
Bu Sana mamanya yeri menatap yeri sembari tersenyum
"Sayang segera berdandan kita akan kedatangan tamu... " titah bu sana
"Tamu? Siapa mah..?! " ujar yeri
"Udah segera dandan sana... Sebentar mereka sampai disini... "
"Mama... Ada apa sihh... Tadi waktu sekolah mama nyuruh yeri pulang lebih dulu dan sekarang nyuruh dandan... Kan biasanya mama biasa aja dengan yeri... "
"Kita akan kedatangan tamu spesial... Sayang...!! " ucap bu Sana lagi sembari tersenyum
Yeri menaik ke lantai atas dan berdandan
"Aneh... " gerutu yeri
Tak berapa lama tamu yang di maksud bu Sana pun sampai
"Yeri... Sayang... Turun... Sini....!! " teriak bu Sana
Yeri pun turun sambil menatap bu Sana dengan malas
Bu Sana mengobrol dengan seorang perempuan seumurannya
"Ada apa ma..?! " ujar yeri sembari mendekati bu Sana dan perempuan yang sedang ngobrol sama mamanya
"Sini.sayang... Bu Lily.. Ini anak saya namanya yeri.. "
"Ohh yang ini cantiknya... "
Yeri hanya tersenyum kemudian ia melihat sekelilingnya ternyata semua tamu melihat ke arah nya
"*ada apa sihh dengan mereka... Aneh ya lihat cewek cantik*" batin yeri
"ngobrolnya di ruang keluarga aja yukk bu Lily.. " ujar bu Sana
Mereka pun ke ruang keluarga yang kini sepi
"Yeri... Ikut ya.. " sahut bu Sana
"Lah ngapain...?! " gerutunya
Yeri hanya mengikuti apa perkataan mamanya
Mereka pun ke ruang keluarga dan disana ada papanya yeri ( pak Han ) sedang duduk sambil menikmati kopinya
"Kita bicarakan sama papanya aja ya...! " ujar bu Sana sembari menatap ke arah bu Lily
"Yeri...! " panggil pak Han
"Ya pak..! "
"Beri salam nih sama calon mertua kamu.." ujar pak Han sambil menunjuk ke arah bu Lily
"Mertua? Siapa pah?! " ucap yeri dengan terkejut
"Ini bu Lily... " ujar pak Han lagi
"Maksudnya?! " ucap yeri sambil menatap bu Lily
"Yeri... Mau nggak sama anak ibu..?! " ujar bu Lily
Yeri hanya menatap bu Lily dengan bingung
"Kalau boleh tau mana anaknya bu... Yeri nggak lihat anak ibu jadi... " ujar yeri sengaja ia nggak meneruskan perkataannya
"Bukannya yeri sudah kenal...! " ujar bu Sana
"siapa mah..?! " tanya yeri
"Gini lo... Mama dan bu Lily dari dulu sudah berjanji bakal nikahin anak kita... Suami bu Lily dan papa kamu juga mendukungnya... Jadi mau tidak mau yeri harus menerima nya yaa... Karena ini sebuah janji mama dan bu Lily...."
"Iya... Tapi yeri pengen tau siapa anaknya bu Lily ini?! " ujar yeri tanpa ragu
"Jio... Sayang..!! " jawab bu Sana membuat yeri melebarkan matanya
"Jio?!.. " gumam yeri
"Iya... Sudah kenal kan..?! " tanya bu Lily
Yeri hanya mengangguk pelan
"Tapi.. Apa Jio setuju mah?! " ujar yeri dengan ragu
"Jio pasti setuju...!! " ucap bu Lily dengan tersenyum
"Terima ya sayang...! " sahut bu Sana sembari mengusap rambutnya yeri
Yeri hanya menunduk
"*tapi mah... Yeri lagi pacaran sama dimas... Dan yeri tidak mau meninggalkan Dimas dia baik dan juga tampan... Belum tentu Jio baik seperti Dimas... Namun apa daya... Mama kira gw cewek murahan apa..! *" batin yeri
"Yeri?! " panggil pak Han
Yeri menatap papanya sambil mengangguk
"Apa jio tau ini mah?! " ujar yeri sambil menatap bu Sana
"Tentunya tau... " jawab bu Lily
Yeri hanya tersenyum paksa
"Oke bu kita makan dulu... " ujar bu Sana mengalihkan perkataannya
Mereka pun turun ke lantai bawah dan makan bersama
Yeri masuk ke dalam kamarnya ia meraih telponnya dan memainkannya
KEESOKAN HARINYA
Jidan menelpon Jio
"Hallo Jio... " sapa Jidan
"Ya hallo.. Jidan " sapa balik Jio
"Lu mau sekolah nggak?! "
"Gw keknya nggak jidan...! "
"Lu sakit? Kemarin lu absen sekarang lu mau nggak sekolah lagi?! " ujar jidan
"Hmm... Gw ada kerjaan... Mungkin gw sekarang nggak sekolah lagi...! "
"Kerjaan? Kerjaan apaan lu Jio?! " tanya jidan dengan bingung
"Nggak... Nanti gw ceritain...! "
"Yahh bikin penasaran aja lu... Yaudah gw berangkat dulu yaa... Eh Jio Mawar sekolah di Diamond school lu..!! "
"Lah serius... Satu kelas sama kita nggak...?! " ujar Jio sembari tertawa
"Satu kelas lahh... " jawab Jidan
Jio tertawa
"Ketemu Jefri dong...!!? "
"Iya... Kita tunggu aja Jio, bakalan ada bencana apa?! " ujar Jidan sembari tertawa ringan
"Ehh.. Lu malah nunggu bencana... Dasar lu yaa... Bukannya tunggu kita lulus sekolah... " ucap Jio sembari tertawa berbahak-bahak
"Udah dulu ya Jio... Gw mau berangkat... " pamit Jidan
"Iya dahh... "
Telepon pun berakhir
Jidan berangkat bersama Yura
Yuri menelpon Dino
"Dino... Lu dimana? Jemput gw dong... " ujar yuri
"Gw di sekolah.. Lu dimana yuri?! " tanya Dino
"Gw di depan minimarket.. Cepetan lo kesini jemput gw...! " ujar yuri dengan penuh penekanan
"Minimarket? Kenapa lu ada disana? Emang lu nggak bareng Jefri...?! " ujar Dino dengan pertanyaan berturut-turut
"Iya gw di minimarket.. Gw kesini jalan sendiri...jefri nggak sekolah dia sakit keknya... Meski dia nggak bilang apapun sama gw tapi gw yakin kalau dia masih sakit... " ucap yuri dengan panjang lebar
"Lahh... Gw nggak mau balik lagi...gw malas kesana nya yuri maaf yaa.... "
"Lu? Yaudah... " ujar yuri sembari mematikan telponnya
__ADS_1
"Punya saudara gini banget sihh... " gerutu yuri
Yuri berjalan di trotoar sambil melihat jam tangannya
"Jam cepet banget jalannya... Lah gw perasaan daritadi di sini mulu... " gumam yuri
Tiba-tiba ada seseorang menghampiri Yuri
"Sendirian aja...?! "
Yuri menoleh ke arah orang itu
"I-iya.. " jawab yuri sembari tersenyum
"Sini naik... Ini udah siang lo.. Nanti lu terlambat yuri...!! "
"Mm... Nggak ngerepotin...?! " ujar yuri dengan hati-hati
"Nggak... Naik aja... "
"Makasihh...! "
Yuri pun naik ke atas motor itu
"Vano lu tumben berangkat nya siang...?! " ujar yuri di tengah perjalanan
"Iya... Gw kesiangan...! "
Seketika hening...
Karena mereka nggak akrab satu sama lain..
"Mmm... Btw Jefri nya kemana? Kok lu berangkat sendirian yuri?! " tanya Vano
"Jefri?" Ujar yuri
"Iya... Kan lu biasanya berangkat dengan nya "
"Owh... Iya lagi nggak aja.. Mungkin ia masih sakit" ujar yuri sembari tersenyum
Mereka pun sampai di parkiran sekolah
Mereka ber parkir berbarengan dengan Jae
Namun Jae tak melirik sedikit pun ke arah mereka
"* yuri? Kok sama Vano..?! *" batin Jae
Namun ia segera masuk ke dalam kelasnya
Yura menghampiri yuri
"Yuri... Gw nggak salah liat kan?! " ujar yura secara tiba-tiba
"Kenapa?! " tanya yuri dengan penuh pertanyaan
"Lu yang tadi di bonceng sama Vano kan....!? "
"Iya... Kenapa..?! "
"Kita cuman ketemu di jalan kok... " sahut Vano tiba-tiba
Yura menatap Vano kemudian menatap yuri
"Owh... Yaudah yuk masuk... "
Mereka berdua menghampiri Dimas yang sedang duduk sambil menulis sesuatu
"Hi... Good morning dimas... " sapa Yura
"Hi... " ujar dimas sambil melirik yura dengan sekilas
"Dimas , yeri nggak sekolah?! " tanya Yura
Dimas menatap mereka berdua
"Baru aja gw mau nanyain sama kalian... " ucap Dimas
"Kami juga nggak tau... Dia nggak ngasih tau kami kalau dia nggak sekolah.. Memangnya lu nggak jemput dia?! " ujar yura
"Gw jemput dia... Tapi kata satpamnya yeri nggak ada di rumah...! " jelas Dimas
Yura dan Yuri hanya saling tatap
Yura hanya mengangkatkan bahunya
"Yaudah yuk duduk...! " ajak yuri sambil menarik tangan yura
Mereka pun duduk
"Ada apa yaa... Yeri nggak sekolah barengan lagi sama Jio dan Jefri..! " ujar yura sambil duduk dan menatap yuri yang sedang menulis sesuatu di bukunya
Yuri hanya menggeleng kan kepalanya
"Yura... Guru datang... " bisik yuri
Yura pun langsung menghadap ke depan dan menatap guru
Guru pun mengabsen semua murid
Namun guru tak menanyakan kemana Yeri, Jio dan Jefri karena ia tadi mendapatkan surat izin dari mereka bertiga
"Pak guru...!!? " sahut yura sambil mengangkatkan tangannya
"Iya ada apa?! " tanya guru sambil menatap yura
"Kalau boleh tau kenapa mereka bertiga nggak sekolah...?! " ujar yura semua murid pun mengangguk terutama Dimas
"Mm... Katanya kalau Jefri karena dia belum sehat betul ... Kalau Jio dan Yeri mereka hanya bilang izin mungkin sakit atau ada keperluan lainnya...!! " jelas pak guru
Dimas menatap yura begitu juga sebaliknya
"Oke... Sekarang kita mulai pelajaran nya...! Sahut pak guru
Pembelajaran pun berlangsung
WAKTUNYA ISTIRAHAT
Yura dan Yuri berjalan ke kantin namun tiba-tiba Yani berjalan di depannya
Yuri menatap Yura begitu juga sebaliknya
" Yani... Lu lagi ngapain?! " ujar yura sambil berusaha menatap Yani
"Nggak ada...! " jawab Yani dengan singkat
"Terus lu ngapain talangin jalan kami..." ujar yuri
"Emang gw ngehalangin kalian?! " tanya Yani sambil menatap mereka dengan tatapan tajam
"Tentu saja... " jawab yura dengan geram
"Ternyata kalian kasar yaa... Baru aja gw mau memuji kalian karena cantik , pintar dan baik ternyata baiknya cuman di depan cowok... Aslinya kasar.... " ujar Yani sambil pergi meninggalkan mereka berdua
Mereka hanya saling tatap dengan tatapan bingung
"Maksudnya apaan ya? Biasanya Yani pendiam...?! " ujar Yuri
Yura hanya mengangguk
"Yaudah yuk... " ujar yura
Mereka pun ke kantin
Selesai memesan makanan mereka pun duduk di kursi kantin
Tiba-tiba....
Mawar menghampiri mereka sambil menumpahkan minumannya ke badan yuri
"Aww... Dingin.. Siapa sihh?! " ujar yuri sambil menatap mawar
Mawar menatap mereka dengan tersenyum
"Ups... Sengaja... " sahut mawar sambil tertawa
Yuri menatap Mawar kemudian menatap Yura
"Yaa sudah lanjutin makannya..! " bisik Yura
Mereka pun melanjutkan makanannya..
"Yuri...? Nama lo yuri kan?! " ujar Mawar sambil duduk di depan Yuri
Yuri hanya menatap mawar dengan tatapan malas
__ADS_1
"Hhhh.... Ternyata gw baru tau kalau tunangan Jefri itu namanya Yuri... Lu tau itu nggak Yuri...?! " ujar Mawar membuat semua yang di kantin menatapnya
Yuri menatap Mawar dengan geram
"Mawar... Maaf kami harus pergi...!! " ujar yuri sambil menumpahkan minumannya ke baju Mawar dan pergi begitu saja
"Hei... Sialan lu... Baju gw jadi kotor anj*.. " teriak Mawar sambil menatap yuri kemudian menatap Yani
Yuri berlari ke kelasnya namun semua murid menatapnya
"Siapa? Oh dia tunangannya Jefri..?! " bisik-bisik mereka
Yuri duduk di kelasnya dengan Yura
Yura hanya menatap yuri dengan kasihan sekaligus penasaran
......
Di rumah Yeri
"Mah... Mama tau nggak yeri di sekolah sudah mempunyai pacar..!"
"Apa susahnya putusin yeri....!! " ujar Bu Sana dengan santai
"Putusin?! " ujar yeri sambil menatap mamanya dengan geram
"Udah yeri jangan pikirkan apa-apa malam kan pernikahannya! " jelas bu Sana
"Malam?! Tapi yeri maunya nanti kalau udah lulus mah..! "
"Udah lulus? Yeri nanti hari kedua dari pernikahan kamu mama mau ke Australia bersama papa nanti yeri tinggal di rumah Jio dulu... "
"Nggak mah yeri mau ikut ke Australia nya?! " rengek yeri
"Jangan... Kamu kan ada ujian kelulusan di sekolah.. Kalau kamu nggak ikutan kamu nggak bisa kuliah... "
"Kan ujian kelulusannya nanti dia minggu lagi mah... "
"Iya... Kan mama di Australia nya lama sayang... Kamu tinggal di rumah Jio dulu.."
"Tapi nggak dinikahin juga mah... "
"Kalau nggak dinikahin... Nanti apa kata tetangga... Yeri sayang paham kan?! "
Yeri hanya menatap mamanya dengan malas
"Mama yakin Jio pasti baik, setia... Kamu jangan nakal yaa sayang...?!! "
"Iya mah... Mama kok bilang gitu memangnya sekarang mama perginya..?! "
"Nggak... Nanti malam keluarga Jio mau kesini... Kamu harus jaga kesopanan ya sayang.. "
"Hmm... Tapi mah bukannya Jio sudah meninggal papanya?! "
Bu Sana hanya mengangguk
"Ya sudah mama beres-beres dulu.. "
.......
Di sekolah
WAKTUNYA PULANG
Yuri berjalan bersama Yura ke parkiran
"Yuri... Gw pulang sama Jidan yaa... Lu jangan sendiri pulangnya lu harus sama Dino...!
" iya yura... Makasihh lu perhatian banget... " ujar yuri sambil tersenyum
Tiba-tiba Yani menghampiri Yuri
"Yuri...?! "
"Ya.. "
"Ini ada surat dari seseorang... " ujar Yani sambil menyodorkan sebuah surat
"Surat? Dari siapa?! " ujar yuri tanpa mengambil surat itu
"Mm... Ini ambil aja...! " suruh Yani
Yuri mengambil surat itu
"Oke makasihh... " sahut yuri tanpa ekspresi kemudian menatap yura yang masih belum pulang
Yani pun pergi entah kemana
"Yura... Lu pulang aja... Gw juga mau pulang...! " ucap yuri
"Oke... Hati-hati lu pulangnya... " sahut yura
"Harusnya sihh gw yang bilang gitu sama lu yura..! " ujar yuri sembari tersenyum
"Kalau boleh tau apa isi suratnya?! " ujar Jidan sambil menatap yuri
"Apaan sih lu.. Kepo banget.. " ujar yura sambil mencubit pipinya Jidan
"Cuman pengen tau aja.. Soalnya aneh banget Yani ngasih surat sama Yuri kan biasanya dia tidak peduli sama orang lain... " jelas Jidan
"Mm... Nanti gw kasih tau lu Jidan... " sahut yuri sambil tersenyum
"Nggak asik... Nanti lu ngarang sendiri.. "
"Kgk bakalan... Anjirr.. " ujar yura sambil menatap Jidan dengan kesal
"Yaudah yuk pulang. " ajak Jidan
Mereka pun pulang
Yuri berjalan ke pinggiran jalan sambil mencari taxi
"Mm... Lama banget taxi nya... Gw buka suratnya dulu sambil menunggu taxi.. "
Yuri pun duduk sambil membuka suratnya
**************************************
Yuri... Lu namanya yuri kan?
Gw Mawar... Tunangannya Jefri
Lu jangan ngerasa kalau lu tunangannya
Jefri yaa... Ingat... Sekarang Jefri milikku
Percaya atau tidak gw nggak peduli
Tapi lu harus tau kalau Jefri punya
Tunangan baru namanya Mawar
Jika lu mengadu sama Jefri , gw yakin
Jefri kagak akan membela lu karena
Sekarang gw tunangannya...
Lu nggak tau yaa... Karena mama papa
Lu sudah meninggal mereka kini
Mempermainkan lu... Mereka sengaja
Kgk ngasih tau lu... Padahal aslinya Jefri
Lebih suka gw dari pada lu yuri
Sekian dan terimakasih
lu pasti nangis yaa...
Memang cewek murahan seperti lu
Pantasnya menangis
MAWAR YURI
***************************************
"Maksudnya apaan?! " ujar Yuri sambil menahan air matanya
"* ihh gw alay banget cuman gini doang mau nangis... *" batin Yuri sambil berusaha tersenyum
.......................................................................
__ADS_1