
Yuri menatap Jefri namun kemudian segera menunduk
"Lu... Marah sama gw? " tanya Jefri
Yuri hanya menggelengkan kepalanya
"Yuri... Bareng gw yukk" ajak Jefri dengan hati-hati
"Gw bareng sama yura"
Jefri menatap yuri
"Lu bilang aja sama yura kalau lu mau bareng gw"
Yuri menatap ke arah selatan dia melihatĀ yura menghampiri nya
"Yura, yuri bareng gw ya? " kata Jefri to the point
Yura menatap yuri , begitu juga sebaliknya
"Lu bareng Jefri? " tanya Yura
Yuri hanya memiringkan bibirnya
"Yaudahh gw bareng yg lain aja" kata yura sambil pergi menjauhi Jefri dan yuri
Jefri menatap yuri
"Yukk.. "
Yuri menatap Jefri kemudian berjalan mendahului Jefri
......
Jio dan Jidan menghampiri Yura yg sedang berjalan ke arah mobil
"Yura bareng gw yuk" ajak Jio
"Bareng gw aja" kata Jidan
Yura menatap Jio dan Jidan sambil tersenyum malu
"Lu bukannya di suruh bareng ketua?" kata Jio ke arah Jidan
"Eh iya... Dahh" pamit Jidan dan pergi meninggalkan Jio dan Yura
"Yaudahh yukk lu bareng gw aja" kata Jio sambil menatap yura
Yura mengangguk dan berjalan menyusul Jio
Semua murid pun memasuki mobil dan duduk dan mobil pun melaju
"Yura... " panggil Jio tanpa melihat ke arah Yura
Yura menatap Jio
"Lu dah ada pacar? " tanya Jio
"Kenapa emang? " tanya yura penasaran
"Gw cuman tanya, kenapa nggak di jawab? " tanya Jio yg kini masih memainkan hpnya
"Mm.. Belum..emangnya Kenapa sihh?"
"Kalau gw pacarin mau gak? " tanya Jio
"Lu.. Serius Jio? " kata Yura
Jio menatap yura dan tersenyum
"Ya gw serius.. Gimna? "
Yura tersenyum dan menutupi wajahnya dengan tangan dan mengangguk
"Boleh Jio "
"Kenapa di tutupin wajahnya? " tanya Jio
Yura pun meletakkan tangannya di pahanya
Jio tersenyum melihat ekspresi yura yg malu-malu
Yura menatap Jio yg kini menatapnya
Yura segera memalingkan mukanya sambil tersenyum
,......
Beberapa menit kemudian mobil pun sampai
Dan banyak murid yg langsung pulang di banding murid yg masih duduk-duduk di taman sekolah
"Jidan, jio mana ya? " tanya Jefri sambil melihat-lihat ke segala penjuru sekolah
"Nggak tau" jawab Jidan sambil meminum air
"Coba telpon"
Jidan meraih hpnya dan menelpon Jio
"Jio lu dimana? "
"Gw di rumah" jawab Jio di seberang telpon
"Iihh... Anj* nih orang kenapa lu pulang duluan? "
"Nggak... Lu masih di sekolah Jidan? "
"Hmm... Awas lu Jio, dah dulu Jio gw juga soalnya mau pulang"
Jidan mematikan telponnya dan menatap Jefri
"Yukk pulang"
Jefri hanya mengangguk sambil melihat-lihat ke arah taman dan berjalan menyusul Jidan
"Kenapa? " tanya Jidan
Jefri hanya menggelengkan kepalanya
Mereka berdua pun pulang
.......
Malam harinya
Jefri duduk di balkon kamarnya sambil menatap jalanan yg di penuhi kendaraan
"Gabut gw" guman Jefri
Jefri meraih hpnya dan tak sengaja menelpon yuri
"Haishh... Gw kenapa sihh? Lah keburu di angkat"
"Halo Jefri ada apa? " tanya Yuri di seberang telpon
"Nggak... Ehh.. Mm.. Besok berangkat sekolah bareng gw ya"
"Hmm... Cuman gitu"
Jefri tersenyum
"Ya... Lu lagi ngapain? "
"Gw lagi rebahan"jawab Yuri
" yaudahh dah dulu yaa yuri... Good night " kata Jefri
"Hmm... "
Jefri pun mematikan telponnya
......
(Keesokan harinya)
Yuri keluar rumah dan menatap jalanan yg masih sepi dan ia melihat seseorang yg nggak asing baginya
"Itukan yura... Sama siapa yaa? Keknya yg nyetirnya bukan Bara, tapi kalau bukan Bara siapa ? "
Tin tin...
Yuri menoleh ke arah suara klakson
"Yukk berangkat" kata Jefri
Yuri menatap Jefri dan mengangguk
Jefri meraih helm dan menatap yuri
"Nih pakai"
Yuri mengambil helm di tangan Jefri dan memakainya
Yuri pun naik ke atas motor Jefri
"Udah? " tanya Jefri sambil melihat ke arah belakang
Yuri hanya mengangguk pelan Jefri hanya tersenyum dan kemudian motor pun melaju
.......
Sesampainya di sekolah
Jefri dan yuri samapi di parkiran sekolah dan mereka bertemu dengan Dimas yg kini menatapnya namun kemudian Dimas segera memasuki kelasnya
"Bara...lo lihat mereka tadi... Ada apa dengan mereka kok langsung pada boncengan tadi pagi gw lihat yura sama Jio sekarang Jefri sama Yuri"
__ADS_1
Kata Dimas ketika mereka sampai di kelas
"Ya nggak taulah" jawab Bara
"Lha... Kok lo gitu.. Menurut lo gimana? " tanya Dimas
"Udah-udah mungkin mereka nggak membutuhkan kita lagi.. Sekarang gini aja kalau mereka masih membutuhkan kita udah kita abaikan saja.. Gimana? "
"ya juga... Coba siapa lagi orang yg suka ngebantu mereka?? " kata Dino
"Ya makanya udah biarin" sahut Dimas
Putra datang dan menepuk meja
"Heii guru datang!! "
....
"Selamat pagi murid-murid"
"Selamat pagi juga bu"
"Ok.. Anak-anak dua hari lagi kita akan mengadakan camping... Jadi sekarang nggak ada pelajaran sekarang kita harus latihan Pramuka jadi semuanya silahkan berkumpul di lapangan upacara"
Murid-murid pun keluar kelas dan berkumpul di lapangan upacara
Kepsek mengambil mikropon dan menatap murid-murid
"Ok... Murid-murid dua hari lagi kita akan mengadakan camping jadi bpk harap kalian semua mengikuti nya dan jaga kesehatan kalian yaa"
"Ok Pak" jawab murid-murid serempak
"Ok sekarang... Bagi murid perempuan silahkan duduk di sana dan untuk murid laki-laki berbaris ok"
Para murid perempuan pun berlarian ke arah taman
Jio menatap yeri dan tersenyum, yeri hanya menatap Jio bingung
Yeri pun menghampiri Vano
"Vano.. Kalau sudah latihannya samperin gw kesana" kata yeri sambil menunjuk ke arah taman
Vano hanya mengangguk pelan
..
Yura, yuri dan yeri pun duduk bersebelahan
Yura menatap jio dari kejauhan namun jio terus menatap guru dan sedikitpun tak melihat ke arah yura
Yuri menatap yura
"Lu ngeliatin siapa yura? "
Yura menatap yuri
"Nggak... Gw nggak ngeliatin siapa-siapa"
Yuri hanya tersenyum dan menolehkan kepalanya ke arah dimana laki-laki sedang berlatih
"Yura... Jidan cakepp juga yaa"
"Hmm... Biasa aja" jawab yura
Beberapa menit kemudian laki-laki pun selesai latihan kini waktunya para perempuan berbaris
"Vano nih minum" kata yeri sambil menyodorkan sebuah jus
"Makasih" jawab Vano sambil meraih jus di tangan yeri
"Gw latihan dulu dahh"
"Ya Fighting.. "
Yeri berlari ke tengah-tengah lapangan begitu juga dengan murid lainnya
"Jio... " panggil yura sambil berbisik
Jio menatap yura
"Nih minumnya"
"Taruh di sana"
"Ok... "
Yura pun menyusul teman-teman nya
.....
Latihan perempuan pun berlangsung
Jio menatap yeri dari kejauhan dengan senyum tipis terukir di bibirnya.. Sama halnya dengan Jefri yg terus menatap yuri dengan tertawa soalnya kadang yuri menatap Jefri juga dengan ujung matanya.. Sementara Jidan langsung merebahkan badannya di atas kursi dan menutupi wajahnya dengan hoodie nya diapun tertidur
Beberapa menit kemudian latihan pun selesai kini para murid perempuan berlarian sambil mengibaskan tangannya
Yeri menatap Vano dan tersenyum
"Boleh" jawab nya
Vano dan yeri pun ke kantin bareng
....
"Jio lu tadi nggak minum? " tanya yura
"Nggak, udah buat lu aja" jawab Jio
"Hmm.. Makasihh jio"
Jio hanya menganggukkan kepalanya
Yura pun meminum minumannya
"Jio ke kelas yuk" ajak yura
Jio menatap yura namun kemudian dia menoleh kan kepalanya ke arah Jefri
"Jefri... " panggil Jio
"Hmm... " jawab Jefri sambil menolehkan kepalanya ke arah Jio
"Ke kelas yukk"
Jefri hanya menganggukkan kepalanya dan berdiri dari duduknya
"Yuri... Kelas yukk" ajak Jefri sambil menatap yuri yg sedang duduk di sebelah nya
"Yukk" yuri berdiri dan menatap Jidan
"Ini... Nggak mau di bangunin" kata yuri sambil menunjuk ke arah Jidan
Jefri menatap Jidan dan tersenyum
"Jidan.. Bangun dah pagi"
Jidan menyingkirkan hoodie di wajahnya dan menatap Jefri
"Hmm...? " tanya Jidan
"Ke kelas yukk" kata Jefri sambil menepuk tangan Jidan
Jidan duduk sambil menatap teman-teman nya kemudian dia menatap yura dan tersenyum
Jidan berdiri dari duduknya dan menyusul teman-teman nya ke kelas
Jidan kembali tertidur dengan meletakkan kepalanya di atas meja dan menutupi kepalanya pakek hoodie sementara Jefri dan Jio mengobrol
"Jio ke kantin yukk" ajak yura
Jio menatap yura dan mengangguk
"Yukk... Jefri gw ke kantin dulu yaa"
Jefri hanya menatap yura dan Jio dengan bingung begitu juga dengan yuri, dia menatap yura dan Jio dengan perasaan aneh
Jio dan yura pun ke kantin
......
"Tumben yura ngajak Jio, lu lagi marahan sama yura? " tanya Jefri sambil menatap yuri
"Nggak.. Gw juga aneh" jawab yuri
Jefri hanya tersenyum sambil memainkan hpnya
"Lu mau ke kantin juga?" tanya Jefri
Yuri hanya menggelengkan kepalanya
"Gw ke kantin dulu yaa dahh" pamit Jefri
Yuri menatap Jefri kemudian meletakkan kepalanya di atas meja dan memejamkan matanya
.......
Di kantin
"Lu nggak sama yuri? " tanya Jio ke arah Jefri
"Nggak... Gw gabung di sini yaa"
Kata Jefri sambil duduk sebelah Jio
Jio hanya mengangguk kan kepalanya
Mereka pun makan
__ADS_1
Jefri menatap Jio dengan perasaan aneh
"Jio... Lu sama yura pacaran? " tanya Jefri
Jio menatap yura dan tersenyum
"Mm.. Begitulah" jawab Jio
"Kok begitulah? Yura.. Lu pacaran sama Jio? "
Yura tersenyum dan menganggukkan kepalanya membuat Jefri tertawa
"Oohh... Pantes... Gw di sini jadi nyamuk dong" kata Jefri
Jio menatap Jefri kemudian tersenyum
Jefri berdiri dari duduknya dan tersenyum
"Gw ke kelas duluan yaa"
"Hmm... " hanya itu jawaban Jio
Jefri pun ke kelas
Setelah sampai di depan kelas dia melihat yuri bersama Dimas dan teman-temannya menuju belakang sekolah namun sepertinya ini hal yg membahayakan bagi yuri terlihat cara Dimas menarik tangan yuri
Jefri pun membuntuti mereka
Jefri mengintip diam-diam dan melihat mereka dari kejauhan
Namun Jefri tidak bisa mendengarkan apa yg mereka bicarakan
Tiba-tiba Jefri melihat yuri berlari ke arah nya namun sepertinya yuri tidak tahu kalau ada Jefri di sana
Yuri berlari tanpa melihat ke sekitarnya sehingga dia menabrak dada Jefri
"Ehh... Maaf.. " kata yuri yg belum berani menatap orang yang di tabraknya
"Lu ngapain tadi? " tanya Jefri
Yuri mengangkat kan kepalanya dan menatap mata Jefri begitu juga sebaliknya
"Jefri? Gw... Lu daritadi di sini? "
Jefri mengangguk
Yuri menolehkan kepalanya ke belakang kemudian menatap Jefri
"Nggak baik bicara disini.. Yukk ke kelas" kata yuri sambil menarik tangan Jefri
Mereka berdua pun ke kelas
Jefri dan yuri pun duduk bersebelahan
"Apaan yuri.. Cepat katakan"
"Jefri gw... Dulu gw sama dimas dekat banget kek adik-kakak gitu... Dia selalu buatin hadiah buat gw pokoknya dia baik banget.. Tapi... Maaf ya... Setelah kedatangan lu dan teman-teman lu dia jadi berubah sama gw.. Terus dia tadi bilang gw harus menebus kebaikan dia dulu... Yaa kata dia kalau gw nggak bisa menebus kebaikan dia dulu... Gw harus jadi pacarnya... Hmm.. Gw.. "
Omongan yuri pun terpotong dan menatap Jefri yg kini menatap nya
"Terus kenapa? Lu nggak mau jadi pacarnya? " tanya Jefri
Yuri menatap Jefri kemudian menatap meja di depannya
"Gw nggak bisa cerita sama lu Jefri.. Maaf ya"
"Lu anggap gw apaan? " tanya Jefri
Yuri menutupi wajahnya dengan buku
Kemudian yuri menyingkirkan buku di wajahnya sambil meraba-raba matanya
"Jefri.. Gw belum bisa cerita sama siapa-siapa.. Bahkan teman-teman gw pun belum ada yg tau"
Jefri menatap yuri kemudian dia menatap tempat duduk Jidan
. ......
(Waktunya pulang)
"Mau bareng gw yuri? " kata Jefri
"Nggak, makasih"jawab yuri sambil berjalan keluar kelas
Jefri menatap Jidan
" Jidan bareng gw yukk" ajak Jefri
Jidan hanya menganggukkan kepalanya
"Jio mana ya? " tanya Jidan
"Dia dah pulang bareng yura" jawab Jefri
"Yura? " Kata Jidan
Jefri hanya menganggukkan kepalanya dan menarik tangan Jidan
"Yukk ah pulang" ajak Jefri
........
(Malam harinya)
Jidan ke rumah Jio namun di tengah jalan dia ketemu yuri dan yura
Jidan menghampiri mereka
"Lagi pada ngapain? " tanya Jidan
Mereka menatap Jidan yg kini menghampiri nya
"Lagi main lu sendiri sedang apa? " kata yuri
"Gw mau main ke rumah Jio" jawab Jidan
"Emang jio ada di rumahnya?" tanya yura
"Hmm... Dia tadi nyuruh gw ke rumah nya"
"Kok gw telpon gak di angkat" gumam yura namun masih terdengar oleh yuri
"Lu ngapain telpon Jio? " tanya yuri
"Nggak... " jawab Yura dengan tersenyum
....
"Gw duluan yaa" pamit jidan
Mereka mengangguk
Jidan pun melanjutkan perjalanan nya
Ke rumah Jio
......
Sesampainya di rumah jio
"Jio.. Lu ada di rumah? " tanya Jidan
"Ada ...Yukk masuk" ajak jio sambil membukakan pintunya
"Jefri lu dah ada disini? " tanya Jidan
Jefri hanya menganggukkan kepalanya
"Gw tadi liat yura dan yuri di jalan? "
"Lagi ngapain? " tanya Jefri
"Nggak tau.. Tapi bilangnya lagi main"
"Di jalan mana Jidan? " tanya Jefri lagi
"Di.. Lu ngapain sih tanya-tanya segala" kata Jidan
....
"Gw kesana dulu" pamit Jefri
Jefri mengambil kunci motornya dan pergi meninggalkan rumah Jio
"Kenapa sihh itu orang? " tanya Jidan ke arah Jio
Jio hanya mengangkatkan bahunya
....
Jefri pergi ke jalanan yg tadi di tunjukin Jidan tak berapa lama dia melihat yura dan yuri sedang berjalan di trotoar yg agak sepi
Jefri segera menghampiri mereka berdua
Tin.. Tin...
Jefri menyalakan Klakson
Yuri dan yura segera menolehkan kepalanya ke belakang dan mereka melambaikan tangan nya
"Jefri kah? " tanya yura berbisik ke arah yuri
Yuri menganggukkan kepalanya
Jefri turun dari motornya
"Hi mau pada kemana? "
__ADS_1
"Mau pulang" jawab yuri