There'S Of Us Schools

There'S Of Us Schools
SCHOOL HARD (part27)


__ADS_3

"Nggak.. " jawab yuri dengan gugup


Tiba-tiba HP jefri berdering


Jefri mengambil HP di sakunya


"Hallo Jio.. "


"Lu dimana? Sebentar lagi kelas di mulai lu cepetan ke sini..! " sahut Jio


"Hmm... " jawab jefri sembari mematikan telponnya


Jefri terbangun dari rebahan nya dan menatap yuri


"Masuk yuk.. " ajak Jefri


"Duluan aja.. " jawab yuri


"Kenapa? Kita kan sekarang pacaran?! " ujar Jefri dengan tersenyum


Yuri hanya tersenyum kecil


"Iya... Tapi lu duluan ke kelasnya nanti gw nyusul... " ujar yuri sambil mendorong lengan Jefri


"Yaudah... Gw duluan.. " sahut Jefri sambil pergi meninggalkan yuri


Jefri segera ke kelasnya


"Lu habis darimana?! " ujar jio sambil menatap Jefri yang baru saja duduk di kursinya


"Gw? Habis dari perpustakaan..! " jawab Jefri dengan santai


"Bohong lu?! " ujar jio dengan tersenyum


"Iya bohong... " sahut Jefri tanpa melirik ke arah jio


"Ih anjirr... Apaan sihh... Lu gaje banget..! " ujar jio dengan kesal kemudian ia mengalihkan wajahnya ke depan dan menatap papan tulis


Yuri masuk ke kelasnya dan duduk sebelah Jefri namun mereka tetap saling cuek


Jefri mengambil HP-nya dan ia menulis sesuatu di HP-nya kemudian ia menatap  yuri


"Yuri... " bisik Jefri


Jefri menatap Jefri begitu juga sebaliknya


"Ambil nih.. " ujar Jefri sambil memberikannya HP


Yuri mengambil HP itu


"*yuri nanti pulang sekolah main yuk ?! *" ia membaca apa yang Jefri tulis


Kemudian yuri membalasnya dan menaruh hpnya di hadapan Jefri


Jefri mengambil HP itu


"Nggak, takut ada yang marah! " ujar Jefri dengan suaranya yang kecil membuat yuri menatapnya dengan tajam


"Siapa? Kagak bakalan ada yang marah kok! " bisik Jefri tanpa menatap ke arah yuri


"Ada.. " jawab yuri dengan ketus namun tetap dengan suaranya yang kecil


"Siapa?! " sahut Jefri sambil menatap yuri dengan tersenyum


Dino yang ada di belakang mereka hanya menatap mereka dengan bingung


"Yuri...?! " ujar dino membuat Jefri dan yuri menatapnya kemudian Jefri segera mengalihkannya


"Kenapa?! " sahut yuri


"Nggak... Gw cuman mau ngasih tau... Kalau lu daritadi di perhatiin terus sama mawar... " ujar dino dengan suaranya yang kecil


Jefri segera menatap mawar namun mawar segera menolehkan kepalanya ke arah aldi teman sebangku nya


Yuri pun sama ia menatap ke arah mawar dengan sekilas kemudian ia segera menatap ke arah papan tulis karena di sana berdirilah seorang guru


"Oke murid-murid sekarang kita mulai pembelajarannya...!! " ujar pak guru


Semua murid pun siap dengan belajarnya


Beberapa saat kemudian


Waktunya pulang


Jefri menghampiri Jae dan duduk sebelahnya


"Jae... Lu mau ke R, OSIS dulu nggak...?! " ujar yuri


Jae hanya mengangguk sambil menatap Jefri


"Oke... Gw ikut yaa... " ucap Jefri


"Mau apa lu?! " sahut jae


"Nggak... Jae... Lu bisa bantuin gw nggak?! "


"Bantuin apa?! "


"Sekarang gw ikut lu ke R, OSIS nanti lu telpon yuri buat ke R, OSIS tapi jangan bilang itu suruhan gw...gimana?! "


Jae hanya mengangguk paham


"Yaudah...lu kapan ke R, OSIS nya?! " sahut Jefri


"Sekarang yuk... " jae berdiri dari duduknya dan berjalan mendahului Jefri


Jefri berjalan menyusul jae namun jio segera menahannya


"Jefri... Lu mau kemana?! "


"Gw? Ke R, OSIS.. Kenapa?! "


"Ouh... Tumben.. Ngapain?!"


"Kepo lu... " jawab Jefri acuh tak acuh


Jefri segera berjalan meninggalkan jio


Jio hanya menatapnya dengan tatapan aneh


Jefri dan Jae duduk di R, OSIS


Jae mengambil HP-nya


"Yuri... "


"Hmm.. Ya?! "


"Lu dah pulang belum?! " ujar jae


"Mm... Belum.. Kenapa??! "


"Ke R, OSIS dulu ya..? "


"Ngapain?! "


"Mm... Tungguin gw.. Nanti kita pulang bareng... " sahut jae sambil menatap Jefri dengan tersenyum namun Jefri hanya menatapnya dengan santai


"Mm... Tapi... " ujar yuri tak melanjutkan perkataannya


"Kenapa?! "


"Gw ada janji sama Jefri..! " sahut yuri membuat jae dan Jefri saling tatap dan tersenyum


"Ouh... Lalu lu disana sama Jefri?! "


"Nggak... Dia nggak ada disini.. " jawab yuri


"Yaudah lu kesini... Nanti bareng gw pulangnya... "


"Mmm... Nggak usah gw bareng dino aja " putus yuri membuat Jefri melebarkan matanya


"Nggak... Yuri lu kesini dulu... Gw ada kejutan! " sahut jae sambil tertawa kecil


"Kejutan? Kejutan apa?! "


"Yaudah makanya lu cepetan kesini... "

__ADS_1


"Hmm... Yaudah gw kesana..! " ujar yuri sembari mematikan telponnya


Beberapa saat kemudian


Yuri sampai di R, OSIS


"Jae... " ujar yuri sambil duduk di kursi sebelah jae


"Ya..?! " ucap jae tanpa melirik ke arah yuri


"Jae... Dika nya nggak ada...? "


"Udah pulang.. " jawab jae dengan santai


"Tapi itu ada suara yang membuka kertas di ruangan sana... Siapa?! "


"Nggak tau... "


"Ihh... Lu nggak takut jae sendirian disini?! " 


"Takut kenapa?! "


"Tadi lho ada suara orang membuka buku dan sekarang ada suara pulpen jatuh dari meja tapikan nggak ada angin nggak ada apa?! "


"Coba lu lihat.. " suruh jae dengan tersenyum


"Nggak ahh takut... " jawab yuri dengan tersenyum


"Nggak mau kejutannya??! " ujar jae sambil menatap yuri


"Memangnya apa sih kejutannya?! "


"Makanya masuk dulu ke ruangan sana dan cari apa yang membuat pulpen jatuh dari meja dan suara buku yang di buka.! "


"Hmm... Tapi bukan apa-apa kan?! "


"Mmm... Nggak tau... Zombie kali.. "


"Iiih... Nyebelin lu... Pastinya ada dika di sana! "


"Ya... Kalau ada dika.. Coba lu panggilin.. Nyahut nggak...?! "


Yuri berjalan ke ruangan itu ia membuka pintunya dan ia tak menemukan siapa pun


"DIKA....!! " teriak yuri sambil menatap ke seluruh ruangan


Ia berjalan menghampiri pulpen yang jatuh tadi kemudian mengambil pulpen itu


Ketika ia membungkuk dan mengambil pulpen Jefri muncul di belakangnya


"*siapa itu di belakang gw? *" batin yuri kemudian ia berdiri kembali dan meletakkan pulpen itu di atas meja


Yuri menolehkan kepalanya ke belakang namun ia tak melihat apa-apa


"*anjirr.. Sumpah tadi gw lihat seseorang disini.. *" batin yuri dengan merinding


Ia kembali menatap ke depannya dan ia melihat seseorang membuatnya menjerit


"Aaa.... Mama... " teriak yuri sambil berlari ke arah pintu namun ternyata pintunya di kunci oleh Jefri


"Jae.... Tolongin gw....!!!! " teriak yuri sambil menggedor pintunya


Jefri hanya menahan senyumannya kemudian ia menghampiri yuri dan memeluknya


"Yuri ini gw... " ujar Jefri dengan suaranya yang kecil


Yuri terdiam kemudian ia menatap ke belakangnya


"Kok lu ada disini?! " ujar yuri


Jefri hanya tersenyum


"Iya... Memang gw disini daritadi juga... "


Yuri hanya menghela napasnya


"Ouh... Lalu kenapa lu nakut-nakutin gw?! " ujar yuri dengan kesal


"Yaudah maaf...Gw kan nggak tau kalau lu itu penakut.. " ujar Jefri dengan tersenyum


Yuri hanya tersenyum di sebut penakut


Jefri membuka kuncinya dengan sebelah tangannya karena yang satunya lagi menggenggam tangan yuri


Setelah terbuka mereka pun keluar namun mereka tak mendapati jae di mejanya


"Kemana jae?! " ujar yuri


Jefri hanya mengangkat kan bahunya


"Yaudah yuk pulang... " sahut Jefri sambil menarik tangan yuri yang daritadi ia genggam


Mereka pun keluar dari R, OSIS


Jefri segera mengunci ruangan itu


Mereka pun ke parkiran


"Main dulu yuk... " ujar Jefri


Yuri hanya mengangguk pelan


"Tapi jangan jauh-jauh ya.. Gw fobia kejauhan...kalau jauhnya ke Korea Selatan sihh nggak takut " sahut yuri membuat Jefri tertawa


"Lalu yang membuat lu takut itu ke mana?! " ujar Jefri


"Seperti... Rumah lo.. Up's... Haha" jawab yuri sembari tertawa kecil


Jefri hanya tersenyum


"Takut apa ke rumah gw?! "


"Nggak ada... Udah jangan dibahas kita pulang aja yuk.. "


Jefri hanya mengangguk


Mereka pun menaik motor bersama dan pergi ke salah satu pantai di kota itu


Mereka pun sampai di pantai yang indah mereka duduk bersebelahan


"Indahnya..... " puji yuri sambil menatap langit kemudian menatap pantainya


"Hm... Lebih indah lagi karena perginya dengan orang yang dicintai bukan? " ujar Jefri dengan tersenyum


"Hmm... Benar.. Tapi itu bagi lo ya..?! "


"Iya... Bagi gw indah... Selain langitnya cerah gw juga pergi bersama orang yang gw cintai "


Yuri hanya tersenyum miring


"Jefri... Memang mama lo nggak nyariin lo?! " ujar yuri sambil menatap Jefri


"Nggak... Gw kan sudah izin sama mama kalau gw telat pulangnya... "


"Terus... Mama lo nanya kenapa dong..? "


"Hmm... Mama bilang kenapa? Gw cuman bilang mau main bareng ketua kelas.. " jawab Jefri dengan tersenyum


"Kenapa lo nggak bilang mau main sama gw?! " tanya yuri


"Hm..?? Kan tadi gw mainnya sama Jae.. " jawab Jefri


Yuri hanya tersenyum


"Yuri... Apa lo berharap kita akan bersama kembali..?! " ujar Jefri dengan serius


"Tidak... " jawab yuri dengan singkat


"Lho? Kenapa?! " sahut Jefri dengan nadanya yang marah


"Karena... Percuma berharap kalau ternyata nggak bisa di harapkan... " jawab yuri dengan acuh tak acuh


Jefri hanya tersenyum


"Kata siapa?! " ucap Jefri sambil menatap yuri dengan tersenyum


"Nggak kata siapa-siapa... Tapikan itu benar...?! " ujar yuri sambil menatap Jefri pula

__ADS_1


Jefri memeluk bahu yuri


"Nggak benar yuri... Lu milik gw, gw nggak mau menikahi wanita selain lu... Lu paham?! " ucap Jefri dengan sedikit berbisik


Yuri hanya menampilkan senyuman terpaksanya


.......


Mawar ke rumah Jefri


"Hallo mah Jefri nya ada mah?! " ujar mawar dengan sopan


"Jefri? Belum pulang dari sekolah, katanya tadi dia mau main sama ketua kelas nya " sahut mama Amanda


"Ouh... Kira-kira kapan pulangnya mah?! " ujar mawar dengan berusaha tersenyum


"Nggak tau.. Mungkin bentaran duduk saja dulu mawar...! "


"Mm iya mah... Makasihh.... " ujar mawar sambil duduk di salah satu sofa kemudian ia menelpon Jefri namun Jefri tak menjawabnya


"*hhh... Kemana sihh dia? *" batin mawar


......


Hari mulai gelap


"Jefri pulang yuk.. " ujar yuri sambil menatap Jefri yang sedang duduk menatap pantai dengan tatapan kosong


"Jefri..?? " ujar yuri sekali lagi


Jefri menolehkan kepalanya ke arah yuri


"Pulang yuk... " ajak yuri


Jefri hanya mengangguk kemudian ia berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri tas sekolahnya begitu juga dengan yuri ia mengambil tasnya dan berjalan meninggalkan pantai


"Yuri... Ini sudah gelap gw nginep ya di rumah lo..? " ujar Jefri


"Apaan? Nggak... Lu nginep di rumah jae aja sana... Dekat ini.. " sahut Yuri


Namun Jefri tak menjawabnya ia terus menjalankan motornya ke arah rumah Yuri


Mereka pun sampai di rumah Yuri


Yuri turun dari motornya


"Jefri... Lu mau mandi dulu di rumah gw?! " ujar Yuri ia merasa kasihan sama Jefri


"Hmm... " sahut Jefri dengan menganggukkan kepalanya


"Yaudah yukk.... "


Yuri masuk ke dalam rumahnya


"Yuri... Gw ke rumah jae dulu... " ujar Jefri


"Ngapain?! "


"Katanya tadi nginep di rumah jae aja.. " sahut Jefri dengan tersenyum


"Ouh...gw becanda kok... Lu mandi aja disini.. Nanti pulang nggak ribet harus mandi dulu gitu... "


"Nggak ah... Gw mau ke rumah jae dulu.. "


Jefri segera ke rumah jae


Yuri hanya menatapnya dengan tersenyum


"Yaudah gw pesan makanan dulu... " gumam Yuri sambil memesan makanan di gofood 


Sambil menunggu makanannya datang ia pun duduk di sofa


"Hhh... Padahal gw juga belum mandi..! " gumam Yuri


Tak berapa lama pintu rumah Yuri terbuka membuat Yuri menatapnya


"Hi... " sapa Jefri membuat Yuri menatapnya dengan bingung


"Lho? Kirain siapa?! "


"Gw mau mandi yaa... " ujar Jefri sembari meletakkan HP-nya di meja


"Lu tadi ngapain ke rumah jae?! "


"Pinjam pakaian.. " jawab Jefri dengan singkat


"Ouhh.... " sahut Yuri dengan tersenyum


"Yuri... Bukannya lu belum mandi juga?! "


Yuri hanya mengangguk sambil tersenyum


"Ouh.. Nggak... Gw mandi duluan ya..oh iya gw pinjam handuknya ya " ujar Jefri sambil masuk ke kamar mandinya


Yuri hanya duduk kembali sambil memainkan hpnya


Tak berapa lama HP Jefri berbunyi membuat Yuri mengambilnya


"Hm... Mawar.. " gumam Yuri


"Nggak gw nggak boleh menyentuhnya... Nanti dia tau kalau Jefri ada di rumah gw... Gw kan nggak mau ribet... " ujar Yuri pada diri sendiri


Tiba-tiba ada suara orang mengetuk pintu


"Eh iya bentar... " sahut Yuri sambil berjalan menghampiri pintu dan membukanya


"Ini pesanannya mbak... "


"Iya makasihh bang.. " ujar Yuri sambil menutup pintu rumah nya


Ia segera duduk di sofa tadi


Kemudian ia kembali melihat HP-nya Jefri yang kini di penuhi notifikasi pesan masuk dari mawar dan mamanya


Yuri segera mengambil hpnya dan membacanya


Mawar :"Jefri... Lu dimana gw dari tadi nungguin lu tau? "


Mawar : "Jefri... Tolong jawab... "


Mawar :" Jefri gw di rumah lo.. Cepetan pulang gw ada ngomong sama lu"


Mama : "Jefri.. Sayang.. Kamu dimana... Mawar dari tadi nungguin kamu kasihan tau... Segera pulang yaa... "


Mawar :" Jefri... Lu masih belum membaca pesan gw... Lu lagi apa sihh jangan-jangan lu lagi bersama Yuri si pelakor? Jefri.... Jawab lahh... "


Mawar : "Jefri... Lu dosa nggak baca pesan dari mama lo.. "


Mama :" Jefri... Segeralah pulang... Kamu sekarang harus belanja buat nanti... Dua hari lagi kamu menikah sama mawar.. Jadi cepat temui dia, dia ada di rumah kita.. "


Yuri seketika melebarkan matanya


"Dua hari lagi?! " gumam Yuri dengan menahan airmatanya


Yuri kembali menaruh HPnya Jefri ia kacau dengan pikirannya sendiri


Ia menatap makanannya yang tadi ia pesan


"Gw sekarang jadi nggak laper! " gumamnya


Tak berapa lama Jefri muncul ia pun duduk sebelah Yuri


"Lu sudah mandinya?! "


Jefri hanya mengangguk pelan


"Nih makan dulu... " sahut Yuri


"Lu?! " ujar Jefri


"Gw mau mandi dulu... Lu makan aja duluan.. " ucap Yuri sambil berdiri dari duduknya dan berjalan ke kamarnya kemudian ia berjalan ke kamar mandi


Jefri mengambil HP-nya dan ia menatap HPnya yang penuh dengan pesan namun belum di baca karena tadi Yuri hanya membacanya tanpa membukanya


"Hmm... Bisa nggak sih... Jangan ganggu gw satu hari aja...! " gumam Jefri sambil membaca pesannya


Namun ia tak menjawab satu pesan pun ia kembali menaruh HPnya dan menatap makanannya

__ADS_1


"Haruskah gw makan duluan... " gumam Jefri sambil mengambil makanannya namun tiba-tiba ada suara orang yang mengetuk pintu


.......................................................................


__ADS_2