


"Jefri.. Lu bener udah ijin ke guru?! " tanya Yuri


Jefri yang sedang memejamkan matanya langsung terbangun


"Apaan? Nggak kedengaran?! "


"Lu beneran udah ijin guru?! "


Jefri hanya tersenyum


"Lu bohong ya?! " ujar Yuri


"Nggak..kata siapa gw bohong?!"


"Mm... Kata Jae"


"Lu chatan sama Jae?! "


Yuri hanya menganggukkan kepalanya


Jefri menatap Yuri dengan sedikit marah


"Kenapa??! " sahut Yuri dengan menatap Jefri yang memalingkan mukanya dari hadapannya


"Nggak" kata Jefri dengan datar


"Iih... Kok langsung marah.. Harusnya sihh gw yang marah" ujar Yuri


Jefri menatap Yuri


"Udah ahh.. Jangan ngomong terus ngantuk nihh"


Yuri hanya memanyunkan bibirnya


Tiba-tiba HP Jefri berdering menandakan Ada panggilan masuk


"Hmm...?! " ujar Jefri dengan malas


"Lu masih di taxi?! "


"Hmm.. Kenapa?! "


"Nggak... Jefri bersiaplah besok...!! " sahut jio


"Bersiap apaan??! "


"Bersiap dihukum sama kepsek"


"Cuman gw nihh!!? "


"Yaiyalah ,siapa lagi ??! "


"Nggak... Bilang apaan kepsek??! "


"Mm... Nanti juga lu tau!! "


Jefri hanya memiringkan ujung bibirnya


"Udah dulu jef, gw masih sibuk" sahut jio dengan mematikan telponnya

__ADS_1


"Kenapa??! " tanya Yuri sembari menatap Jefri


"Nggak ada" sahut Jefri dengan cepat


Yuri hanya memalingkan mukanya ke luar jendela mobil


..........


"Jio,,,Sudah berkemas semua kahh?! " sahut Vano


Jio hanya menjawab dengan anggukan


"Ohh.. Yaudah yukk masuk mobil semua!!! " kata Vano dengan berteriak


Semua murid pun masuk ke dalam mobil dan pergi menuju rumah masing-masing


........


"Dino... Mana yang lain??! "


"Masih disana"


"Cepat suruh kesini... Takutnya keburu hujan nihh" ujar Jae


Dino mengangguk paham dan pergi menuju di mana anak-anak berkumpul


Kemudian Dino menyuruh anak-anak itu segera masuk ke dalam mobil


Mereka pun masuk ke dalam mobil


Dan pulang sebelum gelap


......


"Makasihh bang!! " sahut Yuri setelah sampai di rumahnya bersama Jefri


"Iya-iya... Makasih kembali" ujar sopir itu dan pergi meninggalkan mereka berdua


"Jefri lu mau ke rumah gw dulu?! "


"Apa?? " sahut Jefri dengan sedikit mendekati wajah Yuri


Yuri hanya tersenyum


"Nggak... Gw nggak bilang apa-apa! "


"Terus tadi siapa yang ngomong??! "


"Nggak tau ahh... Cepat pulang sana Jefri!! " ujar Yuri dengan mendorong lengan Jefri


Jefri hanya tersenyum


"yaudah gw pulang,,, dahh... Hati-hati di rumah ya!! "


"Ya... Dahh! "


Jefri pulang dengan mengendarai motor seseorang yang kebetulan lewat


Sementara Yuri sudah memasuki rumahnya


........


Malamnya


Seperti biasa jidan, jio dan Jefri berkumpul di rumah jio


"Jef...tadi Lu ngapain pulang duluan?! " sahut jio


Jidan menatap Jefri


"Mmm... Nggakpp! " ujar Jefri


"Gw tau! " sahut Jidan


"Tau apa lu?! " ujar Jefri sambil menatap Jidan


"Gw tau lu kenapa pulang!! "


"Emang lu tau Jefri pulang?! " tanya jio dengan bingung


Jidan hanya menganggukkan kepalanya


"dari mana lu tau,lu kan beda group?!"


"Kan dianya yang nyamperin group gw!! " ujar Jidan sembari menunjuk ke arah Jefri


Jio menatap Jefri


"really??! "


Jefri hanya menjawab dengan senyuman


"Ngapain lu ke groupnya Jidan?! "


"Gw mau samperin Yuri! " ujar Jefri dengan santai sementara teman- temannya hanya saling tatap sambil menghela napasnya


"Ada aja lu Jefri! " sahut jio


"Ya padahal ada Jae disana, tapi lu kelihatan nya santai aja, lu nggak ngerasain apa gitu jef,,?! "


"Ngerasain apa?? Emang Jae apanya Yuri??! "


"Kata yura... Mereka tetangga dekat kek adik kakak... Kemana-mana pun berdua karena mereka teman sejati... Yaa mungkin aja Jae marah sama lo karena lu membawa Yuri tanpa ijin


dia" kata Jidan dengan sedikit ceramahnya


"Gw ijin dulu kok! "


"Lu ijin sama siapa??! " sahut jio


"Gw ijin sama Jae dan Vano.. Kurang kahh??! "


"Nggak-nggak... Tapi kok Jae bilang sama gw kalau lu di bilang nggak sopan karena membawa murid pulang tanpa ijin! "


Jefri menatap Jidan begitu juga sebaliknya


"Jefri.. Kenapa lu bawa Yuri pulang?!" Ujar Jio


Jefri menatap jio sama halnya dengan Jidan yang sedang menatap jio


"Yuri nggak enak badan " kata Jidan mendahului Jefri


"Ooh... Kok lu tau Yuri nggak enak badan?! " tanya jio lagi dengan menatap Jefri


"Gw awalnya bukan mau menjemput Yuri... Tapi karena kebetulan dia sakit yaudah gw otw kesana" jawab Jefri


"Siapa yang memberitahu lo kalau Yuri sakit?! " sahut Jidan


"Nggak ada... Hanya Dino bilang sama gw kalau Yuri kecapean!! "


"Lu nggak malu Jefri?! " ujar Jidan dengan sedikit tertawa


Jefri menatap Jidan dengan mengerutkan keningnya


"Maksudnya??! " tanya Jefri


"Yaa... Yuri kan bukan pasangan lu.. Tapi lu rela banget menjemput Yuri walau akhirnya lu yang mau dihukum... Tapi yang gw pikirin.. Gimanaa jika ternyata Jae adalah pasangannya Yuri.. Lu pasti malu kan?! "


Jio dan Jefri hanya saling tatap


"Emang gw nggak cocok sama Yuri?! " sahut Jefri


Jio hanya mengangkatkan bahunya


"Kalau kata gw sihh.... Nggak tau ahh" ujar Jidan dengan tersenyum


Jefri hanya menatap Jidan dengan malas


.....


Keesokan harinya


Sekolah seperti biasa


"Yura... Apa sekarang nggak kerja kelompok lagi?! " sahut yeri


"Ya nggak lah nanti juga lanjut lagi"


Mereka berdua masuk ke dalam kelas


"Yuri...?? Lo udah berangkat?! " ujar yura dengan sedikit berteriak karena sebenarnya dia kaget tak biasanya Yuri berangkat jam segini


Yuri hanya tersenyum


"Lu berangkat sama siapa?! " ujar yeri


"Gw sendiri... Bagaimana dengan kalian??! " sahut Yuri


"Gw juga sendiri! " ujar yeri dengan tatapan sedihnya


"Lu??! " ujar Yuri dengan menatap yura


"Gw sama Jidan" jawabnya singkat


Yuri dan yeri hanya saling tatap dan tersenyum


"Terus jidan nya kemana?! " tanya Yuri


"Jidan masih di luar bersama jio dan Jae "


"Nggak sama Jefri?! " ujar yeri


Yura hanya menggelengkan kepalanya


Tiba-tiba Dimas memasuki kelas bersama Dino dan putra


Dimas menghampiri yeri dan duduk sebelah yeri


"Hallo... Good morning" sapa Dimas...


 


.....


kasih aku semangatnya kawan

__ADS_1


!!!!!!!!!!!!!


maaf jika ada karakter yang kgk jelas... karena author nya lagi pushing.. bangetttt☺☺☺


__ADS_2