
Malam pun tiba
Jefri dan temannya melaksanakan tugasnya masing-masing
Jefri menelpon Dino
"Dino... Ada nggak disana?! " ujar Jefri
"Nggak ada... Mungkin mereka belum berangkat...! " ucap dino sambil menolehkan kepalanya ke segala arah
"Yaudah gw telpon jidan dulu...! " ujar Jefri sembari mematikan telponnya kemudian ia menelpon jidan
"Jidan... Lu disana kahh?! " ujar Jefri
"Iya gw disini... " jawab jidan
"Gimana? Lu ketemu mereka nggak?! "Ujar Jefri
"Mmm... Nggak... Daritadi gw duduk disini... Tapi gw nggak nemuin mereka... Padahal gw udah 30 menit disini... " jelas jidan
"Mmm.... Tapi ini udah jam 08;35...apakah mereka nggak pergi ya...?! " ujar Jefri dengan kesal karena ia merasa tertipu dengan mereka
"Mmm... Gini jef... Lu suruh dino telpon yuri... Dan bilang yuri dimana... Atau mungkin langsung aja suruh pulang... Nanti diakan terkejut lalu lu suruh dino menjemput yuri... Gimana?! " usul jidan
"Mm... Iya yah... Yaudah gw matiin yaa... "
Ujar Jefri sembari mematikan telponnya kemudian menatap jio
"Jio lu telpon dino... "
Jio tak menjawab apa-apa ia hanya mengambil HP-nya kemudian menghubungi dino
"Iya... Ada apa?! " sahut dino di seberang telpon
"Lu telpon yuri... " ujar jio
"Yuri? Ngapain... Nanti kita ketahuan jio... "
"Iya... Gini lu telpon dia... Lu bilang sama yuri... Yuri lu di suruh cepat pulang sama mama gw.. Udah gitu kan nanti dia bilang mau apa atau apapun... Nanti lu bilangnya nggak tau... Dan lu bilang yuri gw jemput ya soalnya ini suruhan mama gw... Nanti dia bilang iya.. Dan lu tanyain dia ada dimana.. Pasti dia jawab jujur... Benarkan?! " ujar jio dengan panjang lebar membuat Jefri menatapnya dengan terharu
"Mmm.. Oke... Nanti gw telpon yuri lu telpon Arya yaa... Supaya gw nggak bingung ngomongnya... " ujar dino s3mbari mematikan telponnya
Jio pun menelpon Arya
"Apakah dino sudah menelpon yuri...?! " ujar jio setelah telpon mereka tersambung
"Mm iya bentaran... "
Seketika suasana hening karena mereka pergi ke tempat yang sepi
"Dino... Ada apa?! " sahut yuri setelah telponnya tersambung
"Mm.. Yuri lu di suruh pulang sama mama gw... " ujar dino sambil mengeraskan suaranya
"Pulang? Maksudnya ke rumah lo dino...?!" ujar yuri dengan bingung
"Yaa.... Kemana aja... Yang penting sekarang lu harus pulang karena sudah malam... "
"Dino... Lu sakit?! " ujar yuri membuat mereka saling tatap
"Maksud lu..?! " tanya balik dino
"Lu nyuruh gw pulang... Sementara gw lagi duduk di balkon kamar gw...apa lu gila..?! "
"Mm... Memangnya lu dimana yuri?! " ujar dino dengan bingung
"Gw di rumah gw... " jelas yuri dengan penuh penekanan
"Jadi... Lu nggak main...?! " ujar dino dengan kecewa
"Mm.. Nggak... Ngapain main..?! " ucap yuri acuh tak acuh
"Bukannya lu setiap malam main..?! "
"Siapa yang bilang? Gw setiap hari duduk di balkon kamar gw dino... " ujar yuri dengan kesal
"Mmm... Jadi lo sekarang ada di rumah lo?? " ujar dino sambil menatap Arya
"Hm... " jawab yuri
"Yaudah makasihh... Udah dulu yaa...! "
"Ihh gaje... Lu abis minum yaa..?! " ujar yuri dengan kesal
"Ngomong tuh yang bener yuri... Kagak mungkinlah gw minum... Lu kali...! " ujar dino sembari mematikan telponnya kemudian menatap Arya
"Dino....!!? " sahut Jefri
"Ya... " jawab dino
"Lu sudah nelpon nya?! " ujar Jefri
"Udah.. " jawab dino dengan singkat
"Mm... Jadi dia ada di rumahnya?! " ujar Jefri
"Mungkin... " jawab dino
"Berarti kita di tipu sama dimas dong... " ujar Jefri sambil menatap jio
Jio hanya tersenyum
"Yaudah cabut... " ujar Jefri sambil mematikan telpon jio
Mereka pun segera menaik motornya masing-masing kemudian mereka pergi menghampiri jidan yang kini sedang menunggu kedatangannya yuri dan vano
"Kok kalian kembali?! " ujar jidan setelah melihat mereka menghampirinya
"Kita pulang aja jidan...!! " ujar jio
"Pulang? Sudah ketemu kah?! "
"Nanti gw ceritain... " ujar jio sambil menatap Jefri
Mereka pun pulang
Jio sampai di rumahnya
"Habis darimana jio?! " sahut bu Lily
"Dari rumah Jefri mah... " jawab jio
"Kebiasaan yaa... Jio kamu kan sekarang udah mempunyai istri yaa kasian tau di tinggal mulu...! " ujar bu Lily sambil menatap jio dengan kesal
"Cuman ke rumah Jefri kok mah... " sahut jio dengan santai
"Iya... Cuman ke rumah Jefri tapi mainnya lama... "
"Udah ahh mah jio mau mandi dulu... "
Jio segera menaik ke lantai atas
Jio pun membersihkan diri kemudian mengganti pakaiannya
Ia menghampiri yeri yang kini membelakangi nya
"Yeri... " sahut jio
Namun tak ada jawaban dan ternyata yeri sudah tidur
Jio hanya menatap yeri sekilas kemudian ia pergi ke balkon kamarnya membuat yeri bangun dari tidurnya karena ia merasa dingin
"Jio... Tutup dong pintu balkon nya gw dingin nih.. " ujar yeri dengan suara khas bangun tidur
__ADS_1
Jio hanya menatap yeri kemudian ia berjalan masuk dan menutup pintu balkon nya
Jio duduk di ujung tempat tidur
"Yeri... " sahut jio
"Hm..?! "
"Lu masih suka main sama dimas nggak?!" ujar jio tanpa melirik ke arah yeri
"Iya... Kenapa?! " ujar yeri penasaran
"Hm.. Lu suka lihat yuri sama Vano nggak?! "
"Vano? Hmm.. Iya kalau Vano gw suka lihat tapi bukan sama yuri... " jawab yeri sambil menatap jio dengan santai
"Sama siapa?! "
"Sama gengnya... " jawab yeri membuat jio tersenyum lebar
"Kenapa?! " ujar yeri dengan bingung
"Nggak... Lu kalau jalan sama dimas suka di ajak kemana?! " ujar jio sambil menatap yeri tatapan datar
"Gw... Suka di ajak ke alun-alun kota dan kalau lagi ada pasar malam kami suka kesana... Cuman sekedar main dan makan... " jelas yeri sambil memainkan hpnya
"Ouhh... " ujar jio
"*dimas lu pandai membohongi kami yaa... Lu yang bilang suka main ke hotel ke taman nyatanya cuman ke pasar malam dan alun-alun kota... *" batin jio sambil tersenyum miring
"Jio lu kenapa tanya gituan...?! " ujar yeri tiba-tiba
"Nggak... Yaudah lu tidur cepetan.. "
"Gw baru bangun... Lu aja tidur duluan... " ujar yeri tidak Terima
"Lu aja duluan... Soalnya gw mau telponan sama cewek dulu... " ujar jio dengan santai
"Siapa?! " sahut yeri dengan geram
"Kamu nanya... " ujar jio dengan tersenyum
"Yaudah sini hpnya" Ujar yeri sembari mengambil HP di tangan jio
"Yeri... !! " ujar jio dengan tatapan tajam nya
"Apa? Jawab dulu siapa ceweknya?! " ujar yeri tak Terima
"Kepo... Cemburu yaa... " ujar jio dengan tertawa
"Nggak... Cuman pengen tau aja siapa sihh orangnya yang mau telponan sama lu jio?! " ujar yeri sambil merebahkan badannya
"Pengen tau... ?"
Yeri hanya mengangguk pelan
"Makanya sini dulu HPnya..! "
"Nggak...!!! " tolak yeri sambil membelakangi jio
"Yeri... Lu jangan nakal ya... Lu mau di hukum hm...?! " ujar jio membuat yeri menatapnya
"Di hukum? Hukum apaan? silahkan...! " ujar yeri dengan santai
"Hukum suami istri... " jawab jio dengan tersenyum
"Ihh... Nggak jelas... Nih.. " ujar yeri sembari memberikan HPnya
Kemudian jio mengambilnya dan menelpon Jefri
Setelah mereka mengobrol jio pun kembali menghampiri yeri
"Nih orang cepet banget tidurnya?! " gumam jio sembari duduk di tempat tidurnya kemudian merebahkan badannya dan tertidur
Hari kembali sekolah
Jio dan Jefri sedang duduk di depan kelasnya
"Jio... Karena kita tertipu oleh dimas haruskah kita beri dia pelajaran?! " ujar yuri dengan tersenyum
Jio menatap Jefri dengan tersenyum
"Iya keknya seru... Tapi gimana?! "
"Gw punya ide... " ujar Jefri sembari berdiri dari duduknya dan menatap ke arah jio
"Kita kesana yukk... " ajak Jefri menunjuk ke arah dino, Arya dan jidan
"Yukk... "
Mereka pun menghampiri dino, Arya dan jidan kemudian mereka memikirkan ide yang pantas buat dimas karena telah menipu mereka
......
Yuri, yura dan yeri pergi ke kelas dengan berbarengan
Setelah mereka sampai di kelas mereka melihat mawar sedang memarahi Yani namun Yani tak melawannya ia hanya duduk sambil menundukkan kepalanya
Tiba-tiba mawar menghampiri Yani sambil melepaskan sepatunya membuat yura, yuri dan yeri terkejut
Yura segera menghampiri mawar dan menarik sepatu yang mawar pegang
"Lu gila yaa...! " ujar yura
"Ini bukan urusan lo yura... "
"Iya gw tau... Tapi pembullyan tidak di perbolehkan di sekolah ini.. Dasar anak baru yang tak tahu diri.... "
"Apa lo bilang..??! " ujar mawar sembari menghampiri yura
"Ahh.... Nggak gw cuman bilang kalau lu itu... Mmm... Bau... " ujar yura membuat yuri dan yeri menahan senyumannya
"Lu yang selalu bikin gara-gara yura.... " ujar mawar dengan geram
Tiba-tiba Jefri dan temannya masuk ke dalam kelas membuat mawar menghentikan aksinya
Yani hanya menatap yura dan temannya dengan senyuman getir
Tiba-tiba Arya duduk di sebelahnya
"Lu kenapa kemarin nggak sekolah?! " ujar Arya tanpa melirik ke arah yani
"Ini bukan urusan lo Arya... " jawab yani dengan kesalnya
"Emang.... " ujar Arya dengan tersenyum
Tiba-tiba pak guru masuk dan memulai pelajaran
Pembelajaran pun berlangsung
Waktunya istirahat
Jidan menghampiri dimas yang kini sedang mengobrol bersama bara
"Hei... Kalian mau ikut tanding nggak malam ini...?! " ujar jidan sambil duduk sebelah bara
"Tanding apa?! " ujar dimas
"Mmm.. Balapan motor... " jawab jidan
"Hm.. Balapan motor gw nggak begitu tertarik... " ujar bara
"Lu ikut ya dimas... Soalnya gw sudah mendaftarkan lo dan dino... "
__ADS_1
"Gw?? Nggak jidan gw belum siap... " ujar dimas dengan tolakan nya
"Dimas gw sudah membeli tiketnya , pakaiannya dan lainnya bagaimana dong kan sayang kalau lu nggak ikutan... "
"Tapi... Kenapa lu nggak bilang dulu sama gw..?! " ujar dimas tak Terima
"Iya... Maafin gw, soalnya takut di rebut yang lain... "
"Yaa... Lu tinggal hubungi gw jidan...! " ujar dimas
"Nggak.... Gw nggak bisa karena waktunya sedikit... Lagipula kan hadiahnya 7M gw mau mendukung lu dimas... Bukannya lu hebat dalam balapan...?! '
"7M? Serius lu..?! " ujar dimas dengan tersenyum
Jidan hanya mengangguk pelan
"Yaudah makasih jidan... Telah mendaftarkan gw... Btw siapa lagi yang ikut balapannya?! "
"Mm... Lu, dino, gw , jefri dan putra... "
"Ouh... Lu juga ikutan...?! "
Jidan hanya mengangguk
"Kapan?! " sahut bara
"Nanti malam... " ujar jidan
"Oke kami pasti datang... " ujar dimas sambil menatap bara dengan tersenyum
.........
Yani menghampiri yuri, yura dan yeri
"Hallo... " sapa yani sambil duduk sebelah mereka
"Hai... " jawab mereka berbarengan
"Makasih yaa... Tadi kalian nolongin gw...!"
Mereka saling tatap
"Hm... It's okay" ujar yura sembari tersenyum
"Kalau boleh tau... Kenapa lu di bully sama mawar?! " ujar yuri
"Dia menyuruh gw untuk menyiksa kalian... Padahal gw menurut sama perintah dia tapi selalu saja dia memarahi gw... Dan ternyata ada salah satu murid yang bilang sama mama gw kalau gw itu suka ngebully kalian akhirnya mama marah sama gw... Dan gw pun sekarang menolak perintah mawar lagi...namun mawar malah menyiksa gw dia bahkan mengancam kalau gw nggak menurut sama dia , dia akan bilang sama papanya kalau papa gw harus di pecat di perusahaan nya...!! " ujar yani dengan sedih
"Mmm... Apakah ayah lu kerja di perusahaan ayahnya mawar?! " ujar yura
Yani hanya mengangguk
"Oke... Sekarang lu jangan takut.. Ada kita disini... Kita siap membantu lu yani... " ujar yeri dengan tersenyum
"Hmmm.. Makasihh ya... Dan maafin gw yuri yang selalu mem-bully lu...! "
"Nggakpp... Lupain... " ujar yuri dengan tersenyum
Jidan , dino dan Arya menghampiri mereka (para cewek)
"Yura... " sahut jidan sembari duduk sebelah yura
Yura hanya menolehkan kepalanya ke arah jidan
"Malam... Kita nonton yukk... " ajak jidan sambil menatap mereka satu persatu
"Lu ngajak siapa?! " ujar yeri dengan bingung
"Kalian semua... " jawab jidan
Mereka hanya saling tatap kemudian tertawa
"Yeri... Lu harus ikut... Karena lu harus semangatin dimas..?! " ujar dino
"Dimas?? Memangnya nonton apa?! " ujar yura sambil menatap jidan
"Nanti malam akan ada balapan... Kalian nonton yaa... Semangatin kami... " ujar jidan dengan tersenyum
"Jidan... Siapa saja yang ikut balapannya?" ujar yuri
"Mmm... Gw sama dino... " jawab jidan
"Kata lu tadi dimas ikutan?! " ujar yeri dengan kesal
"Iya dimas juga... " ucap jidan dengan tertawa
"Siapa lagi?! " sahut yura dengan kesal
"Mm... Jefri... " ujar jidan sambil menatap yura dengan tertawa
Yuri hanya menatap mereka dengan tatapan kosong
"Pokoknya nanti malam kalian harus segera bersiap ya... Mmm oh iya yuri lu berangkatnya sama dino ya, terus lu yeri berangkatnya sama dimas dan gw sama yura... "
"Kalau yani?! " ujar yura
"Mmm.... Terserah , mungkin sama lo Arya..?! " ujar jidan sembari menatap Arya
Arya hanya menatap jidan dengan datar
"Yaudah gw kami kantin dulu...! " ujar jidan sambil berdiri dari duduknya dan menatap dino dan Arya
"Yuk... "
Mereka pun ke kantin
"Kok dimas nggak bilang gw kalu dia mau balapan?! " ujar yeri tiba-tiba
"Mungkin sebentar lagi... " ujar yura sambil tersenyum
"Kantin yuk?! " ajak yuri
"Yukk... " jawab mereka sambil berdiri dari duduknya dan berjalan ke kantin
"Yani... Lu kalau ketemu mawar jangan liatin dia yaa... " ujar yura sambil berjalan di sebelah yani
"Buat apa diliatin...! " ujar yani sembari tersenyum
Mereka hanya tertawa ringan
Mereka pun sampai ke kantin
Dimas menghampiri yeri
"Yeri... Malam ikut gw ya..!! "Ujar dimas sembari duduk sebelah yeri
" mm... Iya,, dimas kok lo nggak beritahu gw kalau lu mau balapan?! "Ujar yeri
" gw juga baru tau tadi yeri.. "
"Lho??! "
"Iya... Soalnya jidan yang mendaftarkan gw... Dia juga yang sudah menyiapkan perlengkapannya, sedangkan gw nggak tau apa-apa"
"Mmm... Jadi dia nggak izin lo... Kalau dia mendaftarkan lo ke balapan?! "
Dimas hanya menggeleng kan kepalanya
Tiba-tiba jidan menghampiri yura membuat dimas dan yeri menatapnya
"Yura di sana Makannya yukk.. " ujar jidan sembari menunjuk ke arah tempat yang sepi
.......................................................................
__ADS_1