There'S Of Us Schools

There'S Of Us Schools
SCHOOL HARD (part7)


__ADS_3

"Ya terserah lu lah... Kalau lu di suruh ke belakang sekolah ya kebelakang sekolah lah... Tapi kalau lu mau ikut gw harus sekarang berangkatnya karena disana Vano sudah nungguin kita" ujar yuri


"Mmm... Gw ikut lo aja dehh....yukk"


"Lu bilang dulu sama Jidan takutnya itu penting" kata yuri


"Tapi kan kita lagi buru-buru" ujar Yura


"Iya... Ehh... Sama Jefri aja bilangin" ujar yuri sambil menatap Jefri yang sedang memarkirkan motornya


Yura menghampiri Jefri


"Jefri.... Maaf dong bilangin sama Jidan kalau gw nggak bisa ke belakang sekolah nya"


"Dimana Jidan nya? " tanya Jefri


"Nggak tau lah... Mungkin masih di belakang sekolah" ujar Yura


"Ya nanti gw bilangin" sahut Jefri


"Sekarang lah Jefri" ujar yura


Jefri mengambil hpnya dan menelpon Jio


"Jio..."


"Apa Jefri? "


Jawab Jio dari seberang telpon


" lu sama Jidan nggak? " tanya Jefri


"Iya...kenapa?"


"kata yura nggak bisa ke belakang sekolah nya karena dia di suruh pulang cepat"


"lu sama yura..??" Tanya Jio


"nggak... Tadi gw ketemu terus dia bilang gitu"


"oh yaudahh"


Jefri pun mematikan telponnya dan pulang ke rumahnya


.......


Yura dan Yuri ke rumah Yeri


"Yuri... Emang yeri nggak pulang bareng sama Vano" ujar Yura


"Nggak tau"


......


Mereka pun sampai di rumah yeri


"Ada apa? " tanya mamanya yeri


"Maaf ma.. Ada yeri nya nggak? ... Kita mau main nih" ujar yuri


"Oh ada bentar ya" mamanya yeri pun masuk ke dalam rumahnya


Tak berapa lama yeri muncul di balik pintu


"Yeri... " panggil yura


Yeri menghampiri yura dan yuri


"Ada apa? " kata yeri


"Lu kenapa pulang duluan? " tanya yuri


"nggak... Kalian ngapain ke rumah gw kok kalian nggak chat gw dulu"ujar yeri


"kami mau main... Tapi mainnya jangan di sini.. " sahut yuri


"Terus dimana dong? " tanya Yeri


"Di taman bunga sebelah Minimarket... Mau nggak? " ujar yuri


"Yaudahh bentar... Gw pamit dulu" kata yeri sambil memasuki rumahnya


Tak berapa lama yeri sudah kembali ke teman-temannya


Mereka pun berjalan kaki karena dekat cuman bebarapa langkah saja


"Yeri.. Lu tadi pulang sama siapa? " tanya yura


"Gw pulang sama Dino... Karena kebetulan dia ketemu sama gw"


"Ohh kenapa lu nggak bareng sama Vano? " tanya Yuri


"nggakpp" jawab yeri singkat


Dan mereka pun sampai ke Minimarket


........


Sementara di sekolah


"Yahh... Ko yura gitu ya? " kata Jio


"Yaudah... Kita pulang aja... Masih banyak waktu... Yukk" ujar Jidan


Jidan dan Jio pun ke parkiran


"Jidan nanti main ke rumah gw...Sama Jefri ya" ujar jio setengah berteriak


Jidan hanya mengacungkan ibu jari tangannya


Mereka pun pulang


......


Di Minimarket


"Yura, yeri lo tunggu di sini... Gw ke toilet dulu" ujar yuri


Mereka berdua hanya mengangguk


Yuri ke toilet dan menelpon Vano


"Hallo Vano" ujar yuri


"Ya... Sudah sampai kah?" tanya Vano


"Sudah.. Lu sebelah mana? "


"Gw dekat taman bunga matahari"


"Ok gw kesana ya dah dulu"


Yuri pun kembali ke teman-temannya


"Yuk kita ke taman" ajak yuri sambil menarik tangan teman-temannya


Mereka pun sampai ke taman matahari


Yeri menatap Vano


"Lo... Vano sama siapa? " tanya yeri sambil menatap teman-temannya


Mereka hanya mengangkat kan bahunya dan mereka pun menghampiri Vano yang sedang menatap nya


Mereka pun duduk


"Lu sama siapa Vano? " tanya Yeri


"Nggak sama siapa-siapa" jawab Vano datar


Yuri meraih hpnya


"Hei semuanya gw pulang duluan ya.. "


ujar yuri


"Lah kok lo gitu" kata Yeri


"Gak tau gw juga... Tapi ini mama gw nyuruh gw pulang sekarang"


"Yaudah hati-hati" sahut yeri


"Yuri gw ikut" ujar yura


"Kenapa lu? " tanya yuri


"Ya... Kalu gw disini... Gw jadi nyamuk dong" ujar yura membuat Vano mengangkat kan ujung bibirnya


"Yaudahh yukk... Dah... Yeri kami pergi dulu" pamit yuri


Yuri dan yeri pun pergi


"Lah yuri nggak asik mama lu mah" ujar yura


"Kenapa mama gw? " tanya yuri


"Ya nyuruh lu pulang padahal kita lagi asik berkumpul"


"Kata siapa... Mama gw nggak ada apa-apa " sahut yuri


"terus tadi siapa? " tanya yura


"Bukan siapa-siapa... Gw nya aja pengen segera pulang" ujar yuri


"Iih... Kok lu gitu ".


......

__ADS_1


Yuri dan yura pun pulang ke rumah masing-masing


.......


Di taman


"kok jadi cuman kita berdua"kata yeri


"emang lu maunya ada siapa? " tanya Vano


"Nggak ada" jawab yeri


Yeri menatap Vano yang sedang menatap ke arah bunga sakura


"Kok Vano sikapnya beda ya? " batin yeri


"Yeri.. " panggil Vano


"Hm.. " jawab yeri


"Lu... To the point aja... Ini maksudnya apa? " kata Vano sambil menyodorkan sebuah surat tadi


"Apaan? " ujar yeri sambil meraih surat itu


Seketika yeri melebarkan bola matanya


"Lu... Dapet.. Dari mana?" tanya yeri


"Dari hati lo... " jawab Vano dengan datar


"Ini.. Bukan tulisan gw Vano" ujar yeri


"Oh ya? Tapi ini apa? " kata Vano sambil memperlihatkan video yang ada di hp temannya tadi


Yeri meneguk salivanya sambil menatap HP Vano


"Vano gw..."


"Udah- udah... Gw nggak butuh lagi cewek macam lo yeri... Gw nggak ngira kalau lu mau melakukan ini... Yeri sebaiknya kita temenan aja... Gw nggak suka dengan sikap lo...dan Berhentilah berbicara dengan gw"


Vano berdiri dari duduknya dan meninggalkan yeri yang sedang menatap surat itu


"Kok.... Bisa ketahuan sihh" gumam yeri


Orang-orang yang ada disana menatap nya


Yeri tersadar ternyata ada banyak orang yang sedang memperhatikannya


Yeri pun bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan taman bunga


........


Malam harinya


"Jidan lu tadi ajak yura ke belakang sekolah mau ngapain? " tanya Jio


"nggak, kepo lu akh" jawab Jidan


"kita kan teman , Jidan" kata Jio


"kalau gw kasih tau kalian mau membantu gw kah?? " ujar Jidan


Jio mengangguk kan kepalanya


"lu jangan marah yaa Jio"


"kok ke gw... Emangnya apaan?? "


"gw suka sama yura... Tapi gw malu sekaligus takut sama lu karena lu dulu pacar yura" ujar Jidan membuat Jio menampar nya


"apaan sih lu..." kata Jio


"teruss jidan?? " tanya Jefri


"gw mau kalian membantu gw gimana?? Tapi lu jangan marah Jio"


"apaan sih lu... Gw juga nggak suka yura... "Ujar Jio


"terus lu suka siapa??" tanya Jefri


"gw suka sama yeri.. " ujar Jio


"hah..??. Serius lu" kata Jidan


"masih ada pawangnya woyy" sahut Jefri


"nggakpp gw mau nunggu aja" ujar Jio


"kasian" kata Jefri dengan nada mengejek


"lu suka siapa?? " tanya Jio sambil menatap Jefri


"gw suka cewek" jawab Jefri


"iyaa siapa??? " tanya Jidan


"kita serius Jefri" ujar Jio


"gw menyukai cewek selain yura dan yeri" kata Jefri


"ya kan banyak bego" ujar Jio


"yg gw kenal sihh.. Mereka bertiga berteman jadi siapa yg belum kalian sebut?? " kata Jefri


"ohhh... " jawab mereka berbarengan kemudian tertawa


"yaa kami tau... Kenapa nggak langsung lu pacarin Jefri? " tanya Jio


"gw rasa itu terlalu capat.. Jadi gw mau nunggu kalian dulu"


"yaudahh jidan lu duluan... Kita  siap membantu yaa jefri" ujar Jio


Jefrimenganggukkan kepalanya


"nanti gw paling akhir pacarannya" kata Jefri


(Jidan an Jio saling tatap dan menghela napas)


"ya iya.. . Malu-maluin lu akh ujar Jio


" maksudnya?? " tanya Jefri


"nggak ah yukk tidur" ajak Jio


(Mereka bertiga tertidur)


.........


Yuri menelpon yura


"Yura? "


"Ya gw... Apaan?" tanya yura di seberang telpon


"Yura... Besok kita lari pagi yuk.. Besok kan libur" ajak yuri


"Ayuk aja gw mah" kata Yura


"Deal yaa... " ujar Yuri


"Ya oke cuman kita berdua kah? " tanya Yura


"Nggak ajak lah yeri"


"Ya... Ok.. Siap"


Setelah lama menelpon akhirnya mereka tertidur


.........


Keesokan harinya


Yuri sudah ada di halaman rumah yura


"Yuk... " ajak yura sambil menarik tangan Yuri


"Yukk... Kita ke rumah yeri dulu yukk... Nanti kita main dulu... Ok"


Yura hanya menganggukkan kepalanya dan mereka pun sampai ke rumah yeri


"Yeri nya ada ma? " tanya yuri ke arah mama yeri


"Ooh ada bentar yaa"


Sebelum mamanya masuk yeri sudah keluar terlebih dahulu


"Ehh... Baru aja mau di panggil" ujar mamanya yeri


Yeri hanya tersenyum dan menghampiri yura dan yuri


"Yeri... Kita lari pagi yukk... Mumpung masih Gelap nih" ajak Yura


"Gw lagi malas teman-teman" ujar yeri


"Yahh kok gitu..nggak asik dong kalau nggak ada lu yeri" kata yuri


"Ya yeri... Please.. Ikut lahh" ujar Yura


"Yaudahh yukk" sahut yeri sambil meraih sepatunya


Mereka berdua tersenyum


........


Mereka pun lari pagi ke alun-alun kota itu


Sesampainya di alun-alun kota

__ADS_1


Mereka bertemu sama Jidan yang sedang menaiki skateboard


Jidan menghampiri mereka


"Hi.. " sapa Jidan


"Hi.. " jawab mereka sambil tersenyum


"Lu sendirian aja Jidan? " tanya Yeri


Jidan hanya menganggukkan kepalanya sambil menaiki skateboard


"Kemana yang lainnya? " tanya yuri


"nggak tau" jawab Jidan tanpa menolehkan kepalanya ke arah mereka


"Duduk sini dulu ah" ajak yura


Mereka pun duduk


"Kalian kok duduk... Bukannya kalian mau olahraga" ujar Jidan


"Duduk dulu ah capek.. Kita kan Kesininya lari-lari.. " ujar yeri


"Kenapa lari- lari? " tanya Jidan


"Ya kan namanya juga lari pagi" ujar yuri


Mereka tertawa


Tiba-tiba mereka melihat Vano bersama beberapa perempuan dan juga beberapa laki-laki


"Itu Vano kan? " tanya Jidan


Mereka hanya mengangguk sambil terus menatap Vano yang sedang berjalan ke arah timur


"Kok...? " Jidan menatap yeri


Yeri hanya tersenyum


"Lu bukannya pacarnya Vano? " tanya Jidan


"Nggak ,bukan" jawab yeri sambil menggelengkan kepalanya


Mereka menatap yeri


"Lu sama Vano udahan? " tanya yura


Yeri hanya mengangguk


mereka saling tatap


"Kenapa bisa putus? " ujar Jidan


"Perlu gw ceritain nih" kata Yeri


"Perlu lahh kita kan bestfriend" kata Yura


"Gw... "


Mereka menatap Yeri


"Gw akhir-akhir ini menyukai Jefri dan Gw pun mengirim surat ke Jefri namun ternyata Vano mengetahuinya, jadi sebelum sampe tuh surat, Vano nya dah bilang kita temenan aja dan juga dia ngelarang gw untuk bicara sama dia" ujar Yeri


"Ooh... Kenapa lu menyukai Jefri? " tanya Jidan


"Karena dia terlalu tampan, terlalu baik, terlalu imut... Pokoknya banyak dehh" Jawab yeri


"Ooh.. Tapi jika Jefri nya nggak suka lu gimana? " tanya Jidan lagi


"Nggakpp gw nggak bakalan maksa kok" ujar yeri


......


Hari sekolah pun tiba


Jidan menghampiri Jio sama Jefri


"Jio... Gw mau ngomong... " ujar Jidan


"ngomong aja Jidan" kata Jio


"Jio gw kemarin kan lari pagi sama yuri, yura dan yeri.. Ketika kami sedang istirahat kami melihat Vano sama teman-temannya dan juga beberapa perempuan terus gw tanya sama yeri.. Bukannya lu pacarnya yeri? Tanya gw... Kata dia bukan.. Pokoknya intinya.. Dia dah putus sama Vano.... Perasaan gw ini pasti kesempatan lo Jio"


"Lu serius Jidan? " tanya Jio


"Ya gw serius... Tapi lu jangan senang dulu karena kata yeri cowok yang dia sukai itu namanya.... "


Mereka berdua menatap Jidan dengan penasaran


" kata yeri dia menyukai Jefri "


Jidan mengakhiri perkataan nya dengan suara tertekan


Jio sama Jefri hanya saling tatap


"Maksud lo? " tanya Jefri sambil menatap Jidan


"Yaa... Yeri itu sukanya sama lu Jefri" jawab jidan


Jefri menatap jio begitu juga sebaliknya


"Tapi... Tenang Jio... Gw nggak suka Yeri kok" ujar Jefri


"yaa.. Jio siapa tau kalau lu nembak dia, dia jadi beda perasaan" kata Jidan


"tapi..... " ujar Jio


"kenapa?? " tanya Jefri


"dahlah lu aja jidan yg duluan... " kata Jio


Jidan menatap Jefri dan Jio dengan datar


"lu aja Jefri duluan" sahut Jio


"gw kan dah bilang.. Gw paling akhirr" ujar Jefri


"udah yukk ah... Masuk dah bell tuh" kata Jidan


(Mereka bertiga masuk kelas)


......


Guru datang


Selesai meng absen guru pun membagikan soal matematika


"ok anak" sekarang kita ada soal matematika... Bpk mohon jangan berisik dan jangan menyontek.... Ok... Semuanya bpk serahkan ke ketua kelas.. INGAT...!! Jangan berisik bpk ke ruang guru dulu" sahut pak guru


"baik Pak" jawab murid-murid


Seketika kelas hening


Beberapa kali Jidan melirik ke arah Yura, namun Yura tak menyadarinya


Yura terus pokus ke arah soalnya


Jidan menulis surat untuk yura dan melemparkannya ke arah yura


Namun Dino yg duduk di belakang segera mengambil surat itu dan membuka lipatan kertasnya lalu membacanya dengan suara keras


"YURA GW JIDAN... NANTI PULANG SEKOLAH KE BELAKANG DULU YAA" sahut Dino lalu menatap Jae


"Jae... "


Jae menatap Dino begitu juga sebaliknya


"Lihat nihh" sahut Dino sambil mengangkat kan suratnya


Jae menatap Jidan, Jidan hanya tertunduk


Jio menatap Jae kemudian menatap Dino


"Dino duduk lo" ujar Jio


"Iih.. Membela yaa" kata Dino sambil tersenyum sinis


"Udah-udah,,, berisik... Jidan, Dino nanti ikut gw yaa" sahut Jae


"Dia juga dong" ujar dino sambil menunjuk ke arah Jio


Jio menatap Jefri kemudian tersenyum


"Awalnya lu kan? " ujar jio


Dino menatap jio


"Ngapain lu ikut- ikutan"


Jae berdiri dari duduknya sambil menatap Jio dan Dino yang sedang bertengkar


"Dino..!! Jio..!! Udah... Kerjaan soal kalian...!!!!"


Seketika kelas hening kembali


.........


(Waktunya istirahat)


"Jidan... Dino... Hormat bendera sampai istirahat selesai" sahut Jae


........


**kalau kata kalian Yuri pantasnya sama siapa? **


lanjut gak nih?

__ADS_1


semoga pada suka yaa... thanks


__ADS_2