There'S Of Us Schools

There'S Of Us Schools
SCHOOL HARD (part5)


__ADS_3

Jefri menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah kursinya yg tidak lain adalah sebelah yuri


"Hi.. " sapa Jefri


"Hi.. " jawab yuri tanpa menoleh ke arah Jefri


"Yura nggak sekolah? " tanya Jefri


"Sekolah... Tapi belum berangkat"


"Ooh.. " Jefri kembali berdiri dan menghampiri Jidan


.......


"Jidan... " Jefri pun duduk sebelah Jidan


"Kasian juga ya Jio" sahut Jefri


"Kasian juga gw..belum jadi kepala sekolah" kata Jidan


"Emang lu mau jadi kepala sekolah? " tanya Jefri


Jidan hanya mengangguk membuat Jefri menghela napasnya


Tiba-tiba mereka berdua menatap ke arah pintu yg kini berdiri seorang laki-laki


"Jio.. " gumam Jefri


Jio berjalan menghampiri tempat duduknya namun Jidan segera menahannya


"Jio.. Kirain gw lu nggak masuk? " tanya Jidan


Jio melepaskan tangan Jidan dan duduk di kursinya dan jio pun melirik ke arah kursi sebelahnya yg tidak lain adalah kursi yura


"maafin gw yura yg sudah mempermainkan perasaan lu.. Tapi cinta tak bisa di paksakan... Jangan salahkan gw salahkan perasaan gw aja yg menyukai cewek orang" batin Jio


Kepsek memasuki kelas mereka dan menyuruh semua murid menyiapkan perlengkapan camping nya...


Semua murid pun keluar dari dalam kelas dan sibuk sendiri sesuai dengan pekerjaannya


Yuri melirik ke arah seseorang yang ada di sebelah pojok sana namun dia duduk sendirian yuri segera menghampirinya


"Yura? " sahut yuri


Yura menatap yuri begitu juga sebaliknya


"Lu berangkat bareng siapa? "


"Gw.. Bareng Bara" jawab yura


Yuri pun duduk sebelah yura


"Yura anter gw ke apotek sekolah yukk" ajak Yuri


Yura hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menyusul yuri


Yuri masuk ke dalam apotek sementara yura menunggu nya di luar apotek


"Yura... Hi apa kabar?" sapa Jefri


Yura mengangkat kan kepalanya dan tersenyum


"Hi.. Baik"


Yura melihat Ke belakang Jefri yg tidak lain adalah Jio sama Jidan


Yura kembali memainkan hpnya


Jefri,Jio dan Jidan masuk ke dalam apotek bertepatan dengan yuri yg baru keluar apotek


"Hi... " Sapa yuri dengan tersenyum karena sebenarnya dia kaget


"Hi.. " jawab mereka berbarengan


. ......


Beberapa menit kemudian mereka kambali berkumpul di lapangan


"kalau sudah selesai segera masuk ke dalam mobil yaa jangan ada yg tertinggal" sahut kepsek


Mereka hanya menganggukkan kepalanya dan semua murid masuk ke dalam mobilnya


"Yura sini duduk sama gw" sahut yuri


"Gw? " tanya yeri sambil menunjuk dirinya sendiri


"Lu sama Vano" jawab yuri


Yeri tersenyum


"Yaudahh gw sama Vano yaa dahh" kata yeri


Yuri hanya tersenyum ke arah yura dan menyuruh yura duduk sebelahnya


Mobil pun melaju...


.........


Tepat jam 10;00 mobil mereka pun sampai di area camping


Semua murid pun turun dari mobil


"Lu tadi tidur di mobil? " tanya Yuri ke arah Yeri, Yeri hanya menganggukkan kepalanya


"Emangnya kalian nggak tidur? " tanya Yeri


"Kalau gw nggak" jawab yuri


"Lu? " tanya yeri sambil menatap yura


Yura hanya menggelengkan kepalanya


"Lu sakit? " tanya yeri


"Nggak... Gw lagi males aja" jawab yura


Kepala sekolah menyuruh semua murid berkumpul


"Anak-anak.. Dengarkan,  untuk laki-laki siapkan tenda untuk tidur dan lainnya dan untuk perempuan siapkan makanan untuk makan siang" sahut pak kepsek


"Siap pak" jawab murid-murid serempak


. ..........


Murid laki-laki pun dah selesai memasang kan tendanya beda dengan para murid perempuan mereka masih memasak sambil bertengkar


"Yuri.. Airnya kurang ambil lagi gih kesana" sahut yura


"Gw lagi memotong daging.. Yeri aja kenapa? " kata yuri


"gw nggak keliatan sibuk yaa" kata yeri "yaa maaf kirain lu lagi rebahan" kata yuri


"terus ini gimna?? " tanya yura dengan bingung


"suruh anak lain aja " sahut yeri


"pada sibuk semua.. " kata yura


"laki-laki aja lagi pada rebahan tuh" kata yeri


"DINO.....!!!! " teriak yura


Dino menoleh ke arah yura


"ambilin air gih " sahut yura


Dimas berbisik ke arah Dino


"jangan din.. Enak aja nyuruh-nyuruh"


Dino hanya tersenyum


"nggak mau!!! " seru dino


"yaudah siapa aja... Bara.. Lu aja"


"nggak!! " jawab bara dengan keras


Mereka menyilang kan tangannya di depan dada bertanda nggak mau


Yura menatap Jefri yang sedang duduk sebelah tenda


"Jefri... " panggil yura


Jefri menoleh ke arah yura


"Sini dulu.. " teriak yura


"Mau apa? " tanya Jidan


"Udah lu aja Jidan sini... "


Jidan menghampiri yura


"Apaan? " tanya Jidan


"Ambilin air gih" kata yura


Jidan tersenyum dan berlari ke arah Jefri


"JIDAN!!!! " teriak yura


jidan menarik Jefri


"apaan sih jidan? " tanya Jefri


"lu di suruh kesana" Jawab Jidan


"mau apaan?? " tanya Jefri lagi


"katanya ambilin air"


Jefri tersenyum


"nggak ah" jawab Jefri

__ADS_1


"awas aja ya kalian makan!!! " seru yura


"lu juga awas lu tidur di tenda" kata Jefri


"udah ah males" kata yura pasrah


Yura kembali ke yuri dan yeri


"ada airnya? " tanya yuri


"nggak ada... Yeri suruh Vano aja gih" kata yura


"nggak ah kasian ketua aja kenapa?? " tanya yeri


"yaa asal lu yg nyuruhnya " kata yura


"nggak ah"


"udah.. Vano aja" putus yura


"kenapa?? "


Vano muncul tepat di belakang yura


"ambilin air di sana" kata yuri sambil menunjuk ke arah tempat air


"mna embernya? " Tanya Vano


"beneran nggak papa??" sahut yeri


Nggak.." jawab Vano


Vano mengambil ember di tangan yura


............


"Jio anter yukk" ajak Vano ke arah jio


Jio hanya menganggukkan kepalanya dan berdiri dari duduknya dan pergi menyusul Vano


Tak berapa lama Vano sama jio kembali ke area camping


"Nih taruh dimana? " tanya Vano


"Sini.. Makasih ya Vano" kata yura


Vano dan jio kemudian pergi


"yura kok lo nggak ngucapin makasih sama jio dia juga bawa air lho" kata yuri


"oh ya.. Lupa gw " jawab yura sambil menatap masakannya


"kok lupa.... Orang paling dulu nyimpen airnya" kata yeri


"tau ah... Kalau gw nggak bilang makasih bukannya kalian yg bilang makasih" sahut yura


"kan lu yang nyuruh" kata yuri


"udah ah kalian nggak asik tau gak" kata yura penuh emosi


"kok lo jadi emosi gitu? " tanya yeri


Yura hanya menatap mereka dengan tatapan marah


.......


Makan siang pun tiba


"semuanya berkumpul..!!! Waktunya makan" teriak yeri


(Semua murid pun berkumpul dan duduk melingkar)


"dah. Kumpul semuanya belum?? " tanya yura


"belum.. Itu Jefri, jio,  sama jidan belum kesini!! " Jawab Jae


"ehh..." yuri memegang pundak murid lain


"Panggilin mereka dong.. " kata yuri


"ya.. " jawabnya


Murid itupun menghampiri mereka bertiga


"Jefri... Jio.. Jidan... Di suruh makan dulu..!!! " sahut murid itu


Jefri, jio , dan Jidan menatap murid itu


"Makan dulu yukk" ajak Jidan


"Kalian duluan aja... " sahut Jefri


"Kenapa lu? " tanya jio


"Gw belum laper" jawab Jefri


..........


"Yaudah yuk.. Jidan.. Kita makan duluan aja" ajak jio..


.....


"Jio... Jefri nya mana? " tanya dino


"Masih disana... Katanya dia ngga laper" jawab jidan


Dino menatap teman-temannya


"Gw mau ke sana dulu" pamit dino ke arah teman-temannya


Teman-temannya hanya mengangguk


Dino pun berjalan ke arah Jefri


"Jefri... " panggil dino


Jefri menatap dino yg sedang menghampiri nya


"Apaan lu? " tanya Jefri


"Lu di suruh makan" kata dino


"Gw kan dahh bilang.. Gw belum laper kalian duluan aja"


"Jefri... Gw nggak suka sama orang yang lebay "


"Apa lu bilang? Lebay? " sahut Jefri sambil berdiri dari duduknya dan menatap mata dino


Namun Jefri segera memalingkan mukanya ke arah belakang dino yg tidak lain adalah tempat makan para murid,. Disana dia melihat seorang perempuan sedang memperhatikan nya


Dino pun ikut menolehkan kepalanya ke belakang dan dia melihat yuri sedang berdiri sambil menatap dino dan Jefri


"Kalian ngapain? Gw suruhnya makan kan? " tanya yuri


"Tau nih malah mau berantem" sahut dino


Jefri menatap Dino dengan tatapan tajam


"Udah-udah... Jefri kenapa lu nggak mau makan?" tanya Yuri


Jefri menatap yuri kemudian menatap dino dan pergi meninggalkan dino


"Kata siapa nggak mau" sahut Jefri


Jefri berjalan menghampiri Yuri dan berdiri tepat di depan Yuri


Yuri mengangkat kan wajahnya dan menatap mata Jefri


"Ngapain dari tadi diem aja? " tanya Yuri


Jefri tersenyum dengar apa yang barusan yuri katakan


Kemudian Jefri menatap Dino


"Ngapain lu masih disana? " sahut Jefri


"Suka-suka gw" jawab dino sembari berjalan melewati Jefri dan Yuri


Yuri menatap Jefri yang sedang menatap Dino pergi


"Jefri..? "


Jefri menoleh ke arah Yuri


"Gw makan duluan dah" pamit Yuri


Yuri membalikkan badannya dan pergi mendahului Jefri


Jefri menatap yuri dan pergi menyusul yuri


..... Di tempat makan....


Jio menatap Jefri dan menyuruh Jefri duduk di sebelahnya


"Lu kenapa? " tanya Jio


"Emangnya gw kenapa? " tanya balik Jefri


"Yaa daritadi nggak masuk kesini" sahut Jio


"Gw malas makannya" kata Jefri


"Anjrr... Hebat... Sejak kapan lu malas makan? " tanya Jidan yg kini ikutan nge-rumpi


"Baru tadi kok" jawab Jefri dengan tersenyum


........


Malam harinya


Semua murid bakar-bakar marshmello


Yeri berdiri dari duduknya dan mencari-cari seseorang


"Nyari siapa? " sahut Vano

__ADS_1


"Nyari... Ehh... Nyari kamu yaudah yuk duduk" kata Yeri


Yeri dan Vano pun duduk bersebelahan


Jefri menghampiri Yuri


"Yuri bareng gw yukk" ajak Jefri


Yuri menatap Jefri


"Nggak ahh lu mah pelit" sahut Yuri


"Pelit apaan? " tanya Jefri


"Lu mah orangnya tertutup banget... Nggak pernah curhat sama gw.."


"Lu ngebalikin fakta yaa Yuri" sahut Jefri


Yuri menatap Jefri dengan bingung


"Ngebalikin fakta? " tanya Yuri


"Hmm... Yaudahh yukk duduk pegel nih daritadi berdiri terus" sahut Jefri sambil menarik pergelangan Yuri


Yuri dan Jefri pun duduk


"Lu maksudnya apaan tadi? " tanya Yuri


Jefri menatap yuri dan tersenyum


"Nggak... Lu marah? "


Yuri menggelengkan kepalanya


Jefri hanya tersenyum kemudian bakar-bakar seperti murid lainnya


Guru menghampiri mereka


"Jangan terlalu malam ya tidurnya!! "


"Baik pak" jawab murid-murid hampir berbarengan


. .....


Yura duduk sebelah Bara dan teman lainnya


"Yura... Lu nggak bareng Jio? " tanya Dimas


Yura hanya menggelengkan kepalanya


"Jio? Kan emang yura nggak pernah dekat sama Jio" kata Dino


"Sotau lu.. Dino... Kemarin aja Jio berangkat bareng Yura... Ya yura? " sahut Dimas


"Nggak tau ahh" jawab Yura


"Kenapa lu bisa bareng sama Jio , yura? " tanya Bara


"Kebetulan aja itu mah" jawab Yura


.......


Tepat jam 10;00 malam


Jefri meraih hpnya dan menatap Yuri


"Yuri,, " panggil Jefri


Yuri menatap Jefri begitu juga sebaliknya...


"Apaan? " tanya Yuri


"Udah jam 10 cepat tidur gih" sahut Jefri


Yuri berdiri dari duduknya dan menatap yura yg sedang mengobrol sama dimas dan teman-temannya


"Yura" panggil yuri


Yura menolehkan kepalanya ke arah yuri


"Tidur duluan yuk" ajak yuri


Yura menatap Bara dan teman-temannya


"Gw duluan ya" pamit yura


Bara dan teman-temannya hanya menganggukkan kepalanya


Yura dan yuri pun masuk ke dalam tenda dan tidur


"Yura.. Gw tidur duluan ya" sahut yuri


Yura hanya menganggukkan kepalanya sambil memainkan HPnya


........


Pagi harinya


"Woyy... Bangun... " teriakan putra memenuhi tendanya


Dimas menatap Putra sambil menggosokkan matanya


"Apaan?" tanya Dino sambil menatap Putra


"Dah pagi" jawab Putra


Mereka hanya saling tatap dengan tatapan kesal


"Kalian... Kenapa sulit banget sih di bangunin nya?" sahut Putra


"Tapi jangan gini dong ngebangunin nya" kata Bara


"Terus gw harus gimana?" tanya Putra


"Dengan lembut lah" jawab Bara


"daritadi... Gw ngebangunin kalian kalian nya nggak bangun" emang gw nggak kesal??!! " sahut Putra


Bara menatap Dimas dan Dino sambil tersenyum


Tiba-tiba Jidan menghampiri tenda mereka


"Hey.. Kalian di suruh cepat bangun" sahut Jidan


"Kami udah bangun kok" kata Dimas


"ohh... Udah ya.. Katanya kalau sudah bangun di suruh ke tendanya Jae"


"mau apaan??" tanya Bara


"nggak tau lahh" jawab Jidan


"cuman kita kah?" tanya Dino


"nggak... Banyakan tuh" jawab Jidan lagi


"lu nggak??" kata Dimas


"nggak... " kata Jidan singkat


"lho... Kok lo nggak??" tanya Bara lagi


Jidan hanya mengangkat kan bahunya


Jio muncul dari kejauhan


Jidan menatap Jio yg berlari ke arahnya


"Jidan....!!!!" teriak Jio


"Hm.. " jawab Jidan


"Bara dan teman-temannya di suruh ke sana" sahut Jio


"Lu nya aja kesini" kata Jidan


Jio menghampiri tenda Bara dan teman-temannya


"Lu dah pada bangun?" tanya Jio


"Belum" Jawab Dino


"Nggak... Maksudnya gini... Kalau sudah bangun kalian di suruh ke tendanya Jae"


Dimas menatap Putra


"Lu bangun jam berapa?"


"Gw... Jam 06;38 " jawab Putra


"Lu baru bangunin kami jam segini? " tanya Dino sambil menatap HP nya yang menunjukkan pukul 09;12


"nggak.. Gw dari jam enam juga dah ngebangunin kalian" sahut Putra


"Lambat lu ahh... Harusnya lu bangunin kami jam lima pagi" kata Dino


"Udah-udah ngapain kita salahin Putra yang jelas kita yg salah" sahut Bara


"Tapi gw nggak mau di hukum.. Daripada gw di hukum lebih baik gw tidur lagi" kata Dino yang masih memejamkan matanya


"yaampun... Dino lo jangan gitu


Yuk... Dimas, Putra, dino yuk kita kesana" kata Bara


Dimas, Bara, Putra dan dino pun keluar tenda dan berjalan ke arah tenda Jae dan yg lainnya


Jae menatap mereka dari kejauhan


Mereka menghampiri Jae


"Kenapa kalian terlambat bangun? " tanya Jae


Dino menguap sambil memejamkan matanya


Mereka semua menatap dino

__ADS_1


"Kirain gw dino mau menjawab"..


__ADS_2