
Yura hanya mengangguk kemudian berjalan menyusul jidan
Mereka pun duduk di tempat yang sepi
"Yura kenapa yani bisa bersama kalian?! " ujar jidan setelah mereka duduk
"Mm... Iya... Tadi kami lihat yani di siksa sama mawar lalu kami menolongnya setelah itu tiba-tiba dia mendekati kami dan dia bilang makasih dan minta maaf terutama sama yuri dan setelah itu kami mengajaknya ke kantin bareng... "
Jidan hanya mengangguk dan tersenyum
"Oke.. Kalau gitu nanti malam kita ajak nonton... " ujar jidan
"Tapi dia sama berangkatnya?! "
"Mmm... Nanti gw suruh Arya menjemputnya.. "
Mereka pun mengangguk
............
Tepat jam 07;14
Mereka pun berkumpul di rumah jidan
"Bara lu sendirian aja?! " tanya jidan
"Iya... Kenapa?! "
"Lu nggak ngajak yang lain...?! "
"Nggak.... " jawab bara
"Lahh kenapa lu... Bukannya asik jika banyakan?! "
"Iya... Bentar gw telpon dulu...! " ujar bara sembari meraih HP nya dan menelpon dika kemudian menelpon jae dan vano
"Gimana bar? Apa mereka ikut?! " ujar jio
"Nggak... Cuman jae yang bilang kalau dia memang mau nonton dia sudah berangkat duluan... Kalau dika dan vano mereka hanya bilang sibuk... " jelas bara
"Yaudah yukk berangkat... " ujar jefri
Yuri menatap jalanan dengan tatapan kosong
"*kenapa vano nggak ikut?! *" batin yuri
Tiba-tiba dino menepuk pundak yuri
"Yuk berangkat... "
Yuri menatap dino dengan terkejut kemudian ia melihat yeri sudah ada di atas motornya dimas dan juga yura sama halnya dengan yeri ia duduk diatas motor jidan
Yuri pun naik ke atas motor dino
Mereka pun berangkat ke area balapannya
.......
Sesampainya di area balapan
"Wow...banyakan juga yang ikutan?!! " seru dimas setelah melihat begitu banyak orang yang memakai perlengkapan balapan sama sepertinya
Jidan segera menghampiri panitianya
Tak berapa lama jidan kembali ke teman-temannya
Jidan menatap yura dan lainnya
"Kalian duduk di tribun sana jangan lupa kasih kami semangatnya yaa....!!! " ujar jidan sembari menunjuk ke arah tribun
Mereka pun berjalan ke tribun atas
Yura pun segera duduk bersama yani dan jio duduk bersama yeri dan Arya, bara dan aldi duduk belakang mereka
Yuri duduk sebelah kursi yang kosong
"*kok gw disini... *" batin yuri sambil menatap temannya
Tiba-tiba ada seseorang yang duduk sebelah kursinya yuri
Yuri menatap orang yang baru datang dan ternyata tempat sebelah yuri adalah tempatnya jae namun yuri segera mengalihkan perhatian nya
Begitu juga dengan jae ia tak bilang apa-apa ia hanya diam membisu
Pertandingan di mulai
Jefri menatap ke arah jidan sambil mengacungkan ibu jari tangannya
Jidan hanya tersenyum kemudian menatap dimas
"Dimas ingat... 7M..." ujar jidan sambil tersenyum
Dimas hanya tersenyum
Tiba-tiba ada suara peluit yang menandakan bahwa balapan di mulai
Satu persatu motor melaju saling mendahului
Yeri menatap dimas sambil berteriak
"DIMAS.....!!!! FIGHTING...!! " teriak yeri membuat jio menutupi telinganya
Yeri menatap jio
"Kenapa?! "
"Teriakan lu kek suara harimau tau gak?! " ujar jio
"Oh ya... " ucap yeri acuh tak acuh
Yura dan yani segera meneriaki jidan
"JIDAN... SEMANGAT...!!! " teriak yura dan yani membuat yeri menatapnya
Jio segera memberi kode ke arah Arya, bara dan aldi
Mereka segera berteriak namun teriakan mereka membuat yura, yani dan yeri tertawa
"JEFRI.... JIDAN.... DINO... PUTRA... DIMAS... FIGHTING...!!! " begitulah mereka berteriak
Jio hanya tersenyum melihat mereka tertawa
Yuri hanya menatap mereka (para cowok) dengan tatapan datar
Tiba-tiba jae membuka jaketnya karena ia merasa gerah namun ia tak sengaja tangannya mengenai pergelangan yuri membuat mereka saling tatap
"Eh... Maaf... " ujar jae sambil mengalihkan perhatian nya
Yuri hanya mengangguk pelan sambil mengambil minumannya
Yuri kembali menatap mereka yang sedang bertanding
Terlihat jefri dan jidan sengaja mempersempit jalan yang di lalui dimas mereka sengaja menghalangi jalannya dimas membuat dimas membelokkan motornya kesana dan kesini, ia punhilang keseimbangan dan akhirnya ia pun terjatuh dari motornya membuat yeri berdiri dari duduknya dan berteriak
"DIMAS.... Lu pasti bisa... Fighting.. " teriak yeri namun jio segera menarik tangan yeri
"Duduk yeri... Kasihan yang belakang mereka nggak lihat apa yang terjadi di depan.. " ujar jio
Yeri pun duduk namun tatapan nya tetap ke arah dimas
Dimas kembali menjalankan motornya namun tetap saja dino, jefri dan jidan menghalanginya membuat ia terjatuh kembali
Kali ini ia langsung menyerah karena kakinya dimas terluka ia pun segera di bawa oleh para panitianya
Jefri dan temannya kembali balapn dengan serius
Tiba-tiba hujan turun yang awalnya hanya titik-titik berubah menjadi deras
__ADS_1
Jio segera membuka jaketnya dan memakaikannya ke bahu yeri karena yeri memakai pakaian yang sedikit terbuka
"Nih pakai takutnya masuk angin.. " ujar jio
"Thanks... " ujar yeri sambil membenarkan jaketnya
Yuri menatap yeri dengan tersenyum getir
"*yeri kok lu beruntung... Padahal pacar lu kan dimas..! *" batin yuri sambil menatap orang-orang yang ada di tribun bawah yang sedang berebutan memakai jas hujan
Yani dan yura hanya menatap yeri yang kini memaki jaketnya jio
"Lu yani mau pakai apa..? Dingin nih..!! " ujar yura
Yani hanya menggelengkan kepalanya
Yura menolehkan kepalanya ke arah Arya, bara dan aldi
"Eh boleh pinjam nggak jaketnya.. Dingin nihh... " ujar yura
"Siapa yang suruh nggak pakai jaket..?! " ujar bara
"Gw bukan sama lu bara... " ujar yura dengan geram
Tiba-tiba aldi membuka jaketnya
"Nih yura.. Pakai aja punya gw.. " ujar aldi sambil memberikan jaketnya ke arah yura
"Hm.. Iya thanks.. "
Yura pun memakai jaketnya aldi
Tiba-tiba Arya menaruh jaketnya di atas kepalanya yani membuta yani berteriak
"Ihh.. Siapa sihh..??!! " teriak yani sembari menatap ke belakang dan ia melihat Arya sedang tersenyum
"Pakai tuh takutnya masuk angin..! " ujar Arya
Yani tak bilang apa-apa kemudian ia mengambil jaketnya Arya dan memakainya
Ketika mereka berebutan meminjam jaket jae menatap mereka kemudian ia menatap yuri
"Yuri...! "
Yuri menatap ke arah jae
"Mau pakai jaket gw..?! " ujar jae ,ia merasa kasihan sama yuri karena yuri pun sama pakaiannya dengan temannya
"Nggak makasihh... " jawab yuri sambil tersenyum namun sebenarnya ia sangat dingin
"Nggakpp... Pakai aja.. " ujar jae
Yuri hanya tersenyum
"Mm... Bukannya lu juga dingin..?! " ujar yuri sambil berusaha menatap wajahnya jae
"Mm.. Nggak.. Nih pakai.. " ujar jae sambil memakaikan jaketnya ke bahu yuri
"Thank's... " ujar yuri dengan perasaan bersalah
"It's okay.. " jawab jae kemudian ia kembali menatap teman-temannya yang sedang balapan garis akhir
Kemenangan pun di raih oleh putra murid yang alergi terhadap cewek
Bara, Arya dan Aldi segera berdiri dan berteriak-teriak
Jio hanya tersenyum kecil
Yura dan yeri hanya saling tatap
"Putra? Kirain gw jefri yang bakalan menang?! " ujar yeri sambil tersenyum
Bara , Arya, Aldi dan Jio segera menghampiri Jefri dan lainnya
"The best... " teriak jio sambil menghampiri Jefri
"Bukannya kalian harus bilang selamat ya sama gw?! " ujar putra membuat mereka tertawa
"Iya selamat putra.... " ujar dino sambil tertawa
Putra hanya tersenyum
"Kita duduk disana dulu yuk.. " ajak Jefri sambil menunjuk ke arah dimas yang sedang duduk di atas kursi yang lebar
Mereka pun segera berjalan menghampiri dimas
Jefri menatap ke arah Jio
"Jio.. Yuri dimana?! " ujar jefri dengan sedikit berbisik
"Mm... Nggak tau... Diakan beda duduknya.. " ujar jio sambil menatap orang-orang yang sedang membubarkan diri
"Kok lu gitu... Lu nggak lihat dia duduk dimana?! " ujar jefri dengan sedikit khawatir
"Mmm... Iya... " ujar jio namun tiba-tiba ia melihat yuri menghampiri yura dan yeri
Jio segera menyuruh jefri menatap ke belakangnya
Jefri segera menatap ke belakang
"Yaudah yukk hampiri mereka...! " ujar jefri sambil berjalan ke arah para cewek namun tiba-tiba mawar muncul dan merangkul Jefri
"Jefri... Lu ada disini juga..?! " ujar mawar membuat yura, yuri , yani dan yeri menatapnya
Yuri segera mengalihkan perhatian nya
Jefri segera melepaskan mawar
"Iya gw disini... " ujar Jefri dengan ketus kemudian pergi menjauhi mawar Jefri menatap yuri namun yuri tak menatapnya
Yeri duduk sebelah dimas
"Mmm... Lu bisa jalan nggak dimas?! " ujar yeri
"Bisa cuman masih sakit... "
Yuri hanya menganggukkan kepalanya
Kemudian jidan dan Jefri menghampiri dimas
"Maafin kami dim... Kirain kami lu nggak ada di belakang kami.. " ujar jidan sambil duduk
"It's okay.. " ujar dimas dengan tersenyum
Jefri duduk sebelah jidan namun tatapannya ke arah yang lain
"*dimana yuri?! *" batin Jefri namun ia tak menemukannya lagi
"Hei... Para cewek beliin kami minuman cepetan... " teriak jio sambil merebahkan badannya
Yeri hanya menatap jio dengan tajam
Mawar menatap jio kemudian menatap Jefri
"Jef... Lu mau minuman apa?! " ujar mawar
Jefri hanya menatap jidan
"Lu yang jawab..! " bisik Jefri
Jidan hanya tersenyum
"Apa aja.. " jawab jidan
"Yaudah kalian berempat ke supermarket?! " Ujar jio sambil menatap mawar, yeri, Yani dan yura
"Dimana yuri?! " ujar yura
__ADS_1
Mereka hanya menggelengkan kepalanya
"Yaudah kita berempat aja.. " ujar yeri
"Mawar... Lu duluan sendiri..! " ujar yura dengan tatapan kesalnya
Mawar hanya menatap yura dengan tajam namun ia tak mau melawannya karena ia malu sama Jefri
Mawar segera menuruti perkataannya yura ia segera berjalan duluan
Mereka pun ke supermarket
Jio menatap dimas
"Dimas... Lu berhasil yaa...!! " ujar jio sambil tersenyum
"Maksudnya?! " ujar dimas dengan bingung
"Hmm.. Iya berhasil membodohi kami.. " ujar jidan
"Kapan?! " ujar dimas
"Kapan yaa?! " ujar jidan sambil menatap dino, Arya dan Jefri kemudian menatap jio
"Dimas lu nggak pernah liat yuri main bersama vano kan?! " ujar jio
"Mmm... " ujar dimas dengan gugup namun kemudian ia tertawa
"Yaudah maafin gw ... Iya memang benar gw nggak pernah lihat yuri main bersama vano lagipula kan gw mainnya nggak pernah jauh-jauh... "
"Pintar juga yaa lu.. " ujar Jefri
"Iya maafin gw.. " ujar dimas berusaha untuk tersenyum
"Iya kami maafin dan kami juga sudah membalas lu kok... " ujar jidan membuat mereka tertawa
Dimas hanya tertawa pasrah
"Ouh... Jadi kalian ngelakuin ini sengaja yaa..?! " ujar dimas
Mereka hanya mengangguk sambil tersenyum
Tiba-tiba yuri menghampiri dino dan menaruh ice yang baru ia beli
"Dino buat lo.. " ujar yuri dengan suaranya yang kecil namun membuat semuanya terdiam
"Mmm.iya makasih... " ucap dino dengan terkejut
"Dino... Coba lu tanya yuri darimana?! " bisik Jefri
"Oke.... Yuri...! " sahut dino membuat yuri menatapnya
"Lu darimana?! "
"Gw dari supermarket.. " jawab yuri
"Sama siapa?! " tanya dino lagi
"Jae.. " jawab yuri kemudian berjalan menjauhi dino dan teman-temannya
Dino dan Jefri hanya saling tatap
"Kenapa?! " ujar dimas membuat Jefri menatapnya
"Kamu nanya... " ujar Jefri dengan acuh tak acuh
Dimas hanya tersenyum mendengar jawaban Jefri
Tak berapa lama yura dan temannya kembali membawa minuman dan cemilannya
"Yura... " sahut jidan sambil menatap yura yang sedang berdiri di sebelahnya
"Ya.. " jawab yura sambil duduk sebelah jidan
"Lu ke supermarket nya bareng sama yuri nggak?! "
"Nggak..."
"Lalu?! "
"Dia udah duluan sama jae... Pas kami tiba disana ia lagi membayar makanannya kemudian pergi menghilang.. " jelas yura
Jefri hanya mendengarkan omongannya yura dengan perasaan bersalah
"*nggak... Jangan... Yuri punya gw.. Lu kagak bakalan bisa mendapatkannya lagi jae.. *" batin Jefri
Yuri dan Jae duduk di kursi yang menghadap ke arah danau
"Yuri... Boleh gw tanya... " ujar jae
"Tanya apa?! "
"Kenapa lu sering di bully sama mawar?! "
"Mmm... Mawar? Dia.. Nggak ini rahasia gw.. " ujar yuri
"Gw dah tau yuri.. " ujar jae tanpa melirik ke arah yuri
"Tau apa?! " ujar yuri sambil menatap jae
"Lu... "
"Apa?! "
"Lu sudah tunangan sama Jefri.. " ujar jae dengan tersenyum
"Kok?? Lu tau darimana?! " ujar yuri dengan terkejut
"Mamanya Jefri yang kasih tau gw.. " jelas jae
"Mamanya Jefri? Kapan?! "
"Dulu waktu lu nggak ada di rumah lu... Dia datang dan dia memanggil lu namun rupanya lu belum pulang... Akhirnya gw menghampiri dia gw bilang cari siapa? Dia bilang cari yuri.. Karena gw nggak mengenalinya gw bilang tante siapa? Lalu dia bilang saya mamanya Jefri calon mertua yuri.. Lalu dia nanya balik kata dia kamu siapa? Gw bilang gw temannya yuri... " jelas jae sambil menatap yuri dengan senyuman manisnya
Yuri hanya tersenyum sambil menatap ke arah danau
"Hmm... Iya jae.. Gw tunangan sama Jefri namun dulu kan dia pernah kecelakaan ya? Dan ia kehabisan darah dan yang berani mendonorkan darahnya hanyalah mawar namun ternyata mawar ada maunya... Dan gw nggak tau ceritanya pokoknya akhirnya mereka...mereka bertunangan dan papanya Jefri bilang sama paman gw kalau tunangannya gw sama Jefri itu di batalkan...
Dan.... " yuri tak melanjutkan pembicaraan nya karena ia merasa air mata nya akan jatuh
Jae segera merangkul yuri
"Maafin gw jae... Gw banyak nyakitin lo.. Namun lo nggak pernah membalasnya dengan kasar lo orang baik... " ucap yuri di sela-sela tangisannya
Jae tak menjawab apapun karena ia tak mau membuat yuri semakin menangis
"Gw nggak punya teman cerita selain lu jae... Kisah yang menyakitkan ini... Selalu gw pendam sendiri... Terkadang gw bertanya sendiri akan adakah orang yang mau mendengarkan kisah gw.. Ternyata lu orangnya"
Jae hanya menatap beberapa pohon dengan tatapan kosong
"Makasih jae... " ujar yuri sambil melepaskan pelukannya
Jae hanya tersenyum
"Yuri anggap aja gw sahabat baik lu.. Gw akan selalu baik... Ingatlah pertemanan kita dari masa SMP... " ujar jae membuat yuri terharu
Tiba-tiba jae mendekati wajahnya yuri dan mencium keningnya membuat yuri menangis dalam hati
"*ya Tuhan Terima kasih engkau telah memberikan orang yang begitu baik kepada ku.. *" batin yuri
"Pulang yukk... " ajak jae tiba-tiba
Yuri menatap jam tangannya
"Yukk... " ucap yuri dengan suaranya yang kecil
Yuri segera memberitahu dino kalau dia pulang duluan sama jae
__ADS_1
.......................................................................