
Jefri kembali menaruh makanannya ia pun segera menghampiri pintu dan membukanya
"Kirain siapa? Sini masuk... " ujar Jefri sambil tersenyum
Jae hanya mengangguk
"Kemana Yuri nya?! "
"Lagi mandi... Kenapa?! "
"Ouh nggak... " sahut jae sambil duduk di sofa
Jefri kembali duduk berhadapan dengan jae
"Lu lagi makan Jefri?! " ujar jae
Jefri hanya mengangguk pelan
"Lu sudah makan jae?! "
"Sudah.. " jawab jae dengan singkat
Jefri segera makan makanannya
"Jefri lu mau nginap disini?! "
"Gimana nanti aja.. " jawab Jefri
"Apa mama lo nggak nyariin?! "
Jefri hanya menggelengkan kepalanya
........
Di rumah yeri
Bu Lily menghampiri jio yang sedang main dengan HP-nya
"Jio... Bisa nggak sekarang kamu belanja... Mama lupa kalau stok buah-buahan kita habis... " ujar bu Lily sambil duduk menatap jio
"Hmm... Iya mah tapi sekarang jam berapa mah?! " ujar jio tanpa menolehkan kepalanya ke arah bu Lily
Bu Lily menatap jam dindingnya
"Baru jam 07;35...belum tutup kan?! "
Jio hanya mengangguk pelan
"Iya jangan hanya ngangguk jio.. " sahut bu Lily
Jio hanya tersenyum
"Iya sini uangnya mah... " sahut jio sambil mematikan HP-nya dan menatap bu Lily
"Nih... Hati-hati yaa... Sekalian ajak yeri jalan-jalan.. Kasian daritadi dia di kamar mulu... "
"Siapa yang suruh diam di kamar mulu..?! " ujar jio sambil berjalan meninggalkan bu Lily
"Jangan gitu jio... Ajak dia jalan-jalan ya...?! "
Jio tak menjawab apa-apa ia hanya berjalan ke kamarnya
"Yeri... " ujar jio saat dia sampai di kamarnya
Yeri hanya menatap jio
"Lu lagi ngapain?! " ujar jio lagi
"Nggak... Kenapa?! " sahut yeri
"Anter gw ke mall... " ucap jio sambil mengambil jaketnya
"Mau ngapain ke mall..?! "
"Mau olahraga... Ya mau belanja lahh" ujar jio sambil menatap yeri dengan tersenyum
"Belanja apaan?! " ujar yeri dengan penasaran
"Lu nanya mulu... Ya kalau nggak mau antar nggakpp... " sahut jio dengan kesal namun tetap dengan tersenyum
Jio meraih kunci motornya dan berjalan menghampiri pintu kamarnya
"Gw ikut... " ucap yeri membuat jio menghentikan langkahnya kemudian menatap yeri
"Yaudah ayuk... "
"Bentar gw dandan dulu... " sahut yeri membuat jio melebarkan matanya
"Jangan lama-lama... " ujar jio sambil menyenderkan badannya ke daun pintu
"Hm... " hanya itu jawaban yeri
Tak berapa lama
"Yuk... " sahut yeri membuat jio menatapnya
"Yuk... " ujar jio sambil berjalan mendahului yeri
Mereka pun turun ke lantai bawah
Jio segera pergi keluar rumahnya dan menghampiri motornya
Namun tidak dengan yeri.. Ia menghampiri bu Lily
"Mah... Yeri pergi dulu yaa... " ujar yeri dengan tersenyum
"Iya sayang... Hati-hati ya... "
"Iya mah... " jawab yeri sambil berjalan ke luar rumahnya dan menghampiri jio
"Yuk berangkat... " ujar jio yang sudah lengkap dengan helmnya
Yeri hanya mengangguk
Kemudian mereka pun pergi ke sebuah mall Langganan bu Lily
Mereka segera masuk ke mall dan menghampiri barang-barang yang akan mereka beli
"Yeri... " ujar jio sambil menatap yeri yang sedang memperhatikan salah satu jam tangan disana
Yeri menatap jio
"Kenapa?! " ujar yeri
"Pegang tangan gw... " sahut jio sambil tersenyum
"Ih... Bucin... Ngapain coba...?! " ujar yeri sambil mendorong tangan jio namun jio hanya tersenyum
"Lu tau nggak... Lu sekarang bukan teman gw lagi... Lu istri gw yeri... " sahut jio dengan berbisik
Yeri hanya tersenyum
"Iya gw tau... Tapi nggak pegangan juga kali... " ujar yeri sambil mendorong tangan jio sekali lagi
"Memangnya kenapa?! " ujar jio tanpa menolehkan kepalanya ke arah yeri karena ia sedang mengambil makanan kesukaannya
"Jio... Meski kita sudah menikah... Tapikan kita harus tetap jaga jarak "
"Kata siapa?! " ujar jio dengan tertawa ringan
"Nggak kata siapa-siapa... Tapi buktinya kita sudah lama menyembunyikan pernikahan kita hanya demi semua orang jangan tahu ini bukan? Jadi kita tetap jaga jarak... Kalau kita nggak jaga jarak mungkin saja orang-orang akan mengetahuinya... Benar nggak?! "
Jio hanya mengangguk
"Yaudah yuk.. Lanjut kesana... " ujar jio sambil menarik tangan yeri membuat yeri melepaskannya
"Jio... Apa tadi gw bilang?! " ujar yeri dengan kesal
"Yeri.... Disini tidak ada orang yang mengenali kita... Paham lu?! " sahut jio sambil menarik tangan Yuri kemudian memeluknya dengan sebelah tangannya
Tanpa sepengetahuan mereka dimas daritadi mendengarkan perbincangan mereka dia juga memotret ketika jio memeluk yeri
"Apa mereka sudah menikah?! " gumam dimas sambil menatap kepergian jio dan yeri
"Gw nggak mengerti lagi dengan lu yeri?! " gumam dimas sekali lagi
Ia segera keluar dari mall dan ia segera pulang
.......
"Jefri... Lu mau pulang...?! " ujar jae
"Hm... Jam berapa sekarang?! "
__ADS_1
"Jam setengah delapan.. " jawab Yuri sambil menatap jam dindingnya
"Ouh... Tapi gw males pulangnya, gw sudah mau disini.. "
"Ih lu gaje... " ujar Yuri sambil menatap Jefri dengan datar
Jefri menatap Yuri
"Yuri... Gw lihat tangan lo coba?! " ujar Jefri sambil tersenyum
"Ngapain? Tangan gw normal kok.. " ucap Yuri dengan bingung
"Gw cuman mau lihat.. " ujar Jefri sambil menjulurkan tangannya
"Nggak... Lu ngapain sih Jefri...?! " ujar Yuri namun dia tetap tersenyum walau sebenarnya risih
"Yaudah kalau nggak mau gw nginep disini...! " sahut Jefri sambil menyenderkan badannya ke sofa
Yuri menatap jae begitu juga sebaliknya
"Lu aneh deh Jefri?! " ujar jae dengan tersenyum
Jefri hanya menatap jae dengan acuh tak acuh
"Lu kenapa sihh?! " ujar Yuri sambil menatap Jefri dengan tersenyum
"Makanya sini dulu tangannya! " ujar Jefri dengan kembali menjulurkan tangannya
Yuri memberikan tangannya namun tatapannya tetap bingung
Jefri hanya tersenyum kemudian ia kembali menegakkan badannya
Jefri mengambil sesuatu di sakunya dan memakaikannya ke jemari Yuri
Yuri hanya melebarkan matanya begitu juga dengan jae namun jae segera menahan senyumannya kemudian mengalihkan perhatian nya
Jefri menatap Yuri
"Simpan baik-baik... Sampai kita bersama kembali... " ujar Jefri sambil berdiri dari duduknya kemudian ia meraih jaket dan kunci motornya
"Gw pulang... Dahh... " ujar Jefri sambil tersenyum
Jae dan Yuri hanya melambaikan tangannya
"Hati-hati Jefri...! " sahut jae
"Iya... " jawab Jefri dengan berteriak karena ia sudah ada di halaman rumah Yuri
Yuri menatap cincin yang baru saja Jefri pakaikan ke jari cantiknya
"*entah apa... Gw harus bahagia atau menangis.. *" batin Yuri tanpa terasa airmatanya mengalir ke pipinya membuat jae menghampiri nya
"Yuri...! " ujar jae
Yuri segera menghapus air matanya dan menatap jae dengan tersenyum
"Kenapa lu nangis?! " ujar jae dengan khawatir
"Nggak... " jawab Yuri dengan tersenyum
Jae hanya menatap Yuri dengan datar
"Jae tinggalin gw... Gw mau tidur gw ngantuk... " ujar Yuri
Jae segera berdiri dari duduknya dan menatap Yuri
"Oke gw pulang... Tapi lu jangan ngelakuin hal yang aneh-aneh ya..?! " ujar jae membuat Yuri menatapnya dengan tersenyum
"Nggak jae... Oh iya makasih... Lu sudah nemenin gw disini.. "
"Bukannya yang tadi nemenin lu itu Jefri ya?! " ujar jae dengan tersenyum
Yuri hanya menatap jae dengan senyuman paksanya
"Oke gw pulang ya... Dahh... " ujar jae sambil berjalan keluar dari rumahnya Yuri
Yuri hanya mengangguk pelan
Kemudian ia segera menghampiri ruang tidurnya dan ia segera merebahkan badannya dan ia pun tidur
.......
Keesokan harinya
"Yeri... Gw mau bilang sam lu tapi jangan disini...! " ujar dimas dengan datar
"Mmm... Oke... Dah Yuri... " ujar yeri sambil berjalan menyusul dimas
Dimas dan yeri pun pergi ke belakang sekolah
Yuri hanya menatap mereka dengan sekilas kemudian ia segera ke kelasnya
Yura menghampiri Yuri
"Yuri... Yeri masuk nggak?! "
"Masuk... " jawab Yuri dengan singkat
"Ouh... Terus kemana dia?! "
"Tadi pergi sama dimas..! " jawab Yuri membuat jio menatap mereka dengan sekilas
"*kok... Gw sakit hati yaa? Biasanya kan gw MM orangnya..! *" batin jio
. ...
Di belakang sekolah
"Dimas...mau ngapain kesini?! " ujar yeri sambil berjalan di belakang nya Dimas
Dimas menghentikan langkahnya dan menatap yeri
"Supaya lu nggak malu... " sahut Dimas membuat yeri menatapnya dengan bingung
"Malu? Maksudnya?! " ujar yeri
"Yeri... Gw nggak paham dengan sikap lo yang kebiasaannya hanya menyakiti seorang laki-laki... Gw tau lu sama jio sudah menikah... Tapi seenggaknya kasih tau gw dong.. Kalau gini kan berasa lu menipu gw... Gw nggak suka dengan sikap lu yeri... " ujar Dimas dengan to the point
"Maksud lu?! Kata siapa gw sudah menikah dengan jio..?! "
"Percuma berpura-pura yeri... Gw sudah tau semuanya.. Jadi gw sengaja bawa lu kesini... Supaya lu nggak malu karena... Gw mau hubungan kita sampai disini... Bahkan anggap saja kita bukan teman apalagi mantan pacar... Gw kecewa dengan lu yeri...! " ujar Dimas sambil pergi meninggalkan yeri yang sedang menatap pepohonan dengan tatapan kosong
Dimas segera ke kelasnya kemudian ia duduk di kursinya tiba-tiba dini menghampiri nya
"Kenapa lu?! " ujar Dino
Dimas hanya menggelengkan kepalanya kemudian menatap Dino
"Dino, tinggalin gw, gw lagi mau menyendiri..! "
"Hm.. " jawab Dino dengan anggukan kemudian pergi meninggalkan Dimas di kursinya
Dino duduk sebelah yuri
"Apa Jefri nggak masuk?! " ujar Dino
"Entah.. " jawab yuri
"Kan biasanya dia jam segini sudah ada di kelas...?! " ujar Dino
Namun yuri hanya mengangguk pelan
Tiba-tiba guru memasuki kelas nya
"Selamat pagi murid-murid.. "
"Selamat pagi bu...! "
Guru pun segera mengabsen semua murid
"Oke... Semua ada, berarti cuman Jefri sama Mawar yang nggak masuk...! " sahut bu guru membuat yuri menatapnya dengan penasaran
"*kemana mereka? Bukannya pernikahannya besok.. *" batin yuri
"Bu... " ujar jae sambil mengangkat kan tangannya
Bu guru menatap jae
"Kenapa mereka tidak masuk?! " ujar jae membuat jidan menatapnya
"*sejak kapan dia peduli sama Jefri? *" batin jidan
"Mm... Kalau Jefri bilang karena ia mau ke luar kota dan kalau mawar dia bilang sakit.. " jawab bu guru
__ADS_1
Jio hanya menatap bu guru dengan bingung
"*ke luar kota? Ngapain lu jef?? *" batin jio
Yuri hanya menyimak daritadi namun sebenarnya ia pengen menangis sekeras-kerasnya
Dino menatap yuri
"Yuri... "
Yuri menolehkan kepalanya ke belakang nya
"Apa lo sakit hati..?! "
"Pertanyaan konyol... " jawab yuri dengan isyarat bibirnya
Dino hanya tersenyum
.............
Mama Amanda sedang mengobrol bersama Bu Poppy (mamanya mawar)
Tiba-tiba mawar menghampiri nya
"Mah Jefri nya dimana?! "
"Mm... Di kamarnya sayang... Panggilin aja.. " ujar mama Amanda dengan tersenyum
"Iya mah makasih... "
Mawar ke kamarnya Jefri
"Jefri... Lu di dalem bukan?! " ujar mawar sambil mengetuk pintu kamar Jefri
Jefri yang sedang memainkan hpnya hanya menatap pintunya dengan tatapan kesal
"Jefri...?! " ujar mawar dengan mengeraskan suaranya
"Nggak di kunci...! " jawab Jefri dengan ketus
Mawar pun membuka pintunya
"Boleh gw masuk?! " ujar mawar dengan tersenyum
Jefri hanya menatapnya dengan sekilas
Mawar hanya memanyunkan bibirnya kemudian berjalan menghampiri Jefri dan duduk sebelahnya
Jefri menatap mawar
"Ngapain lu duduk disini?? " ujar Jefri
"Gw mau nemenin lu..! " jawab mawar
Jefri segera berdiri dari duduknya kemudian berjalan ke balkon kamarnya
Mawar hanya menatap dengan datar
"Jefri... Kenapa lu selalu menjauhi gw?! " ujar mawar dengan suaranya yang kecil namun Jefri tetap mendengar nya
Jefri kembali menatap mawar dengan senyuman sinis
"Tanya lah sama diri lo sendiri! " jawab Jefri
"Gw nggak mengerti maksud lu?! " ujar mawar
Jefri masuk ke dalam kamarnya kemudian meraih jaket dan kunci motornya
"Lu mau kemana Jefri?! " ujar mawar sambil berdiri dari duduknya
Jefri menatap mawar
"Ini bukan urusan lu mawar... ! " jawab Jefri sambil berjalan menghampiri pintu kamarnya
Namun mawar segera memanggilnya
"Jefri...! "
Jefri menghentikan langkahnya tanpa menatap mawar
"Bukannya pernikahannya besok.. Dan sekarang lu nggak boleh kemana-mana.. Banyak hal yang harus lu lakuin Jefri..! " ujar mawar lagi
Jefri kembali menatap mawar
"Kata siapa? Lu jangan mimpi yaa... Gw nggak bakalan menikahi lu mawar... Gw nggak menyukai lu... Paham!!! " ujar Jefri dengan tatapan tajamnya kemudian pergi meninggalkan mawar
Jefri segera ke luar dari rumahnya tanpa sepengetahuan keluarganya
Namun ketika ia sedang menyalakan motor satpamnya menghampiri nya
"Tuan.. Mau kemana?! " ujar satpamnya
"Saya mau ke rumah teman saya pak.. "
"Bukannya ini masih waktunya sekolah.. Mungkin saja teman tuan masih pada sekolah...! "
"Iya saya tau... Izinkan saya pergi pak..! "
"Tapi tadi nyonya bilang.. Tuan nggak boleh keluar! "
"Oh ya? Tapi saya akan tetap pergi..! " ujar Jefri dengan tersenyum kemudian menjalankan motornya meninggalkan rumahnya
Pak satpam segera menemui mama Amanda
"Nyonya...! ' ujar pak satpam
" kenapa pak?! "
"Itu... Tuan pergi dari rumah..! " ujar pak satpam sambil menundukkan kepalanya
"Jefri??! " ujar mama Amanda lagi
Pak satpamnya hanya mengangguk
"Kenapa nggak kamu cegah?! " ujar mama Amanda sambil berdiri dari duduknya
"Iya... Saya sudah mencegahnya tapi tuan pergi... "
"Ih... Kelakuannya Jefri... Malu-maluin..! " ujar mama Amanda sambil menatap bu Poppy dengan tersenyum
Bu Poppy hanya tersenyum
"Mungkin dia pengen menemui temannya dulu.. " ujar bu Poppy
"Yaa... Kan sudah menikah juga mereka pasti ketemu lagi.. "
"Hmm... Iya ya.. Kan belum lulus yaa..?! " ujar bu Poppy dengan tersenyum
Mama Amanda hanya mengangguk
"Yaudah nanti kita telpon papanya aja..! " putus mama Amanda
.......
Di sekolah
Waktunya istirahat namun yuri dan yeri hanya diam di kelas
Yura menghampiri yuri dan duduk sebelahnya
"Kalian pada kenapa sihh? " ujar yura namun yuri dan yeri hanya menatapnya dengan tersenyum
"Ihh... Gaje banget cuman pada senyum, kalian pikir pertanyaan gw tadi cukup dengan senyuman..!? " ujar yura dengan kesalnya namun tetap dengan tersenyum
Yuri menatap yura
"Gw lagi nggak enak badan.. " ujar yuri dengan suaranya yang kecil
Yura menatap yuri
"Oh ya... Tapi kenapa lu nggak izin guru.. Kalau lu sakit..?! " ujar yura
"Nggak ahh... Gw lebih baik di kelas..! "
"Kalau lu yeri?! " ujar yura sambil menatap yeri yang sedang memainkan pulpennya
Yeri menatap yura dan tersenyum
"Gw nggak kenapa-napa" jawab yeri
Kemudian ia kembali menatap buku dan pulpennya
.......................................................................
__ADS_1